
POV. ( Friska )
jam delapan pagi aku sudah sampai di toko,pintu ruko aku buka separuh biar orang tahu kalau toko ku belum siap melayani pembeli.
setelah selesai mengepel lantai dan me lap semua etalase baru pintu aku buka keseluruhan .
aku duduk di meja kasir melihat rekapan di ponsel,Alhamdulillah berkat usaha aku dan Winda promosi di media sosial,aku sudah memiliki beberapa reseller .
ada pesan masuk di ponselku ,kubuka aplikasi warna hijau dan melihat pesan masuk.
"pagi mbak Friska ,nanti jam sepuluh aku ke toko ya,ambil pesanan." pesan dari Mbak Ratih .
"iya mbak,sudah disiapkan ditunggu ya." balasku .
aku menoleh ke depan saat mendengar motor memasuki halaman toko,dia orang perempuan turun dari motor dan melangkah masuk ke toko.
"mbak gamis ini berapa harganya." tanya salah satu perempuan yang usianya sekitar tiga puluhan.
"yang ini premium mbak harganya 350 ribu." jawabku.
"kalau harga bisa dikurangi saya mau ambil satu lusin mbak buat acara hajatan perkawinan adik saya ." ujar perempuan tadi sambil menempelkan gamis yang dia pegang ke tubuhnya .
"bisa mbak saya kasih harga 300 ribu kalau ambil banyak." sahutku sambil tersenyum ke arahnya .
" ya udah saya ambil satu lusin,sama ya seperti ini." ujarnya.
"sebentar ya mbak saya ambil dulu bajunya ,"ku buka karung yang berisi gamis dan mengeluarkan satu lusin ,memasukan ke kantong plastik .
Alhamdulillah uang tiga juta enam ratus sudah aku terima.
"semoga suka sama gamisnya ya mbak ,nanti belanja lagi kesini ." ujarku seraya mengantarkan mereka keluar dari toko.
Tring....Tring...
ponsel ku berbunyi,aku ambil dari saku celana,mas Danny menelepon .
"hallo ,ada apa mas."
"kamu bisa kerumah ibu gak fris ,"tanya mas Danny.
"sekarang gak bisa mas aku sendirian di toko ,Winda kuliah ,mungkin sore bisa,memangnya ada apa mas ." tanyaku.
"ada yang mau di bicarakan fris,ya udah sore aja gak papa ,nanti aku sampaikan ke ibu ." sahutnya .
ada apa ya .as Danny menyuruhku kerumah ibu ,apa ada kaitannya sama Siska.
seminggu yang lalu aku dapat kabar dari mas Danny kalau siska dirawat di rumah sakit,apa ini ada kaitannya sama Siska,seperti ancaman kakak nya Andre.
ah,aku tak mau terlalu memikirkannya ,,kembali aku disibukan dengan kedatangan pembeli dan reseller.
berulang kali aku mengucap syukur atas rejeki yang Allah berikan padaku .
hingga waktu sore tiba ,aku menutup toko mengambil kunci motor di dalam tas dan mengendarai nya ke rumah ibu mertua.
••••••••
aku memarkir motor di depan rumah ibu ,ku lihat pintu rumah terbuka aku segera mengucapkan salam dan masuk ke dalam rumah.
mas Danny menyambut Ku dan mengajak ku ke ruang tengah.
disana sudah ada ibu dan Siska duduk berdampingan.
aku menyalami ibu lalu duduk di kursi di hadapan ibu.
"syukurlah kamu sudah datang fris,"ibu memulai bicara .
"iya Bu tadi mas Danny nyuruh saya kesini ,ada apa ya Bu." jawabku sambil melihat ke arah Siska yang duduk diam sambil melihat ponsel nya .
"ehm,,begini fris,Danny usaha bengkelnya makin hari makin sepi karena ada bengkel baru di depan pertigaan yang menyediakan suku cadang lengkap dan servise nya bagus karena pegawai nya banyak." sahut ibu .
"tadinya ibu sama Siska berharap kamu bisa kasih Danny modal untuk memperbesar bengkel nya,tapi kamu menolak."
"saya gak ada uang Bu,tabungan saya sudah ke pakai buat modal usaha toko baju.jadi maaf memang belum bisa." ujarku .
"nah ibu undang kamu kesini,ibu mau jual rumah kalian dan kamu harus menyetujui fris,karena Danny harus segera di bantu ." sahut ibu seraya menatapku.
"apa tidak ada jalan lain bu,selain menjual rumah." tanyaku seraya menoleh ke arah Siska yang masih diam .
"cuma itu jalan satu satunya fris,ibu sudah tidak punya apa apa lagi,tanah sudah di bagikan ke anak anak ibu sewaktu bapak masih hidup."
"kalau rumah di jual mas Danny mau tinggal dimana saya dan amori harus gimana Bu." jawab ku sedih .
"Danny dan Siska sementara akan tinggal di rumah ibu,kamu dirumah orang tuamu,uang penjualan rumah akan dibuat usaha Danny sama Siska ." jawab ibu.
aku menoleh ke arah mas Danny yang duduk di sampingku .dia hanya menunduk gak berani menatapku .
__ADS_1
ibu bilang uang penjualan rumah mau buat usaha mas Danny dan Siska tanpa memikirkan aku dan amori,enak saja aku gak mungkin sebodoh itu,dengan menerima begitu saja.
"ya udah Bu silahkan kalau rumah mau dijual.tapi saya minta hasil penjualan rumah di sisihkan buat masa depan amori ,sisa nya di bagi dua aku dan mas Danny ." pintaku dengan tegas.
ibu saling berpandangan dengan mas Danny minta persetujuan .
"aku setuju dengan permintaan Friska Bu,masa depan amori harus di pikirkan dari sekarang." ujar mas Danny.
sip..mas Danny mendukungku .
ibu dan Siska tak punya pilihan lain akhirnya mereka menyetujui syarat dariku.
aku pamit setelah ada kesepakatan ,,aku tak langsung pulang kerumah ibu karena harus mengantarkan pesanan pembeli .
satu kantong plastik berisi dua lusin baju gamis dan satu lusin baju tunik aku bawa masuk ke sebuah rumah sesuai alamat yang di kirim pembeli tadi pagi.
setelah mengucapkan salam seorang perempuan muda sebaya Adik ku Winda keluar .
"mbak yang dari toko amori busana ya ," sapa perempuan tersebut seraya mempersilahkan aku masuk.
"iya mbak ,aku bawa pesanan atas nama mbak Dewi ,,apa mbak orangnya." tanyaku .
"iya mbak saya Dewi ," sahut nya .
aku duduk di kursi tamu mbak Dewi kebelakang dan kembali membawa segelas teh manis dan cemilan roti kering.
"di minum dulu mbak ,Oya siapa namanya mbak ."
"nama ku Friska," aku mengajak Dewi bersalaman .
Dewi sangat ramah dan pandai membawa suasana,setelah membayar pesanan yang diminta ,Dewi minta jadi reseller tetap ku .
aku menumpang shalat magrib di rumah Dewi dan menolak ajakan Dewi untuk makan malam ,kasian amori aku harus cepat pulang ke rumah .
Sampai di rumah ibu pukul 18.45,warung ibu sudah tutup.
Winda sedang bersama amori nonton televisi .
melihat kedatangan ku amori berlari menghampiri ku .
"mbak ,malam amat pulangnya ." tanya Winda.
ibu keluar dari dapur membawa teh tarik dan goreng pisang.
"iya fris ,kenapa Sampai malam pulangnya ." tanya ibu sembari meletakan teko berisi teh tarik dan sepiring pisang goreng.
"ngapain mbak kerumah ibu mertuamu ." tanya Winda lagi .
"ibu mau jual rumah kami ,dan minta persetujuan ku."aku menghembuskan nafas kesal.
"kenapa di jual fris,itu rumah kamu yang membangun nya dengan keringat mu,sayang kalau harus di jual." ibu menatapku .
"mas Danny butuh modal buat usaha Bu,bengkel nya sepi butuh modal buat membesarkan bengkel nya." jawabku.
kulihat ibu sama Winda menatapku iba .
"ibu kasian sama kamu fris,sudah bekerja keras ninggalin Anak demi keluargamu,tapi begini balasan yang kamu dapat." ucap ibu sedih.
"ibu tenang aja,aku sudah mengajukan persyaratan,hasil penjualan rumah untuk masa depan amori sisanya baru di bagi aku dengan mas Danny."
"buat apa juga di pertahankan Bu,disana ada Siska,nanti hasil penjualan rumah akan aku belikan rumah lagi jadi murni milik Ku sendiri.
"ya sudah kalau begitu ,kamu harus memikirkan masa depan amori juga fris,dia masih kecil masa depan nya masih panjang ." ujar ibu .
"iya Bu ,amori harus mendapatkan hak nya ." aku kembali meyakinkan ibu
••••••
aku masih sibuk melayani pembeli, hari ini ramai ada sepuluh orang datang ke toko ku ,aku harus memberikan pelayanan yang bagus buat mereka,agar tetap menjadi langganan.
setelah pembeli semua sudah membayar dan membawa barang mereka,aku duduk di meja kasir .
sepertinya aku harus cari karyawan untuk membantuku di toko.
aku mencari grup lowongan kerja di media sosial ,aku posting bahwa toko ku membutuhkan karyawan perempuan,dengan kriteria yang sesuai keinginanku.
mataku mengarah ke depan toko ketika ada suara motor masuk ,mas Danny ,ada apa dia kemari.
"fris,lagi gak sibuk ya ,aku dari tadi sudah ada di sebelah toko mu ,tapi aku lihat toko mu lagi ramai pembeli ,,baru sekarang aku kemari saat sudah sepi." ujar mas Danny.
"ada apa mas." tanyaku tanpa basa basi .
as Danny menarik sebuah kursi dan duduk di hadapanku .
"rumah sudah ada pembeli fris,tinggal nunggu kamu cocok harganya,akan segera di bayar ." jelas mas Danny.
__ADS_1
"berapa yang ditawar pembeli ." tanyaku masih tetap melihat ke arah ponselku.
"tiga ratus lima puluh juta fris." jawab mas Danny.
"coba minta empat ratus juta mas ," saranku ke mas Danny.
"kalau menurut pembeli rumah kita kan masuk gang fris ,meskipun gak jauh dari jalan besar tapi tetap beda jika mau buat usaha ." timpalnya.
"sudah mentok segitu ya mas ,gak bisa nambah lagi." kali ini aku menatap ke arah mas Danny
"menurut tetangga kita Bu Sarmi harga segitu sudah bagus fris ,gimana apakah kamu setuju " mas Danny mencoba meyakinkanku .
"kamu Sama Siska mau buka usaha apa emangnya ."
"mau memperbesar bengkel dan Siska mau buka toko juga fris,tapi belum tau mau jualan apa ." sahut mas Danny.
"kamu yakin uang bagian kamu mau dipake buat usaha semua .?"
"iya nanti disisakan buat dp rumah ,itu saran ibu ,apa kamu mau beli rumah fris ." tanyanya.
"itu bukan urusanmu mas,uang bagian ku sudah mutlak menjadi hak ku dan amori ." sahutku ketus .
aku di bantu mas Danny menutup toko dan kami berboncengan motor ke rumah ibu.
sampai disana ibu,Siska dan Lina sedang mengobrol dengan seseorang.
aku masuk dan menyalami pembeli dan ibu, Siska dan Lina aku abaikan,aku merasa lebih tua dari mereka.
setelah mengobrol dan nego masalah harga,maka si pembeli sepakat di angka 375 juta rupiah .
besok akan dibayar lunas setelah sertifikat yang aku simpan aku serahkan ke pembeli .
setelah pembeli pamit pulang aku kembali meneruskan obrolan dengan ibu dan mas Danny.
"kita harus buat perjanjian sekarang Bu ,sebelum sertifikat rumah aku serahkan ke pembeli ." pintaku
"kamu berikan dua ratus juta untuk Danny usaha,dan sisinya buat kamu dan amori,karena kamu sudah punya usaha toko baju." ibu membetulkan jilbab hitam yang di pakainya seraya menatap ku .
"iya kan kamu sudah punya penghasilan sedangkan mas Danny usahanya macet jadi butuh modal besar untuk buka usaha baru ." Siska ikut menimpali .
berani sekali dia ikut campur yang bukan haknya ,,aku menatap Siska tajam,dia cuek duduk sambil mengangkat kakinya ke atas kaki satunya
"saya tidak setuju Bu ,saya sudah mengeluarkan banyak uang untuk membangun rumah itu ."
"saya akan meminta seratus lima puluh juta untuk amori dan tujuh puluh lima juta untuk saya ,sisanya silahkan mas Danny ambil ." ujarku tegas .
"gak bisa begitu fris, Danny harus dapat lebih banyak karena tanah yang kamu bangun rumah harganya mahal." sahut ibu .
"saya tetap meminta segitu Bu,karena mas Danny punya istri dua ,saya tidak yakin dia bisa menjamin masa depan amori ,sekarang saja mereka belum punya anak mas Danny hanya mampu memberi jatah buat beli susu dan pampers nya amori,,kebutuhanku tidak dia pikirkan ,apalagi kalau dia punya anak." ! jawabku tegas.
"kamu gak mikir ya fris,penghasilan Danny dari bengkelnya sedikit dan harus di bagi dengan mu dan Siska,jadi istri itu jangan banyak ngeluh ,seharusnya kamu bantu suamimu modal buat usaha ,jangan pelit." ibu berbicara dengan nada tinggi .
"makanya kalau gak mampu jangan sok punya istri dua ,kalau aku maaf Bu bantu mas Danny hanya untuk nyenengin dia
"sahutku seraya menunjuk ke arah Siska .
Siska menatap ku sinis,aku tidak mau kalah ku tatap tajam kearahnya.
"sudah lah Bu ,kita ikuti saja apa kemauan Friska , saya rasa sudah adil karena dia harus menanggung amori ." ujar mas Danny.
enak sekali kamu bilang aku harus menanggung amori,terus apa gunanya kamu sebagai bapaknya ,rasanya semakin muak aku melihat mas Danny.
laki laki egois ...
ibu masih diam seperti nya tidak rela dengan permintaanku,aku sudah jengah sekali duduk bersama mereka ,rasanya ingin cepat pulang saja.
"ya sudah Bu ,saya pamit dulu mau ke toko ,keputusan saya sudah bulat jika ibu tidak setuju sebaiknya dibatalkan saja jual rumahnya."sahutku sambil berdiri hendak pergi.
"besok kamu bawa sertifikat rumah ke sini ." aku gak pergi dan menoleh ke ibu .
"jadi ibu setuju dengan permintaanku ." tanyaku .
"yang penting Siska cepet dapat duit buat buka usaha ." jawab ibu tanpa menoleh ke arahku .
" jangan lupa kamu kasih uang ke Lina buat beli keperluan dia ." ujar ibu lagi.
"lihat nanti Bu,aku gak bisa janji." jawabku dan bergegas melangkah keluar rumah.
mas Danny berjalan mengikutiku ,ketika aku sampai didepan teras dia memegang tanganku .
"fris,aku antar ke toko ya ,sebentar aku ambil kunci di tas ." mas Danny Akan kembali masuk ke dalam tapi aku melarangnya .
"gak perlu mas aku bisa pergi sendiri." aku berjalan cepat menuju jalan besar ,dan menunggu ojek untuk kembali ke toko ku.
••••••••••••••••
__ADS_1
bersambung.