
mendengar tangisan Bu ginah yang begitu keras ,tetangga berdatangan ke rumah Bu ginah ,aku segera mengabari mas Hendri dan dia mengijinkan ku untuk tetap di rumah Bu ginah .
tetangga membantu mempersiapkan ember besar dan perlengkapan lainya untuk memandikan mayat Siska ,aku membantu ibu ibu di belakang merangkai bunga .
Siska sudah selesai dimandikan dan di kafani , Bu ginah mengajak ku duduk di dekat tubuh Siska yang sudah terbungkus kain kafan .
pelayat masih saja berdatangan ,mas Dany dan ibu nya juga datang setelah aku mengabari mereka ,mas Dany membantu menyiapkan kursi dan keperluan lainya.
"fris....kemarin mas Andre kakaknya Siska ke rumah ku ,dia menanyakan kabar Siska ,aku memberikan alamat rumah sakit tempat Siska di rawat ,sayang nya aku lupa minta nomor handphone nya ." ucap mas Dany saat duduk di sampingku .
"berarti mas Andre ada di sini mas ,coba kamu cari dia mas ,siapa tahu ketemu dan bisa mengantarkan Siska ke pemakaman ." ujarku memberi saran .
"ok ,aku pergi sekarang semoga bisa ketemu sama mas Andre ." ucap mas Dany lalu berdiri dan berjalan ke arah keluar .
aku menghampiri Bu ginah yang sedang mengobrol dengan pak ustad .
"Bu ,saya mau bicara sebentar ." ucapku ke Bu ginah .
"iya mbak Friska ,,ada apa ya ." jawab Bu ginah dan pindah duduk di sebelahku .
"Bu,mantan suami Siska sedang keluar mencari kakak laki laki Siska ,kemarin dia datang kerumah mas Dany ,saya minta sama ibu kita tunggu kakak nya Siska datang baru di makam kan ." ujarku sedikit berbisik ke Bu ginah .
"baiklah mbak ,nanti ibu sampaikan ke pak ustad, saya permisi dulu ya." ucap Bu ginah berjalan menghampiri pak ustad .
satu jam berlalu mas Dany belum juga kembali ,aku sudah gelisah begitupun dengan Bu ginah .
akhirnya pak ustad menyarankan agar Siska segera di shalatkan dan di bawa ke makam .
"tunggu...." terdengar suara dari arah luar ,mas Dany datang bersama dua orang laki laki ,yang satunya aku mengenalnya dia mas Andre ,yang satu lagi apakah itu Dito suami Siska ...?"
mereka menghampiri keranda yang sudah di kelilingi empat laki laki siap di bawa ke masjid .
"Siska ....maafin mas,,huaaaa....." mas Andre memeluk keranda dan menangis keras.
laki laki yang bersamanya pun menangis ,dia duduk di kursi plastik dan ******* ***** rambutnya .
"mas ...apakah itu suami siska ." tanyaku sembari menunjuk ke lelaki yang bersama .as dany tadi .
"iya fris....aku tadi mencari mas Andre kerumahnya tapi tidak ada ,tetangganya bilang mas Andre pergi ,lalu aku menanyakan nomor handphone mas Andre ternyata tetangganya punya .
saat aku hubungi mas Andre dua sedang bersama Dito yang baru keluar dari penjara ,mas Andre segera meluncur ke rumahku saat aku memberi kabar tentang Siska .
"oh jadi selama ini Dito di penjara ,ada kasus apa mas sampai dia dipenjara ." tanyaku ke mas Dany .
Dito dijadikan umpan sama temanya ,kasusnya masih sama seperti Seno dan siska ,penggelapan mobil ,Dito kehilangan handphone makanya dia tidak bisa menghubungi Siska .
"tadi dijalan Dito sempat menanyakan anak yang dikandung Siska apakah ada disini ,aku bilang tidak tahu menahu soal itu ."
"kalau mas Andre kemana saja ,saat orang tuanya meninggal apakah dia tahu ." tanyaku lagi .
"mas Andre pergi ikut kapal ke negara Eropa ,selama di perjalanan dia tidak bisa menghubungi siapa pun karena kapten kapal melarangnya ,pas dia mendarat baru tahu jika orang tuanya meninggal ."
__ADS_1
"mas Andre pulang rencana nya akan menjual semua harta peninggalan kedua orang tuanya dan membaginya dengan Siska ,tapi semuanya terlambat ,Siska sudah pergi lebih dulu .
pak ustad kembali memberi pengumuman agar jasad Siska segera di makamkan ,mas Andre dan Dito memanggil keranda di bagian depan ,mereka beriringan menuju ke masjid selesai dishalatkan di bawa ke pemakaman .
"aku bersiap untuk pamit sama bu ginah , aku menghampiri Bu ginah yang sedang duduk di tikar bersama ibu ibu tetangga .
" Bu ,aku pamit dulu ya , insyaallah besok aku kesini lagi ." aku menyalami tangan Bu ginah .
"terimakasih ya mbak Friska sudah banyak membantu ,ibu baru tahu dari ibu nya Dany ternyata kamu bekas madu tuanya Siska ,maafkan semua kesalahan Siska yang selama hidupnya pernah dia lakukan ke kamu ya .' ucap Bu ginah sambil menyeka air matanya .
"iya Bu ,saya sudah memaafkan Siska dari dulu ,saya ikhlas atas semua yang pernah terjadi diantara kami , saya pamit dulu ya Bu ." aku bangun dan melangkah keluar rumah Bu ginah .
sampai di rumah aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badan ,amori ada di toko bersama mas Hendri ,Alfin dibawa bulek asni kerumahnya .
setelah mandi dan shalat ashar aku bersiap ke rumah bulek Asni menjemput Alfin .
tok....tok...tok
aku berjalan ke depan membuka pintu ,mas Dany datang bersama mas Andre dan Dito .
"fris,,,mas Andre sama Dito mau ketemu kamu,ada yang mau ditanyakan sama mereka ." ucap mas Dany mengawali .
"oh,silahkan masuk ...." aku mengajak mereka duduk di ruang tamu .
"begini fris ,,,aku dengar dari Bu ginah kamu banyak membantu Siska saat dia sakit ,aku sebagai kakak nya mengucapkan banyak terimakasih ,dan tolong maafkan semua kesalahan Siska selam hidupnya."mas Andre bicara sambil menunduk ,mata nya basah .
"aku sudah memaafkan Siska sebelum dia sakit mas ,aku sudah melupakan semua kejadian di masa lalu ,saat Siska sakit aku merasa sangat kasian karena tidak orang orang dekat yang mendampinginya ,terutama suaminya dia sangat mengharapkan kehadiran ya ." ujarku sembari melirik ke arah Dito .
"dulu saat Siska di penjara dia sedang mengandung anak ku ,apa mbak Friska tahu Diamana keberadaan Anak itu mbak .' Dito menatap ku .
"aku tidak tahu dit,saat Siska sakit dia tidak pernah bercerita tentang anak nya begitupun Bu ginah ." jawabku berbohong .
aku harus memegang amanah Siska ,dia meminta ku untuk merahasiakan keberadaan anaknya yang sekarang menjadi anak Winda dan Irfan .
"aku berencana memberikan sebagian harta orang tuaku ke anak Siska ,tapi dimana aku bisa menemukan anak nya ." ujar mas Andre sedih .
"begini saja ,coba tanya sama pegawai lapas dimana Siska menitipkan anaknya ,saya rasa pasti pihak lapas tahu ." mas Dany memberikan ide .
"iya ya ,benar kata kamu dan,besok aku sama Dito akan mendatangi lapas tempat Siska di penjara ." ucap mas Andre semangat .
mendengar pembicaraan mereka aku sangat cemas ,bagaimana jika mas Andre dan Dito menemukan Safira dirumah Winda,apakah mereka akan mengambilnya .?
"ya sudah kalau begitu kami permisi ya mbak ." mereka berdiri dan menyalami ku .aku mengantar mereka sampai di teras rumah ,setelah mereka pergi aku kembali masuk kedalam rumah .
Tring... Tring...
ponselku berbunyi ,aku lihat siapa yang meneleponku ,ternyata mbak Mira .
[hi fris,,kamu sibuk nggak ]
[nggak sih mbak ,ini baru mau jemput anak Ku dirumah bulek ]
__ADS_1
[fris bisa nggak kamu main kerumahku bentar ,aku mau curhat ]
[em,,aku kasih tau bulek ku dulu ya mbak ,nanti aku kabari mbak Mira ]
[oke ,makasih ya fris..aku tunggu .]
aku mematikan ponsel dan menghubungi bulek Asni ,bulek nggak keberatan Alfin belum aku jemput ,lalu aku menghubungi mas Hendri ,dai mengijinkan ku kerumah mbak Mira tapi sebelum magrib aku harus pulang .
sepuluh menit kemudian aku sampai dirumah mbak Mira ,mbak Mira menyambut ku didepan pintu .
"makasih ya fris dah mau datang ,Ayuk masuk ." aku mengikuti mbak Mira duduk di sofa ruang tamu .
melihat rumah ini aku jadi sedih ,dulu aku berusaha sangat keras untuk bisa memiliki rumah sendiri tapi itu tak lama ,semua nya hilang tak bersisa .aku rindu dengan rumah ini .
"fris,di minum airnya ,kamu kenapa kok melamun ." suara mbak Mira mengagetkan ku .
"eh,,mm..nggak papa mbak ,aku cuma mengenang saat masih tinggal di rumah ini ." sahutku sembari mengambil es jeruk dari mbak Mira dan meminum nya .
"sabar fris,,kamu pasti bisa beli rumah lagi ,novel mu laku keras kok ," mbak Mira tersenyum menatapku.
"oh iya mbak ,ngomong ngomong mau curhat apa nih sama saya ." tanyaku penasaran .
"begini fris ,dulu aku kan menjalin hubungan sama seseorang ,bahkan sudah tunangan ,tapi dia pergi keluar negri dan nggak ada kabar ,sekarang dia sudah pulang dan minta kembali melanjutkan hubungan bahkan siap menikahi ku dalam waktu dekat ." ujar mbak Mira .
"mbak Mira masih cinta nggak sama orang itu ." tanyaku .
"jujur aku masih sangat mencintainya fris ,, tapi aku takut nanti tiba tiba dia ngilang lagi dan ninggalin aku ." jawab mbak Mira ,wajahnya nampak cemas .
"kalau menurutku jika mbak Mira masih mencintai nya lanjutkan saja mbak ,asalkan komunikasi berjalan dengan baik saya rasa hubungan mbak dengan kekasih mbak Mira akan baik baik saja ."
"menurut kamu jika laki laki tidak memberi kabar ke pacar nya itu gimana fris ,apa bisa di sebut laki laki baik .?" mbak Mira sepertinya masih ragu dengan hati nya .
"coba si mbak aku lihat foto pacar nya Mira boleh nggak ." ujarku iseng .
"oh tentu boleh dong ,ini foto nya ." mbak Mira memberikan handphone nya padaku .
deg
foto mas Andre terpampang di layar ponsel mbak Mira ,dia sedang merangkul mbak Mira dengan senyum bahagia di bibir keduanya.
"kamu kenal fris sama pacar ku .?" tanya mbak Mira saat melihat ku diam .
"kenal mbak ,bahkan baru saja mas Andre datang ke rumahku ." aku memberikan kembali handphone mbak Mira.
"hah ,,,ngapain mas Andre ke rumahmu fris ." mbak Mira menatapku.
"tenang mbak ,aku akan ceritakan semuanya ke mbak Mira, sabar ya aku makan dulu kue nya nih biar nanti semangat ngobrolnya." ucapku sambil tertawa .
mbak Mira ikut tertawa mendengarnya,dan akhirnya aku menceritakan siapa mas Andre dan bagaimana aku bisa mengenalnya.
mbak Mira puas mendengar ceritaku ,dan memutuskan untuk menerima kembali mas Andre dalam hidupnya.
__ADS_1