Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
11. mulai berubah


__ADS_3

POV.SAFIRA


mas fajar tidur membelakangi ku setelah kami selesai bercinta ,aku merasa mas fajar mulai dingin sikapnya terhadapku ,padahal dulu dia begitu hangat dan menyayangiku .


hingga larut malam mataku baru bisa terpejam ,jam 7 pagi aku baru bangun ,mas fajar tidak ada di sampingku ,aku segera turun dari ranjang dan menuju kamar mandi .


aku turun ke lantai bawah,bapak sedang duduk termenung diruang tengah ,aku menghampiri bapak dan duduk disampingnya.


"pak ,mas fajar kemana ya kok nggak kelihatan ," tanyaku ke bapak .


"tadi jam enam pagi dia pergi Fir,saat bapak tanya mau kemana fajar bilang ada urusan penting katanya ." sahut bapak menatap iba ke arahku .


"ya sudah nanti aku hubungi mas fajar ,bapak belum sarapan kan ,aku bikin nasi goreng ya buat sarapan kita berdua pak ." aku tersenyum ke bapak ,aku berharap bapak tidak sedih jika melihatku murung .


"bapak sudah bikin kopi fir ,tapi nggak papa kalau kamu mau bikin sarapan ." sahut bapak sambil menyeruput sisa kopi yang tinggal setengah .


aku berjalan ke dapur membuka kulkas dan mengeluarkan daging suwir ,telor dan sayuran untuk ku buat nasi goreng .


nasi goreng sudah aku siapkan diatas meja ,aku coba menghubungi mas fajar terlebih dulu sebelum mengajak bapak sarapan .


[hallo ,mas kamu dimana ,bukanya lusa kamu baru mulai bekerja }


{aku lagi sama teman fir,ada urusan bisnis yang harus aku bahas sama dia .}


{tapi mas hari ini kan jadwalku kontrol ke dokter kandungan ,kamu pulang ya temani aku ke dokter }


{nggak bisa fir urusanku lebih penting ,kamu naik taxi saja ya ,mungkin malam aku baru pulang .}


mas fajar mematikan sambungan telepon ,mataku mengembun menatap ponsel ditangan ku .


"sudah Fir,nggak usah sedih ,nanti bapak temani kamu ke dokter kandungan gimana ,kamu mau nggak ." bapak sudah berada di belakangku .


aku tersenyum dan menyeka mataku yang basah dengan ujung baju ku ,kuajak bapak sarapan ,meski hatiku sangat sedih aku mencoba bersikap biasa ke bapak .


***


"usia kandungan Bu Fira sudah 15 Minggu ,Bu Fira bersyukur karena tidak mengalami ngidam yang aneh aneh ," ujar dokter wanda sambil tersenyum menatapku .


"iya dok Alhamdulillah saya tidak merasakan mual dan pengen macem macem ,masih normal saja seperti biasa ." ujarku senang .


"tapi tetap dijaga kandungannya ya Bu ,banyak makan sayuran dan buah ,ditambah susu hamil ,supaya bayinya sehat sampai lahir nanti ."


"baik dok ,terimakasih saran nya ." sahutku lalu beranjak keluar menemui bapak .


"pak kita ke makam ibu ya ,aku pengen ziarah ." ucapku saat duduk disamping bapak di kursi tunggu .


"iya fir ,nanti kita mampir kepasar dulu ya buat beli kembang ." sahut bapak .


aku memesan taxi online ke tempat penjual kembang yang tidak begitu jauh dari makam ,bapak membeli satu keresek kembang warna warni dan sebotol air mineral ,lalu kami berjalan kaki menuju makam ibu .


bapak berhenti dan menoleh ke arahku .

__ADS_1


"Fir,itu makam ibu mu ,tapi kenapa ada orang disana yang sedang mengunjungi makam ibu mu ." bapak menunjuk sebuah makam yang ada seorang pria sedang menunduk,sepertinya sedang berdoa .


kami berjalan beriringan menuju makam yang bapak maksud ,kami masih berdiri menunggu pria ini selesai berdoa ,saat pria itu berdiri dan menoleh kebelakang dia terkejut melihat aku dan bapak .


"di..Dito ..kamu Dito Kan." pria itu mendekati bapak yang masih bingung menatap wajah pria dihadapan nya .


"kamu Jodi kan ,untuk apa kamu datang ke makam istri saya ." tanya bapak ,wajahnya menyiratkan keheranan .


"maaf Dit kalau aku lancang datang ke makam Siska tanpa minta ijin ke kamu ,aku tidak tahu harus mencari kamu kemana ."jawab pria bertubuh tinggi dihadapan bapak .


"terus dari mana kamu tahu jika ini makam Siska .?"


"waktu aku ziarah ke makam istri dan mertuaku ,kebetulan ini makamnya berdekatan dengan makam Siska ,aku melihat seorang nenek sedang berdoa di makam Siska ,dia menyebut nama Siska ,aku penasaran dan menghampiri beliau ."


pak Jodi menghela nafas lalu melanjutkan ceritanya .


"saat aku dekati si nenek dan bertanya apakah Siska itu anak nya ,nenek itu bilang Siska anak angkat yang sangat dia sayangi ,nenek itu mengambil foto dari dalam tas nya dan memperlihatkan foto Siska ke arahku ."


"aku kaget saat melihat foto Siska dan bertanya ke nenek kemana suami dan anak Siska ,nenek bilang dia tidak tahu dan tidak pernah bertemu dengan keluarga Siska ,makanya aku mengirimi doa buat Siska karena aku pernah mengenalnya ."


pak Jodi kembali menatap bapak .


"terimakasih Jodi kamu sudah perduli dengan istriku ,kenalkan ini Fira anaku ,sejak lahir dia tidak pernah melihat ibunya dan ini pertama kali dia melihat makam ibunya ." ujar bapak.


aku menyalami pak Jodi ,bapak meminta nomor kontak pak Jodi setelah itu beliau pamit dan pergi meninggalkan kami berdua .


aku melihat bapak berdoa sambil menangis ,aku pun ikut menangis karena tidak sempat melihat wajah ibu kandungku .


***


"pak ,bapak masih simpan foto ibu nggak ,kalau ada Fira minta pak foto ibu ." ujarku duduk disamping bapak .


"ada ,sebentar bapak ambil di tas ." bapak berjalan menuju kamarnya dan memberikan foto yang agak lusuh ke tanganku .


aku memperhatikan foto laki laki dan perempuan ,ini pasti bapak sama ibu ,ternyata benar kata bapak ibu sangat cantik dengan tubuh tinggi ,kulit putih dan rambutnya panjang .


"bapak ,keluarga bapak sekarang tinggal dimana ,apakah mereka masih hidup pak ." aku masih memegang foto pemberian bapak .


"kakek sama nenek mu sudah meninggal fir,tinggal adik bapak Tante sari tapi bapak juga tidak tahu Tante kamu tinggal dimana." bapak menatap wajahku .


"bapak kenapa kok sedih ,apa yang sedang bapak fikirkan." aku balik menatap bapak .


"sepertinya bapak harus cari tempat tinggal dan bapak harus bekerja fir,bapak nggak enak tinggal bersama kalian ." lirih suara bapak .


"emang kenapa pak ,,,maafin sikap suamiku ya pak ,mungkin mas fajar banyak yang difikirkan jadi jarang ngobrol sama bapak ."


"nggak papa fir,namanya juga pengusaha pasti sibuk ,kamu nggak keberatan Kan kalau bapak pindah dari sini ." ucap bapak pelan .


"bapak mau tinggal dimana ,terus siapa yang merawat bapak kalau jauh dari Fira pak ." aku sedih mendengar ucapan bapak .


" kamu nggak usah khawatir Fira, tadi Jodi menghubungi bapak ,dia menawarkan pekerjaan buat bapak ,nggak ada salahnya jika bapak menerima tawaran dari Jodi ya kan fir." senyum tipis menghiasi wajah bapak .

__ADS_1


aku sangat sedih jika harus berpisah dari bapak,baru beberapa hari Kamis bertemu dan sekarang kami harus berpisah lagi ,apalagi rumah om Jodi jauh dari tempatku tinggal ,aku nggak bisa sering sering ketemu bapak .


terdengar suara mobil mas fajar memasuki halaman rumah ,aku segera keluar menyambut kepulangan suamiku .


"tadi jadi periksa kandungan kamu fir ." tanya mas fajar sembari melangkah masuk kedalam rumah .


"sudah mas ,usia kandunganku sudah masuk empat bulan ,aku bersyukur deh nggak ngidam macam macam ," sahutku mengikuti mas fajar masuk .


saat lewat di depan bapak ,mas fajar tidak menoleh dia langsung menuju lantai atas.aku menghela nafas melihat tingkah mas fajar yang tidak menghargai bapak .


"mas ,kenapa si waktu masuk tadi kamu nggak mau nyapa bapak ." tanyaku saat berada dikamar .


"aku capek fira ,tolonglah jangan besar besarkan masalah yang nggak penting ." jawaban mas fajar membuatku kesal .


"kamu kenapa si mas ,sejak ada bapak sikap kami jadi berubah kasar seperti ini ,apa kamu nggak suka bapak tinggal disini .?"


"nah itu kamu tahu ,aku emang nggak suka bapak mu tinggal disini ,bikin sepet mata ku saja ." mas fajar melempar kemejanya dan masuk ke kamar mandi.


aku menatap tubuh suamiku yang menghilang dibalik pintu kamar mandi ,ku kumpulkan baju kotornya dan memasukan ke keranjang


kelewatan sekali sikap mas fajar ,kasian bapak ,aku harus ambil beberapa uang ditabunganku untuk bapak ,buat bekal bapak jika beliau pergi dari rumah ini .


"mas ,aku mau me supermarket beli kebutuhan dapur ,aku minta kartu ATM mu mas ." ujarku saat mas fajar keluar dari kamar mandi.


"ini sudah jam tujuh malam ,apa kamu mau pergi sekarang ,aku nggak bisa nganter capek ."


"nggak papa mas nanti aku pesan taxi saja ,mana ATM nya ." aku mengulurkan tangan ke mas fajar .


setelah ATM berada di tanganku aku segera turun kelantai bawah ,aku pamit sama bapak untuk pergi belanja dan bapak mengantarku saat taxi sudah datang .


sampai di supermarket aku menarik uang di mesin ATM ,selesai belanja kebutuhan dapur aku segera pulang .


"bapak bantu bawain belanjaan kamu fir." bapak menungguku di teras .


"iya pak ,nggak banyak kok Fira cuma beli daging ikan sama telur ,kalau sayuran Fira beli di pedagang sayur keliling saja."


"oh iya pak ini uang dua juta buat pegangan bapak ." aku menyerahkan uang ratusan ribu ke bapak .


"nggak usah fir,bapak masih ada kok uang waktu kerja di rumah pakde mu ." ujar bapak menolak .


"nggak papa pak ,Fira minta maaf ya pak atas sikap mas fajar ." mataku mulai berkaca kaca .


"sudah nggak papa fir ,kamu fikirkan saja kesehatanmu dan juga kandungan mu,besok pagi bapak mau pamit ,bapak janji mau bekerja keras biar bisa bantu kamu ." serak suara bapak .


mendengar ucapan bapak aku semakin sedih ,aku memeluk tubuh kurus bapak .


"maafkan Fira ya pak ." airmata ku tumpah di bahu bapak


jam delapan pagi aku mengantar bapak ke mobil taxi yang aku pesan ,Balan masuk kedalam mobil setelah aku memeluknya,aku melambaikan tangan saat taxi yang bapak tumpangi berjalan menjauh .


saat masuk kedalam rumah mas fajar keluar rumah sudah berpakaian rapih ,aku heran mau keman sebenarnya dia sepagi ini .

__ADS_1


"aku pergi dulu fir ,ada urusan sama teman ."


aku hanya mengangguk dan masuk kedalam rumah .


__ADS_2