Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab.9 keguguran


__ADS_3

POV. ( Siska)


•••••••••••••••


malam pukul 23.15 menit aku terjaga dari tidurku,perut ku sakit sekali serasa ditusuk tusuk duri,punggung terasa panas terbakar.


kulihat mas Danny terlelap nyenyak sekali,,aku bangun hendak ke kamar mandi karena merasakan mau buang hajat.


saat berjalan ke kamar mandi,,sampai diruang tengah sakit di perutku semakin hebat,nyeri sekali dan kepalaku sangat pusing.


aku mencoba tetap berjalan ke kamar mandi,aku merasakan ada cairan membasahi kakiku, astaga,,aku kaget sekali ternyata darah sudah keluar dan membasahi kaki ku.


"mas,mas Danny tolong." aku berteriak memanggil suamiku.


belum ada sahutan dari suamiku,aku berteriak lagi kali ini lebih keras.


"mas Danny toloooooong."


aku mendengar pintu kamar terbuka,aku sudah tidak kuat berjalan,berdiri dengan memegang meja kecil di samping kamar fisika .


"kamu kenapa sis." tanya mas Danny menghampiriku .


"perutku sakit sekali mas,itu darah keluar di kakiku." sahutku cemas .


"ya Allah sis,terus gimana ini." sahutnya .


"anterin aku ke dokter mas." jawabku sambil memegang perutku yang semakin sakit.


" sebentar aku telepon ibu dulu sis." ujar mas Danny.


mas Danny menghubungi ibu nya ,sakit di perutku semakin hebat,darah yang keluar juga semakin banyak,,kepalaku pusing sekali pandangan mata mulai gelap ,dan bruk...! aku tak sadarkan diri.


••••••


saat membuka mata aku masih merasakan nyeri di perutku dan kepalaku masih sakit ,,aku melihat sekeliling ruangan,,ternyata aku sudah di rumah sakit ada selang infus di tanganku, kemana mas Danny kenapa aku hanya sendirian di ruangan ini.


aku mendengar pintu di buka mas Danny masuk bersama ibu mertua .


"kamu sudah sadar sis." tanya mas Danny.


"jangan banyak bergerak dulu sis ,tidur saja kondisimu masih lemah." ibu mengingatkan ku.


"gimana keadaanku mas,sudah diperiksa sama dokter belum." tanyaku menatap suamiku yang berdiri disamping ibu.


"ehm,kamu baik baik aja sis." jawab mas Danny.


"kandungan ku gimana ,apa baik baik aja mas." tanyaku lagi.


mas Danny menoleh ke ibu terus menatapku .


"janin yang ada di kandungan mu sudah gak ada lagi sis,kamu keguguran ." jawab mas Danny sedih.


"apa katamu mas,aku keguguran,gak mungkin mas ,,kemarin aku hanya kelelahan saja ,gak mungkin aku keguguran ." jawabku meyakinkan mas Danny.


"kamu yang sabar sis,apa yang dikatakan Danny benar,dokter tidak bisa menyelamatkan bayimu,kamu pendarahan kemarin." ibu menatapku iba.


aku menangisi kondisiku saat ini,Bayi didalam kandunganku sudah tak ada lagi.aku tidak menjaganya dengan baik.doktet sering menasihati ku agar aku tidak banyak fikiran dan banyak bergerak karena kandunganku lemah.


aku sudah mengabaikan nasihat dokter,ku akui semenjak ibu dan Lina memberitahu ku bahwa Friska sudah punya usaha sendiri dengan membuka toko baju ,,hati ku panas karena aku merasa selalu kalah dengan Siska.


aku mulai mendesak mas Danny untuk minta uang ke fisika buat buka usaha untuk ku,tapi mas Danny selalu menolak,hingga pertengkaran sering terjadi.


kini aku harus menderita lagi dengan kehilangan bayi ku.


"awas kamu Friska akan aku balas semua yang sudah kamu lakukan terhadapku,kamu belum tau siapa aku,gak mungkin aku kalah denganmu .!!


dokter dan perawat masuk ke ruangan ku,memeriksa kondisiku dan memberi obat .


ibu sudah pamitan pulang karena mau ke pasar,tadi pas kerumah sakit dagangan ibu titipkan ke orang .


tinggal aku sama mas Danny .


"kamu makan dulu sis,setelah itu minum obat." ujar mas Danny sembari mengambil bubur dan lauk diatas nakas.


aku diam tak menjawab,rasanya malas ngomong sama dia.


mas Danny gak pernah menuruti permintaanku,selalu bilang gak enak sama Friska,lantas buat apa dia menikahi ku kalau masih takut sama istri tua nya.bathinku .


aku bangun dan duduk di tepi ranjang,menerima suapan dari mas Danny dan setelahnya minum obat.


"kenapa diam aja sis,apa yang kamu pikirkan." tanya mas Danny dan meletakan piring yang isinya tinggal separuh.

__ADS_1


"gak mikirin apa apa ,!lagi males ngomong aja ."jawabku ketus.


"ini obatnya diminum." mas Danny menyodorkan obat di telapak tanganya dan segelas air putih .


aku mengambil obat dari tangan mas Danny dan meminumnya.


"kamu gak buka bengkel mas." tanyaku.


"gak lah kalau aku buka bengkel siapa yang nungguin kamu." ucap mas Danny.


"uang tabungan sudah menipis,belum nanti buat bayar rumah sakit,kamu cari uang lebih banyak lagi mas biar aku gak banyak pikiran ."


"cari uang kemana sis,usahaku cuma di bengkel dan steam motor." jawabnya.


"iya tapi bengkel kamu sepi sekarang mas,kamu harus cari cara buat dapetin modal,biar aku bisa buka usaha ." sahutku.


"mau cari modal kemana sis,?aku udah gak punya apa apa .


"jual aja rumah yang kita tempati,kita beli rumah lagi kecil gak papa ,sisanya buat modal usaha."ujarku sambil menatap kearah mas Danny.


"kamu gila ya sis ,itu rumah Friska ,kalau aku mau jual rumah itu tentu harus ada ijin dari Friska,dan hasil penjualan rumah harus di bagi dengan dia." ujar mas Danny .


"ya udah kamu bilang aja sama Friska,kecuali kalau dia mau bantu kasih modal buat usaha ,mungkin rumah gak akan dijual." sahutku .


"sudah lah sis,jangan bahas itu dulu ,kamu fokus saja sama kesehatan kamu,biar cepet pulih dan kamu bisa pulang ke rumah.


aku diam menatap mas Danny kesal,selalu saja begitu sikapnya ,membela Friska ,tapi aku punya cara supaya rumah bisa terjual.


setelah mendapatkan perawatan selama dua hari di rumah sakit,aku diijinkan pulang.


ibu ikut membantu membawakan barang barang untuk dibawa pulang,setelah mas Danny membayar administrasi dia membawaku ke taxi yang sudah menunggu di depan loby rumah sakit menggunakan kursi roda.


dua puluh menit perjalanan kami tiba dirumah,ibu membawaku kerumah nya ,menurut ibu aku bisa di temani Lina jika mas Danny sedang di bengkel.


mas Danny membantuku ke kursi roda dan mendorongnya masuk kerumah,di ikuti ibu yang membawa tas pakaian dan obat obatan .


Lina keluar dari kamar saat mengetahui kami pulang .


"mbak Siska mau tinggal disini Bu.?" tanya Lina .


"iya Lin,Siska kan baru keluar dari rumah sakit ,nanti kamu bantu bantu dia kalau kakak mi sedang di bengkel ." sahut ibu berjalan ke kamar Lina dan meletakan tas pakaianku .


"Lina kamu tidur sama ibu ,kamar mu buat tidur Siska sama danny." ibu keluar dari kamar dan menghampiri Lina.


" itu kamar yoga,sewaktu waktu dia datang kesini,gak enak kalau kamarnya ada yang menempati." ujar ibu.


aku masih duduk di ruang tengah,mas Danny segera membereskan kamar Lina mengikuti perintah ibu.


" terus rumah kalian siapa yang nempatin mbak." tanya Lina duduk dihadapan ku.


"biarin kosong untuk sementara waktu lima sampai aku benar benar sudah pulih."


"asal jangan merepotkan aku disini mbak,aku juga kerja gak punya banyak waktu." ujar sambil berlalu masuk ke kamar ibu.


ini kesempatan buatku untuk merayu ibu supaya mau membujuk mas Danny untuk menjual rumahnya.


••••••••


"ibu masak apa," aku mendekati ibu yang lagi sibuk di dapur.


"ini ibu masak bubur sama teri putih campur bayam buat kamu makan sis," jawab ibu tanpa menoleh ke arahku.


"tapi mas Danny gak suka bubur Bu ,nanti aku gorengin telor sama bikin sambal tomat buat dia." sahutku masih berdiri di samping ibu.


"sudah ibu masakin tumis tahu sama ikan goreng buat Danny sama Lina,sudah kamu istirahat saja saja sana." ibu melarangku membantunya.


aku duduk di kursi dapur dekat lemari makan,aku lihat ibu sudah selesai masak .


aku bicara sama ibu sebelum pergi kepasar .


"Bu ,apakah aku bisa bicara sama ibu sebentar ." tanyaku menatap ke arah ibu.


"mau bicara apa sis,ibu meletakan peggorengan di tempat cuci piring dan duduk di bangku yang ada disamping ku.


"usaha bengkel mas Danny makin sepi Bu,aku mau bantu mas Danny mencarikan modal buat usaha,sudah pernah pinjam sama bapak,tapi bapak gak punya Bu karena habis nebus sawah yang di gadaikan mas Andrew.


ibu menyimak pembicaraanku sembari mengelap mangkuk untuk tempat sayur .


"aku pernah menyarankan mas Danny untuk menjual rumah yang kami tempati tapi mas Danny menolak dia bilang rumah itu milik Friska." ujaraku dengan wajah sedih .


"iya sis ibu juga pernah minta Friska bantu Danny modal supaya usahanya lebih maju,tapi Friska menolak."

__ADS_1


"kalau gitu ibu suruh mas Danny jual rumahnya Bu,aku yakin jika ibu yang ngomong pasti mas Danny mau nurut Bu." kuvpegang tangan ibu untuk meyakinkan.


ibu seperti berpikir dan menoleh ke arahku.


"kamu tenang Siska ,ibu akan bicarakan sama Danny ,semoga dia mau mengikuti saran ibu." jawab ibu sambil tersenyum.


aku sendirian di rumah,ibu sudah pergi ke pasar, mas Danny di bengkel dan Lina sudah berangkat kerja .


aku teringat sama mas Andre kakak ku satu satunya, apa sebaiknya aku curhat sama mas Andre siapa tahu dia punya ide bagus. dan aku juga belum mengabari keluargaku kalau aku keguguran .


aku mencari kontak mas Andre di ponselku dan segera menghubunginya.


"hallo sis ada apa." terdengar suara mas Andre.


"kamu lagi sibuk gak mas," tanyaku.


"gak mas lagi dirumah,ada apa .?"


"mas aku mau curhat sama mas,."


"curhat apa, madu mu bikin ulah lagi ya ?"


"bukan itu mas ,aku baru keguguran mas,jawabku .


"hah,! kamu keguguran ,kenapa gak ngabarin mas ,dan ibu sama bapak juga gak kamu kasih tau sis." suara mas Andre terdengar panik.


"aku gak mau ibu sama bapak khawatir mas ,makanya aku gak kasih tau." sahut ku.


"pasti kamu habis ribut sama Friska ya,sampai keguguran ." awas ya jika itu benar terjadi aku akan buat perhitungan sama madu mu itu ."sahut mas Andre geram.


"begitulah mas, Friska selalu ingin membuatku susah, apalagi sekarang dia sudah gak tinggal dirumah yang kami tempati dan memilih tinggal dirumah ibu nya ,sudah pasti aku harus mengerjakan pekerjaan rumah sendiri." aku sengaja mengarang cerita suapan mas Andre kesal sama Friska .


"oh dia sudah gak tinggal bareng sama kamu sis,bagus lah kamu bisa mengendalikan Danny."


"masalahnya sekarang bengkel mas Danny sepi mas ,uang yang didapat sedikit,tabungan ku habis buat bayar rumah sakit kemarin bahkan mas Danny hutang sama kawanya karena uang kami gak cukup buat bayar rumah sakit mas." jawabku .


"apa yang bisa mas bantu sis,aku lihat usaha toko baju Friska semakin ramai sis,masa dia gak mau bantu kasih modal ke Danny." ujarnya.


"dia gak mau bantu mas lagian mas Danny juga gak tegas lebih membela Siska ."


"aku sedang membujuk ibu untuk meminta mas Danny jual rumah itu dan uangnya buat modal usaha ,aku pengen punya usaha sendiri seperti Friska mas."


"terus ibu mu sudah bilang ke Danny belum." tanya mas Andre .


"belum mas tapi ibu bilang akan ngomong ke mas Danny,nanti jika rumah sudah menjual bantu aku ya mas buat buka usaha." pinta ku ke mas Danny.


"kamu kabari mas saja sis,jika uang nya sudah ada di tanganmu." sahutnya.


aku mematikan telepon dan meletakan dia atas meja .


perutku sudah terasa lapar aku ke dapur mengambil makan,setelah makan aku keluar duduk di teras rumah ibu.


"Siska sudah pulang ya , gimana kondisinya sis." Bu Sarmi menyapaku dari depan warungnya.


"sudah mendingan Bu tinggal pemulihan aja ." jawabku.


Bu Sarmi menyebrang jalan dan menghampiriku.


"kok bisa keguguran sis ,bukankah kamu sudah nyaman Friska sudah gak tinggal bersama sama kamu lagi ?" Bu Sarmi si emak rempong mulai memancing pembicaraan.


"bukan masalah nyaman atau gak nyaman Bu,kandungan saya memang lemah,jadi ya beginilah keadaanya,mau gimana lagi ." jawabku.


"mudah mudahan bukan karma ya sis karena kamu sudah merebut suami orang." ujar Bu Sarmi santai .


ini orang kenapa kepo sekali ya sama urusan orang, aku gak bisa diam saja.


"Bu saya rasa itu bukan urusan kamu ya ,sebaiknya pulang sana Bu gak usah sok mencampuri urusanku ." jawabku tegas sambil menatap wajahnya.


"aku gak mencampuri urusan mu sis,tapi semua orang juga tahu kamu selingkuh sama Danny saat fisika di luar negri." ujar Bu Sarmi .


"yang salah itu Friska bukan saya ,punya suami gak bukanya di urus malah ditinggalin,ya wajarlah kalau suaminya cari wanita lain,siapa yang tahan bertahun tahun ditinggalin ." jawabku tak mau kalah.


"Danny itu dulu pengangguran ,makanya Friska kerja keluar negri,dan rumah yang kamu tempati itu hasil keringat Friska,kalau aku malu numpang dirumah madu tua ." Bu Sarmi bicara sinis .


"sudah Bu kalau kamu gak mau pergi dari sini ,biar saya aja yang masuk kerumah,lagi pula saya gak ada urusan sama kamu ." jawabku sambil berlalu masuk ke rumah.


"dasar pelakor ga tau malu." aku masih mendengar suara Bu Sarmi yang membuat kupingku panas .


aku membanting pintu depan dan berjalan ke kamar untuk istirahat.


•••••••••••••••••

__ADS_1


bersambung.


"


__ADS_2