
POV. (Friska )
jam empat subuh aku terbangun saat mendengar suara tangisan amori,aku turun dari ranjang berjalan ke kamar Winda .
"kenapa amori nangis win." tanyaku ke Winda sambil mendekat ke tempat tidur ,
"gak tau mbak mimpi.mungkin ya tiba tiba nangis kenceng terus diem
" ujar Winda seraya menoleh ke arahku .
mataku masih ngantuk tapi sebentar lagi shalat subuh ,kalau tidur lagi takut kesiangan,aku melangkah ke dapur membuat kopi biar gak ngantuk lagi.
udara terasa dingin, ibu keluar dari kamarnya melihatku duduk dikursi dapur ibu menghampiriku .
"kamu lagi ngapain fris," tanya ibu
"ini lagi ngopi Bu ,tadi kaget denger amori nangis ,aku kira kenapa gak taunya mimpi Bu .
adzan subuh berkumandang ,Winda keluar dari kamar dan mengambil air wudhu ,seperti biasa kami shalat berjamaah .
jam 07.30 aku berangkat ke toko,hari ini aku mau mengirimkan beberapa pesanan dari pelanggan,yang dekat aku langsung mengantarnya sendiri ,jika pemesan tinggalnya jauh aku menggunakan ekspedisi .
sampai toko aku langsung membuka pintu toko dan seperti biasa membersihkannya ,biarlah sekarang aku bersihkan sendiri,Maya aku suruh datang jam 08.30 .
lima paket baju sudah selesai aku kemas rapih ,yang tiga akan aku antar sendiri sisanya aku titipkan ekspedisi.
aku duduk di meja kasir menunggu Maya,gak berapa lama Maya datang mengendarai motor dan langsung masuk ke toko.
"mbak ini paketan mau dibawa kemana ." tanya Maya.
"oh itu pesanan mau aku antar may,kamu jaga toko ya aku mau keluar mengantar paketan ," ujarku .
aku keluar dari toko membawa paketan ke atas motor,saat hendak menyalakan motor ,aku melihat ada toko baru selisih satu toko dengan toko ku .
aku membaca banner yang terpasang di depan toko " Danis mokas" jual beli motor bekas cash dan kredit .
aku menstater motor dan ketika mau berjalan ke jalan raya aku berpapasan dengan Siska yang di bonceng kakak nya Andre,Siska sempat melihatku,motor yang dibawa mas Andre berhenti di toko baru jual beli motor bekas.
sepuluh menit perjalanan aku sampai dirumah pelanggan setelah menerima pembayaran aku melanjutkan perjalanan ke ekspedisi untuk mengirimkan paket lainya .
aku shalat di masjid dekat tempat pengiriman barang,karena waktu shalat dhuhur sudah tiba,sebelum kembali ke toko aku beli dua bungkus nasi Padang .
aku sampai di toko jam satu siang,ku berikan nasi bungkus ke maya dan mengajaknya makan .
"mbak tadi ada perempuan ke sini ,saya kira dia mau beli baju gak taunya cuma lihat lihat doang,terus dia nanya omset yang mbak Friska dapat tiap hari berapa,aku bilang gak tahu karena aku baru kerja dua hari disini,aneh ngapain ya orang itu pengen tahu ." Maya bercerita sambil mengunyah nasi nya.
"orangnya seperti apa." tanyaku
"tinggi,putih ,rambutnya di cat warna coklat ." jawab Maya .
gak salah itu pasti Siska, Hem...ngapain dia nanya nanya pendapatan ku ke Maya.
ah ...ngapain aku mikirin Siska ,gak penting ,bathin ku .
"mbak itu orangnya kesini."ujar Maya menoleh ke arah depan .
aku melihat ke depan ,Siska masuk ke toko ku ,dan melihat lihat baju.
"kamu layani saja sana ,kalau dia nanya macam macam suruh dia menghadap ku ." ujarku ke Maya.
'cari apa mbak ,baju gamis apa tunik,yang standar atau premium ." sapa Maya ramah.
"yang paling bagus mana ," tanya Siska .
aku tetap duduk di kasir ,mem
perhatikan Siska tanpa memandang ke arahnya .
aku tahu Siska pasti sudah melihatku tapi sok gak kenal,aku mau lihat apa tujuan Siska ke toko ku.
"yang ini bahanya bagus mbak,enak di pake ." Maya menunjukan baju tunik keluaran terbaru ke Siska .
"berapa harganya,"tanya Siska.
"dua ratus lima puluh ribu mbak,."jawab Maya .
"ya udah ambil yang warna merah ." Siska menyodorkan baju ke Maya.
"silahkan bayarnya ke kasir ya mbak." ujar Maya sambil menyerahkan kantong plastik berisi baju.
Siska berjalan ke arahku ,dan berdiri di hadapanku ,aku menengadah ke atas menatap wajahnya.
__ADS_1
"mau bayar nih,Siska meletakan kantong plastik dan uang 250 diatas meja .
aku mengambil uang yang diberikan Siska dan menyodorkan kantong plastik berisi baju yang dia beli.
"bajunya buat kamu aja,biar penampilanmu lebih menarik,gak seperti sekarang Kumal." Siska mendorong kantong plastik ke hadapanku .
aku berdiri menatap tajam ke arah Siska .
"heh,kamu mau cari ribut sama saya." tantang ku.
"aku gak cari ribut cuma kasian aja sama kamu ,lihat tuh penampilan kamu sekarang ,kamu pikir dengan pake hijab kamu akan terlihat cantik dan anggun gitu,,,?" yang ada norak tau ." Siska tertawa mengejek ku.
"itu bukan urusanmu ,mau pake hijab atau tidak sudah jadi keputusanku ,lihat dandanan kamu gak lebih seperti wanita murahan yang suka merebut suami orang."
"apa merebut suami orang katamu,? kamu ngaca deh laki laki mana yang betah sama istri jelek gak modis ,pake baju aja kampungan begitu ,wajar saja dia lebih memilih aku dari pada kamu." Siska kembali terkekeh .
"aku hitung sampai tiga kali kalau kamu gak pergi dari hadapan ku,aku lempar kamu pake sepatu,ancam ku sambil melepas sepatu kets yang aku pakai .
"satu.....
Siska masih berdiri dihadapanku ,
'duaa......
Siska mencibir sinis ke arahku,dia pikir aku hanya mengancamnya saja .
"tigaa.....
bugh..!!! sepatu kets ku mendarat cantik di punggung Siska,Siska teriak kaget dan membalikan badan hendak menyerang ku .
"setan kamu perempuan kampungan,,! berani melemparku ." Siska menarik jilbab yang aku pake sampai terlepas, tangan nya menjambak rambutku ,,Maya menarik tangan Siska agar terlepas dari rambutku ,tapi jambakan Siska semakin kuat ,tanpa pikir panjang aku menendang kaki Siska sekuat tenaga,tubuh Siska terdorong kebelakang dan terjengkang,Siska menjerit kesakitan .
"mampus kamu." ujar ku .
Maya ikut terjatuh disamping Siska ,Maya dengan sigap langsung berdiri mendekatiku .
"mbak,kamu gak papa kan ." Maya ikut merapikan rambutku yang acak acakan dijambak Siska tadi ,
"aku gak papa may ." jawabku sambil memakai jilbab kembali.
"mbak sudah ,sebaiknya mbak keluar dari sini ." ujar Maya mendorong Siska .
Siska masih meronta mau mendekat ke arahku tapi tenaga Maya lebih kuat dari Siska.
"kurang ajar kamu ya berani menghalangiku menghajar perempuan kampung itu ." Siska menggigit tangan Maya .
auwf....Maya menjerit kesakitan dan spontan mendorong kuat tubuh Siska , untuk kedua kali nya Siska jatuh terjengkang .
"mbak saya akan telepon polisi kalau kamu gak segera pergi dari sini." ancam Maya seraya mengambil ponsel di saku celananya .
Siska meringis kesakitan, lalu berdiri mengambil sepatunya yang terlempar di dekat etalase .
"ingat ya kalian berdua, aku tidak akan tinggal diam,akan ku balas perbuatan kalian .! " Siska melangkah pergi keluar dari toko ku.
"dasar orang aneh cari masalah saja ,siapa sih perempuan tadi mbak ." tanya Maya penasaran .
"itu istri muda nya suamiku." jawabku sambil meneguk air mineral yang ada di atas meja .
"hah,itu madu nya mbak Friska."ujar Maya menatapku heran .
"iya may,eh may aku gak nyangka loh tenaga kamu kuat juga."
"mbak Friska tenang aja aku pernah ikut karate,nanti kalau ada yang ganggu mbak Friska Aku pasti bantuin." ujar Maya bersemangat .
aku tersenyum mendengarnya,,Maya berlalu merapihkan baju baju yang tadi jatuh terkena tubuh Siska.
aku kembali memeriksa ponselku ,membalas chat dan lanjut promosi .
aku berikan diskon 20 persen buat pembeli jika membeli gamis atau baju tunik minimal tiga pcs.
Alhamdulillah respon sangat bagus,banyak yang memesan baju saat aku posting baju baju di media sosial .
reseller juga bertambah jadi tiga puluh orang ,,Bu yessi sangat baik hati kadang aku diperbolehkan bayar 50 persen baju yang aku pesan dan sisanya setelah baju dagangan ku sudah laku terjual .
jam lima sore aku bersiap menutup toko ,Maya membantuku membereskan baju baju ke dalam etalase yang terletak di samping meja kasir ,dan kami berdua keluar menarik rolling door .
__ADS_1
saat hendak menaiki motor aku melihat ibu datang menghampiriku .
"Bu,sapaku seraya turun dari motor.
"kamu sudah mau pulang fris,." tanya ibu .
"iya Bu sudah jam lima sore ,ini mau pulang ." jawabku
aku memberi kode ke Maya agar dia segera pulang,Maya mengerti dan menghidupkan mesin motornya bersiap pulang kerumah.
"kamu gak mau lihat toko Siska dulu fris,itu ada di samping toko mu." ujar ibu seraya menunjuk toko yang baru hari ini buka.
oh jadi itu toko nya Siska,kenapa dia buka toko di dekatku ,apa dia mau bersaing denganku ,ya Allah penyakit hati sudah menggerogoti Siska ,aku gak perlu khawatir,bukankah rejeki sudah ada yang mengatur,dan lagi barang yang Siska jual berbeda dengan jualan ku.
"gak usah Bu makasih,aku pamit pulang duluan Bu." sahutku dan menghidupkan motor berjalan menuju rumah ibu.
sampai dirumah ibu aku melihat ada om rahman duduk bersama ibu di teras rumah ,aku turun dari motor dan mengucapkan salam .
"fris,sini duduk dulu ada yang mau om bicarakan ." ujar om rahman .
aku duduk dikursi samping ibu berhadapan dengan om rahman.
"iya om ada apa ." tanya ku.
"gini ris om kan ada ruko di desa gading asri ,dulu om beli waktu Yuni baru menikah,sekarang suami Yuni mau dipindah tugas ke pekan baru, menurut om dari pada di sewa orang lain lebih baik kami saja yang menempati ,kamu bisa cari karyawan untuk bantu mengelola nya ,om lihat toko kamu sekarang sudah sangat ramai,apa salahnya jika buka cabang baru fris.ujar om rahman antusias .
aku berpikir sejenak ,sepertinya aku terima tawaran om rahman ,banyak pembeli yang berasal dari desa gading,bahkan sebagian reseller ku berasal dari sana .
"aku setuju om karena pembeli dan reseller ku banyak dari desa gading ,berapa harga sewanya om." tanyaku semangat.
"terserah kamu saja fris,kamu buka saja dan berjualan nanti kalau sudah ada uang lebih baru bayar sewa nya,dan itu bukan ke om bayar nya tapi ke mbak mu Yuni ." sahut om rahman .
Winda keluar menggendong amori yang baru mandi ,wangi bedak dan minyak kayu putih menyeruak dari tubuh amori .
"iya mbak kamu harus mengembangkan usaha mu ,bagus tuh saran om rahman buka cabang baru biar nambah pelanggan mu ." Winda memberi saran padaku .
Winda memang aku suruh dirumah saja sepulang kuliah aku gak mau mengganggu kuliahnya , aku berharap Winda bisa secepatnya jadi sarjana dan bekerja sesuai pendidikannya,aku akan bangga sekali bisa menguliahkan adiku satu satunya .
Winda gak mau berdiam diri,dia bantu memasarkan toko ku lewat media sosial,banyak pelanggan yang memesan baju lewat Winda .
"baik om,besok aku akan melihat ruko nya ,jika aku akan menempati akan aku bayar lima puluh persen dulu ,sisanya sambil berjalan ya om ." ujarku
"kamu atur saja gimana baiknya fris,nanti komunikasi saja dengan Yuni,ya sudah om pulang dulu ya ." pamit om rahman sembari berdiri dan melangkah pulang .
"Bu besok hari Minggu aku akan mengundang pengajian ibu ibu sekitar sini,dan mengundang anak yatim ,aku mau berbagi sedikit rejeki ke anak anak yatim,Winda kamu bantu mbak ya bikin makanan ." ujarku ke ibu dan Winda .
"bagus fris,ibu sangat senang kamu peduli dengan sesama, teruslah berbuat kebaikan dan bersihkan hati dari rasa iri dan dengki ,insyaallah hatimu akan tenang ." nasehat ibu sangat menyentuh hatiku.
aku membawa amori masuk ke dalam,Winda mengajaknya bermain dan aku langsung mandi dan shalat isya .
saat aku duduk diatas tempat tidur ,aku pandangi bingkai foto aku ,mas Danny dan amori ,,,saat itu kami sangat bahagia ,pernikahan yang dilandasi saling mencintai membuatku sangat bahagia .
Allah sedang menguji ku dengan berbagai permasalahan ,tapi Allah juga yang memberikan jalan keluar untuk ku agar lebih kuat menghadapinya .
mas Danny ...aku tahu kamu masih mencintaiku tapi kamu terlalu lemah ,hingga cinta mu tak bisa kurasakan lagi...
Winda masuk kekamar menggendong amori yang sudah tertidur ,aku pun segera merebahkan tubuhku disamping amori ,,hingga aku terlelap .
hari ini aku sengaja ke toko agak siangan,aku sudah kirim pesan ke Maya untuk datang kerumah ibu mengambil kunci toko
aku dan Winda akan membuat kue dan lauk untuk acara pengajian besok .
ibu pagi sudah berangkat kepasar berbelanja warung dan bahan kue serta beberapa ekor ayam untuk dimasak .
jam delapan pagi Maya sudah datang kerumah ibu ,aku menyuruhnya masuk dan duduk di ruang tamu .
"May duduk dulu,mbak buatkan minum bentar ya." ujarku berjalan ke belakang membuatkan minum buat Maya."
"makasih ya mbak ."ucap Maya saat aku meletakan minuman diatas meja .
"mbak tadi pas aku mau kesini lewat toko mbak Friska ,ternyata perempuan madu nya mbak Friska buka toko jual beli motor bekas disamping tokonya mbak Friska,"
"iya may mbak udah tahu." sahutku .
"heran aja ya mbak kenapa buka tokonya Deket toko mbak Friska ,apa gak ada tempat lain." ujar Maya tak suka .
aku tersenyum melihat Muka Maya yang lagi kesal,Maya baru aku kenal beberapa hari tapi aku senang punya karyawan seperti dia ,orangnya cepat tanggap ,ramah dan pekerjaan yang diserahkan ke dia beres dan memuaskan .
semoga begini seterusnya ....
__ADS_1
•••••••••••••
bersambung.