
POV . Friska
*******
selama satu Minggu saudara dan tetangga sekitar rumah mengadakan acara tahlilan untuk mengirim doa buat bapak ,malam ini hari ke tujuh acara tahlilan ,setelah memberikan kue dan uang seadanya tetangga yang hadir pamit untuk pulang kerumah masing masing .
Winda sudah kembali ke tempat kerjanya tiga hari yang lalu ,perusahaanya sangat membutuhkan orang seperti Winda u tuk mengembangkan profit perusahaan ,Winda berpesan agar aku jangan banyak fikiran dan kesehatan ku dan bayi yang ada di kandungan ku .
rencananya besok aku akan ke Bengkulu bersama om Rahman ,mobil belum jadi aku jual karena aku masih membutuhkan nya ,terpaksa aku menjual kalung dan cincin yang aku pakai untuk mencukupi kebutuhan kelurga ku .
keuangan di kantor travel mas Hendri juga sedang kacau ,karena kartu ATM di bawa mas Hendri dan hanya menyisakan uang kas yang tidak banyak .
kemarin karyawan mas Hendri menghubungiku mengabarkan bahwa jemaah umroh yang akan di berangkatkan dua Minggu lagi sudah menanyakan kepastian pemberangkatan ,sedangkan tiket saja belum dipesan dan semua data ada di laptop mas Hendri dan harus sepengetahuan mas Hendri .
hidupku saat ini benar benar hancur ,ini ujian paling berat Yang tuhan berikan dalam hidupku ,,aku sangat bingung menghadapi member yang menanyakan kapan paketnya dikirim ,belum lagi puluhan reseller yang sudah transfer uang juga menanyakan kapan paketnya diterima .
barang dari pabrik sengaja aku cansel karena belum ada uang untuk membayar nya ,mbak atifa sempat menghubungiku tapi aku tidak mengangkatnya ,aku bingung apa yang harus aku katakan jika mbak atifa menanyakan komplain para konsumen ku .
aku sudah menghitung jika mobil dijual itupun tidak cukup untuk membayar produk skin care yang seharusnya aku datangkan ,belum lagi tagihan baju bulan kemarin dari bu yesi belum aku lunasi.,Maya masih membantuku di toko tapi menurut Maya pembeli mulai sepi karena model baju hanya itu itu saja .
uang hasil penjualan perhiasan emas ku sebesar 15 juta ,itupun sudah aku kurangi untuk membayar Rani pengasuh amori ,memberi om Rahman ,dan membayar hutang belanjaan waktu mengadakan acara tahlilan ,aku tidak enak jika harus membebankan Desi lagi .
ibu prihatin sekali melihat keadaan ku ,tak hentinya ibu menasehati ku untuk tetap sabar dan tawakal ,ibu sekarang sudah tidak buka warung ,kondisi badanya sudah sering sakit sakitan kasihan jika harus kelelahan mengutus warung .
pagi jam delapan setelah mengantar amori aku pamit sama ibu mertua ,karena ibuku sudah pulang semalam bersama bulek Asni ,aku dan om Rahman hari ini akan ke Bengkulu mencari informasi tentang suamiku .
aku meminta bulek Asni tinggal dirumahku menemani ibu mertua ku dan amori ,aku terpaksa tidak memberi tahu ibu akan kepergian ku ke Bengkulu ,aku nggak mau ibu jadi kepikiran .
setelah satu hari lebih di perjalanan akhirnya kami sampai di kota Bengkulu ,aku dan om Rahman langsung menuju kantor polisi untuk memberikan laporan tentang suamiku .
"sudah berapa lama suami ibu masuk ke hutan Pinus ." tanya polisi di hadapan ku
"sudah hampir dua Minggu pak...,sehari sebelum masuk hutan dia masih menghubungi ku ,tapi setelah itu handphone nya tidak bisa di hubungi lagi ." aku memberi penjelasan ke pak polisi ,dan semua keterangan ku di ketik dengan mesin ketik manual .
__ADS_1
"apakah suami ibu tidak tahu jika mafia yang ada di hutan itu sangat berbahaya ...,kami pernah mengutus Anggota kami menyelidiki kesana ,tapi mereka menyerang anggota kami ,satu orang meninggal dunia ." ujar pak polisi sembari menatap ku .
"suami saya mungkin tahu pak ,tapi dia bertekad akan mencari orang yang sudah mencelakai bapaknya ,dan sekarang bapak nya sudah meninggal ,suami saya belum tahu ." tak kuasa aku menahan sesak dihati ,mataku sudah mulai lembab .
"kami akan berusaha mencari keberadaan suami ibu ,nanti jika ada perkembangan atau informasi tentang suami ibu akan kami hubungi ya Bu ." pak polisi di hadapan ku menyelesaikan ketikan nya .
aku mengajak om Rahman singgah di warung makan dipinggir jalan , sambil menunggu makanan di sediakan kami mengobrol .
"fris ....om menilai sepetinya polisi tidak begitu merespon laporan mu ,mereka
menganggap masalahmu bukan masalah besar dan sepertinya ada permainan disini .
aku sepemikiran dengan om Rahman ,karena aku pernah dengar dari cerita ibunya mas Dany kalau Jodi bos mafia sudah ditangkap polisi ,tapi mengapa mereka masih berkeliaran ,apakah Jodi menggerakkan anak buah nya dari dalam penjara...?"
entahlah ...
setelah makan di warung makan pinggir jalan om Rahman mengajaku untuk mencari penginapan untuk beristirahat sebelum kita kembali ke kampung kami .
aku memilih hotel yang ada di simpang limo ,sampai di hotel om Rahman memarkirkan mobil nya di area parkir hotel ,aku dan om Rahman segera turun dan berjalan menuju meja resepsionis .
"dua kamar Single ya mbak .." jawabku sembari menyerahkan KTP ku .
setelah menyelesaikan pembayaran ,mbak pegawai hotel membawa ku ke kamar yang letaknya dilantai dua .
"silahkan pak,Bu ...ini kamarnya dan ini kuncinya ,,bisa menghubungi kami menggunakan telepon diatas meja jika ada yang perlu kami bantu ." ucapnya sambil tersenyum ramah .
aku menerima kunci dari pegawai hotel,begitu juga om Rahman dan masuk ke kamar masing masing .
aku segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang seharian belum mandi ,selesai mandi aku duduk di tepi ranjang ,aku mengambil dompetku dari dalam tas dan hendak menyimpan di laci bawah meja ,saat aku Manarik laci ada foto berukuran kecil tergeletak disana .
aku mengambil foto itu ,dan mataku membulat saat melihat foto Siska ,aku membalik foto itu disitu ada nama Siska dan nomor ponsel nya ,agh...kenapa ada foto Siska disini apakah dia pernah menginap disini .? benak ku di penuhi tanda tanya.
aku memandangi foto Siska ,apa benar ini nomor handphone nya ,apa aku harus menghubungi Siska ,siapa tahu Siska punya informasi tentang mafia hutan Pinus .
__ADS_1
aku mencoba menghubungi nomor yang ada di balik foto Siska ,tidak aktif.aku menekan nomor nya berulang kali namun tetap saj tidak bisa di hubungi .
aku menyimpan foto Siska kedalam dompetku siapa tahu nanti ada gunanya , aku melihat jam di ponselku sudah pukul 22.45 menit ,segera ku rebahkan tubuhku untuk beristirahat .
aku terjaga saat mendengar ada orang berbicara di depan kamar ku ,aku melepas selimut yang menutupi tubuhku dan berjalan perlahan ke arah pintu .
ada suara dua orang laki laki ,aku berdiri di dekat pintu mendengarkan pembicaraan mereka .
"kamu serius waktu itu tidak membocorkan informasi tentang markas bos di hutan Pinus ." tanya seorang pria ke teman nya .
"tidak..do..aku hanya mengatakan bahaya sekali jika berurusan dengan mereka ,entahlah mereka sekarang pulang ke kampungnya atau tetap kesana ." jawab pria yang ditanya .
deg
mereka membicarakan markas hutan Pinus ,apa ada sangkut pautnya dengan Jodi dan anak buahnya ,,? lalu siapa orang yang ada diluar ini ,apa maksud pembicaraan mereka ,,aku penasaran sekali tapi jika aku buka pintu ini pasti mereka curiga .
aku mondar mandir di kamar,jam di ponsel ku menunjukan waktu 02.20 sini hari ,aku mengintip dari celah pintu ,dua laki laki itu masih berdiri didepan kamarku ,pria berbaju seragam hotel wajahnya mengarah ke kamarku ,aku melihat name tage di saku bajunya *Rafli *
ternyata dia pegawai hotel disini ,lalu siapa laki laki yang berdiri membelakangi kamarku ,,tidak terlihat sama sekali .
tak lama mereka pergi ke arah tangga ,pasti mereka akan turun kebawah ,.aku membuka pintu perlahan ,benar saja mereka menuruni tangga menuju ke bawah ,aku melangkah menuruni tangga .
saat melewati depan meja resepsionis,pegawai perempuan menyapa ku . " ada yang bisa di bantu Bu ." sapanya ramah .
"nggak ada mbak ,saya hanya pengen duduk disini,soalnya lagi nggak bisa tidur ." jawabku sembari melemparkan senyum .
aku duduk di sofa lobby hotel ,pria yang tadi ngobrol didepan pintu kamar ku lewat ,tapi dia hanya sendiri ,kemana temanya tadi." bathinku penasaran .
rupanya pria tersebut menuju ke arah pintu dan menyambut seorang laki laki yang di panggilnya bos besar ,,aku melihat kaki laki yang memakai kemeja biru dan celana jeans .
"hah,, bukankah itu Seno suaminya mbak atifa yang dulu selingkuh dengan Siska ." aku menunduk memainkan ponselku ,jangan sampai suaminya mbak atifa melihatku
pria yang bernama Rafli mengantar Seno suaminya mbak atifa ke lantai atas ,,tak lama ada seorang pria membawa wanita cantik berambut pirang dan berkulit bersih masuk kedalam hotel dan menuju lantai dua .
__ADS_1
"siapa mereka dan apa tujuannya ke hotel ini ,aku semakin penasaran saja dengan orang orang yang aku temui disini ,aku akan ceritakan besok ke om Rahman apa yang aku lihat malam ini.
aku meminta segelas kopi ke pegawai hotel ,aku putuskan untuk tinggal di hotel ini beberapa hari kedepan untuk menyelidiki orang yang aku temui tadi .