Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab. 31 keputusan


__ADS_3

dalam menjalani kehidupan kadang kerasnya hidup atau tuntutan hidup bisa merubah sifat atau karakter seseorang ,sisi baik seseorang akan muncul jika dia menemukan sesuatu yang membuat hatinya tersentuh .


seperti halnya Jodi ,dendam masa kecilnya yang melihat bapak nya terbunuh oleh saingan bisnisnya ,menorehkan luka yang sangat dalam di hati Jodi ,apalagi ibu nya meninggal karena depresi tidak lama setelah ayahnya pergi.


Jodi tumbuh di jalanan karena kerabat dan sanak saudara Jodi semua ada di kampung ,Jodi menjadi laki laki sadis tanpa kenal rasa kasian ,sudah tidak terhitung dia melakukan tindakan kriminal dan selalu berpindah pindah tempat untuk menghindari pihak berwajib ,Jodi Licin seperti belut .


.


pernah suatu ketika Jodi menjalin hubungan dengan seorang wanita cantik dan berkelas ,hati Jodi sudah terpaut dengan wanita yang bernama susan ,pemilik salon terkenal dan punya cabang dimana mana ,Jodi sangat mencintai susan,tapi naas saat mereka menikah dan akan melakukan hubungan intim ternyata Susan seorang waria .


amarah Jodi memuncak saat melihat kejanggalan di area sensitif Susan ,tak ayal Jodi menyiksa Susan hingga berdarah darah dan setelah itu menggaulinya ,Susan sudah tiada mati kerena bunuh diri ,menurut informasi karena tiap malam disiksa oleh Jodi saat akan berhubungan intim .


Jodi menjadi ketua mafia black dragon ,anak buahnya menyebar kemana mana ,kini dia memiliki markas di atas gunung dalam hutan Pinus didaerah selatan sumatra.sudah puluhan anak anak jadi korban perdagangan organ tubuh ,yang menarik dan aneh sebagian uang Jodi dari hasil kejahatan Jodi sumbangkan ke panti asuhan dan pembangunan masjid .


kemarin saat Jodi memperhatikan Bu Narti yang sedang mengurus Siska ,hati Jodi terenyuh saat menatap wajah Bu Narti ,dia ingat dengan ibunya yang sudah lama pergi ,hatinya berdesir saat Bu Narti menatap nya ,tatapan yang sudah puluhan tahun dia rindukan .


"ada apa bos Jodi memanggilku ." tanya Bu Narti.


"kamu sudah berapa lama disini Bu." tanya Jodi .


"sudah dua bulan bos ,,,,"


"tubuhmu kurus.... apa stok makanan di dapur tidak mencukupi ,katakan padaku jika kekurangan apapun ,aku akan turun gunung membelinya ." Jodi mengingatkan bu Narti .


"makanan cukup bos,hanya jika malam hari aku tidak bisa tidur ,teringat anak Perempuanku yang sedang hamil dan depresi karena ditinggal kekasihnya ." ujar Bu Narti sedih .


bos Jodi terdiam ,dia mengambil rokok di atas meja dan menyulut nya ,asap mengepul di udara .


Bu Narti masih berdiri disamping Jodi ,menunggu perintah dari bos nya , wajahnya menunduk tidak berani menatap ke arah bos nya ,saat tidak diajak bicara.


"besok aku akan turun gunung ,kamu akan aku bawa dan melepaskan mu dimana dulu anak buah ku menculik mu , tapi ingat jika kamu lapor ke polisi aku akan mencari mu dan membunuhmu ." suara berat Jodi membuat tubuh tua bu Narti bergetar .


Bu Narti tergesa gesa kembali ke kamarnya di belakang ,dikamar anak tinggal Yasmin yang bersama ku ,anak anak lainya sudah dibawa pergi dan aku nggak tahu dibawa kemana mereka .


"Oma....dari mana ,wajah Oma seperti ketakutan." suara Yasmin membuatku sedikit kaget dan aku menghampirinya.


"Oma nggak papa sayang...Oma cuma kecapean ,Yasmin kok belum tidur ." aku mengelus rambut Yasmin ,aku selalu ingat cucu ku amori saat berada di dekat Yasmin .


"Oma ...aku pengen pulang ,,aku kangen sama papa mama,tolong bantu aku ketemu papa mama ya Oma." ujar Yasmin lirih .


"kita berdoa sama Allah ya sayang ,minta pertolongan sama Allah supaya kita bisa dipertemukan dengan keluarga kita." ucapku menyemangati Yasmin .


"iya Oma ,aku mau doa sekarang ,Oma jangan kemana mana ya ,temani aku disini ." ucap Yasmin .


aku dan yasmin berdoa dan Saling menguatkan,hingga akhirnya kami tertidur berpelukan .


pagi hari jam delapan aku sudah selesai membuat sarapan ,lalu mengantar ke semua penghuni markas di bantu Yando ,sudah beberapa hari ini Parto tidak pernah terlihat di markas,Yando yang menggantikannya.


"Bu ...sarapan bos Jodi biar saya saja yang mengantarkan." ucap Yando mengambil nampan dari tanganku .


yando berjalan di lorong menuju kamar Jodi , aku masuk ke kamar mengajak Yasmin sarapan .


saat aku sedang mencuci piring di dapur ,aku mendengar yando memanggilku ,aku mencuci tanganku dan bergegas menghampiri yando di depan kamar.


"yando ...ada apa ,kamu memanggilku ." ujarku saat berada di dekat yando .

__ADS_1


"Bu cepat kemasi barang barang Yasmin dan ibu ,sebentar lagi polisi datang kita harus kabur dari sini sebelum bos Jodi bangun,aku sudah menaruh obat tidur dimakanan bos Jodi ,Ayuk cepat Bu ,aku akan membuka semua kamar tawanan ." ujar yando .


aku segera masuk ke kamar dan mengemasi pakaian Yasmin yang hanya beberapa lembar ,lalu keluar menunggu yando di depan kamar .


tak lama beberapa tawanan keluar dari kamar dan berkumpul di lorong yang menghubungkan kamar dengan dapur .


terdengar suara sirine mobil polisi dihalaman rumah induk ,kami semua berlari menghambur ke mobil polisi,tiga mobil berhenti dan beberapa polisi keluar dari mobil menyuruh kami masuk kedalam mobil .


yando berlari ke arah kamar Jodi dan keluar menggendong dokter wanda yang sedang sakit ,yando memasukan tubuh dokter wanda ke dalam mobil polisi bersama dokter lain nya .


polisi segera memborgol Jodi tanpa perlawanan ,Jodi di seret keluar dari kamar utama dan memasukan ke mobil di dampingi dua polisi di kiri dan kanannya.


saat mobil polisi akan meninggalkan tempat terlihat Parto masuk mengendari motor berboncengan dengan kawanya,melihat mobil polisi dia memutar motornya dan hendak kabur ,dengan cepat polisi mengejar dan mengeluarkan tembakan .


motor yang di kendarai Parto terjungkal ,Parto dan kawannya terjatuh dengan luka tembakan di kaki ,Parto masih berusaha kabur karena yang tertembak kawanya ,polisi dengan sigap mengejar dan membekuk nya .


Parto dan kawanya berhasil dilumpuhkan dan di bawa masuk ke mobil polisi ,dua polisi membawa motor Parto .


sampai dikantor polisi kami semua di mintai keterangan ,dokter wanda langsung di bawa kerumah sakit untuk dirawat ,,setelah aku ceritakan keadaan ku kepada polisi ,aku baru tahu jika posisiku sekarang jauh dari tempat tinggal ku.


keesokan harinya keluarga masing masing korban datang menjemput ,ruangan polisi banjir dengan tangisan,ada beberapa orang yang belum menemukan anak nya ,bahkan ada sebagian warga yang melapor menemukan jasad anak kecil di dasar jurang .


aku merinding mendengarnya ,Yasmin masih bersamaku belum ada keluarga yang menjemputnya,,aku juga bingung harus menghubungi siapa , handphone ku entah dimana dan aku tidak ingat nomor ponsel Dany.


akhirnya polisi mengantarkanku pulang ,selama enam jam perjalanan akhirnya aku sampai di depan rumah kontrakan ,aku heran melihat rumah kontrakan yang kotor dan berdebu ,aku mengetuk pintu Dany keluar dan sontak kaget melihatku bersama polisi .


polisi menjelaskan apa yang sudah terjadi denganku,,Dany menangis memeluk ku ,tak lama kemudian polisi pamit meninggalkan rumah kontrakan .


owek ....owek ...


"iya Bu ,Lina melahirkan prematur dan di operasi ,untung waktu itu Friska mau membantu biaya rumah sakit yang lumayan besar ,aku berhutang Budi sama Friska Bu ,entah kapan bisa mengembalikan uang yang sudah Friska keluarkan ." ujar Dany sedih'.


"Friska memang orang baik dan...ibu menyesal dulu pernah menyakiti hatinya ." ujar ku tak kalah sedih .


kini hari hari ku berjalan seperti biasa ,membantu Dany jualan dan merawat Lina dan bayinya ,Dany sudah mengabari Friska jika aku sudah kembali ke rumah kontrakan ,Friska berjanji akan datang melihat ku .


*****


POV. Friska


hubungan ku dengan Hendri sudah semakin dekat ,aku sudah menerima Hendri untuk menjadi pendamping hidup ku ,Hendri juga sudah sangat dekat dengan amori ,rasanya tidak ada alasan untuk menolaknya .


malam ini akan di Hendri akan melamar ku,ibu dan Winda di bantu mbak wanti dan bi Asni sibuk membuat makanan untuk menyambut keluarga Hendri .


jam tujuh malam aku sudah berdandan dikamar,gamis cantik warna tosca dengan hijab senada sudah membalut tubuhku,saat sedang merias wajahku Winda masuk ke kamar menemuiku .


"mbak ....diluar ada mas Dany dan ibu nya ," kata Winda memberitahu ku.


aku terkejut dengan ucapan Lina ,perasaan aku tidak memberitahu mereka ,atau ada hal lain mereka datang ke sini .


"ada apa mereka kesini win ,perasaan mbak nggak ngundang mereka loh ." ujarku .


aku juga nggak tahu mbak ,ya sudah mbak temuin aja dulu ,lagi ngobrol sama ibu di depan ." ujar Winda lagi.


aku keluar menemui mereka ,saat melihatku mas Dany menatapku lekat dan ibu juga menatapku .

__ADS_1


"ibu...mas ...aku menyalami mereka,dan duduk di samping ibu


"maaf fris ....kami kesini tidak bermaksud mengganggu acara pertunangan kamu ,aku sama ibu mau mengucapkan terimakasih karena kamu sudah menolong Lina saat melahirkan." ujar mas Dany lirih .


"iya mas...aku ikhlas kok membantu ,kamu dan ibu nggak usah memikirkan untuk mengembalikannya ,aku ikhlas ." jawabku .


"ibu Narti sama Dany jika berkenan di sini saja dulu ,maaf kami kelupaan mengundang kalian ,tapi kami senang jika kalian mau menyaksikan pertunangan Friska ." ujar ibu dengan lembut .


mas Dany dan ibu nya saling menatap ,dan akhirnya mereka menolak dengan alasan tidak bisa meninggalkan Lina terlalu lama .


"fris...sebelum pamit pulang bolehkah aku bertemu amori sebentar saja ." mohon mas Dany .


"tentu boleh mas....amori tetap anak mu ,aku nggak akan memisahkan kalian meskipun kita sudah tidak bersama." ujarku menatap iba mas Dany.


amori keluar dari dalam kamar di temani Rima ,dan menghambur ke pangkuan mas Dany ,ada rasa haru melihat kebersamaan mereka ,maafkan aku mas telah memilih melepaskan mu ,tak terasa mataku berkaca kaca.


mas dany dan ibu nya pamit ,Winda mengantarkan mereka ke depan ,aku kembali me kamar membetulkan riasan wajahku yang tadi tertunda .


tepat jam delapan malam rombongan keluarga Hendri datang ,om Rahman dan pak Surya tetangga samping rumahku menyambut kedatangan mereka .


setelah menjamu mereka dan ngobrol sebentar acara tunangan di mulai ,aku dan Hendri duduk bersampingan ,tak henti hentinya Hendri tersenyum menatapku .


"kamu kenapa mas ....senyam senyum ." kataku berbisik takut didengar orang .


"aku bahagia lihat calon istriku malam ini cantik sekali ." ujarnya masih tersenyum.


"jangan ngegombal deh mas ....malu didengar orang ."


tiba waktunya aku dan Hendri menyematkan cincin dijari kami masing masing ,aku menatap wajah Hendri lekat ,semoga kamu akan menjadi imam yang baik buatku dan amori mas...ujarku dalam hati.


jam sepuluh malam acara tunangan selesai keluarga Hendri pamit begitu juga dengan Hendri ,aku meminta ibu dan winda menginap dirumah .


aku hendak masuk ke kamarku tiba tiba Rani datang menghampiri .


"Bu ...amori nangis ,katanya masih kangen sama papa nya ." ujar Rani .


aku kaget mendengar ucapan Rani dan berjalan menuju kamar amori .


"amori sayang...kamu kenapa kok nangis ."


"aku kangen sama papa mah ....kenapa papa pulang ,amori mau punya papa baru ya ma ,tapi papa Dany boleh sering kesini ya mah ." ujar amori terisak .


aku memeluk amori ,,,bagaiman pun sayang nya Hendri ke amori tetap tidak akan bisa menggantikan posisi mas Dany di hati amori .


"ya sudah besok pulang sekolah kita main kerumah papa ya sambil lihat Dede bayi ,amori belum pernah lihat Dede bayinya Tante Lina kan?" ujarku membujuk nya .


"beneran ya ma...besok kita kerumah papa ." amori tersenyum senang .


"iya sayang ...besok kita kerumah papa,ya sudah Moli bobok ya sudah malam ,besok kan mau sekolah ."


aku menyelimuti amori dan menungguinya sampai dia tertidur ,aku masih memandangi wajahnya,,amori sangat mirip dengan mas Dany ,dari kecil mas Dany sangat menyayanginya ,maafkan mama ya nak harus memisahkan mu dengan papamu.


malam sudah larut,mata ku belum mau di pejamkan ,bayangan masa lalu bersama mas Dany membayangi fikiran ku ,dari mulai pertama kali kami berkenalan sampai menikah ,mas Dany selalu memperlakukan aku dengan sangat manis ,,,bahkan ketika aku melahirkan amori dia yang mengganti popok saat amori terbangun tengah malam ,memandikan amori dan merawat ku, mas Dany begitu menyayangi aku dan amori .


jika saja Siska tidak hadir dalam kehidupan mas Dany mungkin kami masih tetap bersama ,tapi aku yakin ini takdir yang sudah digariskan Allah untuk ku ,aku dan mas Dany harus ikhlas menerimanya .

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2