Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
12. berpisah


__ADS_3

POV . Dito


"Dit,ini kamar kamu semoga kamu betah ya tinggal disini ." Jodi membuka pintu kamar dan menyuruhku masuk .


"makasih Jodi ,kamu sudah mau menerimaku disini ." aku meletakan tas ransel yang berisi beberapa pakaian lalu berjalan mengikuti Jodi .


"anak anak kamu kemana Jod


,kelihatanya rumah ini sepi ." tanyaku saat kami duduk diruang tengah .


"anak pertamaku kerja di Bandung ,yang kedua kuliah di Jogja , aku sendirian dirumah ,makanya aku senang kamu mau tinggal disini ." ujar Jodi .


"ya sudah kamu istirahat dulu dit ,besok pagi mulai bekerja di toko ku ya ." aku mengangguk dan masuk kembali ke kamar .


selesai shalat subuh aku membuka pintu dan menghirup udara segar di halaman rumah Jodi .


aku melihat seorang wanita melintas di depan rumah Jodi ,dia melihat ke arahku dan tersenyum ramah .


aku tersentak ,wajah wanita itu kenapa mirip sekali dengan Siska almarhum istriku ,apakah itu arwahnya ,bathinku .


dengan rasa penasaran aku mengikuti wanita yang berjalan perlahan menuju jalan raya ,Sampai.di sebuah warung sayuran dia berhenti .


aku memperhatikannya dari jarak dua puluh meter ,aku semakin penasaran karena dari wajah ,rambut dan tinggi badannya mirip sekali dengan Siska .


saat perempuan itu selesai berbelanja aku mengikutinya lagi ,aku ingin tahu di mana rumahnya.


"ibu sudah pulang ." tanya seorang pemuda yang sedang membersihkan motornya .


"iya ini ibu bekerja buat sarapan dan makan siang kita nanti ." perempuan itu masuk kedalam rumah .


aku masih berdiri tak jauh dari halaman rumah mereka ,rumah sederhana bercat abu abu ,apakah Siska punya saudara kembar ,tapi nggak mungkin mas Andre tidak pernah cerita hal ini .


aku berjalan menuju rumah Jodi ,ku lihat art Jodi sedang menyapu halaman .


"eh pak Dito dari mana pagi pagi begini ." tanya nya memperhatikanku .


"jalan jalan mbak menghirup udara segar ." sahutku .


aku berjalan masuk kedalam rumah dan bergegas mandi ,hari ini Jodi akan membawaku ke toko bangunan miliknya .


"udah siap dit." Jodi mengambil kunci mobil dan menghampiri ku.


"sudah jod ,Ayuk berangkat ." aku menyambar tas kecilku diatas meja dan berjalan mengikuti Jodi .


sepuluh menit kami sampai di toko Jodi di pusat kota ,tokonya lumayan besar ada dua karyawan laki laki ,dan satu kasir perempuan .


"dit,aku mau kamu mengawasi toko ini ,keluar masuk barang dan apa saja barang yang harus di beli ." ucap Jodi saat kami duduk di bangku dekat kasir .


"emangnya kamu nggak setiap hari kesini Jod."


"nggak dit ,setelah ada kamu nanti aku akan menyusul Angga di Bandung ,hotel yang Angga bangun sering di ganggu preman ,aku akan tinggal disana membantu Angga ."


"di depan itu ada motor ,tadinya karyawan ku yang pakai tapi dia sudah beli motor baru ,kamu bisa memakainya dit ." ujar Jodi .


"aduh ,aku jadi nggak enak Jodi kamu baik sekali memberikan kepercayaan besar padaku ." sahutku lirih .

__ADS_1


"kita sudah kenal lama dit ,meskipun dulu kamu sempat jadi musuhku tapi sudahlah semua sudah berlalu


" Jodi menepuk bahu ku .


aku memasuki gudang di belakang ruko dan mengecek semua persediaan bahan bangunan ,setelah mencatat nya aku melapor ke Jodi .


Jodi sempat heran dengan laporan ku karena barang yang keluar tidak sesuai dengan laporan Yulia kasir yang berusia 30an tahun .


aku membantu dua karyawan yang sudah lama bekerja untuk membantu melayani pembeli .


tampak wajah tidak suka dari kedua pria di sampingku ,aku tidak perduli kan mereka dan tetap bekerja .


"loh ini kok harganya lebih murah sama karyawan baru ." ucap seorang pria saat membayar dikasir .


aku menghampiri pria paruh baya dan menanyainya .


"emang biasanya bapak beli disini berapa harganya." tanyaku serius .


"ini bedanya lumayan loh mas ,setiap barang beda 7-10 ribu kalau saya belanja banyak Kan lumayan tuh jumlahnya." pria itu Manarik sudut bibirnya .


"ya sudah pak ,nanti akan saya perbaiki harga disini ,terimakasih sudah belanja disini ya pak semoga puas ." ujarku sembari tersenyum .


setelah bapak itu pergi kedua karyawan pria semakin menatapku tak suka,begitupun dengan kasir ,aku merasa banyak yang nggak beres disini .


jam lima sore aku kembali kerumah Jodi ,motor yang di berikan Jodi masih bagus dan terawat ,saat aku akan menjalankan motor ekor mataku melihat tiga karyawan toko sedang berbicara .


"sore Jod ,sapaku saat melihat Jodi duduk di teras sambil memegang ponselnya.


"sudah pulang dit,sini duduk ." titah Jodi padaku .


"Jod,maaf aku harus katakan ini ,sepertinya di toko mu ada yang tidak beres ." ujarku memulai pembicaraan .


"karyawan mu menjual bahan material lumayan tinggi tapi dilaporan keuangan sesuai harga yang kamu patok ."


"hari ini aku menyaksikan sendiri saat pembeli protes karena harga yang aku berikan lebih murah dari yang mereka buat .' aku mendengus kesal lalu menatap kearah Jodi.


"Hem,,pantas saja akhir akhir ini aku curiga dengan laporan keuangan yang di berikan Yulia ,tidak sesuai dengan stok barang .


Jodi nampak sedang berfikir dan dia menegakan tubuhnya ke arahku.


"kamu awasi terus mereka dit ,jika bukti bukti sudah aku dapatkan ,aku akan melaporkan mereka ke polisi ,ini tidak bisa di biarkan ." nanar Jodi menatapku .


****


"pak Jodi siang ini ada tamu yang mau bertemu bapak ,dia berniat kerja sama men suplai barang ke toko ini ,saya akan temani bapak bertemu klien saya ." ucap Yulia saat aku dan Jodi sampai di toko .


"orang mana yang mau bertemu denganku ." sahut Jodi .


"dari Palembang pak ,beliau menawarkan bahan meterial sangat murah dibanding suplayer lainya ." Yulia mengikuti Jodi masuk ke ruangannya.


aku melihat Yulia mengeluarkan lembaran kertas ke atas meja Jodi ,Jodi memeriksanya .


"ehm ...baiklah nanti kamu ikut saya menemui klien ." ujar Jodi ,Yulia mengangguk dan berjalan keluar .


kenapa hatiku merasa tidak nyaman ,melihat sorot mata Yulia aku sempat berasumsi bahwa dia akan berbuat kejahatan .

__ADS_1


bagaimanapun juga aku bekas penjahat ,aku paham gerak gerik seseorang yang sedang mengatur siasat.


semoga Jodi waspada ,bukankah dia kepala penjahat dulunya,pasti feelingnya lebih kuat.


aku kembali sibuk bekerja melayani pembeli ,dua karyawan pria tidak lagi memandangku sinis,malah aku sempat heran karena mereka berdua berubah sangat ramah kepadaku .


"mas ngopi dulu ,itu aku buatkan kopi biar nggak ngantuk ." sapa Erwin karyawan paling lama di toko ini .


"iya win makasih ,nanggung nih bentar lagi kelar ." sahutku mengurai senyum .


pas jam dua belas siang Jodi pergi dengan Yulia mengendari mobil ,aku kirim pesan ke Jodi saat dia dijalan .


"Jod ,jangan lupa nanti sharelok tempat pertemuan kalian ya ."


"ok dit ,kalau kamu mau ikut makan siang datang saja dit ,tapi setelah tamuku pulang ya ."


" aku menutup ponsel dan memasukan kedalam saku celanaku .


jam 2 siang Jodi mengirimi ku pesan ,dia bilang sudah berada di hotel untuk mengantar tamunya dan aku disuruh menjaga rumah dan toko karena besok pagi dia akan pergi ke Bandung .


"dit ,aku antar tamu ku ke hotel dan menginap disini ,besok pagi lanjut ke Bandung ,kamu jaga rumah dan toko ya , aku titip."


"iya Jod kamu tenang saja ,salam buat Angga ya jika sudah di Bandung ."


kembali aku disibukan dengan pembeli ,aku melihat Erwin membawa du kardus ukuran sedang ke belakang bangunan ,aku tak sempat menyapanya karena banyak pembeli .


jam setengah enam aku menyuruh semua karyawan pulang dan menutup toko .


dirumah Jodi aku hanya tinggal sediri karena art tidak menginap,pagi datang dan jam 7 malam pulang kerumahnya.


"pak Dito saya permisi pulang ya ,makan malam sudah saya siapkan di meja makan ." ujar Warsih art Jodi .


"iya mbak silahkan ,Oya mbak Warsih sudah makan belum ,kalau belum makan saja dulu sama saya ." tawarku .


"nggak usah pak ,saya sudah bawa makanan matang kok ,selama saya kerja disini pak Jodi selalu menyuruhku membawa makanan yang aku masak ." ujar Warsih lalu pamit sembari membawa rantang .


selepas shalat isya aku mengambil ponsel dan mencoba menghubungi Jodi ,dia tidak menjawab panggilanku ,lalu ada pesan masuk darinya .


"dit,aku sedang nggak enak badan capek seharian menemani tamu ku ,besok kalau sudah dibandung kita ngobrol ya ,aku mau istirahat."


aku membaca pesan dari Jodi dan membalasnya ,mengingatkan dia untuk minum obat dan beristirahat .


"permisi pak ," aku menoleh ke arah suara di depan pagar .


"iya mbak ada apa." ku hampiri perempuan yang sangat mirip dengan Siska .


"boleh nggak saya pinjam gas ,saya mau masak gas habis dan kebetulan warung depan sana tutup ." ujarnya pelan .


"boleh mbak ,Ayuk silahkan masuk ." ku buka pagar dan mengajaknya kedalam rumah .


aku mengambil tabung gas yang masih penuh dan memberikan ke perempuan itu .


"maaf namanya siapa mbak ,kita tetanggaan tapi nggak tahu nama ," aku tersenyum sambil memberikan tabung gas .


"saya Endang mas ,eh pak ." sahutnya kikuk .

__ADS_1


"saya dito mbak , sebaiknya panggil mas saja ,usia kita sepertinya tidak terpaut jauh ." seruku .


endang pamit sembari membawa tabung gas ,aku mengantarnya sampai pintu pagar .


__ADS_2