
POV .Safira
aku menangis di pelukan bapak ,,ternyata keraguan ku selama ini terjawab ,banyak orang bilang bahwa wajahku tidak mirip papa Irfan dan mama Winda ,tapi aku selalu menepis omongan orang .
bagiku papa Irfan dan mama Winda adalah orang tua kandungku ,,mereka begitu menyayangiku sejak kecil ,bahkan setelah Farhan lahir kasih sayang mama dan papa tidak berkurang sedikitpun .
kini aku harus menerima kenyataan bahwa ayah kandungku bukan papa Irfan tapi bapak Dito dan ibu kandungku sudah meninggal saat aku masih kecil .
"Fira ....sayang ,terimakasih kamu mau menerima bapak nak,bapak bahagia sekali bisa memelukmu ,maafkan bapak ya Fira ." ujar bapak sambil melepas pelukannya .
"iya pak ,maafkan Fira tadi sempat kasar sama bapak , ." aku menatap wajah bapak yang sangat tirus .
aku dan bapak duduk berdampingan ,mas fajar mengambilkan air minum untuk ku .
"kamu minum dulu sayang ,,," ujar mas fajar memberikan segelas air ke tangan ku .
"bapak sekarang tinggal di mana ." tanya ku ,ku perhatikan lagi wajah bapak .
"bapak tinggal dirumah pakde kamu fir ,besok jika kamu mau bapak ajak kerumah pak De Andre ,dia pasti senang bertemu dengan mu ." bapak tersenyum tipis ke arah ku .
"iya pak besok aku sama mas fajar ikut bapak ke rumah pak de ,malam ini bapak tidur disini saja dulu ,boleh kan pah,mah..." aku menoleh ke arah papa dan mama .
"boleh dong Fira ,,nanti bawa bapak mu tidur di kamar tamu ,kalian istirahat lah sudah malam ,kami juga mau ke kamar dulu ." papa berdiri diikuti mama .
" emh..pak Irfan ,Bu Winda ...terimakasih banyak sudah menerima saya dengan sangat baik ." bapak menghampiri papa dan mama yang sudah bersiap masuk ke kamar .
"sama sama pak Dito,anggap kami keluarga bapak juga ya ,jangan sungkan dirumah ini ,ada perlu apa tinggal bilang ke Fira ya pak ." sahut papa Irfan sambil tersenyum .
aku mengantarkan bapak ke kamar tamu yang letaknya di sebelah ruang keluarga ,aku prihatin melihat kondisi bapak ,badanya sangat kurus dan lusuh ,sepertinya bapak tidak merawat dirinya selama ini .
"pak ,,ini kamar bapak ,istirahat dulu ya pak ,aku mau naik ke atas ." aku mengambil selimut dari dalam lemari dan meletakan diatas tempat tidur .
bapak mengantarku sampai depan pintu lalu menutup pintu kamar dari dalam ,aku tidak melihat mas fajar di ruang tengah ,lalu kaki ku melangkah di anak tangga menuju kamar kami di lantai atas .
aku mendengar suara air di kamar mandi ,mas fajar sedang mandi ,aku merebahkan tubuhku ke atas tempat tidur ,fikiranku mengembara mengingat masa kecilku dulu .
seandainya aku tidak di angkat anak sama papa Irfan mungkin kehidupanku tidak akan sebaik sekarang ini ,papa Dito dan mama ku pernah masuk penjara dan kakek neneku dari mama juga sudah tiada ,hanya pakde Andre saudara yang tersisa .
bapak tidak bercerita di mana keluarganya ,besok akan aku tanya kan ke bapak apakah keluarga bapak masih ada atau tidak .
kulihat suamiku keluar dari kamar mandi dan menghampiriku .
"kamu lagi mikirin apa sayang." mas fajar mendekatkan wajahnya ke arahku .
"lagi mengingat masa kecilku dulu mas ,rasanya masih nggak percaya kalau bapak Dito itu ayah kandungku ." sahutku lirih .
"ya tapi kenyataanya kan begitu ,kamu harus bisa menerimanya fir." ujar mas fajar sembari naik ke atas tempat tidur .
__ADS_1
"mas,boleh nggak kalau bapak nanti tinggal bersama kita ." aku menatap suami ku yang sedang menarik selimut ke tubuhnya.
"boleh saja sih ,,,tapi ingat bapak mu jangan terlalu ikut campur dalam rumah tangga kita ,aku nggak suka ." jawab mas fajar ,matanya menatap langit langit kamar..
"makasih ya mas,nanti aku kasih tahu ke bapak ,dia pasti senang bisa tinggal bersamaku ." aku memeluk suamiku .
jam tujuh pagi kami sarapan bersama ,seperti biasa setelah sarapan papa mama pergi ke tempat kerja masing masing ,Farhan sedang dirumah bude Friska ,tinggal kami bertiga dirumah .
"pak ,,hari ini kita ke rumah pakde Andre ya ,aku pengen kenal sama keluarga pakde ,sekalian nanti bapak pamit untuk tinggal bersama kami dirumah baru ." ujarku saat kami duduk di ruang tengah .
"apa bapak tidak merepotkan kalian fir." tanya bapak tak enak hati .
"nggak lah pak ,sudah puluhan tahun kita hidup terpisah ,kini saatnya bapak hidup bersama ku ,apa bapak keberatan .?" tanyaku sambil menatap wajah bapak .
"Bu...bukan keberatan fir ,cuma bapak nggak enak sama suami mu ." ujar bapak menatapku sayu.
"bapak nggak usah khawatir ,mas fajar sudah mengijinkan kok ." jawab ku menenangkan bapak .
"makasih fir ,bapak sangat terharu mendengarnya." mata bapak berkaca kaca sambil mengelus rambutku .
jam sepuluh pagi kami bertiga pergi kerumah pakde Andre dengan mobil suamiku ,sepanjang jalan bapak banyak diam ,aku yang duduk di sebelah mas fajar memerhatikan wajah bapak dari kaca spion tengah .
setengah jam perjalanan kami sampai dirumah pakde Andre ,asisten rumah tangga membukakan gerbang saat mas fajar membunyikan klakson mobil ,rumah pakde bagus dan sangat asri dengan taman kecil didepan rumah .
seorang laki laki berperawakan tinggi besar keluar dari dalam rumah sambil menggendong anak laki laki .
"Fira ,fajar ,,ayok turun itu pakde kamu sama ponakan kamu ." ujar bapak di samping jendela sebelahku .
aku dan mas Andre turun dan berjalan bersama bapak menuju teras rumah .
"ini Safira ya keponakan pakde ,ya Tuhan kamu cantik sekali seperti ibu mu ." pakde menurunkan anak laki lakinya lalu memeluku erat sekali .
"pak de ,,,aku senang bisa ketemu pakde ." ujarku sambil menyeka mataku yang sudah basah .
pakde melepaskan pelukannya dan menyalami mas fajar ,kami diajak masuk kedalam rumahnya .
"ayok silahkan duduk ,kebetulan bude kamu lagi ke kota besok baru pulang fir ,kalian nginap saja disini ya ." pakde duduk di sampingku ,tanganya masih memeluk punggungku .
"sayang sekali bude nggak ada ya ,ini anak pakde yang kecil ." aku menunjuk anak laki laki yang duduk dipangkuan bapak .
"iya fir ,anak pakde yang besar kuliah dikota, yang kedua meninggal saat kelas dua SMP dan ini Dafa baru masuk TK ." ujar pakde .
tak lama asisten rumah keluar membawa minuman untuk kami ,lalu membawa Dafa masuk kedalam .
"silahkan diminum ,oh iya fajar kamu kerja dimana dan keluargamu tinggal dimana ." tanya pakde ,gayanya sangat cuek .
"keluarga saya di kota panjang indah pakde ,saya kerja di perusahaan properti ." jawab suamiku .
__ADS_1
"oh gitu syukurlah ,,coba kemarin bapak mu kabarin pakde pas kamu nikah pasti pakde datang ." ucap pakde menatap bapak .
"aku saja awalnya minder mas mau datang ke rumah pak Irfan ,tapi aku. bertekad harus datang dan ketemu Safira ,sekian lama aku mencari keberadaan Safira,dan tuhan mendengar kan doa yang setiap saat aku minta ." terlihat raut bahagia di wajah bapak .
pakde sudah menghubungi bude Mira mengabarkan jika aku dan suamiku ada dirumahnya ,bude janji besok pagi sudah sampai dirumah ,aku senang mendengarnya .
kami diajak makan siang bersama dirumah pakde ,perhatian pakde begitu tulus dia tunjukan ,kadang aku memergoki pakde sedang menatapku lekat ,matanya basah wajahnya menyiratkan kesedihan sekaligus bahagia.
kami menginap dirumah pakde ,dan pagi hari jam sembilan bude kembali kerumah ,bude Mira memeluk ku saat aku menyambutnya .
"Fira ...kamu cantik sekali mirip mama mu,bude senang bapak mu bisa menemukan mu setelah bertahun tahun mencari mu ." ujar bude senang .
"iya bude aku juga senang bisa ketemu bapak kandungku ,dan pakde Andre juga bude ,aku terharu sekali bude ."
"kamu tahu nggak fir,bapak mu berjanji dia tidak akan menikah kalau belum bisa menemukan mu ,bapak mu sangat menyesal karena tidak merawatmu sedari kecil ,bapak mu sangat mencintai mama mu fir hanya saja keadaan yang membuat mereka berpisah ." bude kembali memeluk ku .
bude mengajaku ke ruang tengah,kami duduk bersama karena bapak mau pamit sama pakde dan bude untuk tinggal bersama ku .
"aku senang dit kamu mau tinggal bersama Fira dan suaminya ,jaga kesehatan kamu ,sekarang harus lebih semangat lagi ya,kan sudah ketemu sama anak tercinta tinggal mikirin cari pendamping hidup dit ,nanti karatan loh ." kami tertawa mendengar candaan pakde .
"soal itu mah gampang mas,aku bisa dekat sama Fira saja sudah bersyukur banget ,masalah pendamping hidup biar mengalir saja ." sahut bapak santai .
setelah makan siang kami pamit pulang ,pakde membantu membawakan koper pakaian bapak dan mengantar ke mobil .
kami pulang kerumah papa Irfan ,besok baru pamit untuk menempati rumah baru yang di hadiahkan mas fajar untuk ku .
"sayang ...kamu kenapa banyak diam saat dirumah pakde tadi ." tanyaku saat kami duduk di atas pembaringan .
"kamu kan tahu aku nggak begitu suka ngobrol ,kamu saja kan sudah cukup ." jawab mas fajar dingin .
aku diam tak menanggapi ucapan nya ,hatiku bertanya tanya apakah suamiku tidak suka bapak ikut bersama kami ,ah mungkin mas fajar lelah ,aku nggak boleh mikir macam macam .
"mas bantuin dong masukin baju ini ke koper,aku capek loh berkemas sendiri ." aku menghampiri mas fajar yang masih tidur padahal sudah jam sembilan pagi .
"ah kamu ganggu aku tidur saja fir ,kan ada bapak mu suruh lah bantu kamu ,aku mau tidur capek ."
mas fajar menarik selimut dan menutupi wajahnya ,aku mendengus kesal melihat tingkahnya.
dengan kelelahan akhirnya beres juga ,baju baju ku dan mas fajar sudah masuk semua ke koper ,aku meminta tolong bapak menurunkan kedua koper besar ke bawah .
aku membangunkan mas fajar untuk segera mandi dan turun kebawah karena hari ini kita akan pindah kerumah baru .
jam sebelas siang kami pamit ,papa mama mengantarkan kami ke depan .
"Fira ...jaga kandungan mu ya ,kabari mama jika kamu sudah sampai ." mama memeluku begitu juga papa .
"iya ma,mama sama papa jaga kesehatan ya ,maksih banyak sudah merawat Fira dengan baik ,selamanya Fira akan sayang sama papa mama."ucapku sambil terisak .
__ADS_1
aku dan mas fajar menyalami tangan mereka dan kami pamit ,terlihat mata papa Irfan basah ,aku menatap mereka dari pintu kaca jendela sampai mobil keluar dari rumah .