
POV. (Friska )
amori menangis saat aku angkat dari pangkuan mas Danny, mungkin amori masih kangen sama papa nya aku dan Winda baru saja pulang dari apotik membeli obat untuk ibu ,tadi pas lagi nunggu antrian pengambilan obat resep yang di berikan dokter mas Danny telepon dia bilang ada yang mau di bicarakan dengan ku.
aku menyuruhnya menunggu dirumah ibu karena sedang membeli obat ,ibu sedang sakit,gula darah nya naik,sudah aku bawa ke dokter tadi siang,dan dokter memberikan resep obat untuk di tebus di apotik.
aku meminta mbak wanti menemani ibu saat aku mau pergi bersama Winda,setelah membeli obat aku dan Winda segera kembali pulang ,hari sudah mulai gelap sebentar lagi magrib tiba .
perjalanan menuju rumah ibu macet karena ada perbaikan jalan ,jam 18.45 aku baru sampai rumah ibu ,Winda langsung kekamar ibu ,aku dan amori duduk diruang tengah menemui mas Danny
"amori sini sama papa,udah lama papa gak gendong kamu." ujar mas Danny sembari mengambil amori dari tangan ku .
"gimana punya waktu mau gendong anak,sudah sibuk ngurusin istri baru dan usaha baru." jawabku sinis.
"bukan begitu fris ,aku tetep inget sama kamu dan amori,karena Sampai detik ini kamu masih istri Ku,hanya saja jika aku mau keluar rumah Siska selalu melarangku, dan jika aku tidak mengikuti kemauannya dia akan mengadu sama ibu dan kakak nya Andre." jelas mas Danny sembari menghela nafas berat.
"kamu jadi laki laki sangat lemah mas gak punya prinsip dan gak punya keberanian untuk melawan istri muda mu, jika kamu merasa tertekan ,aku gak jamin mas bisa mempertahankan perkawinan kita ." jawabku .
"aku bingung fris,mas Andre selalu ikut campur tentang rumah tanggaku dan dikit dikit main ancam,bahkan usaha yang di kelola Siska itu ada campur tangan mas andre disana ,aku gak di ijinkan ikut campur dalam usaha Siska .' sahut mas Danny .
"berhentilah mas kamu ngeluh ke aku,intinya kamu lemah tidak punya pendirian ." jawabku .
saat aku mau bicara lagi dengan mas Danny ada suara ketukan di pintu ,Winda yang lagi dikamar ibu keluar membuka pintu
aku mendengar Winda bicara dengan Siska diluar ,gak lama Siska masuk ,dan mengajak mas Danny pulang ,Siska sepertinya mau pamer kalau dia punya mobil ,Hem..norak sekali tingkah nya,aku muak melihat Siska ,apalagi saat dia mencolek pipi amori dan mengatakan mau mengajak amori jalan jalan pake mobil nya.
setelah mas Danny dan Siska pulang ,aku menggendong amori ke kamar ibu ,Winda sedang memijit kaki ibu ,aku duduk di tepi ranjang .
"kamu kenapa sis, seperti nya lagi kesal ." ibu bertanya seraya menatap ku.
"gak papa Bu tadi ada Siska datang kesini dan omonganya bikin aku kesal,sekarang mereka sudah pulang kok Bu ." jawabku sambil tersenyum.
"biasa Bu kalau ada Siska pasti selalu bikin masalah,padahal waktu baru datang aku sudah mengingatkan untuk tidak cari ribut,tapi mana didengar sama dia."Winda ikut kesal melihat tingkah Siska.
"ibu minta sama kamu fris,jika kamu masih mencintai Danny kembalilah sama suamimu,karena seorang istri harus ada didekat suaminya dan melayani kebutuhan suami,meskipun kamu tidak mau hidup serumah dengan madu mu tapi jika Danny kesini menemuimu perlakukan dia dengan baik dan layani dengan baik,tapi jika kamu sudah tidak mencintai Danny dan merasa hidup mu menderita minta cerai fris,perempuan itu harus punya status pasti, jangan menggantung ."ujar ibu.
aku terharu mendengar ucapan ibu,memang benar sekarang status ku tidak jelas karena aku masih istri sah mas Danny tapi aku tidak mendapatkan hak ku sebagai istri begitupun dengan mas Danny .
amori berulang kali menguap dan mengucek mata nya ,aku menggendong nya ke kamar ku ,ku rebahkan amori di atas tempat tidur dan aku ke belakang membuatkan susu untuk nya ,dan menemani amori tidur .
\`\`\`\`\`\`\`\`
pukul 09.50 pagi aku sampai didepan rumah mbak Yuni di desa gading asri, aku sudah mengirimi maya pesan jika aku agak siangan datang ke toko.
aku mengetuk pintu rumah mbak Yuni yang terlihat sepi,tak lama kemudian mbak Yuni membuka kan pintu sambil menggendong anak nya .
"eh Friska Ayuk masuk." sapa mbak Yuni, aku masuk kerumah mbak Yuni dan duduk diruang tamu ,mbak Yuni membawa anaknya ke belakang dan keluar membawa segelas teh manis dan sepiring lapis legit.
"diminum fris,ini ada lapis legit kemarin ada kawanku dari kota balam datang kemari bawa oleh oleh ini ." ucap mbak Yuni sembari duduk di hadapan ku .
"iya mbak makasih,Oya ini bandeng pesanan Mbak Yuni." aku memberikan kotak berisi bandeng presto .
mbak Yuni masuk lagi ke belakang menyimpan bandeng presto dikulkas.
"mbk rukonya ada dimana dan sewa pertahun nya berapa." tanya ku saat mbak Yuni kembali duduk di hadapan ku.
"kalau dari sini sebelum pasar fris,di samping sekolah SMA persada ,gampang kok nyarinya ,nanti ya kita lihat kesana ,nunggu pengasuh anak ku datang ." ujar mbak Yuni.
"kalau masalah sewa terserah kamu aja fris ,sewajarnya saja fris." ucap mbak Yuni
__ADS_1
aku tersenyum mendengar ucapan mbak Yuni, aku mengambil sepotong lapis legit ,rasanya enak sekali,kami pun melanjutkan obrolan .
"fris ,maaf kulit wajah kamu bagus hanya sepertinya kamu kurang perawatan ,kalau kamu mau cobain krim yang aku pake fris,dulu wajahku juga sama kaya kamu tapi setelah pake sekarang kamu lihat kan perubahan nya .
benar kata mbak Yuni sekarang kulit wajah nya putih mulus,glowing banget,aku jadi teringat ejekan Siska yang mengatakan aku jelek dan kampungan,mungkin aku harus coba pake krim dari mbak Yuni ."
"boleh mbak nanti aku beli sama mbak Yuni ya ." ujarku.
"beli nya bukan di aku fris tapi kawan ku yang di kota balam,kemarin dia kesini nawari aku untuk jadi reseller nya ,tapi aku menolak karena gak bisa jualan fris,"ujar mbak Yuni tertawa.
"oh bisa jadi reseller nya juga ya mbak Yuni." tanyaku.
"iya fris ,dia Kam distributor ,itu krim banyak artis yang makai Lo fris dan kata kawan ku di wilayah sini belum ada yang jadi reseller ,ini kesempatan bagus fris kalau kamu mau."ucap mbak Yuni antusias.
"iya mbak nanti aku coba pake dulu kalau sudah ada hasilnya aku mau jadi reseller .jawabku,aku dan Mbak Yuni naik motor pergi melihat ruko setelah pengasuh anak mbak Yuni datang.
lima menit perjalanan kami sampai di depan ruko ,mbak Yuni membuka pintu ruko,,aku ikut membantu menarik pintu depan ruko,mbak Yuni masuk dan menghidupkan lampu,aku mengikuti mbak Yuni masuk kedalam ruko.
ruko dua lantai berukuran 5x8,aku melihat bagian belakang ruko,ada kamar mandi dan wastafel buat cuci piring, aku naik kelantai atas di atas juga ada kamar mandi yang ukuranya lebih luas dari pada di bawah.
setelah puas melihat ruko aku mengantar mbak Yuni pulang ,aku pamitan sama mbak Yuni dan melajukan kendaraan ke arah toko baju ku.
sampai di toko aku melihat Maya sedang berdebat dengan seseorang,aku turun dari motor dan menghampiri Maya dan perempuan yang sepertinya karyawan toko sebelah .
"ada apa ini may,kenapa ribut didepan toko." aku menegur Maya.
"perempuan ini cari gara gara mbak,tadi dia majang motor melewati batas,masa dia pajang motor di depan toko kita,sudah aku tegur baik baik dianya malah nyolot,main ancam mau dilaporin ke bos nya katanya mbak."
aku kaget mendengar penjelasan Maya,apa maksudnya karyawan Siska majang motor di depan toko ku apa siska sengaja mau cari ribut dengan ku.
kenapa kamu taro motor pas di depan toko ku.?"
"saya disuruh bos Siska mbak."jawab nya sambil menunduk.
"ok sekarang kamu aku maafkan ,lain kali jika masih terulang lagi aku akan menindak tegas." ujarku ke karyawan Siska.
aku mengajak Maya masuk ke toko ,aku bangga sama Maya dia begitu setia bahkan mau berdebat untuk membela ku,kerja nya juga bagus,semenjak dia kerja denganku pembeli semakin banyak ,aku harus memberikan bonus buat Maya biar dia nambah semangat bekerja .
"may,aku mau buka cabang baru di dekat pasar gading asri ,kamu bisa Carikan karyawan buat bantu kamu disini ,nanti kamu akan jadi asisten pribadi Ku,mengawasi karyawan dan mengatur penjualan online,aku sudah pesan sepuluh ball bermacam macam model baju kemungkinan dua hari lagi sampai .
"iya mbak Friska ,siap." ucap Siska sambil meletakan telapak tangan di keningnya ,aku tersenyum melihat tingkahnya .
•••••••••
Bu Yessi sudah menghubungiku mengabarkan barang yang aku pesan sudah dikirim,kemungkinan hari ini sampai.
aku meminta Winda membantu ku menyiapkan dagangan di ruko cabang, amori sudah di ambil mbak wanti sejak pagi tadi ,ibu kondisinya sudah membaik tapi aku belum mengijinkan ibu membuka warung ,jam sembilan pagi aku dan Winda berangkat ke toko cabang.
"mbak ruko nya besar ya,Deket pasar lagi." Winda memperhatikan bangunan ruko saat kami tiba .
aku buka pintu ruko ,didalam sudah ada etalase,manikin dan gantungan baju sudah aku pesan , hari ini jam dua siang barang pesanan Ku Sampai.
aku dan Winda duduk didalam ruko di meja kasir sambil menunggu barang dari Jakarta sampai .waktu shalat dhuhur tiba,aku mengunci ruko dan menuju masjid bersama Winda, selesai shalat kami pergi ke rumah makan untuk membeli nasi buat makan siang di ruko.
saat baru sampai di pintu rumah makan aku mendengar suara ribut ribut di dalam .
"makanya kalau sudah punya suami jangan selingkuh,jadi ribut kan suaminya ,sampai adu jotos gitu." seorang ibu keluar dari warung makan sambil ngomel.
brukk...prraaannggg...
__ADS_1
piring dan gelas berjatuhan dari atas meja,seorang laki laki tersungkur menghantam meja,,lalu bangkit dan menendang perut laki laki berbaju biru,,membuatnya terjengkang.seorang perempuan berteriak melerai tapi tak dihiraukan.
aku tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang sedang berkelahi karena tertutup punggung orang yang sedang menonton kejadian itu .
"mas Danny ...mas Seno ...
hentikan ,suara wanita kembali terdengar ,aku dan Winda kaget dan saling berpandangan ,setelah mendengar wanita itu menyebut nama mas Danny.
"laki laki sialan ,bisa nya mengganggu istri orang.
bruk...aku lihat mas Danny menendang kaki laki laki yg mungkin namanya seno .
"kamu yang sialan dan gak berguna ,makanya istri mu lebih memilih Ku ,dan sebentar lagi dia akan meninggalkan mu,,,rasakan ini.
bugh..bugh....
mas Dani terjungkal saat kaki Seno menghantam dada nya .tubuhnya melesak ke belakang dan berhenti menghantam tembok ,dari mulutnya keluar darah,mas Danny pingsan .
Siska menjerit dan menghampiri tubuh mas Danny ." mas Seno tolong bantu angkat mas Danny ke mobil ku ,dia harus dibawa ke rumah sakit." Siska menatap mas Danny cemas .
"sudah lah sis gak usah di urusin,biar aku hubungi ambulan untuk menjemput laki laki gak berguna ini ,Ayuk kita pergi sekarang .ujar Seno sambil menarik kasar tangan Siska.
Siska mengikuti seno yang berjalan menuju pintu ,saat hampir sampai pintu Siska melihatku ,,Siska hendak mendekaf ke arahku dan Winda berdiri,,tapi datang laki laki bertubuh gemuk berdiri di hadapan Siska .
"mbak kamu dan pria ini harus mengganti biaya kerusakan di rumah makan kami ,jangan pergi dulu sebelum mengganti rugi ." ucap laki laki gemuk sepertinya pemilik warung makan.
"iya,jangan khawatir pak berapa saya harus ganti.,Siska mengeluarkan dompet dari dalam tas nya ."
"semua satu juta ,dan tolong laki laki yang pingsan itu segera di bawa pergi dari sini,saya gak mau bertanggung jawab jika terjadi sesuatu sama lelaki itu." ucap bapak pemilik warung sambil menunjuk ke arah mas Danny.
"bapak tenang saja ,saya sudah telepon ambulan,sebentar lagi sampai." kali ini Seno yang menjawab .
setelah memberikan uang ke pemilik warung Siska mengikuti seno pergi dari warung makan .
"mbak itu mas Seno gimana ,dia pingsan tapi Siska malah pergi sama selingkuhannya ." ujar Winda mengajaku melihat kondisi Seno.
orang orang yang tadi berkerumun sudah bubar tinggal aku dan Winda yang masih di warung makan ,lantai berantakan banyak pecahan piring dan gelas ,karyawan warung makan sedang membersihkan pecahan piring dan merapikan meja yang tadi terguling tertimpa tubuh Seno.
terdengar suara ambulan memasuki halaman warung makan ,petugas turun dan membawa peralatan untuk mengangkut mas Danny ke rumah sakit .
aku dan Winda ikut membantu mengangkat tubuh mas Danny ,karena yang datang hanya dua orang .
ambulan membawa mas Danny ke rumah sakit,aku sempat menuliskan nomor ponsel ibu mas Danny ke petugas ambulan untuk di hubungi.
"mbak berdua kenal ya sama orang yang pingsan tadi ." tanya pemilik warung padaku dan Winda.
"iya kami kenal keluarganya pak ,kok bisa ya pak mereka ribut disini." tanyaku
"wah saya juga gak tau mbak pas mbak yang rambut pirang sama lelaki berbaju biru sedang makan tiba tiba orang yang pingsan tadi datang marah marah dan mereka berkelahi." bapak pemilik warung menjelaskan .
"oh gitu ya pak,saya kesini mau beli nasi pak ,apa bisa dilayani." tanyaku lagi
"ada mbak mau beli nasi apa mbak."
"nasi ayam Sama sayur nangka dua bungkus ya pak."
aku memberikan uang ke pemilik warung dan mengambil nasi bungkus dan kami pun pergi menuju ruko .
sampai di ruko aku dan Winda makan siang diatas karpet yang sudah aku siapkan.
saat kami sedang makan ekspedisi pengiriman barang menelpon ku dan menanyakan posisi ruko .
sepuluh menit kemudian mobil box memasuki halaman toko ku,setelah aku menandatangani bukti jika pesanan sudah diterima,dua pegawai laki laki menurunkan barang barang ku dan memasukan kedalam ruko.
•••••••••
__ADS_1
bersambung.