Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab.16 bukan istri yang baik


__ADS_3

POV. ( Bu Narti - ibu mas Danny)


▪️▪️▪️▪️▪️


aku sedang melayani pembeli di warung sembako ku yang ada di depan rumah,,Bu helma belanja cukup banyak karena nanti malam mendapat giliran acara yasinan rutin ibu ibu.


"Bu helma minyak masih mahal,mau beli berapa liter ." tanyaku ke Bu helma .


"dua kemasan yang isi dua liter Bu ,cukup lah buat goreng ayam sama kerupuk ." sahut Bu helma.


aku men total belanjaan Bu helma dan memasukan ke dalam dua kantong plastik besar,isinya bihun ,telur,minyak,gula ,kerupuk,terigu,penyedap makanan kopi bubuk dan teh.


Bu helma menerima kantong plastik yang aku sodorkan dan membayar belanjaan .


"bu Narti ,Friska sekarang usahanya semakin besar ya,kemarin pas saya kerumah anaku di gading asri ,saya lihat Friska buka toko cabang ,ruko nya besar dua lantai." ujar Bu helma .


"masa sih Bu,saya malah gak tau, Bu helma ketemu sama Friska di toko nya .?"


"gak ketemu si Bu cuma saya lihat Friska, pas saya mau kepasar saya lihat Friska lagi sibuk menyusun dagangan di toko nya ,saya gak sempet menyapa Friska karena cucu saya minta masuk ke toko mainan di sebelah toko Friska.ucap Bu helma sembari pamit membawa belanjaan .


aku masih belum percaya atas omongan Bu helma,apa iya Friska buka toko cabang di gading asri apa dia pake uang hasil penjualan rumah ,itu kan bagian buat sekolah amori aku gak akan rela jika uang cucu ku di pake sama Friska.


Tring....Tring...


ponsel ku berdering,aku buka etalase tempat menaruh rokok dagangan dan ku ambil ponselku,ada panggilan dari nomor baru .


{hallo selamat siang." sapa suara laki laki diseberang sana}


{siang,ini siapa ya ,ada perlu apa telepon saya}


{maaf apa saya bicara dengan Bu Narti.}


{iya benar saya sendiri ,ada apa ya.}


{anak ibu Danny tadi pingsan di rumah makan ,sekarang dirawat di rumah sakit mitra keluarga,dimohon ibu segera ke rumah sakit ,}


{iya mas nanti saya kesana }


aku mematikan ponselku dan meletakan kedalam tas,warung segera aku tutup ,Lina sedang belanja keperluan salon nya ,,,aku harus menghubungi Siska,apa dia belum tau Danny masuk rumah sakit,kenapa orang lain yang mengabari ku.


aku cari kontak Siska di ponsel ku dan langsung menghubunginya ,tapi tidak diangkat,aku coba lagi sampai tiga kali tetap tidak diangkat .


"aduh Siska ini kemana sih di telepon susah banget.


aku hubungi Lina juga gak diangkat ,kesal sekali rasanya,aku keluar menuju rumah Bu helma .


tok ....tok....tok.


pintu rumah Bu Helma aku ketuk,dan keluar Bu helma .


"ada apa Bu Narti ," tanya Bu helma di balik pintu.


"Arya ada gak Bu ,saya mau minta tolong anterin ke rumah sakit mitra keluarga ." sahutku .


"siapa yang sakit Bu ,Ayuk sini masuk dulu ." Bu helma melebarkan pintunya dan menyuruhku masuk kerumah.


"barusan saya dapat telepon dari rumah sakit mengabarkan Danny pingsan di rumah makan,saya hubungi Siska dan juga Lina ,dua duanya gak angkat telepon saya.


"kok bisa ya Bu Siska kan istrinya apa dia gak tahu Danny masuk rumah sakit ,ya udah Bu Narti tunggu disini saya panggil Arya dulu ."


Bu helma ke belakang dan keluar bersama Arya anaknya .


"Ayuk Bu Narti saya antar kerumah sakit,ini helm nya di pakai ya Bu." ujar Arya sembari memberikan helm padaku .


lima belas menit perjalanan aku dan Arya Samapi di rumah sakit mitra keluarga,Arya mengantarku di depan loby rumah sakit dan langsung pamit pulang.


aku berjalan menuju bagian informasi menanyakan keberadaan Danny ,ternyata masih di ruang IGD karena menunggu pihak keluarga datang.


aku masuk ke ruang dimana Danny berada ,ada selang infus ditangannya,Danny belum sadar menurut perawat yang aku tanya dokter bilang ada darah menggumpal di otaknya akibat benturan yang cukup keras,aku di sarankan segera menemui dokter Ridwan yang menangani Danny.


aku dibawa perawat ke ruangan dokter ,setelah duduk menunggu sekitar lima menit dokter menemuiku,dokter Ridwan menyarankan agar Danny segera di operasi karena jika tidak dioperasi Danny akan mengalami kelumpuhan atau stroke .

__ADS_1


aku menangis mendengar ucapan dokter Ridwan ,kasian sekali Danny dan sampai sekarang aku belum tahu kenapa Danny bisa pingsan di rumah makan ,dimana Siska kenapa dia gak menghubungiku .


aku mencari ojek di depan rumah sakit,aku harus kerumah Siska sekarang ,sampai dirumah Siska ada mobil Siska di halaman rumah ,berati Siska ada di rumah .


sis...Siska ...


tok...tok...tok...


tidak ada sahutan dari dalam ,aku coba membuka pintu ,ternyata pintu tidak di kunci ,aku melangkah masuk saat sampai diruang tengah aku mendengar ada suara dari dalam kamar Siska,aku berdiri tepat di depan pintu kamar,suara itu semakin jelas.


aku menutup kedua telingaku ,,suara ******* laki laki dan perempuan yang sedang berpacu bersahutan, ya tuhan Siska ada didalam kamar dengan siapa ,,,aku mangetuk pintu kamar Siska,tidak ada sahutan ,aku menekan handle pintu dan pintu terbuka sedikit.


jantungku rasanya mau copot melihat pemandangan di hadapanku,Siska sedang bergumul dengan laki laki tanpa mengenakan sehelai baju ,aku geram sekali melihatnya ,Danny sekarat di rumah sakit tapi Siska tidak memperdulikannya .


Siska ..!!


aku berteriak memanggil Siska .suaraku serak dan air mata sudah membanjiri kedua pipi ku.


Siska molancat dari atas tubuh pria kekasihnya menyambar selimut dan menutupi tubuhnya .


"i...ibu kenapa ada disini ." ujar Siska sembari mengambil pakaian kekasihnya dan melemparkan ke tubuh lelaki yang sedang duduk diatas tempat tidur.


"kamu perempuan gak tahu diri Siska ,Danny sekarat dirumah sakit dia harus segera di operasi untuk menyelamatkan nyawanya tapi kamu malah berzinah dengan laki laki lain,keterlaluan sekali kamu sis." nafasku sesak sekali .


"ibu harus ingat ya saya sama mas Danny hanya nikah sirih ,,tidak ada ikatan apa apa,sekarang saya sudah tidak perduli sama mas Danny Bu ,." Siska bicara seperti tidak ada beban .


"kalau kamu tidak perduli sama Danny ,kamu harus mulangin uang hasil penjualan rumah yang Danny kasih ke kamu,! aku bicara lantang ke Siska .


"uang sebagian sudah buat mas Danny nambah barang di bengkelnya ,sisanya hak saya Bu ,rumah dan mobil itu juga dari keuntungan usaha saya bukan dari mas Danny ." Siska bicara dengan suara tinggi .


"sekarang kamu kerumah sakit sis,bantu biaya buat operasi danny ,saya akan mencari penyebab siapa yang sudah mencelakai Danny kalau sampai ketemu orangnya ,akan saya laporkan ke pihak berwajib ." ujarku .


entah mengapa mendengar ucapan ku Siska diam ,laki laki yang bersamanya tadi sudah keluar dari kamar mandi dan duduk di sofa samping tempat tidur .


"sekarang ibu pulang saja ,nanti saya antar Siska kerumah sakit ,saya akan bantu lima puluh persen biaya rumah sakit ,sisanya ibu cari sendiri ya ." ucap laki laki itu dengan mata menyorot ku .


"saya akan kembali kerumah sakit sekarang,saya tunggu kalian ya jika tidak datang,saya akan suruh orang jemput kalian ." ujarku mengancam .


"sampai dirumah sakit aku kembali menuai dokter Ridwan menanyakan biaya operasi danny .


"untuk biaya operasinya seratus lima puluh juta Bu, anak ibu hanya punya waktu tiga hari jika tidak dioperasi akan fatal akibatnya ." aku menyimak penjelasan dokter Ridwan .


ya Tuhan dari mana aku dapat uang sebanyak itu ,sedangkan dokter hanya memberi waktu tiga hari Danny harus dioperasi ,meskipun Siska bisa bantu itu hanya lima puluh persen ,sisanya aku harus cari kemana .


aku masih duduk di ruangan dokter Ridwan ,aku menangis menyesali,selama ini aku sudah menghina Friska dan membanggakan Siska ,ternyata Siska bukan istri yang baik buat Danny.


•••••••


aku beranjak dari ruangan dokter ,diluar dekat taman aku menelepon orang yang mengabari ku Danny dirumahsakit,menurutnya dia bertugas membawa ambulan ketika dapat informasi ada yang harus dijemput karena kondisinya kritis,dia langsung meluncur ke tempat yang di tunjukan dari si penelepon ,aku menanyakan alamat rumah makan tempat Danny pingsan .


aku berangkat menuju rumah makan yang letaknya dekat pasar gading asri ,sampai disana sudah jam 17.40 menit rumah makan kelihatan sepi ,aku masuk dan bertanya pada karyawan dimana pemilik rumah makan .


"ada apa cari saya Bu," tanya seorang laki laki bertubuh subur .


"saya mau menanyakan kejadian yang menimpa anak saya kemarin pak ,sekarang anak saya ada dirumah sakit keadaanya kritis." ujarku sedih.


"saya waktu itu melihat seorang perempuan berambut pirang coklat masuk bersama pria berbaju biru,saat mereka sedang makan ada laki laki datang dan marah marah ,terus mereka berkelahi dan laki laki yang datang itu pingsan kepalanya membentur tembok ." jawab pemilik.rumah makan .


"apa bapak tau nama laki laki dan perempuan yang berambut pirang.?"


"saya hanya tahu perempuan itu memanggil laki laki yang bersamanya Seno dan perempuan itu kalau tidak salah Siska namanya Bu ." jawabnya


"hah..! berarti laki laki bernama Seno yang sudah menghajar Danny sampai pingsan,kenapa Siska gak membawa Danny kerumah sakit tapi malah menyuruh petugas ambulan menelpon ku ." aku tak habis pikir.


"jadi perempuan yang bernama Siska itu yang kasih nomor kontak saya ke petugas ambulan ya pak."tanyaku lagi .


"bukan Bu yang ngasih nomor ibu perempuan pakai hijab dia sepertinya kenal dengan anak ibu ," kalau perempuan yang bernama Siska langsung pergi diajak sama teman prianya."


"perempuan pakai hijab siapa dia ." bathin ku .


"siapa nama perempuan yang pakai hijab pak ."

__ADS_1


"saya gak tau namanya Bu dia datang berdua sama perempuan juga terus pas lihat anak ibu pingsan dia terlihat panik dan membantu menaikan ke mobil ambulan ."


"apakah itu friska ,ya Tuhan apa Friska masih punya rasa kasihan ke Danny setelah tersakiti dengan hadirnya Siska.


aku kembali kerumah sakit,Lina sudah bisa aku hubungi dan aku memintanya datang kerumah sakit.


"Bu mas Danny belum sadar ya sampai sekarang ,terus mbak Siska kapan kesini Bu ,aku gak bisa lama lama disini harus melayani pelanggan salon ku ." ujar lina padaku .


"Danny harus di operasi Lin dokter bilang biaya operasi seratus lima puluh juta dan Siska mau membantu lima puluh persen ,kita harus cari kekurangan nya karena dokter hanya memberi waktu tiga hari .


aku dan Lina diam belum tahu harus cari kemana uang tujuh puluh lima juta.


••••••


keesokan harinya Siska datang kerumah sakit, dia mengajaku bicara .


"Bu kemarin ibu bilang dokter kasih waktu mas Danny operasi sampai lusa ,sekarang saya nanya ibu sudah ada belum uang kekurangannya.tanya Siska .


"ibu uang dari mana sis,tolong kamu bantu biaya operasi Danny ,nanti ibu ganti uangnya sis,kasian Danny ." aku memohon ke Siska.


"saya gak ada uang Bu ,semua tabunganku sudah aku belikan barang ,ini pun uang dari mas Seno,kenapa ibu gak pinjam ke Friska dia kan ada uang bagian penjualan rumah ." ucap Siska .


"uang itu buat tabungan amori sekolah sis ,ibu gak berani minta ke Friska ."


"ya terserah ibu saja ,aku mau kasih uang nya jika ibu sudah ada kekurangannya,karena jika aku kasih sekarang ke ibu tapi ibu gak bisa melengkapi percuma kan bu.' ujar Siska .


aku diam mendengar ucapan Siska , Siska sudah sangat keterlaluan,jika Siska tidak selingkuh dan Danny tidak berkelahi dengan kekasih Siska,tidak akan terjadi seperti ini .


"kamu keterlaluan sis ,kamu sudah selingkuh dan sekarang Danny sakit butuh biaya buat operasi tapi kamu tidak mau membayar biaya operasi ." aku menatap Siska nanar.


"saya sudah bilang Bu ,saya bisa bantu separuh biaya rumah sakit ,sisanya ibu cari sendiri ,mintalah ke Friska Bu susah amat ." Siska tetap teguh dengan pendiriannya .


Siska sudah pergi dari rumah sakit,sejak dia datang tidak sedikit pun Siska menyentuh tubuh Danny yang terkulai lemah ,dia hanya berdiri di dekat pintu dan sekarang sudah pergi lagi .


ya Tuhan ternyata selama ini aku salah menilai ,Siska yang aku anggap menantu yang baik dan pengertian ternyata adalah perempuan yang berhati kejam ,kemana aku harus mencari pinjaman untuk operasi Danny .mataku basah aku menangis melihat kondisi Danny dan nasibnya yang begitu menderita .


aku akan mencoba mendatangi Friska ,biarlah aku menanggung malu asalkan Danny bisa di operasi ,mau minta tolong kesiapa lagi ,yoga anak sulung ku gak bisa diandalkan dan dia tinggal jauh di luar pulau .


sore hari setelah Lina datang gantian menjaga Danny aku pergi kerumah Friska .


dengan naik ojek aku sampai dirumah Friska ,ternyata Friska tidak ada dirumah hanya ada ibu nya dan amori .


Friska ada di toko baju nya dan Winda adik Friska sedang kuliah ,setelah basa basi sebentar aku pun pamit dengan besan Ku dan pergi ke toko. Friska .


Friska terkejut melihat kedatanganku ,tapi Friska tetaplah perempuan yang baik dia tetap bersikap lembut dan mengajaku masuk ke toko nya .


"silahkan duduk Bu,dan ini diminum air nya ." Friska menyapaku ramah.


"terimakasih fris,'"


"ada apa ya ibu kemari menemuiku ." tanya Friska .


"begini fris apakah kamu tahu Danny ada dirumah sakit ,dia terluka saat berkelahi di rumah makan dengan kekasih Siska ,kondisinya sangat memprihatinkan harus segera di operasi ."


"iya Bu saya tahu kebetulan saya ada Disana pas kejadian ,dan saya juga tahu jika Siska selingkuh dengan laki laki yang bersamanya ." Friska menjawab tenang .


aku diam mendengar ucapan Friska ,jadi dia sudah tau semuanya,aku malu karena selama ini aku selalu membela Siska .


"maaf Bu apa tujuan ibu datang kesini menemuiku ." tanya Friska .


"ehm...kamu kan masih istrinya Danny,ibu minta tolong sama kamu fris bantu biaya operasi Danny ,Siska akan bantu separuh dan separuhnya lagi ibu minta tolong sama kamu fris ,ibu pinjam nanti pasti ibu ganti fris." ujarku mengiba .


aku lihat Friska menatap ku dan menghela nafas besar .


"saya sebenarnya sudah mepersiapkan berkas untuk mendaftar kan gugatan cerai mas danny bu karena saya merasa mas Danny tidak bisa bersikap adil dan dia terlalu lemah ." ucap Friska padaku .


"maaf Bu saya belum bisa kasih keputusan sekarang bisa atau tidak saya membantu mas Danny,karena uang itu hak nya amori ,saya harus mempertimbangkan banyak hal Bu ." Friska bicara sambil menatapku .


akhirnya aku berpamitan pulang dan berharap Friska mau membantu biaya operasi Danny .aku kaget saat Friska bicara akan menggugat cerai Danny ,,,ya tuhan Friska istri yang baik ,berilah kesempatan Danny untuk bisa melanjutkan rumah tangga Dengan Friska .


••••••••••••••••••|

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2