
POV .Siska
•••••••••••••••
"ingat ya manis.....layani kawan ku sebagus mungkin ,jangan coba coba untuk kabur,aku akan mencari mu dimana pun kamu berada ." Jodi mengancamku saat menurunkan aku di lobi hotel .
aku diam tak membalas ucapannya ,karena percuma saja,aku memakai gaun merah maroon wajahku sudah di permak di salon langganan Jodi yang ada di seberang hotel ,menurut yang punya salon aku cantik sekali tapi sayang tidak ada senyum di bibirku ,katanya .
aku berjalan masuk kedalam hotel ,Parto mengikuti di belakang ku .
"maaf nona ....mau ke kamar berapa ." tanya office boy menghampiriku.
"kamar 125 jawabku ,,,lalu memperlihatkan kartu chip ditangan ku.
"mari saya antar ...." ujarnya sopan.
aku mengikuti office boy masuk lift dan naik ke lantai dua belas ,dan berhenti di depan pintu kamar 125 .
aku menempelkan kartu ke pintu dan membuka nya ,lalu menghidupkan lampu kamar,seorang laki laki duduk diatas tempat tidur membelakangi ku .
aku duduk di sofa dekat pintu kamar mandi , menunggu reaksi dari laki laki di hadapan ku .
kemarilah ...." suara berat laki laki itu mengagetkan ku .
aku berjalan ke arah lelaki yang masih menghadap ke luar jendela ,wajahnya belum terlihat,aku duduk di sampingnya .
lelaki itu menoleh ke arahku .
"ka.....kamu....Dito.!' aku hampir saja menjerit saking terkejutnya,Dito membekap mulut ku .
"ssssttttttt......diam ,diluar ada anak buah Jodi ,jangan sampai dia curiga ,kamu tenang dulu nanti aku ceritakan semuanya .
Dito melepaskan tanganya dari mulutku ,nafasku tersengal sengal antara kaget dan senang ,Dito orang kepercayaan ku yang dulu menjaga bengkel dan merampok bengkel ku ,semoga dia mau berpihak denganku .
"Dito.....ceritakan sekarang kenapa kamu bisa ada disini ." tanya ku pelan.
Dito menatap wajahku lekat ,ada kilat aneh di matanya saat menatap ku ,hatiku berkecamuk jangan jangan Dito sama saja dengan Jodi ,dulu saja dia berani merampok bengkel ku . aku membatin.
"aku akan membantumu lepas dari Jodi Siska ......tapi kamu harus tetap melayani ku malam ini ." ujarnya masih tetap menatap ku liar.
"ah,dasar baj***an tetap saja otaknya kotor ,gak mungkin mau ikhlas menolong ." aku melengos .
"terserah kamu Siska ....ingat aku bantu ataupun tidak kamu tetap harus melayani ku ,jika menolak aku akan hubungi Jodi dan kamu akan di cambuknya sampai mati ." ujar Dito .
aku diam ,benar kata Dito jika aku menolak maka Parto akan menyeret ku dan menyerahkan ke Jodi ,tapi jika aku mau melayani Dito dia akan membantuku pergi dari sini ." pikiranku kalut sekali .
"baik lah ....tapi jika kamu tidak menepati janji ,aku akan menyuruh mas Andre membunuhmu ." aku balas mengancam .
Dito terkekeh dan mendekatiku,,Dito tidak jelek wajahnya manis dan tubuh nya kekar ,waktu masih jadi karyawan ku Dito sering mencuri pandang menatapku ,apa Dito menyukaiku .?"
Dito menarik dagu ku keatas dan menatap mataku ,wajahnya semakin dekat dengan wajahku ,hembusan nafasnya memburu ,hasratnya sudah mulai naik,aku pasrah saat Dito ******* bibirku ,,lalu menjalari leherku ,dengan lembut Dito melepas bajuku hingga terlepas semuanya .
tubuhku diangkat dan di jatuhkan ke atas tempat tidur ,mataku terpejam gak sanggup menatap wajah Dito yang selama ini sudah aku kenal ,Dito mencumbu ku ,tidak ada bagian tubuhku yang terlewatkan ,nafas Dito semakin panas dia menindih tubuhku lalu mengerang saat mencapai puncak nya .
Dito berbaring di samping ku ,aku masih belum membuka mata ku ,nafasnya tersengal kelelahan ,aku kaget saat Dito memeluku.
"terimakasih Siska .....setelah ini aku janji akan membawa mu pergi ,aku akan menjagamu dan melindungi mu ,,tidak akan aku biarkan siapa pun menyakiti mu." Dito bicara lembut di telinga ku .
"Dito ...apa maksud ucapan kamu ." aku memiringkan tubuhku menghadap ke arah Dito.
"sudah lama aku mencintai mu sis....belum sempat aku ungkap kan ,kamu keburu nikah dengan Dany ." ujar Dito sambil membelai lembut kening Ku.
kembali aku terkejut dengan ucapan Dito ,jika Dito tulus mencintai ku apa salahnya aku menerimanya dari pada aku hidup tersiksa di tangan Jodi ." bathinku .
"ayo lah Dito kita keluar dari sini,aku sudah gak sanggup jika harus kembali ke markas Jodi ."
__ADS_1
'sabar sayang ....tunggu tengah malam ,aku sudah menyuruh anak buah ku mengerjai Parto ,setelah Parto bisa di lumpuhkan kita akan pergi dari sini ." ujar Dito tersenyum .
tok....tok
pintu diketuk dari luar ,Parto masuk mengawal pegawai hotel yang mengantar makanan, parto menatap ke arahku ,Dito mendekati Parto .
"Parto...bilang sama Jodi ,terimakasih sudah memberikan pelayanan sangat memuaskan padaku ." Dito menepuk pundak Parto sambil terkekeh.
"siap bos...beri tahu saya jika dia macam macam ," ujar Parto ikut tertawa .
"tenang kawan....kelinci pasti akan takut dengan harimau ." hahaha mereka berdua tertawa lepas .
aku melengos dalam hati aku juga ikut tertawa melihat tingkah konyol mereka berdua .
Parto keluar dari kamar dan menutup pintu,Dito melangkah mendekatiku.
"jam dua malam nanti kawanku akan melancarkan aksinya , sekarang kamu pakai ini ,celana panjang dan sweater dan ganti sepatumu dengan sepatu kets ,supaya nyaman saat kita pergi sini .
aku menerima Tote bag dari Dito dan membawa nya kekamar mandi ,setelah memakai baju pemberian Dito aku keluar dan duduk di sofa.
drtt.....drttt...
ponsel Dito bergetar , Dito melihat pesan masuk di ponsel nya , aku melihat Dito tersenyum lebar
"siap siap ....bentar lagi kita keluar ." ujarnya berbisik.
aku mengangguk dan memasukan baju baju ku ke dalam tas ,Dito berdiri di belakang pintu sepertinya sedang mengawasi keadaan di luar .
brukk....ahgh ...
aku mendengar barang jatuh dan suara orang kesakitan ,Dito membuka pintu sedikit dan melihat keluar ,,dua orang laki laki masuk menerobos pintu.
"dit...cepat kalian keluar dari sini ,Parto sudah aku lumpuhkan ,Ayuk jangan lama lama nanti Jodi curiga ." ujar laki laki bertubuh kurus .
kami sontak kaget dan bersembunyi di balik pot bunga besar ,untung saja Jodi tidak melihat kami ,Dito menarik tanganku secepat mungkin kami keluar dari hotel dan menuju ke jalan besar ,disana sudah menunggu mobil warna silver .
"masuk sis....Dito membuka pintu bagian belakang dan menyuruhku masuk ,mobil segera pergi dengan kecepatan tinggi .jantungku berdegup kencang antara senang dan was was.
aku tidak tahu Dito akan membawaku kemana,dalam pikiranku yang penting aku bisa terbebas dari jodi,aku ingat ibu yang masih berada di markas Jodi ,bagaimana nasib ibu sekarang,sedih bila mengingatnya .
mobil berhenti di sebuah rumah di pinggiran desa ,,rumah ini jauh dari rumah warga lainya ,Dito mengajak ku masuk dan tiga kawan Dito pamit setelah mengantar kami sampai di teras depan rumah .
"dit....ini rumah siapa." aku menatap Dito yang akan membuka pintu .
"ini rumah peninggalan orang tuaku sis,,sudah lama tidak ditempati ,Ayuk masuk." ajak Dito menggandeng tangan ku .
Dito menyalakan lampu,dan mengajak ku duduk ,rumah Dito terlihat terawat ,lantainya bersih dan perabotan rumah sepertinya sering di bersihkan .
"dit,,kamu bilang rumah ini sudah lama tidak di tempati ,tapi aku lihat rumah nya bersih dan terawat dit." ujar ku .
"aku menitipkan rumah ini sama tetangga di dekat tikungan jalan ,setiap bulan aku memberinya uang untuknya ."jawab Dito tersenyum .
"eh kamu pasti capek ya,Ayuk aku tunjukan kamar untukmu ." Dito berjalan menunjukan kamar di dekat ruang tengah .
'ini kamarmu sis,, apa adanya ya ,kalau mau kekamar mandi di belakang sana ya ,kamu tenang aja sis aku akan menjagamu jangan takut ya ." ujar Dito .
aku masuk kedalam kamar duduk diatas tempat tidur ,diatas meja ada boneka dan bingkai foto gadis berambut panjang ,mungkin ini adik perempuan Dito ,cantik dan manis .ujarku mem batin
*********
POV .Jodi
aku melemparkan ponselku saat mendapat laporan dari office boy hotel yang aku suruh mengawasi Parto .
kurang ajar siapa yang sudah berani menghajar Parto sampai pingsan ,aku segera membawa mobilku menuju hotel ,dan benar saja aku melihat Parto sedang di kerumuni penghuni hotel dan beberapa satpam.
__ADS_1
aku mengatakan jika aku saudara Parto dan akan membawa nya pulang ,dengan bantuan satpam dan tamu hotel Parto di bawa masuk kedalam mobil ku ,dan aku langsung membawa nya ke markas ku .
"bangun,kerbau bodoh ...' tubuh subur Parto aku tendang saat masuk ke dalam rumah induk .
"aduh...sakit bos...ampun ." Parto memohon .
"apa kerjamu disana sampai bisa dihajar orang dan pingsan ,siapa yang membawa temanku dan Siska ...!!jawab Parto .
"aku tidak tahu bos ...saat sedang berjaga di depan pintu ,tiba tiba datang dua orang dan langsung membekap mulutku ,dan menghajar ku ,aku pingsan bukan karena dihajar mereka bos tapi di bius ."
"sial....!! ada informasi penting yang seharusnya aku terima dari kawan ku ,tapi sekarang dia menghilang dan tidak bisa di hubungi ." aku menendang kursi ke arah Parto .
"Parto ... kamu kerahkan anak buah mu di bawah ,suruh mereka mencari tahu siapa yang mencelakai mu dan kemana perginya Seno Sunarya ." suaraku ku tekan sangat dalam ke arah Parto .
"siap bos ,,jalankan perintah sekarang ." Parto pergi menjauh dari ku .
pikiranku kalut ,Seno pemegang kunci market ginjal anak anak diluar negri ,dia sudah menemukan orang yang akan membeli ginjal anak anak dengan harga fantastis ,saat mau terbang ke Indonesia Seno memintaku menyiapkan perempuan untuk menemaninya semalam .
sekarang Seno menghilang ,padahal dokter yang aku culik sudah memeriksa kondisi Yasmin dan mengatakan Yasmin siap di ambil ginjal nya .
hah...sial...!! aku harus menemukan Seno dan Siska ,kurang ajar jika dia berani membawa kabur Siska ,,mereka berdua sama sama penting buat ku .
"Yando....kemarilah ." aku memanggil Yando yang sedang berdiri di depan pintu kamar ku .
" siap laksanakan perintah bos ." yando mendekat .
" bawa dokter wanda ke kamarku ,malam ini aku butuh tubuhnya untuk aku terkam ." aku terkekeh ke arah yando.
"siap bos ..."
yando menyeret dokter wanda yang aku sekap di kamar paling ujung ,meski usianya sudah tidak muda lagi tapi tubuhnya bersih dan sintal ,wajahnya juga tidak jelek .
aku tertawa senang mendengar jeritan demi jeritan dari dokter wanda tawanan Ku ,,semakin dia meronta semakin naik hasrat ku ,dan aku puas sekali ketika melihatnya menangis saat aku menunggangi tubuh nya ,aku pacu sekuat mungkin dan mencakar mukanya saat senjata ku menembak dengan jitu .
"aku akan menyekap mu disini dokter wanda ,sampai aku mendapatkan mangsa baru yang lebih muda darimu ." ujarku .
tok....tok....
pintu diketuk dari luar dan masuk perempuan tua membawa makanan ,saat mendekati dokter wanda yang masih menangis diatas tempat tidur aku melihat wajahnya terkejut ,dan mata perempuan tua itu berair .
"kenapa masih berdiri disitu ,ibu tua kamu sudah tahu tugasmu segera kerjakan ." aku membentak nya .
"iya bos Jodi ,,,." jawab nya gemetar .
"non ...maaf ya ibu mau membersihkan luka mu setelah itu non makan ya ." ujar ibu tua .
aku melihat dokter wanda masih menangis,ibu tua mengelap tubuh nya dan mengolesi obat ,setelah itu memakaikan baju dan memberinya makan .
ibu tua sangat telaten dan penurut ,kenapa tiba tiba aku merasa iba padanya ,melihat wajahnya aku seperti melihat ibu yang sudah lama sekali meninggalkanku .
aneh....selama ini aku tidak pernah punya perasaan iba terhadap siapapun ,kehidupan yang aku jalani mengajarkanku Dan membuat hati ku mengeras ,dendam masa lalu yang terus membayangiku agar aku bisa menaklukan dunia .
Jodi Darmaji ....kenapa hatimu sekarang melunak ,,,ada apa denganmu .?
"permisi bos ...saya mau ke belakang ." ujar ibu tua sambil membawa nampan berisi piring kotor dan sisa makanan .
"pergilah ...ibu siapa namamu ."
ibu tua berhenti disampingku dan menatap ke arahku ,wajahnya seperti keheranan mendengar suaraku yang berubah lembut .
"na...ma saya Narti Bos ..." jawabnya gemetar .
"ok ....pergilah ,besok aku akan menemui mu .makan yang banyak dan istirahat Bu ," ujar ku lagi .
bersambung .
__ADS_1