Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
4. hamil


__ADS_3

POV. Winda


******


dua Minggu setelah pergi ke Bandung akhirnya Safira pulang ,aku menjemputnya di kampus dan membawa Fira pulang kerumah .


"mah,,,aku belikan dodol sama lapis talas buat mama." Fira memperlihatkan kantong oleh oleh dari Bandung .


"papa mu nggak boleh makan manis manis for,mama takut gula darahnya naik ,nanti kamu simpan saja di lemari dapur ,jangan dilihat papa ya." ujarku sambil fokus menyetir .


"ok mah siap ,kalau Farhan pasti suka dia makan lapis talas ,nanti aku kasih yang banyak buat adek ." ucap Fira .


"Farhan sudah dua hari nginap dirumah bude Friska ,dia mau belajar sama Alfin katanya ada tugas kuliah ." ucapku sembari melirik ke Fira.


mobil sampai didepan rumah ,mang Jaja membuka gerbang dan mobil yang aku kendarai masuk lalu berhenti di garasi samping rumah .


aku sedikit heran melihat tubuh Fira yang tampak berisi ,apa selama di Bandung dia jadi hobi makan ,tapi seingat ku Fira sangat menjaga penampilan .


"Fira ,,mama lihat kamu sekarang agak gemukan ,lagi hobi makan ya ." tanyaku saat kami duduk di ruang tengah .


"iya mah,dibandung Kan cuacanya dingin banget jadi nafsu makan Fira bertambah full ." ujar Fira tertawa .


aku ikut tertawa mendengar celoteh Fira ,aku masuk ke kamar mengambil handphone dan menghubungi mbak Friska .


[hallo mbak ,gimana Farhan disitu bikin ulah nggak ] tanyaku saat ke mbak Friska .


[nggak win aman ,Farhan itu kamu banget dia pendiam dan nurut tapi jika sudah punya kemauan pantang menyerah ] mbak Friska terkekeh .


[iyalah ,buah kan jatuh nggak jauh dari pohon ] ucapku bangga .


[win,besok pagi mbak sama tim mau mengunjungi seorang perempuan yang sedang sakit ,menurut informasi dia terlantarkan suaminya ,mbak mau kasih bantuan ,kamu mau ikut nggak win]


[iya mbak besok aku ikut ]


aku mematikan telepon dan membawa tasku Keliat rumah ,aku mengendarai mobilku ke restauran dekat rumah .


restauran sea food Ku tersebar dimana mana ,semua sudah ada yang mengelola ,tiap hari Senin aku menerima laporan dari semua restauran ku .


khusus yang dekat rumah aku sering datang memantau ,selain aku bosan dirumah aku jadi banyak mengenal karakter karyawan ku.


restauran yang ini setiap hari selalu ramai karena berada di lintas jalan ke pelabuhan dan arah ke kota ,pengunjungnya kebanyakan dari orang kantoran dan beberapa sopir travel .


saat aku memasuki restauran ,aku melihat Keysa sedang duduk bersama sendi manager ku,mereka sepertinya sedang membahas foto yang ada dilayar ponsel sampai tidak melihat kedatangan ku .

__ADS_1


"kalian asik sekali lihat foto apa sih di handphone.' suara ku membuat mereka kaget lalu menoleh ke arahku .


"eh,,Bu Winda sudah datang ,maaf Bu saya tidak melihat ibu masuk tadi ." Keysa langsung berdiri menghampiriku,sendi menyapaku dengan menawarkan minum .


"nggak papa ,asalkan jangan pas ramai pengunjung kalian asik main handphone.' sahut ku tegas .


"nggak main handphone kok Bu ,kemarin saat ayah saya makan disini ,pas bayar di kantin ayah kaget melihat saya disini ,saya menegur ayah kenapa jarang sekali pulang melihat ibu ,tapi ayah malah marah."


"saya nangis mendapatkan sikap kasar dari ayah ,eh pak sendi merekam kejadian itu ,saya nggak marah sama pak sendi tapi malah senang ada moment aku dan ayah walaupun itu menyakitkan ." Keysa menjelaskan apa yang tadi dilihat bersama sendi .


"oh gitu ya ,saya jadi penasaran nih ,boleh nggak kirim videonya ke saya key ." ucapku sembari duduk di kursi pengunjung .


"boleh Bu,saya kirim sekarang ya ,," sahut Keysa .


aku membuka video yang dikirim Keysa padaku ,benar saja kelakuan ayah Keysa sangat keterlaluan ,istrinya sakit tapi tak pernah di perhatikan .


ayah Keysa masih muda dan tampan sekali ,wajar saja penampilannya sangat keren karena punya kedudukan penting di perusahaanya bekerja .


apakah benar kata Keysa ayahnya punya selingkuhan yang usianya masih sangat muda ,,melihat penampilan ayah Keysa rasanya tidak menutup kemungkinan jika dia berselingkuh ,kasian Keysa dan ibu nya .


....


"mah ,udah pulang ." tanya Farhan saat aku masuk kedalam rumah .


"tadi di anter sama bude ma,,bude sama Alfin mau kerumah tukang sulap kamar yang viral itu Lo mah ,kan rumah nya nggak jauh dari sini ." ujar Farhan .


" tukang sulap kamar Gimana maksudmu han." aku bingung dengan ucapan Farhan .


"itu mah yang bisa bikin kamar jadi bagus ,dipasang wallpaper dan hiasan lainya ,kata bude kak amori bentar lagi pulang ." ucap Farhan menjelaskan .


'oh gitu ya,maklumlah mama kan kiper hehe ,han kakak mu kemana ,apa masih tidur ." tanyaku .


"nggak tau tuh tadi Kak Fira mondar mandir kaya orang bingung ,terus masuk kamar karena pintu kebuka aku masuk ,eh dia lagi nangis dikamar mandi sambil teleponan ." ucap Farhan cuek .


"terus sekarang kak Fira masih dikamar ." tanya ku khawatir .


"habis teleponan pergi mah ,nggak tahu mau kemana dia nggak bilang ."


mendengar ucapan Farhan aku berjalan kekamar Fira ,pintunya tidak di kunci mungkin tadi Fira buru buru perginya .


kamarnya berantakan ,Fira memang pemalas tidak seperti Farhan yang selalu merapihkan tempat tidurnya sendiri .


aku buka pintu kamar mandi ,,aku terkejut saat melihat ke tong sampah ada kertas pembungkus taspack yang sudah terbuka .

__ADS_1


apa Fira baru menggunakan taspack untuk mengetes dia hamil atau tidak,ya tuhan kalau Fira beneran hamil ,sama siapa dia hamil ,selama ini fira tidak pernah mengenalkan pacarnya ke aku atau mas Irfan .


aku segera mengambil ponselku di atas meja ruang tengah dan masuk kekamar ku ,menghubungi Fira .


[hallo ma ]


[kamu dimana Fira,kok pergi nggak pamit sama mama ]


[maaf ma,tadi ada kawan kuliah telepon minta anterin kerumah sakit ,Fira buru buru nggak sempat pamit sama mama ]


[jadi kamu sekarang dirumah sakit ,rumah sakit mana mama mau kesana .]


[em,,nggak usah kesini mah ,bentar lagi aku pulang kok]


aku semakin yakin Fira pasti kerumah sakit untuk memeriksakan kandungannya ,siapa sebenarnya laki laki yang sudah mengahamili Safira .


lima belas menit kemudian aku mendengar suara Fira sedang bicara sama Farhan ,aku keluar dari kamar menghampiri mereka .


"sudah pulang fir ." aku memperhatikan wajah Fira pucat dan sembab .


"eh,udah mah barusan ," jawab Fira ,dia menghindari tatapan mataku .


aku mengikuti Fira masuk ke kamarnya, awalnya Fira keberatan aku masuk ke kamarnya dia bilang mau istirahat ,tapi aku memaksa .


"Fira katakan yang jujur ke mama ,apa yang sebenarnya terjadi sama kamu ." aku menghela nafas berat .


"nggak ada apa apa mah,Fira cuma capek aja ." sahut Fira masih dengan menunduk.


"apa benar kamu sedang hamil .?" pertanyaanku membuat Fira tersentak kaget .


"mama kok bilang begitu ,aku nggak kenapa Napa ma." mata Fira mulai basah .


'jawab Fira,apa betul kamu sekarang lagi hamil ..! " kali ini suaraku agak keras .


"ma...maafin fira ma ." Fira menangis sambil memeluk bantal .


"kamu sudah bikin Mama sama papa kecewa fir ,susah payah kamu mendidik dan menyekolahkan mu ,tapi begini caramu membalas nya ." aku ikut menangis rasanya sakit sekali melihat kenyataan ini .


"malam ini bawa pacarmu kerumah ,temukan sama mama dan papa ,!" ucapku tegas .


Fira masih menangis ,aku menghela nafas berat dan meninggalkan kamar Fira lalu masuk ke kamarku .


apa yang dilakukan Fira ini sangat membuatku kecewa dan malu ,aku jadi ingat akan almarhum Siska ,apa Fira menuruni sifat ibu nya ,,ya tuhan sesak sekali dada ini menghadapi kabar kehamilan Fira .

__ADS_1


__ADS_2