
POV. Friska
***********
hari ini jadwalku untuk periksa kandungan ,setelah amori berangkat sekolah ,aku bersiap siap untuk pergi ke klinik dokter kandungan yang menjadi langganan ku sejak aku dinyatakan hamil .
"silahkan naik ke atas ranjang ya Bu Friska ,saya akan memeriksa perut ibu ." kata dokter Sofia dengan lembut.
"baik dok ,," jawabku sambil menaiki tangga kecil yang ada dibawah ranjang .
dokter Sofia mengambil alat dan mulai memeriksa perutku ,wajahnya menatap layar monitor ,akupun ikut melihat ke arah sana ,tapi aku tidak mengerti dengan gambar yang ada di monitor ,hanya terlihat benda kecil bergerak gerak .
dokter Sofia tersenyum dan meletakan peralatan yang beliau pegang ke atas meja disamping ranjang .
"sudah Bu Friska ,,ayok bangun .." tangan dokter Sofia membantu mengangkat kepalaku .
"silahkan duduk Bu,," ucapnya di balik meja berwarna putih .
aku menarik kursi dihadapan Bu dokter dan duduk untuk mendengarkan penjelasan darinya.
"suami ibu kemana ..kenapa nggak ikut mengantar ke sini ." ? pertanyaan dokter Sofia membuat hatiku berdenyut perih .
"suami saya pergi Bu dan sampai sekarang belum kembali ." jawabku lirih .
"ibu Friska saya melihat ibu banyak fikiran dan kurang menjaga asupan gizi .janin ibu perkembangan nya kurang bagus , ukuranya masih sangat kecil tidak seimbang dengan usia kehamilan ." panjang lebar dokter Sofia menjelaskan .
aku diam ,pikiranku memang akhir akhir ini teramat berat ,kadang lupa makan ,jika perut sudah terasa lebih baru aku makan ,,bagaimana aku bisa tenang jika masalah yang menghampiriku silih berganti ,kasian bayiku jika aku terus terusan terpuruk .
"iya dok...saya memang sedang banyak masalah ,kadang lupa makan ,mulai sekarang saya janji akan memperhatikan kesehatan kandungan saya." ujarku sedih .
"betul Bu ,,jangan terlalu banyak fikiran ,dan makanan juga harus diperhatikan , banyak makan sayur dan buah ,makan nasi juga harus banyak,vitamin nya diminum yang rutin supaya Berat bayi bisa seimbang ." dokter memasukan vitamin kedalam plastik obat dan memberikan padaku .
setelah membayar di kasir aku segera keluar dari klinik dan mencari ojek di pangkalan dekat klinik .
motor dirumah hanya satu ,dipake Rani untuk antar jemput amori sekolah .
saat sedang berjalan ke pangkalan ojek,ponselku berbunyi ,karyawan mas Hendri menelpon .
"Assalamualaikum bu .."
"iya duroh ada apa .."
"jamaah umroh datang lagi bu ,tolong Bu Friska segera kekantor ."
"iya aku kesana sekarang ."
aku mematikan handphone dan melambaikan tangan ke bang ojek yang sedang duduk diatas motor.
sepuluh menit kemudian aku sampai didepan kantor ,aku keluarkan uang dua puluh ribu dan memberikan ke Abang ojek ,segera ku langkahkan kaki memasuki kantor .
"Bu...mereka ada diruangan ibu ,sudah menunggu bu Friska Disana ." duroh menyambut ku didepan meja kerja nya .
aku gegas memasuki ruangan ku ,tampak ada lima orang sudah memenuhi ruangan ku yang tidak begitu besar .
"assalamualaikum." sapa ku
*walaikumsalam." jawab mereka kompak dan menoleh ke arahku .
__ADS_1
"maaf bapak ibu sudah menunggu saya ." aku duduk di belakang meja .
"saya manto Bu Friska , saya mewakili kawan kawan untuk meminta kepastian kapan kami diberangkatkan ,kami sudah melunasi ,jika pihak travel tidak bisa memberangkatkan kami minta uang di kembalikan Bu ." ucap pak manto tegas .
aku semakin lemas ,wajahku mungkin sudah seperti kapas saking tegangnya ,aku mengatur nafas supaya bisa berbicara dengan mereka .
"bapak dan ibu saya sebagai istri pak Hendro mohon maaf yang sebesar besar nya ,sampai sekarang suami saya belum kembali ,mohon kesabarannya untuk menunggu suami saya pulang ,karena dia lah yang mengetahui prosedur proses nya sampai dimana ." aku berhenti sejenak untuk menetralkan dagup jantungku .
"kenapa suami ibu pergi tanpa memberi kabar ke istri atau keluarganya ,apa jangan jangan suami ibu sengaja Kabir untuk menghindar dan sudah menipis kami semua Bu ." ucapan pak manto membuat dadaku sakit .
"tidak seperti itu pak , suami saya pergi karena ada yang harus diurusnya dan perginya jauh ke Bengkulu saya juga sudah lapor polisi untuk mencari keberadaan suami saya ,tapi belum ada kabar dari pihak kepolisian ." ucapku hati hati supaya mereka tidak menuduh mas Hendri yang bukan bukan .
"wah ...kami nggak percaya itu Bu ,begini saja kami beri waktu dua hari ,jika uang kami belum dikembalikan maka kami akan lapor polisi ." wajah pak manto sudah sangat emosi ,ya tuhan berilah petunjuk mu untuk mengatasi masalah ini , aku lelah sekali .
"kami permisi Bu ,dua hari lagi kamu akan datang ke sini ." pak manto mengajak kawan kawanya pergi dari ruangan ku .
mas ...dimana kamu ,,,jangan biarkan aku menghadapi ini seorang diri ,,pulanglah mas.,,tangis ku pecah tak tertahan lagi ,tidak ada lagi tempatku bersandar .
"Friska ..."
aku menoleh ke arah pintu ,ibu sudah berdiri di pintu menatapku iba ,,aku bangun dari duduk ku menghampiri ibu dan memeluk nya .
"Friska ...kamu kenapa ,ayok cerita sama ibu ." ibu menuntun ku ke sofa yang ada di sudut ruangan dan meletakan kantong plastik entah apa isinya .
ibu mengambil tisu diatas meja dan memberikan nya padaku ,membuka kantong plastik dan mengeluarkan isinya .
"ibu masak pindang patin kesukaan mu ,dan ini ada rujak mangga juga ,kamu makan dulu ya fris ...baru nanti cerita sama ibu ada masalah apa kamu sampai menangis begitu ,apa karena Hendri belum pulang yang membuatmu sedih .' ibu mengambil piring yang ada di dekat tempat air minum menuangkan nasi dan sepotong ikan patin kuah .
melihat masakan ibu selera makan ku langsung muncul ,,hatiku memang masih sangat sedih ,tapi aku tak ingin mengecewakan ibu yang sudah repot memasak untuk ku .
"Winda sekarang jauh fris ...ibu kadang kesepian di rumah ,tadi ada tukang sayur lewat bawa ikan patin ibu jadi ingat Kamu suka sama pindang patin ." ucap ibu sembari tersenyum .
dua potong ikan sudah aku habiskan ,rasanya nikmat sekali ,aku ijin kekamar mandi untuk cuci tangan ,setelah itu kembali duduk disamping ibu .
"ini rujak nya di makan fris ,itu bulek Asni yang bikin ." ibu membuka wadah plastik tempat rujak mangga lalu memberikan kepadaku .
"bu ...maaf kalau aku nggak cerita masalahku sama ibu ,bukan bermaksud menutupi dari ibu tapi aku takut ini jadi kepikiran ." aku memulai cerita yang diminta ibu .
"ibu sudah tahu dari om Rahman kalau Hendri sampai sekarang belum pulang ,kamu yang sabar fris ,doakan suamimu supaya cepat pulang kerumah .' wajah ibu masih terlihat tenang ,wajar karena ibu belum tahu masalah yang lainya .
"bukan itu saja Bu ,,aku kehilangan uang ratusan juta yang seharusnya buat modal toko baju dan produk kecantikan ku Bu ,aku sudah jual mobil untuk menutupi hutang ke member yang sudah membayar pembelian produk ." aku menghela nafas berat sebelum melanjutkan cerita .
ibu kaget sekali mendengar semua penjelasan ku dan makin syok saat aku menceritakan tentang jamaah umroh yang minta uang dikembalikan dan akan melapor polisi .
"ya Allah fris,masalah sebesar ini kenapa kamu simpan sendiri ,apalagi kamu sedang hamil ,,ibu nggak nyangka kamu bisa sekuat ini ." ibu memeluku ,akhirnya kami menangis bersama .
setelah ibu memberiku banyak nasehat dan menguatkan ku ,ibu pamit pulang karena mau ikut pengajian di rumah pak RT .
*********
aku sudah tidak kuat lagi mendengar kabar dari duroh karyawan travel ,pagi ini dia menghubungiku ,mengatakan ada dua puluh jamaah haji datang dan memaksa nya untuk segera meneleponku .
aku pingsan tak tahu berapa lama ,saat mataku terbuka ,aku melihat ibu duduk disampingku sambil menangis .
"ibu kenapa ...aku menoleh ke arah ibu .
"kamu tadi pingsan fris ,,khawatir sekali melihat keadaan kamu.
__ADS_1
aku pingsan ...? oh iya aku ingat saat sirih mengabari ku bahwa jamaah datang ke kantor puluhan orang ,memintaku segera kesana untuk segera menyelesaikan urusan keuangan mereka .
"Bu...aku takut dipenjara ." ujarku sembari menatap ibu mataku sudah basah tak kuasa menahan sedih .
"sabar Friska ..Allah tidak akan menguji kamu jika kamu tidak kuat ." ibu mencoba menenangkan ku .
"maaf Bu ..saya akan periksa pasien dulu ya ." seorang dokter laki laki mendekat ke arahku .
"Bu Friska ...tekanan darah Anda sangat rendah ,tolong jangan terlalu banyak fikiran dan kelelahan ,kandungan anda ada sedikit masalah ,ada flek keluar dari rahim ,semoga janin nya kembali kuat setelah saya beri obat ." dokter memeriksaku sambil mengajak ngobrol .
dokter keluar dari ruangan ku setelah selesai meriksa ,ibu duduk di sofa menyandarkan tubuhnya ke tembok ,ibu pasti capek .
sore hari aku diijinkan pulang setelah menghabiskan satu botol infus ,om Rahman menjemput dan membawaku ke rumah ,Desi dan ibu mertua tidak nampak melihatku di rumah sakit bahkan menghubungiku pun tidak .
keesokan pagi rumahku di datangi polisi ,aku di dampingi om Rahman menemui mereka .
"maaf ..bu Rina ,kami akan membawa ibu ke kantor polisi untuk kami minta keteranganya terkait jemaah haji yang sudah melapor ke kantor ,ini surat suratnya ." ujar pak polisi .
"baik pak ..saya akan ke sana sekarang ." aku berusaha untuk tegar menghadapi semuanya.
om Rahman ikut bersamaku masuk ke mobil polisi ,sampai di kantor polisi aku di bawa ke ruang penyidik untuk di mintai keterangan .
banyak pertanyaan yang diajukan untuk ku ,hingga akhirnya aku di perbolehkan pulang dengan syarat aku akan membayar lima puluh persen dari tuntutan para jemaah ,dan selebihnya menunggu suami ku pulang ke rumah .
" om aku harus menjual rumah ini untuk mengembalikan uang jamaah ,tinggal ini hartaku om tapi mau gimana lagi aku harus bertanggung jawab sebagai istrinya mas Hendri ."ujar ku ke om Rahman saat kami sarapan nasi uduk di rumah .
"kamu yang sabar ya fris ... om kasian sekali melihat keadaan mu ,om yakin kamu pasti kuat ." om Rahman menguatkan ku
om Rahman berjanji akan membantuku menjualkan rumah , aku senang mendengarnya .
sudah dua hari ini aku tidak ke toko ,Maya masih rutin memberikan laporan lewat pesan ,dia tetap setia membantu usaha ku ,toko yang di gading asri sepupunya yang menjaga .
"fris ..besok pagi ada kawan om dari kota mau lihat rumah ini ,jika cocok dia akan langsung membelinya ,berdoa saja fris semoga masalahmu cepat selesai ." ujar om Rahman saat kami selesai makan malam .
"Alhamdulillah om,semoga kawan om cocok sama rumah ini." ujarku menimpali.
"kamu tinggal di rumah ibu kan fris ,setelah rumah ini terjual ,?" tanya om Rahman .
"iya om ,nanti aku bicara sama ibu ,aku heran ya om Desi sama ibu tidak ada empati sama sekali melihat kesulitan ku ,bahkan tidak pernah datang ke sini setelah acara tahlilan tujuh hari bapak mertua ." ucapku sedih .
"mungkin mereka tidak mau di repotkan fris,,,seharusnya mereka ikut bertanggung jawab sebagai orang tua dan adiknya Hendri ,tapi sudah lah fris ,,kamu jadi tahu seperti apa sifat mereka ." om rahman tempatku berkeluh kesah selain ibu .
pagi hari jam sepuluh kawan om Rahman datang bersama anak perempuannya .
"kenalkan saya Purnomo,ini anak saya Mira ." mereka memperkenalkan diri begitu juga aku .
"jadi anak saya ini yang mau membeli rumah ini ,jika harganya cocok kami akan membelinya,anaku ini janda punya anak satu ,dia hebat dengan jadi penulis novel dan jualan online dia bisa menabung dan insya alah dari uang hasil usaha nya bisa membeli rumah ." pak Purnomo menjelaskan tentang anak perempuannya,ada binar bahagia di wajah nya .
"wah hebat sekali mbak Mira bisa jadi penulis ,kalau boleh tahu nama pena nya apa mbak,saya juga Hobbi membaca tapi belum pernah baca novel ,pengen deh baca novel mbak Mira ." ujarku semangat ,seperti mendapat motifasi mendengar cerita pak Purnomo .
"nama pena sama dengan nama asliku mbak Friska ,,,lihat saja di aplikasi novel online karya Mira Astuti ." ujar mbak Mira sambil menatap wajahku .
setelah basa basi ,pak kami membicarakan ke topik inti ,aku membuka harga rumahku ,dan tak disangka pak Purnomo dan Mira setuju tanpa menawar lagi .
akhirnya di sepakati siang ini kami akan ke notaris untuk melakukan proses penjualan rumah ,,,jam tiga sore semuanya selesai ,aku minta waktu tiga hari untuk memindahkan barang barang dirumahku dan mereka menyetujui .
akhirnya mereka pamit ,,aku dan om Rahman mengantar sampai halaman rumah ku ,hingga mereka pergi .
__ADS_1