Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab. 26 rejeki anak Sholehah


__ADS_3

POV. Friska




sepulang dari kantor pengadilan agama aku menuju ke toko ku yang ada di gading asri ,hari ini jadwalnya Nanik memberikan laporan keuangan selama dua Minggu ,sudah menjadi aturan untuk karyawan pegawai ku setiap dua Minggu harus memberikan laporan penghasilan selama dua Minggu,untuk melihat


perkembangan penjualan .



"ini mbak laporan keuangan dua Minggu ," Nanik menyodorkan buku panjang di atas meja kasir di hadapanku .



aku membuka buku keuangan yang di berikan Nanik dan memeriksa nya ,setelah aku lihat saldo awal dan saldo akhir ,disitu nominal saldo akhir hanya selisih dua juta dengan saldo awal ,berarti keuntungan toko dalam dua Minggu hanya dua juta , sedangkan keuntungan dari toko yang dijaga Maya sepuluh juta lebih .



aku periksa lagi kolom pengeluaran , disini ada yang janggal ,pembayaran listrik dan air baru tanggal 5 awal bulan ,ini ditulis lagi tanggal 13 ,aku semakin penasaran ,aku cek stok barang dengan barang yang keluar ada selisih harga cukup banyak ,itu artinya Nanik tidak mencatat barang yang terjual .



Nanik baru bekerja dua bulan tapi sudah melakukan kecurangan ,awal dia kerja satu bulan pertama laporan keuangannya bagus dan masuk akal,biarlah aku tak menegurnya dulu,jika akhir bulan nanik masih melakukan kecurangan, aku akan menindak tegas .



"nan...penjualan dua Minggu ini menurun ya ,kalau boleh tahu apa penyebabnya.? ,harus segera di Carikan solusi nya , karena toko satunya yang dijaga Maya sangat bagus pemasarannya ,mungkin kamu harus belajar dari Maya cara merket yang bagus ."ujarku ke Nanik.



"iya mbak....,dua Minggu ini toko agak sepi pembeli, mereka bilang barang di sini agak mahal ,sedangkan di pusat perbelanjaan yang jaraknya tidak jauh dari sini lebih murah dan bagus bagus ." Nanik sepertinya membela diri.



"mbak rasa bukan itu alasannya nan,,di toko satunya malah letaknya hanya beberapa meter dari mall candira ,tapi disana jauh lebih ramai pembelinya ." aku mencoba tersenyum ke arah Nanik yang masih berdiri ,wajahnya sedikit gugup ,aku tak mau langsung memarahinya ,biar dia merasa bersalah dan meminta maaf ,itu lebih baik menurutku .



"ya sudah kamu kerja lagi ya ,semoga toko ini bisa maju di tangan mu nan,besok ada karyawan baru untuk membantu kamu disini ,saya harap kalian bisa bekerja sama dengan baik ." saya .aku keluar dulu nan ,kerja yang baik ya dan jaga kepercayaan saya ke kamu .



aku melangkah keluar dari toko ,aku melihat mobil warna putih berhenti di sebelah toko ,seorang laki laki bertubuh kurus tinggi,rambutnya keriting turun dari mobil,saat laki laki itu akan melangkah pergi jendela di bagian belakang kemudi terlihat di ketuk dari dalam ,lelaki tersebut menoleh kebelakang ,ketika kaca mobil terbuka aku sontak terkejut .



aku melihat seorang perempuan yang tak asing bagi ku ,,Siska..... " benarkah itu Siska.? ada yang aneh dari wajah Siska ,di bawah mata nya ada luka memanjang sampai dekat mulut dan pelipisnya lebam kebiruan,ada apa dengan Siska ,,aku melihat Siska berbicara dengan lelaki tersebut dan dengan cepat kaca jendela mobil ditutup kembali dan lelaki itu pergi ke toko sebelah ku .



aku masih diam di depan toko ku , aku sengaja memakai kaca mata hitam supaya tidak ada yang mengenali,tak lama lelaki itu keluar dari toko membawa kantong plastik dan masuk ke mobil ,aku sempat mencatat plat nomor mobil yang membawa Siska sebelum pergi .



aku berjalan menuju motor ku dan kembali kerumah ,sore ini mbak wanti mau datang ke rumah mengantar art ,saat di jalan menuju rumah ,aku melihat ibu mas Dany dengan seorang perempuan berjalan membawa kantong plastik belanjaan .



setelah sudah dekat dengan mereka ,aku memperlambat motorku dan menyapa mereka .



"ibu Dari mana ,kok jalan kaki," sapaku saat sudah disamping ibu .



ibu menoleh ke arahku wajahnya seperti kaget ,lalu berhenti di pinggir jalan,perempuan yang disebelah ibu itu bukankah lina,aku perhatikan Lina wajahnya kusam ,rambutnya juga gak beraturan seperti jarang di keramas ,dan perut nya buncit ,apakah Lina sedang hamil ,pikiranku berkecamuk .



"ini fris,Lina gak betah tinggal di kontrakan dia minta di antar ke rumah ibu ,sedangkan rumah kan sudah di gadai,ibu mau main ke rumah Bu helma ,siapa tahu Lina tidak merengek lagi setelah lihat rumah yang dulu dia tempati ." ibu menatapku,wajah nya terlihat sedih .



"ya Allah Bu ,kasian sekali Lina Ayuk saya antar Bu ,rumah ibu masih lumayan jauh dari sini ,saya bonceng Lina dulu kerumah Bu helma ,nanti saya jemput ibu ."ujarku menawarkan ke ibu .



ibu pun setuju dan menyuruh Lina naik ke motorku ,tangan Lina memeluk erat pinggangku saat aku menjalankan nya ,lima menit kemudian aku sampai didepan rumah Bu helma .



tok....tok ...



aku mengetuk rumah Bu Helma , Lina berdiri di belakangku tanpa tanganya meraih handphone di saku bajunya dan sibuk melihat ponsel nya,pintu rumah terbuka Bu Helma keluar dan menghampiri kami.



"Friska.....kamu datang ,itu siapa di belakang mu." tanya Bu helma keheranan .



"iya ini saya Bu,tadi dijalan depan saya bertemu ibu sama Lina jalan kaki ,katanya mau ke rumah ibu ,saya kasihan melihat nya lalu saya antar Lina kesini ,Bu Narti sedang menunggu di belakang ." ucapku menjelaskan .


__ADS_1


"apa....ini Lina ,," Bu helma menatap ke arah Lina seolah tidak percaya akan apa yang dia lihat ,sama seperti ku .



"Bu ....tolong bawa masuk Lina kedalam saya mau jemput ibu Narti ,kasian kalau harus jalan kaki." ujarku seraya menggandeng tangan Lina ,Lina menarik tanganya saat aku pegang dan menyembunyikan di balik tas nya.



"Lina...Ayuk masuk kerumah ibu ,biarkan Friska menjemput ibu mu dulu ya ." Bu helma membujuk Lina dan mengajaknya masuk ke dalam rumah ,aku segera pergi untuk menjemput ibu .



sampai di tempat tadi aku bertemu ibu ,aku tidak melihat ibu ,aku ke jalan besar masih tidak melihat ibu ,aku bertanya ke orang orang yang aku temui tapi mereka tidak melihat ibu ,kenapa ibu tiba tiba menghilang ..? aku segera menghubungi mas Dany.



{hallo,fris ada apa }



{mas tadi pas aku mau pulang kerumahku ,dijalan aku bertemu ibu dan Lina jalan kaki,saat aku tanya ibu katanya mau ke rumah Bu helma ,aku kasian liatnya aku bonceng Lina kerumah Bu helma ,aku suruh ibu menunggu ku ,tapi ibu tidak ada waktu aku balik jemput ibu .}



{kemana ibu fris ,kok bisa gak ketemu ,apa kamu sudah mencarinya }



{sudah mas ,kalau ibu jalan kaki aku rasa belum jauh ,tapi aku sudah keliling sampai ke jalan besar tidak ketemu ibu }



{ya sudah fris ,aku mau tutup warung ku dulu ,nanti aku ke rumah Bu helma ,makasih ya fris.....}



aku mematikan handphone dan memasukan ke saku gamis ku ,dan kembali ke rumah Bu helma ,aku tidak bisa meninggalkan Lina dirumah Bu helma ,aku akan tunggu mas Dany datang .



di jalan menuju rumah Bu helma aku membeli kue basah dan buah buahan di warung dekat pertigaan , aku sampai di rumah Bu helma,setelah mengucapkan salam aku segera masuk ,Bu helma mengajak ku bicara di ruang tengah .



"fris....mana ibu Narti kenapa gak ikut kamu ." tanya Bu helma sambil menerima dua kantong plastik yang aku berikan dan meletakan di atas meja.



"itu dia Bu...tadi aku ke jalan tempat ibu menunggu ,tapi ibu gak ada ,aku sudah keliling mencarinya sampai ke jalan besar ibu gak aku temukan ,aku sudah hub mas Dany Bu nanti dia kesini ." ujarku menjelaskan ke Bu helma .




"aku juga berfikiran Sam dengan ibu ,tapi kita belum tahu kepastiannya ,kita tunggu mas Dany ya Bu ," ujarku .



"ya sudah fris ibu ke belakang dulu mau buatkan minuman untuk mu." Bu helma kebelakang membawa kantong plastik yang aku berikan tadi .



aku ke dapan menemui Lina ,aku sengaja duduk dihadapan nya ,Lina mengangkat wajah nya menatapku lalu kembali sibuk dengan ponselnya .



tak lama aku mendengar suara motor berhenti di depan rumah Bu helma ,aku ke depan membuka pintu ,mas Dany datang dan segera masuk ke rumah Bu helma .



"makasih fris...kamu sudah menolong Lina ," ucap mas Dany dan duduk disamping Lina .



"mana kue ....mas ...aku mau kue ." ucap Lina seraya menatap mas Dany .



"sebentar ya aku ke belakang dulu ,pamitku ke mas Dany lalu aku menuju belakang,untung saja aku tahu beli kue pas mau ke sini ,aku lihat Bu helma sedang memotong kue bolu pemberianku dan meletakan di piring.



"mas Dany sudah datang Bu ,sini saya bantu bawain kue dan minuman nya ke depan Bu." ujarku seraya mengambil nampan dan membawa kue serta tiga gelas teh hangat .



"ini kue nya Lina ,dimakan ya...


dan ini teh hangat buatmu ." aku menyodorkan piring berisi kue bolu pandan ke Lina, Lina langsung mengambil sepotong dan memakan nya .



"kue nya enak,pasti kamu baik seperti Bu Aryanti." ucap Lina sambil mengunyah kue bolu ,ku lihat mas Dany menatap iba ke arah Lina, Bu helma keluar dari dapur dan duduk di sampingku .



"di minum dan teh nya dan kue nya dimakan ,tadi Friska kesini beli kue sama bolu,Friska menjemput ibu mu setelah mengantar Lina ,tapi ibu Narti gak ada ." ujar Bu helma sedih .


__ADS_1


"iya Bu ...saya heran kenapa ibu tidak menunggu Friska ,padahal Kan jarak rumah Bu helma ke tempat ibu ketemu Friska tidak terlalu jauh ." ujar mas Dany .



mas Dany terlihat sangat sedih ,dia juga bilang sudah hubungi nomor ibu tapi tidak aktif,keluarga ibu juga sudah di hubungi tapi semua bilang ibu tidak datang kerumah mereka .



mas Dany mencoba membujuk Lina untuk pulang ke kontrakan ,aku pun sama,setelah dijelaskan kondisi Lina dan makanan kesukaan Lina ,aku membujuk Lina ikut mas mas Dany pulang dan berjanji akan sering bawain kue bolu kesukaannya .



akhirnya Lina mau ikut pulang mas Dany ,aku pun pamitan sama Bu helma ,aku menjalankan motorku pulang ke rumah .



sampai dirumah ibu sedang bersama amori main di teras rumah ,melihat kedatanganku amori berlari menghampiri.



"mama.....Moli beliin sepeda dong ,yang ada gambar kelinci depannya ." ujar Mori seraya menggandeng tanganku .



"iya tu fris ....tadi lihat di televisi ada anak pakai sepeda Warma pink gambar kelinci ,amori minta beliin." sahut ibu



"iya sayang....besok mama beliin ya ,sekarang sudah sore ,toko sepedanya sudah tutup ." ujarku seraya duduk disamping ibu dan memangku amori ,amori mengangguk senang .



menjelang magrib Winda pulang dari kuliah ,bukan depan Winda akan wisuda gelombang pertama ,sekarang sedang sibuk menyusun skripsi ,aku sangat bersyukur Winda bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu ,andai bapak masih hidup pasti akan bahagia melihat kesuksesan anak anaknya .



selesai shalat jamaah bersama kami ke meja makan untuk makan malam .



" win ,skripsi mu sudah sampai mana ,mbak lihat kamu sibuk banget seminggu belakangan ini ." tanyaku ke Winda .



"besok ketemu dosen pembimbing mbak untuk menyelesaikan skripsi ku , insyaallah awal bulan depan aku sudah bisa ikut wisuda ." sahut Winda senang .



Tring....Tring .....


aku menyelesaikan sisa nasi di piringku ,lalu pergi ke kamar megambil handphone ku .



{hallo ..atifa apa kabar }



{ kabar ku baik fris.....selamat ya fris ,penjualan kamu sudah mencapai target pemasaran dan reseller kamu juga sudah banyak,perusahaan memberikan mobil baru buat mu fris ,kamu hanya satu tahap dibawah ku ,luar biasa pencapaian mu fris,sekali lagi selamat ,nanti ada pemberitahuan dari perusahaan .}



aku terdiam rasanya gak percaya apa yang di ucapkan mbak atifa barusan .ya Allah terimakasih atas semua nikmat yang engkau berikan .



{hallo....fris,kamu kenapa } terdengar suara mbak atifa .



{eh...iya mbak....rasanya syok gak percaya aja mbak..hehe ...makasih atas kabar baik nya ya mbak }



aku mematikan ponselku dan segera bergabung lagi dengan ibu dan Winda di ruang tengah , ibu dan Winda ikut bahagia mendengar berita yang sangat luar biasa .



menjelang shalat isya ,mbak wanti datang membawa saudaranya yang mau bekerja dirumah ku.kami pun mengobrol di ruang tamu ,Rani nama gadis berusia dua puluh enam tahun yang akan bekerja menjaga amori ,Winda mengajak Rani ke belakang menunjukan kamar yang akan di tempati Rani .



pukul sembilan malam mbak wanti pamit pulang ,aku menyuruh Winda mengantarkan mbak wanti pulang kerumahnya.



"Bu...makasih ya atas semua doa dan nasehat ibu untuk ku ,aku sudah mendapatkan banyak kemudahan dan kebahagiaan," ujar ku ke ibu ,, ini juga tak lepas dari amori anak mama,rejeki anak Sholeha ya nak ...aku mencium dan memeluk amori .



"jangan lupa jika sudah diatas fris....banyak banyak lah bersyukur dan selalu rendah hati ,,bantulah orang yang membutuhkan ,insyallah hidup mu akan berkah ." ibu mengelus kepala ku.



"iya Bu.....aku akan selalu mengingat nasehat ibu ,,terimakasih Bu ,karena ibu lah aku selalu kuat menjalani kehidupan ." aku memeluk pinggang ibu ,rasanya nyaman sekali berada di pelukan ibu .



bersambung.

__ADS_1


__ADS_2