Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab.13 buka cabang baru


__ADS_3

POV .(Friska)


•••••••••••••


setelah shalat subuh aku dan Winda sudah sibuk di dapur .


aku sedang menggoreng ayam untuk dibuat menu ayam geprek lalapan ,Winda aku suruh membuat puding ,bolu karamel dan brownis sudah dibuat semalam .


jam delapan pagi masakan sudah selesai,aku dan Winda memasukan kue kedalam mika,sedangkan nasi ayam geprek menggunakan box nasi .


enam puluh box nasi dan enam puluh Mika kue sudah siap,tidak lupa aku menaruh kue dan buah di atas piring untuk sajian .


jam 09 .30 pagi ibu ibu pengajian sudah mulai berdatangan,amori aku titipkan dirumah mbak wanti,sedangkan ibu aku minta untuk menyambut tamu di depan di bantu bu Lastri dan bulek Asni istri om Rahman .


ibu ibu pengajian sudah duduk di lantai yang sudah di gelar karpet,sebagian di ruang tamu dan sebagian lagi di ruang tengah.


kami tinggal menunggu anak anak yatim yang akan diantar oleh ketua yayasan panti asuhan anak yatim .


amplop untuk dibagikan ke anak yatim sudah aku persiapkan dan aku simpan didalam kamar .


aku melangkah keluar ketika mendengar suara mobil berhenti dihalaman rumah ibu.


ibu kepala yayasan turun dari mobil dan diikuti anak anak yatim, semua ada tiga mobil dan yang hadir tiga puluh anak anak yatim dan tiga orang pengurus panti asuhan .


aku ,ibu dan yang lainya menyambut kedatangan mereka,lalu mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumah dan duduk di atas karpet ruang tamu.


jam 10.15 menit acara pengajian di mulai dipimpin oleh Bu RT ,setelah itu dilanjutkan dengan ceramah ustad Nusron Abidin ,dan diakhiri doa penutup yang dibacakan oleh ustad Nusron .


setelah selesai acara pengajian aku mempersilahkan semua yang hadir untuk menikmati hidangan yang sudah kami sajikan ,dan terakhir pembagian amplop untuk anak yatim sekaligus pembagian nasi box dan kue.


Alhamdulillah pengajian dirumah ibu berjalan dengan lancar,ibu ibu pengajian dan anak anak yatim sudah berpamitan pulang .


aku dan Winda membereskan karpet dan membersihkan rumah ,sisa makanan kami bagikan ke tetangga yang tidak bisa hadir ke rumah ibu , Bu lastri dan bulek Asni aku bawakan makanan dan juga amplop yang berisi uang karena sudah membantu di rumah ibu .


"fris,makasih ya,semoga rejeki kamu tambah lancar ." ujar Bu lastri saat menerima makanan dan amplop dariku .


"makasih doanya Bu lastrii."jawabku


"bulek juga makasih ya fris ,semoga rejeki kamu lancar dan sehat terus." ucap bulek Asni .


"iya bulek makasih,oh iya mbak Yuni ganti nomor handphone ya bulek,semalam aku hubungi mbak Yuni gak bisa ." tanyaku ke bulek Asni .


"bulek juga gak tau fris ,coba nanti bulek tanya sama om kamu." sahut bulek .


"iya bulek ,nanti saya kerumah nanya sama om Rahman ." jawabku sambil membawa piring kotor ke dapur .


bulek Asni dan Bu Lastri pamitan pulang ,Winda sedang merapihkan piring yang tadi di cuci sama Bu Lastri.


"ini fris ibu sudah bungkusin nasi sama kue buat mbak wanti,kamu mau kesan kan ambil amori ." ibu menyodorkan kantong plastik berisi nasi dan kue


"iya Bu saya ke rumah mbak wanti sekarang ." sahutku seraya berjalan ke depan .


sampai dirumah mbak wanti amori masih tidur ,aku menyerahkan kantong plastik berisi makanan,dan pamit ke mbak wanti mau ke rumah om Rahman sebentar.


aku berjalan ke rumah om Rahman yang ada di belakang rumah mbak wanti,bulek Asni baru saja sampai karena tadi mampir ke rumah Bu Lastri.


"fris,sini masuk." ajak bulek Asni.


aku melepaskan sendal di teras dan melangkah masuk kedalam rumah .aku menemui om Rahman dibelakang sedang membetulkan genteng dapur yang pecah,melihat kedatanganku om Rahman turun dari atap dapur dan menemui ku.


"mana amori fris,kok sendirian kesini." tanya om Rahman seraya mengajaku duduk di ruang tengah .


"amori tidur dirumah mbak wanti om ,makanya aku langsung saja kemari." jawabku.


"ada apa fris ,apa kamu butuh bantuan om ." tanya nya .


"itu om kemarin malam aku hubungi mbak Yuni mau menanyakan ruko yang di gading,tapi handphone nya gak aktif."


"oh iya om lupa kasih tahu kamu,waktu itu handphone nya Yuni hilang waktu belanja ke pasar terus dia ganti nomor,ini catat aja nomornya Yuni ." om Rahman mengambil ponsel di kantong celana dan memberikan padaku .


aku pamit pulang sama om Rahman dan bulek Asni,kerumah mbak wanti menjemput amori dan pulang kerumah ibu.


hari ini aku tidak ke toko ku,aku coba kirim pesan ke Maya.


{may Gimana tokonya, banyak pembeli gak}


send...


tak lama Maya membalas.


{rame mbak seperti biasa ,tadi ada ibu ibu datang katanya mau ambil baju banyak ,dia datang dari palem***Ng katanya.}

__ADS_1


{kamu kasih kartu nama mbak gak ke ibu itu }


{iya,sudah aku kasih mbak,katanya nanti mau hubungi mbak Friska}


{ya sudah makasih ya may}


aku mematikan ponselku ,aku lupa dari tadi pagi aku me nonaktifkan ponselku karena ada acara di rumah ibu .


benar saja ada beberapa panggilan masuk dan pesan masuk di handphone ku .


aku coba hubungi nomor yang tadi menghubungiku .


"hallo,sapa seseorang dari seberang sana.


"hallo,maaf Bu saya Friska pemilik toko baju,apakah tadi ibu menghubungi saya,maaf ya Bu tadi ada acara dirumah kami,handphone saya matikan .


"oh ini mbak Friska ya,tadi saya ke toko ketemu sama karyawan mbak ,dia memberikan kartu nama mbak Friska ke saya kenalkan nama saya Anisa dari pale***Ng ."jawabnya .


"iya Bu,hari ini saya tidak ke toko karena ada acara pengajian dirumah." jawabku


"begini mbak Friska ,saya mau lihat baju baju yang mbak Friska jual,kalau nanti saya lihat kualitasnya bagus dan cocok harganya saya akan ambil partai besar ,mau dijual di beberapa toko saya di pale***Ng.." ujar Bu Anisa .


"baik Bu,besok ibu bisa datang ke toko saya,pagi jam sepuluh bisa Bu .?"


"oke bisa mbak,sampai ketemu besok ya."


aku mematikan ponselku,kuletakan diatas tempat tidur dan segera mandi,sore ini aku dan Winda mau ngajak amori jalan jalan ke mall candira .


sampai di mall candira amori meminta masuk ke wahana permainan ,aku pun menurutinya,Winda menemani amori mandi bola,aku duduk di bangku pastik bergambar Dora Emon.


"win,mbak mau ke toilet dulu ya,kamu jaga amori."ucapku seraya berjalan ke arah toilet mall.


toilet ada di ujung bangunan mall,aku melewati toko sepatu branded ,saat aku sedang berjalan aku melihat ibu dan Winda ada didalam toko sepatu .


"duit mu jangan dihabiskan semua Lin ,nanti Danny marah." aku mendengar suara ibu bicara dengan Lina ,karena mereka berdiri di dekat pintu toko sepatu.


penasaran aku berhenti di toko kosmetik yang letaknya sebelahan dengan toko sepatu .


"tenang aja Bu masih banyak,mbak Siska baik banget ya Bu kita dikasih tiga puluh juta ,gak kayak mbak Friska pelit." ujar Lina .


"orang kampungan seperti Friska mana mungkin mau ngasih duit ke kita Lin ,mungkin dari kecil gak pernah lihat uang banyak makanya sekali punya uang banyak ketakutan uang nya habis." ibu terkekeh menghina ku.


bukan Siska saja yang mengatakan aku kampungan,ternyata ibu dan Lina pun sama saja.


memang benar aku terlahir dari keluarga miskin ,bapaku dulu hanya seorang penarik becak dan ibu jualan nasi uduk di depan rumah ,aku bisa sekolah sampai SMA karena bekerja di toko pakaian punya haji Damhuri orang terkaya di kampung ku.


saat aku kelas dua SMA bapak meninggal dunia ,Winda masih sekolah SMP dan Winda membantu ibu berjualan nasi uduk yang sudah di bungkus keliling kampung .


saat lulus SMA aku melamar kerja di showroom mobil dan diterima,disanalah aku kenal sama mas Danny.


waktu itu jabatan mas Danny sudah bagus sebagai manager dan aku hanya Sales atau SPG ,bu mas Danny awalnya tidak setuju mas Danny mau menikahi ku ,tapi mas Danny tetap bersikeras untuk bisa menikah denganku .


keluar dari toilet aku mematut tubuhku di cermin besar yang ada di tembok sebelah wastafel,


apa benar penampilanku norak dan kampungan,seperti yang dikatakan Siska dan ibu nya mas Danny,hatiku sedih mendengar penghinaan mereka ,aku harus bisa menunjukan ke mereka bahwa aku tidak kampungan.


"mbak ke toilet lama amat,gantian ya jagain amori aku juga mau ke toilet ." Winda menegurku saat aku sampai didepan permainan mandi bola.


"iya tadi ngantri ." jawabku asal.


•••••••••


jam 09.00 pagi aku sudah sampai di toko aku lihat Maya sedang mengganti baju di manikin dengan model baru dan meletakan di bagian depan toko.


"pagi May." sapaku.


"eh mbak Friska ,pagi mbak ." sahut Maya ramah .


aku duduk dimeja kasir mempersiapkan album foto baju untuk nanti di perlihatkan ke Bu Anisa yang sudah janji mau datang ke toko.


"mbak ,ibu yang dari pale**ang sudah hubungi mbak Friska belum ." tanya Maya.


"sudah may, pagi ini jam sepuluh mau datang ke mari ." jawabku .


aku dan Maya menoleh keluar saat sebuah mobil warna silver berhenti didepan toko,seorang wanita cantik keluar dari mobil berjalan memasuki toko.


"nah itu orangnya mbak." ujar Maya menunjuk ke arah perempuan yang baru turun dari mobil.


"kamu jaga di depan ya ,mbak mau ngobrol sama tamu mbak ." perintahku .


Maya mengangguk .

__ADS_1


"selamat pagi Bu,"sapa Maya,


"ibu sudah ditunggu mbak Friska didalam ."


"iya mbak makasih ya." sahut Bu Anisa .


aku mempersilahkan Bu Anisa duduk di kursi di hadapanku ,dan menyediakan air mineral di meja ,mempersilahkan Bu Anisa minum sebelum mengobrol.


"mbk seperti obrolan kita kemarin saya mau lihat baju baju yang mbak Friska jual." Bu Anisa memulai obrolan .


"baik Bu ,ini silahkan di lihat lihat dulu album foto baju baju yang saya jual." ujarku seraya menyerahkan nya ke Bu Anisa .


Bu Anisa menerima album foto dari tanganku dan membalik lembar demi lembar .


"wah model baju nya bagus bagus mbak dan harganya murah ,seperti harga dari pabrik ." ujar Bu Anisa.


"iya Bu,ini gamis brukat paling banyak peminatnya ,yang ini gamis Turkey dan gamis Syahrini juga banyak peminatnya ." ucapku menunjuk baju yang ada di foto.


"boleh saya lihat real nya mbak Friska."


" boleh Bu sebentar saya ambil dulu."


aku membuka lemari tempat menyimpan baju per satuan sesuai yang ada di album foto,dan menyerahkan ke bu Anisa untuk dilihat .


"bajunya sesuai sama foto mbak,kalau begitu berapa harga per ball nya mbak." tanya Bu Anisa .


"per ball 5 juta Bu nanti ada list harganya ,jika ibu menjual sesuai harga dari saya tidak menaikan,ibu sudah untung 1,5 juta per ball,apalagi kalau ibu naikan harganya bisa berlipat untungnya ,tapi saran saya jangan dijual terlalu mahal Bu yang penting lancar penjualan nya." ujarku sambil tersenyum ke arah Bu Anisa .


"ok mbak makasih masukan nya ,saya ambil lima belas ball ya mbak." sahut Bu Anisa .


aku kaget serasa gak percaya Bu Anisa mau ambil baju sebanyak itu.


"lima belas ball, serius Bu." tanyaku tak percaya .


"iya mbak dari pada saya harus belanja jauh jauh belum tentu bajunya bagus dan dapet harga murah ,lebih baik sama mbak Friska saja.ujar Bu Anisa meyakinkan ku .


transaksi segera di lakukan ,Bu Anisa mentransfer tujuh puluh lima juta ke rekeningku sisanya kalau semua barang sudah sampai di toko nya


Alhamdulillah ya Allah engkau telah memberiku rejeki yang begitu besar ,ampuni aku jika masih Benyak berbuat khilaf dan dosa.


Bu Anisa pamitan pulang,aku mengantar sampai ke mobil nya dan kami pun berpisah .


•••••••


saat aku dan Maya sedang duduk di meja kasir, seorang perempuan muda dan cantik masuk ke toko .


"maaf mbak ,mengganggu sebentar ,mau kasih brosur toko kami yang ada di sebelah mbak ,silahkan dilihat lihat ,ada promo motor murah untuk pembelian bulan ini. " ujarnya penuh semangat .


"makasih mbak,nanti saya lihat brosur nya ." jawabku cuek.


perempuan tadi keluar dari toko,Maya mengambil brosur di atas meja .


"mbak,bukanya ini toko nya mbak Siska ." seru Maya sambil memperlihatkan ke arahku.


"ini harga motor nya kok murah banget ya mbak selisih jauh dari tempat lain." ujar Maya lagi.


aku menoleh dan mengambil brosur dari tangan Maya ,setelah aku lihat benar kata Maya harga motornya murah murah,dari mana Siska beli motor second kok bisa jual murah banget ,pikirku .


aku juga heran sudah dua hari Siska buka toko di sebelah ku tapi belum pernah aku lihat mas Danny ada disana,yang terlihat malah kakak nya Andre .


habis shalat dhuhur aku dan Siska makan siang,,aku pesan makanan lewat aplikasi online biar gak perlu keluar ninggalin toko,karena biasanya jam satu siang sampe sore banyak pembeli datang .


Tring ....Tring....


ponsel Ku berbunyi ,ada panggilan dari nomor baru .


" hallo." sapaku


"fris,ini mbak Yuni ."


"oh mbak Yuni,aku lupa belum simpan nomor mbak Yuni ." jawabku


"kapan mau ke gading lihat ruko ku fris."


"insyaallah besok pagi jam sepuluh ya mbak ."


"ok deh fris,tolong belikan mbak bandeng presto di tempat Bu Jumi ya fris,bawain sekalian besok."


"siap mbk Yun ,besok aku bawain ."


aku mematikan ponselku karena harus melayani pembeli yang membayar baju .

__ADS_1


••••••••••••••


bersambung.


__ADS_2