Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab. 49 selamatkan tawanan


__ADS_3

POV. Abram


********


aku dan Hendri akhirnya bisa menghancurkan siluman ular didalam gudang ,setelah itu kami mengeluarkan semua tawanan yang ada di markas ini ,kasian sekali melihat keadaan mereka ,wajahnya pucat karena tidak pernah terkena sinar matahari , badan nya kurus dan wajahnya terlihat sangat tertekan .


Novan sudah membawa mereka keluar dari gerbang ,aku dan Hendri menyusul ,saat kami sudah diluar gerbang tiba tiba Hendri berhenti dan minta ijin untuk ke ruangan Tono ,kami menunggu Hendri dengan perasaan cemas .


"mas..cepat kita pergi dari sini ..jangan sampai anak buah bos Tono datang kita masih disini ." ujar Novan ,terlihat dari wajahnya cemas sekali .


"bagaimana dengan Hendri ...dia masih di ruangan Tono ,"aku tidak tega jika harus meninggalkan Hendri .


"biar nanti Hendri nyusul mas ...ayok kita pergi sekarang ."


akhirnya aku mengikuti saran Novan ,kasian juga jika tawanan ini sampai ketahuan anak buah Tono ,kami bejalan mengikuti Novan ,dia menunjukan jalan yang tidak pernah di lewati orang ,menurut Novan supaya tidak bertemu dengan anak buah Tono .


aku menggandeng Safira dan satu anak kecil laki laki ,Novan menggandeng dua anak kecil laki laki lainya ,kami berjalan beriringan melewati semak belukar,anak anak sesekali menjerit kesakitan saat kakinya terkena duri atau ranting ,aku menenangkan mereka supaya mau bersabar .


sampai akhirnya kita tiba di hutan Pinus ,Novan mengajak istirahat sebentar meregangkan otot kaki yang sudah kelelahan ,kami duduk berjejer di rumput yang basah akibat embun ,aku melihat jam di layar ponsel ,sudah hampir jam lima pagi .


kami melanjutkan perjalanan ,dan sampai di pinggir desa ,kami tidak melewati gubuk Datuk karena jalurnya berbeda ,kami lewat jalan sebelah timur sedangkan gubuk Datuk ada di jalur sebelah barat.


ada kebun singkong terpampang dihadapan kami ,itu artinya kami sudah dekat dengan kampung warga,pikiranku tidak tenang mengingat Hendri yang tertinggal ,entah dia bisa keluar dari markas atau tidak ,aku tidak tahu .


kami terus berjalan melewati kebun singkong ,hingga melihat sebuah gubuk di tengah kebun ,ada seorang laki laki tua dan perempuan tua ,memperhatikan kami sambil menuang air dari teko ke gelas plastik .


"kalian dari mana sepagi ini ." tanya pria tua sembari bangkit dari duduk nya .


"kami dari gunung Pinus pak ,,sekarang mau pulang ke rumah kami masing masing ." jawab ku ke bapak tua .


"dari gunung Pinus ....? bukankah disana ada sarang penjahat ,apa kalian kabur dari sana." bapak tua memperhatikan kami semua ,ada tatapan iba dari bola mata nya .


"betul pak ,,kami kabur dari markas setelah sekian lama di kurung di sana ." kali ini Novan yang menjawab .


"kalian pasti lelah sekali ,karena perjalanan dari gunung Pinus kesini sangat jauh ,ayok sini minum ,saya ada pisang rebus bisa buat mengganjal perut kalian ." ajak si bapak tua ramah .


anak anak sepertinya sudah sangat halus dan lelah ,aku menyuruh mereka masuk kedalam gubuk untuk minum .


"Mak..ambilin gelas lagi di keranjang buat anak anak ini ,kasian sekali mereka pasti sangat haus dan lapar .


istri si pak tua mengangguk lalu mengambil beberapa gelas dan memberikan ke anak anak ,aku Novan dan yang lainya menunggu diluar ,pak tua keluar dari gubuk membawa jerigen berisi air minum ,dan memberikan gelas kepada kami .


"beristirahatlah dulu disini ,ini ada tikar buat kalian duduk ,pak tua menggelar tikar dan meletakan piring seng berisi pisang rebus ,dan menyuruh kami untuk memakan nya .


"terimakasih pak..." ujar dokter laki laki yang aku tahu namanya dokter Anwar .


"silahkan ,,ya namanya orang desa hanya ini makanan kami ,maaf ya istri saya bisu jadi tidak bisa menyapa kalian ." ujar pak tua sambil tersenyum ramah .


"oh ...ini sudah lebih buat kami pak ,bisa bertemu sama bapak juga kamu sangat senang pak ,setelah ini kami akan melanjutkan perjalanan pulang kerumah ,terimakasih banyak ya pak sudah berbaik hati ." ujarku kepada pak tua ,tak terasa mataku basah , sedih sekali jika ingat kejadian semalam .


"saya pernah mendengar tentang kejahatan orang orang yang ada di sarang mafia diatas gunung Pinus ,makanya dikampung sini anak anak tidak dibiarkan pergi sendiri ,orang tua mereka selalu mengawasi anak anaknya karena takut di culik ." ucap pak tua sembari menuangkan air minum ke gelas kami yang sudah kosong .

__ADS_1


"iya pak ,,,saya sedih melihat anak anak disana dikurung , mereka pasti tertekan dan ketakutan." ujarku ,disambut anggukan oleh orang orang disebelahku .


"mas Abram...sudah satu jam kita disini ,sebaiknya sekarang kita melanjutkan perjalanan ," ucap dokter Anwar dan di setujui sama yang lainya.


"mas...gimana dengan mas Hendri ya ,apa dia turun lewat jalur barat," Novan nampak menghawatirkan Hendri seperti Yanga ada dalam fikiranku .


kami berpamitan kepada pak tua dan istrinya,mereka mengantar kami sampai kejalan besar ,dan kembali ke kebun singkong setelah kami tiba di jalan besar .


jalanan desa masih terlihat sepi hanya beberapa kendaraan roda dua yang lewat ,,dari kejauhan kami melihat sebuah mobil truk ,aku mencegat nya dengan melambaikan tangan .


mobil truk berhenti dan seorang laki laki keluar ,aku mendekat ke arah pria itu .


"mas...mau kemana rombongan ." tanya pria yang baru turun dari mobil truk .


"kami mau ke Simpang limo ,apakah bisa mengantar kami mas..tentu kami akan membayar ongkosnya ." tanyaku ke pria dihadapanku .


"sebentar saya tanya kawan saya suku ya,dia masih ada muatan atau tidak ." ujarnya sembari naik lagi ke mobil .


tak lama pria itu turun dan mempersilakan kami naik ,,aki menyuruh ibu Fitri duduk di depan bersama Safira ,sementara yang lainya duduk di belakang ,pria tadi membuka terpal dan memasang nya diatas truk ,supaya kami tidak kepanasan .


selama di perjalanan anak anak tidur ,dokter Anwar dan Bu Jumi meluruskan kakinya untuk menjadikan bantal buat tidur dia anak laki laki .


dua jam perjalanan mobil memasuki perbatasan kota simpang limo ,dan berjalan terus menuju ke rumahku ,aku sengaja mengajak mereka ke rumah dulu untuk maka. dan istirahat baru pulang kerumah masing masing .


akhirnya mobil sampai di halaman rumah ,,,aku melihat bapak sedang duduk di kursi teras sambil merokok .


"mas ...apa bapak sama ibu tidak syok ya kalau melihat tiba tiba aku muncul dihadapan mereka ." tanya Novan yang tetap duduk di atas mobil .


kami semua sudah turun dari mobil truk ,aku mengeluarkan uang ratusan ribu dua lembar dan memberikan ke sopir truk ,setelah menerima uang pemberianku mereka pamit untuk melanjutkan perjalanan.


bapak berdiri melihat banyak orang datang kerumah ,,Novan berjalan menunduk di sampingku .


"pak ..aku menyalami dan mencium punggung bapak ,,Novan mendekat dan mengangkat wajahnya setelah berada dihadapan bapak .


bapak terdiam menatap Novan ,,,dan berganti menatapku .


"Abram ,,,apa bapak nggak sedang bermimpi ," tanya bapak ,matanya masih fokus menatap Novan .


"tidak pak ...ini aku Novan ..aku masih hidup pak ,dan sekarang kembali merah ." Novan sudah tidak kuat menahan kesedihannya lalu menghambur ke pelukan bapak .


Novan dan bapak menangis sambil berpelukan ,,orang orang yang bersamaku menatap haru ,mereka sudah tahu cerita Novan yang menghilang hampir setahun lamanya .


aku mengajak semuanya masuk dan segera membersihkan diri ,badan kami semua lengket karena sudah beberapa hari tidak mandi .


"ibu kemana pak .." tanya Novan ,matanya melihat sekeliling mencari ibu.


"ibu lagi ke ladang mengambil sayuran ,sebentar pagi pulang ." jawab bapak saat kami duduk di ruang tengah .


aku kebelakang merebus air untuk membuat teh hangat ,,dibawah meja kompor ada ketela aku ambil ,ketela aku cuci dan merebusnya .


dari arah belakang dapur terdengar suara ibu sedang berbicara dengan tetangga ,ibu sepertinya baru pulang dari ladang .

__ADS_1


"loh ..kamu anak siapa nak ,kenapa ada disini." tanya ibu saat membuka pintu dapur dan melihat Safira duduk di bangku panjang dekat pintu dapur .


"aku diajak om Abram ke sini nek


" jawab Safira.


"om Abram ..? mana dia ." tanya ibu .


"aku disini Bu ,lagi rebus ketela ,ibu baru pulang dari ladang ." ujarku menghampiri ibu .


"kamu sudah pulang Bram ,,mereka siapa kok banyak tamu dirumah kira,kamu kenapa nggak ngabari dulu ham kalau mau bawa orang banyak ke mari ,ibu Kan bisa masak buat kalian ."


"nanti Abram cerita ya Bu ,sekarang ibu kedepan sama ,ada seseorang mau ketemu sama ibu .," ujarku .


,siapa ham.."


"kedepan saja Bu,nanti ibu juga tahu ."


ibu meletakan sayuran dia atas meja dan segera berlalu kedepan .


"novaaaan....


dari dapur aku mendengar teriakan ibu dan disusul tangisan ibu dan Novan,aku segera keluar setelah memasukan ketela kedalam panci kukusan .


"ya Allah nak ,kamu masih hidup ," ibu mengusap usap wajah Novan sambil menangis .


"iya Bu ,aku masih hidup ,mas Abram dam.kawan nya yang menemukan ku ,kalau tidak ada mereka nggak tahu gimana nasibku bu.' mata Novan masih basah oleh tangisannya.


Novan memang dekat sekali dengan ibu ,hampir tiap hari Novan di dapur membantu ibu ,makanya Novan pintar memasak.


,


"Alhamdulillah,Novan sudah kembali Bu ,selama ini kita menganggapnya sudah meninggal ,ternyata takdir berkata lain,nanti kita buat selamatan untuk kepulangan Novan Bu ." ucap bapak ,mata bapak pun kembali basah .


aku menceritakan kejadian dari pertama aku ketemu Hendri di mushala sampai kami di markas dan menemukan Novan , sampai kami bisa keluar dari sana,semua aku ceritakan ke bapak dan ibu .


bapak dan ibu menyimak cerita ku ,,ibu menangis tersedu mendengar cerita ku dan ditambah cerita Novan .


setelah puas mengobrol ibu ke belakang ,mau masak enak buat kami semua kata ibu .


"Bram ..kamu sembelihlah ayam yang ada di kurungan itu ,ibu mau masak gulai ayam nanas ,ibu tadi ambil nanas sama sayuran di ladang ,kalian pasti sudah lapar kan ." hatiku senang mendengar ibu mau masak spesial buat kami .


"aku bantuin ya Bu ,," Novan muncul dari depan dan langsung mengambil dua buah nanas untuk dibersihkan .


"oh iya aku mau minta tolong ke ibu Carikan baju ganti buat mereka Bu ,kasian bajunya sudah kotor sekali ,pasti gatal jika dipakai lagi ." ujarku ke ibu .


"iya ibu ambil baju ibu untuk Fitri dan jumi,kamu bisa kasih bajumu ke dokter Anwar ,ukuran badan kalian sama ,kalau baju anak ibu mau minta baju bekas anaknya Astuti ."


Bu Fitri dan Bu Jumi tersenyum senang dan mengucapkan terimakasih saat di beri gamis oleh ibu ,lalu ibu kerumah kak Astuti meminta baju bekas anaknya buat Safira dan dua anak laki laki Tama dan Alvin .


satu jam kemudian masakan ibu sudah siap ,kami makan bersama diatas tikar ,rasanya luar biasa nikmat,Novan lengket tidak mau jauh dari ibu ,mereka berdua pasti sudah sangat rindu satu sama lain.

__ADS_1


dalam kebahagiaan ini aku selalu menyelipkan doa semoga Hendri selamat dan bisa berkumpul dengan keluarganya.


__ADS_2