Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab. 64 pernikahan mira


__ADS_3

POV. Mira


aku nggak nyangka ternyata Friska kenal dengan mas Andre,bahkan adiknya mas Andre Siska yang baru meninggal dunia pernah jadi madu muda nya Friska .


Friska sangat baik dan hatinya tulus ,terbukti dia mau membantu Siska saat sakit tidak ada rasa dendam dalam hati Friska .


sungguh aku salut di buatnya .


besok aku dan mas Andre akan menikah ,orang tuaku sudah berada dirumahku dari semalam .


aku meminta Friska untuk membantuku mencari baju pengantin di kota ,Friska tidak keberatan .


jam sembilan pagi aku dan Friska pergi ke kota,butik kebaya pengantin menjadi tujuan ku .


dua stel baju pengantin pria dan wanita aku beli dengan harga lumayan ,lalu mencari perlengkapan lainya ,tak lupa aku membelikan gamis untuk Friska dan baju untuk suami dan anak nya .


Friska begitu baik meluangkan waktunya untuk membantuku ,sore hari Kami sampai dirumahku ,aku mengijinkan Friska pulang kerumahnya dan memintanya besok hadir di acara ijab kabul .


" belanjaan nya banyak banget mir." mas Andre menyambut ku di ruang tamu .


"iya mas ,beli baju buat besok ijab kabul ." sahutku seraya masuk ke kamar.


"kamu sudah mengabari keluargamu belum mas untuk datang besok ." tanyaku saat aku duduk dihadapan nya .


'keluargaku tinggal adik dari ibu ,tinggalnya jauh mir di Batam aku sudah menghubunginya tapi tidak bisa datang ,besok Dito yang kesini ." sahut mas Andre sedih .


"ya sudah nggak papa mas ,yang penting ada yang nemenin ,lagian Dito kan adik iparmu ." aku menyemangati mas Andre .


pagi pun tiba


jam delapan aku sudah selesai di rias ,kebaya Putin di padukan dengan kain warna coklat muda dan mas Andre memakai jas putih dengan celana bahan Warna senada .


Friska datang bersama suami dan anaknya,,Friska cantik sekali memakai gamis yang aku belikan kemarin .


"Fris ajak suami mu duduk di sana ya ,kamu ikut aku ke kamar sebentar ." aku menarik tangan Friska ke kamar.


"fris .... cincinnya bagus nggak ,' tanyaku ." Ku sodorkan kotak cincin berwarna merah maroon .


"bagus banget ini mbak ,waduh mbak Mira pasti cantik banget pake cincin in ,baju kebaya nya juga bagus dan pas di badan mbak ." Friska memuji ku .


tepat jam sembilan acar ijab kabul di mulai ,aku duduk disamping mas Andre ,kedua orang tuak ku disamping kanan kiri kami ,Friska bersama suami dan amori disamping kanan ,Dito dan keluarga Dany di samping kiri .


'saya terima nikah dan kawin nya Mira Astuti binti Supardi dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan uang tunai sebesar lima puluh juta rupiah ,dibayar tunai." mas Andre mengucapkan dengan lancar .


"bagaimana saksi ....sah ...."

__ADS_1


sah....sah.....sah..


suara menggema bersahutan ,aku mencium tangan mas Andre ,sebaliknya dia mencium keningku .


acara dilanjutkan dengan resepsi ,aku dan mas Andre di rias bak putra putri raja ,mata mas Andre basah ,aku faham pasti dia mengingat kedua orang tua dan adik nya yang telah tiada .


kami duduk berdampingan di pelaminan ,menyambut tamu yang datang ,saat sepupuku desma datang. bersama suaminya ternyata Friska mengenalnya ,mereka satu kelas saat SMA .


hari menjelang sore, tamu semakin banyak yang hadir ,selepas magrib aku dan mas Andre masuk kekamar mengganti baju .


lalu bergabung bersama tamu keluarga di ruang depan ,Friska sudah pulang sejak jam empat sore ,dia punya bayi yang harus diurus .


sejak pagi ada yang mengganjal di hatiku saat bertemu Hendri suami Friska , begitupun dengan nya ,kami seperti pernah bertemu tapi Dimana ,ah besok aku akan me rumah Friska untuk menghilangkan rasa penasaran ini .


"mbak Mira ,semoga cepat dapet momongan ya biar pak De Pardi punya cucu ,iya kan pak de ." ucap Desma menggodaku .


"iya lah Des ,nanti mau punya anak sebelas biar rame ." hahahaha kami terkekeh bersama .


"wah ...bisa hancur dong mesin nya kalau produksi terus ." aprian suami Desma menimpali .


"jangan khawatir ,tiap hari mesin nya diolesi oli pasti tok cer ." mas Andre tak mau kalah .


kami tertawa bersama .


"pak de ke depan dulu lah ,belum cukup umur nggak boleh dengar yang beginian ." bapak berdiri dan meledak tawa kami melihat tingkah bapak .


di atas tempat tidur ada buku kecil ,aku membuka nya ,ada gambar dewasa tentang gaya bercinta .


aku tersenyum ini pasti kelakuan Desma yang suka iseng .


"kenapa senyam senyum sayang ." tanya mas Andre sambil melepas kancing kemejanya .


"lihat nih pasti kelakuan tengil Desma ,dasar suka iseng ." aku memberikan buku yang ada di tanganku ke mas Andre .


"Desma salah alamat kalah kasih buku ini ke kita ,,aku bisa mainkan gaya lebih dari ini ,,,kamu mau coba


?" mas Andre mengedip kedipkan matanya dengan nakal .


"takut ah mas ...aku menarik selimut dan menutupi tubuhku ."


mas Andre merangsak naik ke atas tubuhku ,ditariknya selimut putih dan membuangnya ke atas lantai .


"hei.....buruan ku jangan sembunyi ya , mas Andre menerkam ku ,aku gelagapan mendapat serangan nya .


akhirnya aku pun memberikan perlawanan kecil ,tidak balance kalau aku hanya diam saja mendapat serangan .

__ADS_1


tubuh polos kami bergulat berusaha saling melumpuhkan satu sama lain ,,,beberapa kali serangan berusaha menerobos tembok pertahanan ku ,,aku melenguh antara sakit dan nikmat .


satu jam sudah pertempuran berlangsung ,kami sama sama kalah dan menyerah ,senyum kebahagiaan merona di bibir kami .


merdeka ....!!!


hehehe......mas Andre memeluku, nafasnya masih tersengal sengal .


"makasih ya sayang ,,meskipun lama aku meninggalkan mu ,tapi kamu masih menjaga mahkota ini untuk ku ,makin sayang saja sama kamu .


muaaaaaacchh ....


"aku mencintai mu mas bahkan sangat ,nggak mungkin aku memberikan mahkota ku kepada pria lain ." aku membalas ciumannya .


hoi....bangun .....


suara Desma mengetuk pintu kamarku ,aku melirik ke samping ,mas Andre masih tidur dengan nyenyak ,ku ambil ponsel jam enam pagi .


"ngapain sih comel ,ganggu orang tidur aja ." ucapku di balik pintu yang terbuka sedikit .


"maaf nona ....hari sudah beranjak siang ,Beta mau pamit pulang tapi nona belum bangun ." desma terkekeh menggoda ku .


"eh comel sayang ...kalian mau pulang ya ,ok tunggu bentar ya Beta mandi dulu .' aku langsung menutup pintu kamar dan gegas ke kamar mandi .


selesai mandi aku mengeringkan rambut basahku ,jangan sampai jadi bahan ledekan si comel .


"mbak sudah bangun ." aprian menyapa ku sambil cengengesan .


"laki bini sama saja ya gila nya ,Suka iseng ." sahutku mencebik .


"ya lah kan asik mbak kalau laki bini kompak ,iya kan sayang ." Desma merangkul leher suaminya dan menaikan kaki ke tangan aprian .


"ya ampun stop Desma ...nanti dilihat bapak jadi ngiri lagi ,mau ikutan ibu susah angkat kaki nya ke atas ."


hahahaha kami tertawa bersama ,seru deh kalau ada Desma pokoknya .


"udah deh mbak capek ketawa terus ,aku sama mas Apri pamit ya ,kapan kapan main kerumah ." desma mencium ku dan menyalamiku .


aku mengantar mereka sampai depan rumah ,ibu memanggil Desma dan memberikan kantong plastik berisi makanan .


"waduh bude repot repot segala ,kalau bisa bawain semuanya aja bude ." ucap Desma cekikikan .


"ini ada wajik satu loyang sama bolu dan emping melinjo ,nanti juga nggak ada yang makan disini ,bawa saja ya ." ujar ibu sambil membuka pintu mobil dan meletakan nya di atas jok .


"makasih ya bude ,kami pulang di ya .." Desma dan aprian menyalami ibu .

__ADS_1


mobil Desma keluar dari rumahku dan meluncur kejalan raya .


__ADS_2