
POV . ( Friska )
mbak atifa menggandeng tanganku keluar dari showroom Siska ,saat sudah berada diluar aku mengajak mbak atifa ke toko ku ,awalnya mbak atifa menolak menurut dia buat apa ke toko baju saat hati nya lagi sakit ,aku tersenyum mendengar ucapan mbak atifa , aku menjelaskan jika toko baju itu punya ku ,mbak atifa menatapku lalu mengangguk dan berjalan mengikuti ku ke toko .
"Friska ,ini beneran toko kamu ,?"
"iya mbak ini toko ku ."
aku mempersilahkan .bak atifa duduk di kursi depan kasir ,Maya mengambil minuman di kulkas dan meletakan di meja .
"aku sering lihat ada yang promosiin toko mu dan respon nya bagus ,tapi gak nyangka loh kalau ini toko kamu ." ujar mbak atifa tersenyum .
"iya mbak karena nama toko aku pake nama anak ku bukan nama ku jadi wajarlah kalau mbak atifa gak tahu." aku mempersilahkan mbak atifa minum ,kasian sekali tadi di hajar sama Siska .
aku membiarkan mbak atifa diam dan menenangkan fikiran ,aku sangat paham hatinya mbak atifa terkoyak dan pasti sakit sekali, perempuan mana yang gak sakit hati dan marah jika suaminya selingkuh ,,rasa itu pernah singgah dihati ku,mbak atifa masih diam belum mengajak ku bicara lagi .
"Friska ,apa kamu kenal sama Siska .?" tanya mbak atifa ,suaranya terdengar sedih .
"kenal mbak ,dia pernah jadi madu ku ." jawabku seraya menatap wajah mbak atifa yang sontak kaget mendengarnya .
"maksudnya pernah jadi madu mu ,gimana fris aku gak ngerti ." mbak atifa mengernyit kan alisnya .
"suamiku pernah menikah siri dengan nya mbak ,tapi sekarang Siska mengusir mas Dany dan selingkuh sama suami mbak atifa ,aku juga gak habis fikir kenapa Siska begitu ." jawab ku .
"suamiku sudah memakai uangku ratusan juta fris,dan uang itu di gunakan untuk membantu usaha nya Siska dan buat mereka senang senang di luar,aku menemukan banyak bill pembayaran di tas suamiku,," ucap mbk atifa sedih .
"sekarang suami mbak atifa kemana ,apa masih pulang kerumah mbak.?" tanyaku .
"masih fris,dia harus bertanggung jawab mengembalikan uang ku ,jika tidak aku akan menindak tegas ,dua duanya akan aku jebloskan ke penjara ." ujar mbak atifa geram .
aku kagum dengan keberanian mbak atifa ,tidak sepertiku yang hanya pasrah menerima takdir saat mas Dany menikahi Siska ,tapi sekarang aku tidak akan lagi membiarkan orang lain meremehkan ku .
mbak atifa akhirnya pamit karena harus menjemput anaknya sekolah ,dia memeluku sambil terisak ,aku menguatkan mbak atifa agar bisa bersabar menghadapi cobaan dari Allah.
Maya menghampiriku dan menanyakan apakah siang ini aku jadi melihat rumah di desa fajar pagi ,aku sampai lupa dengan rencana ku kemarin .
"iya may,jadi nanti kamu bonceng mbak kesana ya ." pinta ku ke Maya .
"siap mbak asal bayaran nya sesuai ."canda Maya sambil terkekeh
aku mencubit lengan Maya ,dia meringis kesakitan ,aku tertawa melihat ekspresi Maya ,bisa banget anak ini berakting .
setelah makan siang dan shalat dhuhur di toko aku dan maya berboncengan motor menuju desa fajar pagi ,rumah ibu mas Dany dan rumahku dulu juga berada di desa ini tapi agak masuk ke dalam ,sedangkan rumah yang aku mau lihat berada di pinggir jalan raya lintas barat dan letaknya persis di samping pom bensin .
Maya mengetuk pagar rumah dan tak lama keluar perempuan menanyakan apa tujuan kami datang ,sepertinya dia art di rumah ini .
"saya mau ketemu pak Danu ,apakah ada dirumah mbak ." tanya Maya.
"ada di dalam ,ada keperluan apa ya ." tanya perempuan itu lagi.
"ini bos saya mau lihat rumah nya mbak ,saya di beritahu kawan saya yang masih saudara pak Danu ,katanya rumahnya mau dijual ,apa benar ." tanya Maya lagi .
"oh iya benar mbak ,mari silahkan masuk ." sahut mbak ART sambil membuka kan pintu gerbang ,dan membawa kami masuk kedalam rumah .
__ADS_1
aku dan Maya duduk diruang tamu ,mbak art masuk ke dalam dan keluar bersama seorang pria berusia sekitar empat puluh tahun .
"kenalkan saya Danu ," ujar pria berbaju coklat memperkenalkan dirinya .
aku dan Maya pun menyalami pria tersebut dan menyebutkan nama kami masing masing .
"siapa yang mau beli rumah saya ." tanya pak Danu saat kami kembali ketempat duduk.
"ini pak,, bos saya ,namanya mbak Friska ." ujar Maya sambil menunjuk ke arahku .
"oh mbak Friska ,silahkan mbak kalau mau lihat bagian dalam rumah ,di belakang sudah ada kolam renang kecil dan juga taman ,mari saya antar ." pak Danu berdiri dan mengajak kami melihat bagian dalam rumahnya .
aku dan Maya mengikuti pak Danu ,kamar di bawah ada dua dan di lantai atas ada dua ,kamar mandi ada dua di atas dan di bawah ,didapur ada kitchen set dan di bagian belakang ada mushola taman kecil dan kolam renang.
"buka harga berapa pak ." tanyaku ke pak Danu saat kami kembali ke ruang tamu.
"lima ratus juta mbak ,sudah bersertifikat ,nanti bisa dibantu pengalihan nama ." kata pak Danu menjelaskan .
aku mencoba nego harga dengan pak Danu ,dan akhirnya disepakati di harga 450 juta ,,aku pun menyanggupinya dan akan membayar dua hari lagi .
aku dan Maya kembali ke toko ,dan sibuk melayani pembeli online , beberapa pembeli juga datang ke toko ,aku lihat showroom siska sudah tutup ,tumben biasanya sampai jam delapan malam baru tutup.
••••••
hari ini aku akan ke bank bersama om Rahman dan pak Danu ,pembayaran rumah akan dilakukan langsung di bank ke rekening pak Danu ,dan aku akan menerima sertifikat rumah dari pak Danu setelah pembayaran selesai .
jam sembilan pagi aku dan om Rahman sudah sampai di bank yang ada di kota kecamatan ,kami menunggu pak Danu datang ,lima belas menit kemudian pak Danu datang dan kami langsung melakukan transaksi om Rahman dan pihak bank ,setelah itu aku terima sertifikat dan kunci rumah dari pak Danu .
aku dan om Rahman pulang kerumah ibu , tadi pagi aku sudah menghubungi Maya jika hari ini aku ke toko siang ,Maya pun mengerti karena aku sudah cerita mau bertemu pak Danu .
"Gimana Friska ,sudah selesai urusan pembayaran rumah nya ." tanya ibu saat kami duduk di ruang tengah .
"sudah mbak ,Friska sudah menerima sertifikat dan kunci rumah ,besok sudah bisa ditempati rumahnya ." jawab om Rahman ke ibu .
"kamu cari orang buat ngasuh amori fris ,biar ada yang menjaganya kalau kamu lagi di toko ." ibu mengingatkan ku .
"iya Bu ,nanti aku akan cari art buat kerja dirumah sambil jagain amori ." ucapku .
om Rahman pamitan pulang ,aku memberikan amplop sebagai tanda terimakasih sudah di temani kesan kemari ,awalnya om Rahman menolak tapi aku memaksa masukan amplop ke dalam saku baju nya .
malam hari saat aku hendak tidur aku mengecek ponsel ku ,banyak pesan masuk ke aplikasi hijau ,,banyak yang memesan skin care setelah aku posting fotoku di IG,FB dan media sosial lainya , Alhamdulillah bisnis skin care ku sudah mulai berjalan .
aku mengirim pesan ke mbak atifa menanyakan apakah barang yang aku pesan sudah dikirim ,mbak atifa bilang besok pagi barang akan di kirim dan sore sampai ,aku sudah mentransfer sepuluh persen dari harga barang yang aku pesan sisanya besok jika barang sudah sampai .
Tring ....Tring ...
ponselku berbunyi ada telepon masuk dari Hendri ,aku mengangkatnya.
"{halo,ada apa hen }
{kamu belum tidur fris ,eh kamu udah tahu belum kata adiku Desi bengkel mas Dany yang ada di samping rumah ku semalam di bobol maling ,barang barangnya semua ludes }
{masa si hen,aku malah gak tahu ,}
__ADS_1
{aku juga tahu dari Desi ,itu Siska madu mu katanya marah besar lihat bengkelnya di rampok ,kata Desi sudah satu bulan bengkel itu di kelola orang kepercayaan Siska ,mas Dany gak pernah lagi mengunjungi bengkel .}
aku menyudahi obrolan dengan Hendri ,aku gak mau membahas masalah mas Dany dan Siska terlalu dalam ,aku gak mau di cap suka mencampuri urusan orang lain .
•••••••
aku membayar tetanggaku dia orang untuk membersihkan rumah baruku ,rencana nya besok malam aku akan mengadakan pengajian dirumah baruku setelah itu baru menempatinya .
undangan aku suruh Maya dan Nanik menyebar ke alamat yang tertulis ,tak lupa aku mengundang mas Dany dan ibu serta mbak atifa pun aku undang .
acara pengajian di rumah baru ku di mulai setelah shalat isya ,beberapa tamu undangan sudah hadir ,mas Dany dan ibu nya datang sebelum magrib ,mas Dany membantu menyusun kursi tamu di bawah tenda ,ibu mertua membantu ibu dan Winda di dapur ,mbak atifa datang bersama putrinya dan aku membawanya masuk ke dalam rumah .
seperti biasa aku juga mengundang anak yatim ,untuk memberikan santunan ,selepas shalat isya acara di mulai di awali dengan pengajian ibu ibu dilanjutkan dengan ceramah ustad Maulana dan terakhir pembagian santunan anak yatim .
tamu undangan berdiri menuju meja prasmanan,aku mengajak mbak atifa makan di dalam rumah ,supaya lebih leluasa untuk ngobrol .
"mbak tadi sore jam lima barang pesanan ku Sudah sampai makasih ya mbak ." ujarku .
"iya fris ,aku memang sengaja memakai pengiriman sehari sampai ,kamu hebat fris bisa beli rumah sebagus ini ,semoga nanti bisnis denganku juga berjalan lancar ya fris ,aku yakin kamu bisa menjual skin care dengan cepat karena kulit wajahmu sekarang putih mulus ,orang akan lebih percaya .' ucap mbak atifa .
"iya mbak mudah mudahan bisnis ski. care ku lancar ,tentunya aku harus selalu di bimbing ya mbak biar bisa sukses seperti mbak atifa ." ucapku,mbak atifa tersenyum mendengarnya .
jam sembilan malam mbak atifa pamit pulang ,putrinya sudah menguap terus dari tadi ,aku mengantar sampai ke depan halaman ,tamu sudah pulang semua tinggal beberapa pemuda yang aku minta tolong menjaga kendaraan .
ketika sudah masuk kedalam mobil mbak atifa keluar lagi dan mengatakan jika mobilnya sepertinya bermasalah ,setelah di cek beberapa pemuda yang masih duduk duduk di kursi benar saja dua ban mobil mbak atifa kempes ,dan seorang pemuda memanggil mbak atifa karena badan mobil sebelah kanan tergores dan lecet lecet cukup banyak .
mbak atifa syok dan menangis melihat mobilnya rusak cukup parah ,aku menanyakan ke pemuda yang bernama Anto siapa yang melakukan pengrusakan mobil mbak atifa .
"tadi ada perempuan mendekati mobil ini ,saya kira dia yang punya ,tapi terus orang nya pergi lagi ."kata Anto menjelaskan .
"orangnya seperti apa ciri cirinya ." tanyaku lagi .
"orangnya tinggi putih dan rambutnya warna coklat ,pakainya seksi mbak ." jawab Anto .
aku dan Mbak atifa saling pandang ,tentu fikiran kami sama pasti itu Siska karena ciri ciri yang disebutkan Anto mengarah ke Siska .
akhirnya mbak atifa pulang naik taxi ,aku akan menyuruh Anto besok membawa mobil mbak atifa ke bengkel ,dan mengantar kerumah mbak atifa di balam .
ibu dan Winda malam ini tidur di rumahku ,amori senang sekali karena aku buatkan kamar sendiri untuknya ,amori sudah berusia lima tahun lebih sebentar lagi masuk sekolah taman kanak kanak ,sudah saatnya dia punya kamar sendiri .
aku meminta ibu dan Winda tinggal dirumahku tapi ibu menolak karena gak mau meninggalkan rumah peninggalan bapak ,Winda pun menolak karena harus menemani ibu gak tega jika ditinggal sendirian .
jam delapan pagi ibu dan Winda pulang,amori dibawa kerumah ibu karena aku belum mendapatkan art untuk menjaga amori ,saat aku hendak ke toko dan sudah mengeluarkan motor ku di depan gerbang ,tiba tiba Siska muncul menghampiriku .
"hei perempuan kampungan dapat duit dari mana kamu bisa beli rumah sebagus ini ,atau jangan jangan kamu jadi simpanan orang ya .." Siska mencibir ke arahku .
"aku gak serendah kamu ya perempuan murahan ,aku bisa beli rumah dari usaha ku sendiri bukan menjual jasa kasih sayang ke semua laki laki ." jawabku tegas .
"aku cuma ingatkan kamu ,awas jika kamu ikut campur urusanku dengan istrinya mas Seno ,kamu akan tahu sendiri akibatnya ." ancam Siska me padaku .
Siska berlalu dari hadapanku menuju mobil yang dia parkir di depan pom bensin ,aku tidak menghiraukannya lagi dan segera mengendarai motorku menuju toko .
bersambung ...
__ADS_1