Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab. 45 penemuan yang mengejutkan


__ADS_3

POV. Hendri


*******


aku masih berdiri di jendela ,untung saja posisi Nanik dan kakak nya Tono membelakangi ku ,aku jadi leluasa memperhatikan mereka ,,mas Abram mencolek kakiku dan menanyakan ada apa dengan mulut di gerakan tanpa suara .


"aku berjongkok dan menjelaskan ke mas Abram tentang apa yang aku lihat dan aku dengar di dalam sana , mas Abram mengangguk dan mengajaku bersembunyi didekat pohon palem yang ada di samping ruangan .


dari sini aku .asih bisa mendengar percakapan Tono dan adiknya Nanik di dalam .


"mas...uang dari Friska apa sudah kamu ambil semua ." tanya Nanik .


deg


mereka menyebut nama Friska ,dan uang apa yang dimaksud Nanik .


"untung saja aku bisa menemukan pin dan password m- bank king friska ,uang nya sudah berhasil aku transfer semua ke rekening mas Tono dan rekening ku ,aku hanya sisakan 3 juta di rekening Siska .' hahaha terdengar suara tawa mereka berdua .


"kurang ajar ...! mereka sudah mencuri uang Friska ,dan aku yakin pasti jumlahnya tidak sedikit ,karena usaha Friska sudah maju .


"beruntung aku punya adik sepintar kamu nan." ujar Tono masih terkekeh .


"iya lah mas...awalnya pas aku daftar jadi karyawan di toko Friska aku berpura pura jadi gadis lugu dan miskin, makanya aku langsung diterima bekerja disana." ujar Nanik seakan membanggakan dirinya .


"uang itu akan kita gunakan untuk mengeluarkan mas Jodi dari penjara nan ,kita akan menjadi lebih kuat jika ada mas Jodi ,lagian masalah apapun bisa diselesaikan dengan uang ." Tono lagi lagi terkekeh.


tangan ku mengepal ,aku membayangkan betapa sedihnya Friska kehilangan uang dalam jumlah besar ,sampai sekarang aku belum bisa menghubungi Friska ,disini susah sekali sinyal nya .


"berapa jumlah uang semuanya mas ,..."? tanya Nanik .


"hampir 800 juta ,,,ternyata Friska banyak duit juga ya ,oh iya Friska itu siapa nya Lina nan.."?


"Friska ...mantan istri Dany kakak nya Lina , kamu kenal dimana sih sama Lina ,kok waktu lihat kamu di rumah sakit dia histeris dan memukul mu ." kembali aku mendengar suara Nanik .


"dia dulu aku kasih ke mas Jodi ...kamu tahu sendiri kan bagaimana libido mas Jodi ,dia selalu punya hasrat menyiksa perempuan sebelum menggaulinya .," ucapan Tono membuat darah ku mendidih .


"mas ..kayak nya Lina itu hamil anaknya mas Jodi ,dia kan sempat depresi waktu pulang ke rumahnya ,,kalau benar berarti anak Lina keponakan kita mas ,pasti tampan seperti mas Jodi ." Nanik berucap sambil terkekeh .


mereka sudah tidak bersuara lagi ,aku mengintip lagi dari jendela ternyata Tono sedang rebahan diatas kasur dan Nanik sibuk makan .


aku melihat ke sekeliling bangunan ,ada lorong di belakang bangunan utama ,aku mengajak mas Abram menuju kesana .


kami berjalan menyusuri lorong dan saat berada didepan sebuah pintu kamar aku mendengar suara rintihan ,aku mendekatkan telingaku ke pintu ,ada suara anak kecil didalam ,mas Abram juga mendengarnya.


"mama...tolongin aku ma..,aku nggak mau disini ,aku takut ma." suara nya semakin jelas terdengar .


"hen ...anak kecil siapa yang didalam itu ," tanya mas Abram .

__ADS_1


'nggak tahu mas ..apa yang dikatakan Rafli benar kalau mereka menjual organ tubuh anak kecil."? bathin ku


aku mencoba menekan handle pintu ternyata di kunci ,dan ruangan ini tidak ada jendela,aku nggak bisa melihat ke dalam .


kami melanjutkan perjalanan menyusuri lorong ,paling ujung sepertinya dapur ,aku melihat seorang pria kurus sedang memotong sayuran diatas meja kayu ,wajahnya pucat dan seperti sangat tertekan .


"mas lihat itu ada orang disana ." ujarku ke mas Abram .


tidak ada jawaban dari mas Abram ,aku menoleh he arahnya ,mas Abram sedang memperhatikan pria yang berada didapur ,mata mas Abram basah ,dia menangis .


"mas...,ada apa ."kenapa kamu menangis ," ujarku sembari mendekat ke arahnya .


"Novan ...ternyata kamu masih hidup ." ujar mas Abram lirih,mata nya masih menatap pria yang masih duduk memotong sayura.


"Novan siapa mas.." tanyaku penasaran .


"dia adiku yang hilang satu tahun yang lalu Hen ,aku akan membawanya pergi dari sini ,kasian sekali adik ku dia sangat kurus dan wajahnya seperti menanggung beban sangat berat .


"iya mas nanti kita keluarkan adik mu dari sini,sekarang kita datangi dia ,siap tahu dia punya informasi penting untuk kita ." ujarku ke mas Abram ,tadi aku sempat kaget mendengar penjelasan mas Abram jika pria itu adik nya .


aku dan mas Abram berjalan perlahan menghampiri Novan yang masih belum menyadari kehadiran kami .


saat jarak kami sudah dekat ,Novan mengangkat wajahnya dan langsung melemparkan pisau ke arah kami ,sontak aku dan mas Abram melompat ke samping menghindari pisau yang melayang hampir mengenai tubuh ku .


"Novan ..ini mas ..," kamu lihat mas kan Van ."? mas Abram mendekat ke arah Novan yang sekarang berdiri .


"mas Abram .." aku nggak kuat disini mas tolong keluarkan aku dari sini ." Novan menangis di pelukan mas Abram ,wajar jika Novan manja usianya masih sangat muda .


"mas Pasti akan membawamu pergi Van ,sekarang katakan kapan biasanya bos mu masuk kedapur ini ,jangan sampai mereka melihat kami .ujar mas Abram sambil melepas pelukannya .


"sekarang sudah jam enam pagi ,satu jam lagi mereka ke dapur menanyakan sarapan pagi ." jawab Novan .


"sebaiknya mas Abram dan kawan mas bersembunyi dikamarku ,tidak ada yang pernah masuk ke kamarku ." Novan mengajak kami ke sebuah kamar di sudut bangunan bagian paling belakang .


"ini kuncinya ,kalian kunci dari dalam ,nanti aku akan bawakan sarapan buat kalian ,ingat jangan ada suara sebanyak lagi mereka akan ke dapur ." ujar Novan lalu pamit keluar untuk melanjutkan memasak .


aku dan mas Abram duduk di lantai yang beralaskan karpet dan ada dua bantal di ujung karpet , kami saling menatap seolah hati kami bicara bahwa sudah ada titik terang .


"Hen ... Alhamdulillah untung kita bertemu di mushalla waktu itu ,Allah telah menggerakkan hati ku untuk menemani kamu masuk ke sini ,dan Allah mempertemukan aku dengan Novan adik ku ,kami semua sudah menganggap Novan sudah meninggal ,ternyata dia masih hidup ." mata mas Abram kembali basah ,dia menangis sambil tersenyum .


"iya mas ...kita akan bersatu menghancurkan mereka ,istriku sudah di buat susah oleh Nanik dan kakak nya Tono ,aku akan membalasnya dan mengambil kembali uang istriku yang sudah mereka rampas ." ujarku geram .


"iya hen kita berusaha dan berdoa bersama ,tenaga ku seperti bertambah berlipat lipat setelah melihat Novan masih hidup ." ujar mas Abram sambil mengusap punggungku .


"hei ...ceking ,masak apa kamu pagi ini ." terdengar suara perempuan di luar ,sepertinya itu suara Nanik .


"masak bubur ayam sama bakwan mbak bos. " sahut Novan pelan .

__ADS_1


"ceking ,kamu bisa nggak kalau ngomong itu yang keras dikit ,jangan kayak banci ,," suara Nanik disertai suara tawa mengejek .


"ya sudah antar ke kamar sarapan nya ,,! jangan lupa tawanan anak sama perempuan pemberontak kamu kasih makan ,jangan sampai mereka mati sebelum menghasilkan uang buat kami ." ujar Nanik sambil berlalu meninggalkan dapur .


aku masih duduk diatas karpet ,kulihat tangan mas Abram menggenggam tasbih dan mulutnya berdzikir ,aku mengeluarkan ponsel dari saku celana ku ,memeriksa siapa tahu ada sinyal bisa mengirim pesan ke Friska .


tetap saja sinyal tidak muncul di layar handphone ku ,aku sangat menghawatirkan keadaan Friska dan keluarga ku di rumah ,bagaiman dengan kondisi bapak ,apakah sudah membaik ,"?pikiranku sangat kacau sekali mengingat keluarga di rumah , apalagi istriku tengah hamil .


tok....tok...


pintu diketuk pelan dari luar ,mas Abram bangun dan membuka pintu ,Novan swgeram masuk dan mengunci pintu .


"ini aku bawakan sarapan ,mas Abram dan em ...siap namamu mas , " tanya Novan kepadaku .


"namaku Hendri ..." aku tersenyum ke arah Novan .


"oh iya mas Hendri ,mas Abram ayok cepetan sarapan ,saya mau antar sarapan ke kamar kamar lainya.


setelah meletakan dua mangkuk plastik yang berisi bubur ayam dan sepiring bakwan ,Novan segera keluar dari kamar dan aku mengunci pintu .


aku dan mas Abram makan dengan lahap ,Dari semalam kita tidak makan,padahal masih ada roti di ranselku,karena pikiran kami sedang fokus untuk bisa masuk kesini ,makanya urusan perut kami abaikan dulu .


"Novan memang pandai masak ,,jika ibu ku sakit pasti Novan yang menggantikan masak untuk kami sekeluarga ,Novan sangat dekat dengan ibu ,makanya dia agak manja ." mas Abram menceritakan Novan sambil menyendok bubur ke mulutnya.


"apakah Novan selama setahun ini tinggal disini mas .." tanyaku ingin tahu .


"aku nggak tahu hen,waktu itu kita mencari Novan dan sempat masuk ke bangunan ini tapi hanya di depan gebang karena terkunci rapat dan didalam sangat banyak anjing liar ,waktu itu kami tidak melihat ada orang di dalam ,makanya kami terus turun ." ujar mas Abram .


jam sepuluh pagi Novan baru masuk kekamar ,katanya pekerjaan dia sudah beres dan bisa istirahat di kamar .


"Novan kamu cerita ke mas ya bagaiman kamu yang menghilang setahun yang lalu tiba tiba ada disini ." tanya mas Abram serius .


"ceritanya sangat panjang mas..dan jika aku mengingat kejadian yang menimpaku rasanya aku takut sekali mas ,karena apa yang aku alami di luar nalar manusia ." jawab Novan sambil menyeka keringat di keningnya .


"waktu itu aku terpisah dengan rombongan pendaki gunung ,meraka awalnya hanya bercanda meninggalkan ku karena mereka tahu aku paling penakut ,tapi aku paling hebat menaklukan gunung ,meskipun tubuhku kurus tapi tenagaku kuat ,ujar Novan tersenyum dan melanjutkan ceritanya .


saat aku sedang mencari keberadaan mereka ,kaki ku terpeleset di batu berlumut dan aku jatuh ke jurang ,aku sudah membayangkan bahwa aku akan mati saat itu juga ,tapi kenyataanya ada seorang kakek berpakaian serba hitam menangkap ku dan membawa ku masuk ke dalam goa .


disana ada seekor ular siluman peliharaan kakek itu ,yang membuat hidupku seperti dalam neraka ,selama aku tinggal di goa aku harus melayani si kakek yang punya kelainan seksual ."


Novan menghentikan ceritanya dan menghela nafas berat .


aku dan mas Abram menyimak cerita Novan yang belum selesai ,,saat Novan hendak melanjutkan ceritanya dari arah depan terdengar suara Tono sedang mengamuk .


Novan langsung berdiri dan keluar dari kamar ,dia ijin akan ke dapur karena bahaya jika Tono melihat kami berdua di kamar .


kemarahan Tono sepertinya sangat memuncak ,terdengar suara gaduh di depan ,aku dan mas Abram saling menatap dan sepakat untuk diam

__ADS_1


__ADS_2