
POV. Keysa
********
"Keysa,ibu merasa sudah baikan ,kamu bawa pulang ibu ya,jangan lama lama disini nanti biaya nya makin banyak ." ucap ibu saat aku menyuapi bubu ayam .
"ibu yakin sudah mendingan ,wajah ibu masih pucat dan kaki ibu masih belum bisa jalan dengan normal ,ibu dirawat dulu disini ya ,aku akan temui ayah mengabarkan kondisi ibu ." jawabku membujuk ibu .
"percuma key,ayahmu sudah lupa sama tanggung jawab nya ,nanti kamu malah sakit hati ." ujar ibu ,wajah pucat nya namaku murung .
"apa key kerumah nenek uti saja ya Bu , siapa tahu nenek bisa bantu kita ." ucapku .
"jangan key,,dari dulu nenek uti nggak suka sama ibu ,kalau kamu kesana ibu khawatir ada Tante Tamara dia pasti akan menghina mu seperti dulu dia menghina ibu ." mata ibu sudah mengembun .
"ya sudah ibu disini saja dulu ,kemarin Bu Winda memberiku uang cukup banyak Bu ,aku akan bayar rumah sakit selama ibu disini ,nanti kalau masih kurang aku akan cari lagi Bu ,yang penting ibu bisa sembuh ." ujarku sambil memijat kaki ibu .
"kamu masuk kerja jam berapa key,sebaiknya kamu tidur dulu nanti ibu bangunkan ,kamu harus istirahat supaya tetap semangat kerjanya ." ujar ibu .
"jam tiga sore Bu ,ya sudah aku shalat dhuhur dulu baru istirahat ." aku mengambil mukenah dari dalam tas lalu keluar menuju mushola rumah sakit .
selesai shalat aku melipat mukena dan memasukan kembali ke dalam tas ,saat hendak keluar dari mushola mataku melihat seseorang tidur di dekat lemari masih mengenakan mukenah .
aku mendekat kearah perempuan yang sedang berbaring ,,ku dengar suara tangisan pelan dari perempuan ini .
"mbak....mbak kenapa tidur disini ." tanyaku sambil duduk di sampingnya .
perempuan itu membalikan badan lalu duduk dihadapanku .
"aku mencari bapak ku mbak ,tapi alamat yang di berikan nenek tidak jelas dan aku sudah mendatangi desa yang disebut nenek ,tapi warga sana tidak ada yang mengenal bapak ." jawab nya sambil terisak .
"terus sekarang kamu mau kemana ,apa tidak ada saudara lain yang bisa di temui ." tanyaku .
"tidak ada mbak ,,,saya mau pulang ke Jawa juga percuma ,nenek sudah meninggal ibu saya pergi sejak saya berusia lima tahun ." perempuan itu menunduk sedih .
"kenalkan aku Keysa ,, siapa namamu...kalau kamu mau boleh tinggal dirumah saya ," ucapku serius .
"beneran mbak ....?" oh ya nama ku Santi aku dari desa Klaten Jawa tengah ." Santi melepas mukena dan memasukan ke dalam tas lusuh disamping nya .
"ayok ikut aku san ..." aku mengajak Santi keluar dari mushola .
"kita makan dulu ya,kamu pasti belum makan siang ya ,wajahmu pucat dan lemas ." ujarku mengajak nya duduk di kursi kantin rumah sakit .
"makasih ya mbak ,,beruntung sekali saya bisa ketemu orang sebaik mbak Keysa ." ucapnya .
pelayan kantin membawakan sepiring nasi rames dan dua gelas es teh manis .
__ADS_1
"mbak Keysa nggak makan ." tanya Santi ketika melihat hanya ada satu piring nasi .
"aku sudah makan tadi dikamar ibu ,kamu makan ya setelah ini kita ke kamar ibuku ,beliau sedang dirawat disini .' aku mengambil gelas dihadapanku dan meminum es teh sambil memperhatikan Santi .
Santi sudah selesai makan ,aku membayar di kasir dan mengajak Santi ke kamar ibu .
"kamu dari mana key ,,eh ini kawan mu kapan datang nya key ." tanya ibu saat aku dan Santi masuk ke ruangan ibu .
"ini Santi Bu ,dia nyari ke bapak nya ke Lampung tapi nggak ketemu ,mau pulang ke Jawa juga nggak punya siapa siap lagi ,aku mau ajak Santi tinggal bersama kita ,boleh nggak Bu ."
ibu memperhatikan Santi yang masih berdiri disampingku ,aku menoleh ke Santi ,dia menunduk ditatap ibu seperti itu ,lalu ibu tersenyum .
"namamu siapa nak ...." tanya ibu ke Santi .
"saya Santi Bu ,saya berasal dari Klaten Jawa tengah ." sahut Santi sambil menunduk .
"tinggallah bersama ibu dan Keysa ,ibu jadi punya teman saat Keysa kerja ,oh iya kamu sudah makan belum ." tanya ibu lagi .
"sudah Bu ,barusan mbak Keysa ajak saya makan di kantin ." sahutnya .
"key tadi ibu sudah tanya ke dokter apa sudah bisa pulang ,dokter bilang sore ini ibu boleh pulang ,tolong kamu temui dokter Hartono ya ." pinta ibu padaku .
"iya Bu aku ke ruangan dokter Hartono dulu.' ucap ku sambil melangkah keluar .
jam lima sore aku membawa pulang ibu dan Santi ke rumah ,Santi membantu ibu masuk kedalam rumah dan mendorong kursi roda ke kamar ibu .
"san,,mbak mau berangkat kerja ya ,nanti mbak pulang jam 10 malam ,tolong jaga ibu ya san ." pesanku ke Santi .
aku masuk ke kamar ibu untuk pamitan ,dengan mengendarai motor matic tua aku menuju restauran ,tadi sudah ijin ke Bu Winda jika aku mengurus kepulangan ibu ,Bu Winda tidak keberatan .
sampai di restauran pengunjung sangat ramai ,restauran sea food Bu Winda memang sangat terkenal disamping masakan nya enak harga nya juga tidak terlalu mahal ,pas dikantong .
tugasku selain mengurus pembukuan atau keuangan restauran juga merangkap sebagai kasir ,dela langsung memberikan kursinya ke padaku saat aku datang dan dia kembali bekerja melayani pembeli .
"berapa semuanya mbak ,meja no 8 sama di bungkus dua porsi kepiting saos Padang dan udang saos tomat." suara laki laki dihadapanku mengalihkan Ku dari layar i pad kasir .
"semua 235 ribu pak ...." mataku membulat saat melihat laki laki yang berdiri dihadapan ku ,begitupun dengan nya dia nampak gugup .
"ayah,,,.tega sekali ayah....
belum sempat aku bicara ayah sudah memotong nya .
"sudah jangan banyak bicara,ini uang nya ,ambil sisanya buat kamu ." ujarnya dengan ketus lalu pergi menuju pintu keluar .
aku melihat diatas meja ada lima lembar uang seratus ribu ,aku tak mengambilnya ,hatiku terlalu sakit dengan sikap ayah ,disaat ibu sakit dan butuh ayah ,tapi ayah tidak pernah perduli malah makan makan di restauran entah dengan siapa.
__ADS_1
"hei,,key kamu kenapa nangis ." pak sendi manager restauran menegurku .
"ma...maaf pak sendi ..." aku buru buru menghapus air mataku dengan tissue .
"kenapa , kamu sakit key ,wajahmu pucat sekali ." tanya pak sendi lagi .
"nggak pak tadi lagi mikirin ibu dirumah ,maafkan saya pak ." aku mengambil uang diatas meja lalu memasukan kedalam laci .
pak sendi berjalan meninggalkan meja kasir menuju ruangannya dilantai dua, hatiku masih sedih mengingat sikap ayah tadi ,sedikitpun ayah tidak pernah merindukanku anak semata wayangnya ,sakit sekali bila ingat kejadian tadi .
jam sepuluh malam semua karyawan sudah pulang tinggal aku dan pak sendi ,aku segera mengambil tas ku dan bersiap untuk pulang ke rumah .
"key ,kamu pulang sama siapa ." tanya pak sendi saat turun dari lantai atas .
"saya bawa motor pak ." jawabku seraya membuka pintu depan restauran dan mempersilahkan pak sendi keluar duluan.
"makasih ya key,kalau gitu saya duluan ya ,hati hati bawa motornya." ujarnya sebelum masuk kedalam mobil .
aku mengangguk dan berjalan ke arah parkiran motor ,lalu pulang kerumah . di sepanjang jalan hatiku masih diselimuti kesedihan ,mataku kembali basah saat mengingat wajah ayah dan ibu ku .
dulu saat aku masih SD ayah sangat menyayangi aku dan ibu ,meskipun ayah pulang kerumah hanya Sabtu dan Minggu tapi ayah selalu perhatian denganku dan ibu .
ayah mulai berubah saat aku masuk sekolah menengah pertama ,ayah sudah jarang pulang dan jika aku sama ibu mencari ayah ke kantornya ,ayah pasti marah marah dan menyuruh kami pulang .
uang yang diberikan ayah juga menjadi sangat sedikit ,ibu terpaksa harus bekerja dirumah makan Padang demi memenuhi kebutuhan kami .
saat aku sudah SMA ,aku membantu ibu jualan baju yang diambil dari bos ibu pemilik rumah makan Padang ,setiap pulang sekolah aku menawarkan baju baju itu ke rumah rumah warga ,pernah seharian penuh jualan ku tidak laku ,aku pulang sambil menangis .
sejak saat itu ibu melarangku jualan dan memintaku fokus belajar ,,ibu mengambil pekerjaan lagi dengan mencuci dan setrika baju tetangga setelah pulang dari rumah makan .
sampai akhirnya ibu jatuh sakit ,ibu menderita asam urat kronis dan stroke ,perhiasan dari pemberian ayah dulu sudah habis terjual ,beruntung saat aku lulus sekolah langsung mendapat pekerjaan di restauran Bu Winda .
jam 22.20 aku sampai dirumah ,ku buka pintu depan dengan kunci cadangan yang selalu aku bawa ,aku mendorong motorku masuk kedalam rumah dan berjalan ke kamar ibu .
"mbak Keysa baru pulang ." Santi keluar dari kamar ibu saat aku baru mau membuka pintunya .
"iya San ,kamu kok belum tidur." tanyaku .
"barusan pengen ke kamar mandi ,eh pas buka pintu ada mbak key ." ujar Santi ,lalu dia beranjak ke belakang .
aku berganti pakaian dan masuk ke kamar ibu ,sepeti biasa aku tidur disamping ibu ,Santi aku suruh tidur dikamarku .
ku peluk tubuh lemah disampingku ,,aku sangat menyayangi ibu seperti beliau menyayangiku,semoga suatu saat nanti Allah membukakan pintu hati ayah untuk kembali kerumah ini ,menjalani hidup bersama Ku dan ibu .
aku terlelap dalam dekapan ibu .
__ADS_1