Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab.14 strategi Siska


__ADS_3

POV. ( Siska )




setelah menerima uang pembagian dari hasil penjualan rumah,mas Danny menyerahkan uang seratus lima puluh juta kepadaku .



tiga puluh juta aku kasih ke ibu dan Lina ,dan sisanya buat buka usaha,aku harus memberi barang atau uang ke Lina dan ibu supaya mereka bertambah sayang ke aku.


ini bagian dari strategi ku.



aku sengaja menyewa toko di dekat toko baju Friska,awalnya aku bingung mau usaha apa ,tapi mas Andre menyarankan aku untuk jual beli motor bekas ,aku pun setuju .



mas Andre bilang dia akan mengenalkan ku dengan kawanya yang nanti nya akan bekerja sama memasok motor second ke toko ku ,aku hanya membayar dua puluh persen saja ,ketika motor laku terjual aku baru melunasi nya



aku dan mas Andre juga membantu suamiku mas Danny memperbesar bengkelnya ,ban motor dan ban mobil mas Andre yang bantu mencarikan ke pabrik untuk dijual di bengkel mas danny,dan berbagai macam suku cadang tersedia lengkap di bengkel mas Danny.



aku meminta mas Danny fokus mengurus bengkelnya dan aku mengurus usaha baruku .dia pun tidak keberatan ,..



mas Danny sekarang lebih menuruti omonganku dan semakin sayang padaku sejak mas Andre mengajak ku ke rumah orang pintar,disana aku di beri minyak pengasihan yang kata nya nanti suamiku jadi berubah menuruti semua omonganku dan semakin sayang kepada ku .



benar saja mas Danny menuruti semua kemauanku,begitupun ibu dan Lina sangat perhatian dan sayang padaku,mas Andre memang kakak yang baik,dia selalu memperhatikan keadaanku.



••••••



"sis,pagi ini ada kawan ku mau ketemu kamu ada beberapa motor yang mau diantar ke toko mu ." mas Andre menghubungi ku.



"iya mas nanti siang ya ,pagi ini aku mau wawancara orang yang mau mendaftar kerja di toko ku.



ada tiga orang perempuan yang mendaftar ditoko ku ,meskipun toko belum buka sepenuhnya aku sengaja mencari karyawan terlebih dahulu supaya nanti ada yang membersihkan toko dan menyusun motor motor yang akan dijual .



aku memutuskan untuk menerima emi dan Susan sebagai karyawan ku,mereka berdua masih muda dan cantik ,pembeli motor mayoritas laki laki maka dengan adanya emi dan susan akan menjadi daya tarik untuk mengundang pembeli datang ke toko ku.



setelah memberikan penjelasan tentang pekerjaan kepada mereka berdua aku pergi ke mall candira untuk bertemu mas Andre dan kawanya .



coffe style tempat yang ditunjuk mas Andre untuk bertemu,aku masuk ke cafe dan menghampiri meja dimana mas Andre dan kawanya duduk.



"mas,sapaku ke mas Andre.


"sini sis duduk,kenalkan ini kawan mas namanya seno ."ujar mas Andre saat melihatku datang menghampiri nya.



"Siska ,aku menyalami mas Seno yang duduk di hadapan mas Andre.



kami memesan kopi dan roti selai kacang sebelum memulai obrolan .



"seno sudah menyiapkan sepuluh unit motor sis,surat suratnya lengkap,kamu nanti bayar dua puluh persen dulu setelah motor sampai di toko mu ,dan melunasinya setelah motor laku terjual."



"harga motor dibawah pasaran ,aku membeli dari orang orang yang kepepet masalah keuangan makanya di jual murah." mas Seno ikut menimpali.



"baik mas aku setuju,setelah motor sampai di toko ku aku langsung transfer ke mas Seno." ujarku .



mas Seno meminta nomor kontak ku,aku pun memberikanya,mas Seno sering mencuri pandang menatapku saat kami ngobrol .



"*mas Seno laki laki tampan ,tubuhnya tinggi besar dan atletis,hidungnya mancung dan sorot matanya tajam,ada tato di lengan tangannya membuat nya terlihat semakin perkasa* .



"aku permisi dulu ya mas Andre mas Seno ,mau kembali ke toko ."pamitku saat melihat jam di ponselku sudah pukul dua siang .



mas Seno menawarkan mengantarkan ku sampai toko ,aku gak bisa menolak karena mas Andre mengijinkan .



mas Seno mengantar ku ke toko,dia mengajak ku naik ke mobil nya ,didalam mobil mas Seno masih suka mencuri pandang .



"mas Seno sudah punya istri." tanyaku menetralkan suasana.



"sudah sis,baru satu." mas Seno terkekeh .



aku ikut tertawa mendengar ucapannya,sambil menyetir mata mas Seno curi pandang ke arahku .



"kamu juga sudah punya suami kan sis." tanyanya.



"sudah mas baru satu ,aku tak mau kalah ikut bercanda." kami berdua tertawa keras sampai mengundang perhatian pengendara motor disamping mobil mas Seno.



"mau nambah gak sis." masih dengan tertawa mas Seno mulai mancing.



"gak dulu lah mas,punya satu aja gak habis habis."canda ku .



"kamu cantik Lo sis,aku yakin banyak pria yang naksir kamu." mas Seno menatapku.



"aku udah punya suami Lo mas ,masa sih ada pria yang naksir aku." tanyaku .



"kamu kan cuma nikah siri ,bisa ninggalin suami mu kapan saja kamu mau ." ucap mas Seno .



"iya aku memang hanya nikah siri ,tapi kalau aku ninggalin suami ku apa ada yang mau sama aku mas." aku mencoba menggoda mas Seno.


__ADS_1


"aku siap nampung sis,." kembali mas Seno terkekeh .



aku ikut tertawa , rupanya mas Seno suka bercanda,aku menatap pria disampingku saat kembali nyetir ,ganteng banget wajahnya dan senyumnya itu sangat menggoda,aku tersenyum.



"ngapain kamu senyum senyum sis." uajr mas Seno .



"gak papa mas,jawabku gugup.



mobil mas Seno sampai di depan toko ku,aku lihat dua karyawan ku sedang membagikan brosur ke orang orang yang lewat depan toko.



aku dan mas Seno turun dari mobil lalu masuk ke toko.



mas Seno memberiku masukan ,tidak hanya menjual motor second tapi motor dan mobil baru juga di sediakan,nanti dia akan bantu mencarikan langsung dari pabriknya ,kembali aku menyetujui saran mas Seno .



"emi kamu sudah kasih brosur ke toko baju sebelah kita itu belum." tanyaku ke emi.



"sudah mbak tadi yang terima mbak yang punya toko ." jawab emi.



bagus lah ,,Friska pasti sudah lihat brosur dari toko ku ,aku yakin Friska pasti penasaran *karena* harga motor di toko ku murah dan keluaran tahun rendah...siap siap kamu jadi penonton kesuksesanku Friska.



seminggu setelah aku membuka toko baru ku ,pembeli sudah banyak berdatangan,ada yang membeli motor baru ,ada yang jual motor dan ada juga yang tukar tambah .



ditambah penampilan kedua karyawan ku yang cantik dan sexy menambah daya pikat pembeli.



dua Minggu kemudian sesuai janji mas Seno dia mensuplai mobil baru lima unit dan mobil second tujuh unit .



toko sebelah yang berdampingan dengan toko Friska aku sewa buat memajang mobil,dan sebagian di pajang dihalaman toko ,toko sudah di renovasi di pasang pintu kaca di bagian depan,karyawan aku tambah menjadi empat orang.



baru sebulan membuka usaha aku sudah mendapatkan keuntungan banyak ,karena mobil dan motor dari mas Seno harganya sangat murah, setiap unit aku dapat keuntungan lima juta dari menjual motor dan sepuluh juta dari menjual mobil ..



dua bulan kemudian aku membeli rumah dan mobil.ibu mertuaku sudah tidak berdagang dipasar aku membuka warung sembako didepan rumah ibu dan ibu yang mengelola ,sedangkan Lina aku kasih modal buat buka salon di rumah ibu .



bengkel mas Danny juga semakin ramai ,konsumen dari toko ku aku arahkan ke bengkel mas Danny untuk service jika kendaraan mereka rusak .



aku semakin dekat dengan seno karena kami sering pergi Ke luar kota untuk mencari unit kendaraan .



mas Danny gak pernah menuntut macam macam ,dia tahu jika mas Seno itu kawan nya mas Andre.



••••••••



hubungan ku dengan seno bukan lagi sebagai rekan bisnis ,kami adalah sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta .




"kamu tenang aja setelah pulang dari rumah Danu kita ke hotel aku sudah booking kamar ." sahut mas Seno .



aku sudah banyak di kenalkan dengan kawan kawan mas Seno,mereka semua tinggal di rumah mewah,wajarlah karena mereka sudah lama punya usaha jual beli mobil.



malam pukul 21.00 aku dan mas Seno masuk kesebuah hotel mewah di kota balam, seperti biasa kami berdua melakukan aktifitas dewasa hingga menjelang subuh ,hatiku sudah tertambat ke mas Seno hingga aku mulai mengabaikan suami ku. toh kalau mas Danny sampai tahu hubungan ku sama mas Seno aku tinggalin pergi saja ,kami tidak terikat perkawinan resmi.



jam sepuluh pagi aku dan mas Seno kembali ke kampung,dia mengantarkanku sampai depan rumah,dan langsung pamit untuk pulang .



"dari mana kamu sis,." mas Danny menegurku saat melihatku masuk ke dalam rumah .



"nyari unit mas." jawabku santai seraya masuk kedalam kamar.



mas Danny mengikuti ku masuk ke kamar dan duduk diatas tempat tidur.



"sore ini aku mau kerumah Friska ,mau ngajak amori jalan jalan,kamu ikut ya sis." pinta mas Danny.



"kamu sendirian aja kesana mas ,sore ini aku mau ke salon Lina mau perawatan,lagian apa Friska ngijinin kamu bawa amori." ujar ku .



"ya sudah kalau gak mau aku kesana sendiri ,"mas Danny berlalu dari kamar .



aku ganti baju dan bersiap kerumah ibu,mas Danny sudah tidak terlihat lagi mungkin dia sudah berangkat ke rumah Friska .



aku memarkir kan mobil didepan rumah ibu,aku lihat warung sembako ibu cukup ramai pembeli ,aku turun dari mobil dan melangkah ke rumah ibu .



"Siska,tunggu." Bu Sarmi menahan badanku saat aku berjalan di samping warung ibu.



"ada apa Bu." aku menatap Bu Sarmi.



"kemarin anaku lihat kamu menginap di hotel sama seorang laki laki ,dia siapa sis,apakah selingkuhan mu." cerca bu Sarmi tanpa basa basi.



"heh ,nenek lampir jangan suka ikut campur urusan orang ya ,laki laki yang sama aku itu rekan bisnis ku,benar kami kemarin menginap di hotel tapi tidur di kamar berbeda." jawabku sambil melotot ke arah Bu Sarmi.



"ah,,mana mungkin kalau laki laki dan perempuan menginap di hotel tapi gak tidur bareng ,orang gila saja pasti gak percaya ." Bu Sarmi mencibirku dengan suara keras



ibu yang ada di dalam warung keluar ,begitu juga ibu ibu yang sedang berbelanja memandang ke arah kami.


__ADS_1


"ada apa sis ,itu kenapa Bu Sarmi bicara teriak teriak." tanya ibu menghampiri kami .



"kemarin anaku lihat Siska dan seorang laki laki menginap di hotel Bu,tapi Siska bilang laki laki itu teman bisnisnya dan tidak tidur satu kamar ,coba Bu Narti pikir apa mungkin laki laki dan perempuan tidur dihotel tapi gak satu kamar,gak mungkin kan." ujar Bu Sarmi .



"mungkin saja Bu ,Siska mantu saya kan punya usaha jual beli mobil,dan sering keluar kota untuk urusan usahanya,saya rasa wajar jika bertemu orang di hotel ,masa ketemu di warteg Bu kan bukan kelasnya Siska ." sahut ibu bangga sambil terkekeh .



"kalau menurut saya ,Bu Narti jangan terlalu membela mantu ibu ,coba di pikirkan kembali jika seorang wanita yang sudah punya suami tapi pergi dengan laki laki lain apalagi menginap di hotel,apa itu pantas ."? ucap Bu helma .



"sudah lah Bu gak usah terlalu di pikirkan omongan mereka ,saya mau ke dalam Bu ." ujarku sembari berjalan ke rumah ibu .



"benar Bu kata Bu helma ,ibu harus kasih tahu ke Danny tentang kelakuan istrinya ,jangan menyesal nanti nya ." Bu Nanik mengingatkan ibu



aku sempet mendengar ucapan Bu Nanik ,tapi tak aku tanggapi lagian buang buang waktu saja ngurusin ibu ibu rempong .



Lina sedang melakukan perawatan pelanggannya di ruangan salon nya ,apa dia tadi gak dengar suara ribut bu Sarmi dan yang lainya ya ,kok dia gak keluar dari salon. bathin Ku.



jam setengah lima sore aku masih di salon Lina .



Tring.....Tring...


ada panggilan masuk,dari mas Danny.



"hallo mas ada apa."



"aku pulangnya agak malam sis,sekarang masih dirumah ibu nya Friska ,ada yang mau di bicarakan sama Friska ,tapi dia sedang keluar sama Winda ,jadi aku nunggu Friska pulang ." ujar mas Danny memberitahu ku .



"iya sudah gak papa." jawabku.



"mas Danny telepon mbak."? tanya Lina .


"iya dia lagi dirumah Friska ." jawabku


"ngapain kesana .?"


"kata nya sih mau jemput amori ."



habis magrib aku pamitan sama Lina dan ibu ,tak lupa memberi uang ke ibu dan Lina ,terlihat senyum merekah di bibir mereka .



"sis kapan kapan ajak ibu sama Lina jalan jalan pake mobil mu ya ." ujar ibu



"iya mbak ,aku seneng deh kakak iparku sekarang sudah sukses,kaya dan gak pelit ,gak kaya yang di sana ." Lina menimpali ucapan ibu .



"iya,ibu sama Lina tenang aja nanti kalau aku gak sibuk pasti aku ajak kalian jalan jalan ." ujarku seraya pamit pulang .



setelah keluar dari rumah ibu aku tidak langsung pulang ke rumah tapi aku mengarahkan mobil ku ke rumah ibu nya friska ,aku mau menjemput mas Danny dengan mobilku supaya Friska dan keluarganya tahu kalau usahaku sukses.



sesampai di rumah ibu Friska aku memarkirkan mobil ku di halaman ,aku lihat motor mas Danny masih ada berarti mas Danny masih ada di dalam.



aku mengetuk pintu dan ada seseorang berjalan membuka pintu depan .



"cari siapa mbak." Winda adik nya Friska menanyai ku .



"suamiku ada di dalam kan,boleh aku masuk ."?



" silahkan masuk tapi ingat jangan bikin keributan di sini ya ,karena ibu saya lagi sakit." ujar Winda .



"mas kamu didalam ." aku masuk kedalam rumah, diruang tamu aku tidak melihat mas Danny,aku masuk ke ruang tengah,mas Danny sedang memangku amori dan Friska duduk diseberang mas Danny.



mas Danny menoleh melihat kedatanganku.



"sudah jam segini belum pulang kamu mas.' aku menegur mas Danny ,kulihat Friska sibuk dengan ponselnya .



"kamu gak perlu datang ke sini sis,aku bisa pulang sendiri ,tadi kan aku sudah kabari kamu.?"



"sudah sana kamu pulang saja mas ,gak usah ribut di sini ,ibu lagi sakit."ujar Friska tanpa menoleh ke arah ku



"kamu ikut di mobilku saja mas ,di luar dingin nanti masuk angin kalau naik motor ." ucapku sambil duduk manja disamping mas Danny.



Friska berdiri mengambil amori dari pangkuan mas danny.



"hei amori kapan kapan jalan jalan pake mobil Tante ya ,pasti kamu senang ,gak perlu panas panasan naik motor." aku mencolek pipi amori saat hendak di ambil sama Friska .



"sudah gak usah banyak ngomong gak penting ,silahkan pergi dan bawa suami mu sekalian ." ucap Friska ketus .



mas Danny menarik tanganku dan mengajak ku pulang,saat berdiri aku mendekati Friska .



"gak usah nyolot kali ,kalau mau lihat aku kesini bawa mobil seperti apa,Ayuk ikut aku kedepan ,aku yakin kamu pasti gak bisa tidur semalaman ." ujarku terkekeh.



"bawa gundik mu keluar dari sini mas,jangan sampai hilang kesabaranku." Friska mendudukan amori di kursi dan hendak mendekatiku .



mas Danny menarik tanganku dan membawaku keluar dari rumah ibu nya Friska .



•••••••••••••••••

__ADS_1



bersambung .


__ADS_2