Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab. 44 menghawatirkan


__ADS_3

POV .Friska


******


aku mondar mandir dari kamar ke ruang tamu lalu ke teras ,sudah dua hari ini mas Hendri handphone nya nggak bisa di hubungi ,terakhir kirim pesan waktu mau berangkat ke desa di dekat lereng gunung ,apakah di hutan tidak ada signal ,aku masih berusaha untuk berfikir positip .


"Bu...di depan ada tamu ." ujar Rani menghampiriku .


"siapa ran..."aku sedikit heran karena tidak ada janjian mau ketemu seseorang .


"pak Johan .." jawab Rani .


aku bergegas ke depan menemui Johan ,dalam hati bertanya kenapa Johan kembali ke sini tidak bersama mas Hendri .


"mbk ...sehat mbak ." Johan masih berdiri di depan pintu .


"sehat han ..ayok masuk ." aku berjalan terlebih dahulu dan Johan mengikutiku .


" kamu pulang sendirian saja Han,,mas Hendri dimana ." tanyaku saat kami duduk berhadapan di ruang tamu .


"Hendri masih di Bengkulu mbak ,,saya pulang duluan,karena jujur setelah mendengar informasi dari kawan yang di Bengkulu ,saya takut untuk masuk kedalam hutan ,saya sudah mengajak Hendri untuk lapor polisi saja ,tapi Hendri menolak ." ujar Johan sambil menunduk .


aku kaget sekali mendengar penjelasan Johan ,kenapa dia tega meninggalkan mas Hendri di sana sendirian ,bagaimana nasib suamiku sekarang , handphone nya tidak bisa di hubungi .


"kenapa kamu tega ninggalin mas Hendri ,Johan ...seharusnya kamu temani dia ,bukankah kamu dari awal bilang siap untuk mendampingi suami ku ke Bengkulu .?"


"awalnya begitu mbak ,tapi aku tidak tahu jika mafia yang punya markas di gunung itu sangat berbahaya ,apalagi jalan menuju kesana sangat sulit dan harus berjalan kaki .' ujar Johan menatap ku Iba .


"jika besok mas Hendri belum ada kabar ,aku akan menyusul ke Bengkulu ,aku tidak tenang jika belum tahu kabar suamiku ." ucap ku pelan .


"lebih baik .bak Friska lapor ke kantor polisi yang dekat dengan hutan Pinus ,siapa tahu polisi akan membantu mbak Friska menemukan Hendri


" ujar Johan .


aku tak merespon ucapan Johan ,hatiku masih kesal melihatnya ,dia bukan tipe kawan yang setia ,buktinya belum apa apa dia sudah mundur dan meninggalkan kawanya sendiri di tempat yang belum pernah dikunjungi .


Johan seperti tidak enak hati berlama lama di sini ,dia berdiri dan pamit untuk pulang .aku mengantarnya sampai ke teras depan rumah .


siang ini aku harus ke toko ,stok baju di toko sudah menipis aku harus me ngecek kesana dan segera berbelanja ke Bu Yesi ,aku mengambil tas dikamar dan pergi ke toko mengendarai mobil .


sampai di toko seperti biasa Maya menyambut ku ,aku meminta catatan stok baju apa saja yang sudah habis dan harus aku beli .


setelah menerima catatan dari Maya ,aku langsung menghubungi Bu Yesi dan dan mengirimkan pesanan baju via chat .Bu Yessi menghitung semua belanja pesanan ku ,aku pun menyanggupinya dan akan segera mentransfer .


aku sangat bingung ketika akan mengirimkan uang ke rekening bu Yesi laporan nya selalu *saldo anda tidak cukup *,,aku mengecek saldoku dan rasanya aku mau pingsan ,saldo ratusan juta hanya tersisa tiga juta di rekening ku .


aku lihat di riwayat transfer ,ternyata uangku sudah di pindahkan ke dua rekening atas nama Tono Hariyanto dan Nanik Winarti .


ya Tuhan ternyata mereka berdua yang telah mencuri uangku ,aku lihat tanggal transfer sama persis saat aku pingsan di pukul Nanik .

__ADS_1


aku menangis sesenggukan ,dua rekeningku semua uangnya di kuras ,bahkan banyak sekali uang dari member yang memesan skin care yang belum aku kirim ke alamat mereka .


harus bayar pakai apa jika besok skin care datang kerumahku yang jumlahnya sangat banyak ,dan stok baju di kedua toko ku juga sudah sangat sedikit ,aku menangis ,air mata sudah tidak bisa aku tahan lagi .


"mbak Friska ... kenapa mbak.." Maya mendekatiku yang sedang menangis di meja kasir .


aku belum bisa menjawab pertanyaan Friska ,hatiku begitu hancur ,mana suamiku sampai sekarang belum ada kabar ,pada siapa aku akan mengadu .


Maya mengambil tissu dan memberikan padaku .selama ini aku sangat ceroboh menyimpan pin ATM di aplikasi keep .awalnya aku melakukan itu karena sering lupa memasukan pin atau password kadang sering tertukar ,ya tuhan begitu berat cobaan yang berikan pada ku saat ini .


"mbak ...tolong cerita ke saya ,ada apa ...siapa tahu saya bisa bantu mencarikan solusi atas masalah yang sedang mbak Friska hadapi ." ujar Maya sambil mengusap punggung ku .


reflek aku memeluk Maya,aku tumpahkan semua kesedihanku ke pundak Maya ,Maya diam dan menenangkan ku dengan mengusap punggungku .


"may...uang mbak hilang,semua di curi sama Nanik dan kakak nya ." ujarku masih beruraian air mata .


"apa mbak ....uang mbak yang dimana yang dicuri Nanik ." ? tanya Maya ,aku melihat mata Maya juga basah .


"ATM ku dibobol mereka nan,uangku diambil semua sama mereka hanya tersisa tiga juta ,jumlahnya hampir 800 juta ." dengan terbata bata aku menjelaskan ke Maya ,suaraku seolah susah sekali keluar dari mulut .


Maya nampak sangat terkejut ," apakah mereka mengambil uang mbak Friska waktu mbak di pukul sama Nanik di toko gading asri ." ?


"iya may ,,aku kira Nanik hanya mengambil uang yang ada di laci meja kasir ,tapi ternyata ATM ku juga dibobol ,aku teledor may ,pin dan password m - banking aku simpan di handphone." huhuhu..aku masih menangis ,hatiku sangat hancur .


"mbak harus segera lapor polisi mbak supaya nomor rekening mereka di blokir ,dan polisi akan mencari keberadaan mereka berdua ."


aku meminta Maya mengantarku ke kantor polisi terdekat ,rasanya aku nggak sanggup nyetir mobil dengan pikiran kacau seperti sekarang ini .


aku pernah ingat dulu Maya pernah cerita kalau kakak perempuannya adalah kawan kerja mas Dany ,nanti aku akan tanya ke mas Dany tentang cerita Maya .


akhirnya aku dan Maya keluar dari kantor polisi dan kembali ke toko ,seharusnya setelah aku bereskan belanjaan ku sama Bu Yesi aku akan ke kantor travel mas Hendri ,tapi hari ini aku tidak punya semangat untuk kesana ,,rasanya lelah sekali fikiran ku .


jam lima sore aku pamit ke Maya untuk pulang ke rumah ,saat sedang dijalan mengendarai mobilku handphone ku berbunyi .


"hallo ...."aku tidak melihat nama orang yang menelepon,langsung aku angkat .


"mbak Friska bisa kerumah sakit sekarang ,," terdengar suara Desi sambil menangis .


"ada apa Des..."


"kesini saja sekarang mbak ..tolong ya mbak ,aku tunggu ."


Tut...Tut...Tut...


Desi mematikan telepon ,aku membelokan mobilku mengarah kejalan rumah sakit,sampai ditempat parkir aku turun dan mengunci mobilku ,segera berjalan ke dalam rumah sakit .


di depan kamar bapak ,aku melihat Desi sedang menangis ,aku mendekati nya dan duduk disamping Desi .


melihat kedatanganku Desi langsung memeluk ku ,,

__ADS_1


"mbak ...bapak meninggal ." ujar Desi disela tangisan nya .


"inalilahi...ya Allah ," tubuhku seakan sudah tidak sanggup menginjak tanah ,cobaan dari Allah begitu berat dan hari ini aku mengalaminya berturut turut .


"mas Hendri kenapa tidak bisa di hubungi mbak,tadi ibu menanyakan mas Hendri sebelum pingsan ,sekarang ibu lagi di infus ,tubuhnya lemah sekali karena nggak mau makan ." ujar Desi ,suaranya menggambarkan kesedihan hatinya .


Desi bilang Arman suaminya sedang mengurus jenazah bapak ,aku menghubungi ibu ,Winda dan om rahman mengabarkan berita duka ini .


om Rahman bilang dia akan datang ke rumah sakit membantu mengurus jenazah bapak mertuaku ,aku dan Desi menemani ibu yang masih belum sadar .


setelah menandatangani beberapa berkas rumah sakit ,aku di suruh ke bagian administrasi untuk menyelesaikan biaya perawatan bapak ,aku bingung karena uang ku pasti tidak cukup ,dan kartu ATM .as Hendri di bawa saat dia pergi ke Bengkulu .


"mbak kok belum ke bagian administrasi ,? sudah ditunggu disana ." suara Arman membuyarkan lamunanku .


"ehm ...Arman bisa kita ngobrol sebentar di kursi itu ." aku menunjuk kursi yang berada di depan kamar ibu yang sedang dirawat .


Arman mengangguk dan berjalan mengikutiku .


setelah kami duduk aku mulai menjelaskan tentang musibah yang aku alami ,Arman kaget mendengar ceritaku ,apalagi tentang mas Hendri yang sampai sekarang belum bisa di hubungi .


Arman memanggil Desi dan kami musyawarah ,Alhamdulillah Desi masih ada tabungan untuk membayar biaya rumah sakit bapak ,rencana nya aku akan menjual mobilku dan nanti uangnya akan aku pakai buat modal usaha toko baju dan skin care ku ,dan memberikan ke Desi juga untuk bantu biaya yang sudah dia keluarkan .


om Rahman dan Arman ikut di mobil ambulan yang mengantar bapak pulang ke rumahku ,ibu sudah sadar dan minta segera pulang ,dokter dengan berat hati mengijinkan ibu pulang dengan banyak nasehat untuk kesehatan ibu .


aku pulang dengan ibu dan Desi ,sampai dirumah sudah ada beberapa warga yang datang membantu proses memandikan jasad bapak ,dan akan di makamkan besok pagi karena sudah malam .


ibu datang bersama Winda dan membantu di belakang bersama bulek Asni ,,aku sudah kehilangan tenaga ,apalagi sekarang aku sedang hamil muda tidak boleh melakukan banyak aktifitas dan banyak fikiran .


Johan datang kerumah dan menemuiku ,dia mengucapkan bela sungkawa ,Johan bilang dia akan menemaniku jika mau ke Bengkulu untuk melapor ke polisi tentang hilangnya mas Hendri .


Winda mengajaku masuk kekamar dan menyuruhku istirahat ,diadakan kamar aku ceritakan semua masalahku ke Winda ,dan kami menangis bersama ,Winda begitu iba melihat keadaanku ,hatiku sedikit lega sudah bercerita ke Winda .


"yang sabar ya mbak ...aku yakin mbak wanita kuat dan hebat ,,anggap saja ini cara Allah menaikan derajat mu ." ujar Winda menenangkan ku .


"mbak harus jual mobil win ,untuk menutupi kebutuhan konsumen skin care dan pelanggan baju ,mbak nggak mau dibilang penipu karena mereka sudah banyak yang transfer uang ." ujarku ke Winda .


"iya mbak...nggak papa ,nanti ada rejeki bisa beli mobil lagi ,yang penting mbak nggak mengecewakan pelanggan setia mbak Friska ." ujar Winda .


pagi jam sembilan bapak di rumahku di adakan shalat jenazah ,,ibu mertuaku berulang kali pingsan ,ibu dan bulek Asni menjaga ibu mertua di kamar ,dan jenasah bapak di bawa ke makam jam 10.45 menit .


ibu tidak mengijinkan ku ikut ke makam ,menurut ibu tidak baik untuk perempuan yang sedang hamil .


malam hari diadakan tausiah ,om Rahman di bantu beberapa warga untuk mengadakan acara mengirim doa ke bapak .


#


#


tolong dukungan nya ya kakak,,adek ,mom ...karyaku sedang ikut lomba ,bantu like,vote,dan komentarnya .

__ADS_1


next episode makin seru deh ..selalu baca setiap episode nya ya ,jangan sampai terlewat ♥️


__ADS_2