Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab.42 perburuan


__ADS_3

maksud kamu siapa yang berbahaya raf.."pertanyaan Johan sama dengan yang aku fikirkan .


"anaknya Margono ,,dua duanya mafia Han ,namanya Jono dan Tono ,Kakanya yang bernama Jono berganti nama menjadi Jodi ,dia sangat kejam dan berdarah dingin,,aku pernah dua kali melihat Jodi ke hotel tempat aku bekerja ."Rafli mulai bercerita .


"yang terakhir kemarin dia membawa seorang perempuan ke hotel ,aku tidak tahu siapa ,dan aku melihat perempuan itu keluar bersama tiga laki laki dan dibawa pergi ,Jodi marah ke anak buah yang menjaga kamar perempuan itu , aku tahu cerita ini dari office boy yang disuruh Jodi mengawasi ."


"beberapa bulan kemudian aku mendengar kabar markas Jodi yang ada di hutan Pinus didatangi polisi ,banyak korban disekap disana ,ada anak kecil juga ,kabarnya Jodi menjual orang tubuh anak anak dan setelah itu membuang jasadnya ."


setelah Jodi alias Jono ditangkap polisi ,markas yang ada di hutan berganti pimpinan ,kini semakin besar dan kuat ,puluhan anak buahnya semua dibekali senjata ,kabarnya lagi Tono adiknya yang memimpin disana ."


"aku sarankan jangan mendatangi markas itu,sangat berbahaya ." ujar Rafli mengingatkan .


Johan dan Rafli menatapku ,aku tahu mereka pasti cemas mendengar cerita dari Rafli ,tapi aku akan tetap menyelidiki ,dan nama Tono sepertinya aku pernah mendengar ,tapi apakah Tono kakak nya Nanik .?"


"gimana hen...kamu masih mau menyelidiki orang yang mencelakai bapak mu ." tanya Johan ,.


"iya Han...jika Jodi sudah ditangkap polisi aku sudah sedikit tenang ,tapi adik nya masih berkeliaran ,aku khawatir bukan hanya bapak yang jadi incaran nya tapi keluargaku juga." ujarku .


Johan seperti berfikir dengan dia diam ,apakah Johan Taku mendengar cerita Rafli barusan ,,ah..apapun itu aku tetap akan mencari tahu siapa yang mencelakai bapak ,jika Johan mundur biar aku sendiri yang akan mencari mereka .


"Han ....bagaimana dengan mu ,apa masih mau membantuku ." tanya ku ke Johan .


"maaf hen ...kayak nya aku nggak ikut ,aku takut mendengar cerita Rafli ,apa tidak sebaiknya kita lapor polisi saja hen ,biar polisi yang menyelidiki ." jawab Johan ,seperti yang sudah aku duga .


"kalau kamu takut ,nggak papa Han biar aku sendiri saja ,tapi mobil mau aku pake ,nanti aku kasih uang buat kamu pulang ia han ...sampaikan sama istriku tidak usah menghaturkan ku disini ." ujarku .


Johan seperti tidak enak hati dengan icapanku ,tapi aku sudah bertekad tidak akan pulang sebelum tahu siapa yang mencelakai bapak .


"hutan Pinus jika di tempuh dengan mobil hanya bisa sampai di pinggir desa yang menuju hutan ,letaknya di lereng gunung ,dan menurut informasi untuk menuju ke gunung butuh waktu dua jam berjalan kaki , apa kamu sanggup bang hen ." tanya Rafli ,wajah nya menyiratkan kecemasan .


"insyaallah aku sanggup ,dulu aku pernah ikut komunitas pendaki gunung ,dan Medan yang sangat sulit pun aku pernah lalui ,aku hanya butuh peralatan untuk aku bawa kesana." ujarku penuh keyakinan .


"kalau tekad mu sudah bulat ,aku hanya bisa mendoakan mu hen ...aku yakin kamu kuat dan bisa melalui semua ." ucap Johan sedih .


aku ditemani Johan dan Rafli pergi ke toko peralatan mendaki gunung ,sebuah ransel besar berikut peralatan untuk mendaki sudah aku siapkan ,kami kembali ke rumah paman Zaenal .


"kamu serius mau mendaki gunung nak Hendri ..." tanya pak Zaenal padaku .


"iya pak ,saya akan kesana sendiri , Johan besok akan kembali ke Lampung ." ujarku .


paman Zaenal memperhatikan ku,terlihat seperti sedih mendengar aku akan pergi ke gunung sendirian ,beliau berdiri lalu berjalan menuju kamarnya .


"ini kamu bawa nak hen ...semoga nanti bisa kamu gunakan ," ujar pak zaenal memberikan sebuah bungkusan .


"ini apa pak ..." tanyaku sambil memperhatikan bungkusan di tangan ku .


"itu serbuk racun ,jika di minum akan membuat orang mati ,jika mengenai .mata akan buta ,pergunakan jika keadaan mu sudah sangat terdesak ,dan batu hati jangan sampai kamu bersentuhan langsung ,kulitmu bisa melepuh .

__ADS_1


aku dan Johan sontak kaget mendengar penjelasan pak Zaenal .aku menyimpan kedalam koperku bungkusan pemberian pak Zaenal .


"terimakasih pak ,semoga benda ini. Isa membantuku ." ujarku seraya merapihkan koper .


keesokan hari aku mengantar Johan ke terminal bus lintas Sumatra ,Johan tampak sedih meninggalkan ku disini ,aku meyakinkan Johan bahwa aku baik baik saja .


setelah Johan masuk ke dalam bus aku segera menuju ke arah mobil dan mengendarai pergi meninggalkan terminal ,aku terus melaju mobilku ke pinggir kota ,aku berhenti di sebuah mushola untuk shalat dhuhur .


saat sedang memasukan sarung kedalam koper ,ada seorang laki laki mendekatiku ,dia tersenyum ke arahku dan duduk di sebelahku .


"assalamualaikum mas ,...sepertinya mas bukan orang sini ya ,kalau boleh tahu mau kemana ..?" ujar laki laki berbaju Koko warna hijau botol .


"iya mas saya bukan orang sini ,tadi singgah untuk shalat disini ,saya mau ke hutan Pinus yang ada di lereng gunung ."ujarku menjelaskan .


"ke hutan Pinus ...? ada keperluan apa kesana ." tanya nya heran .


aku diam sambil menatap wajah laki laki di hadapanku ,sepertinya dia laki laki biasa ,khas orang kampung .


"saya mau mencari seseorang mas ..oh iya kenalkan nama saya Hendri ." aku mengulurkan tangan ke lelaki tersebut .


"saya Abram mas ..." ujarnya menyalami tanganku .


"mas Hendri apakah sudah tahu jika kehutan Pinus jalanya sangat sulit ,dan jika akan ke gunung hanya bisa di tempuh dengan berjalan kaki ,dan masih banyak binatang buas disana ." tampak kecemasan di wajah mas Abram .


"iya mas ,saya sudah mendengar informasi dari kawan saya yang asli orang sini ,tapi tekad saya sudah bulat saya harus kesana ." ujarku mantap .


"jika kamu tidak keberatan aku bersedia ikut menemani ,saya khawatir denganmu ,dulu adik bungsuku pernah mendaki gunung disana ,sampai sekarang belum kembali ,pihak terkait sudah mencarinya tapi tidak ditemukan ." ujar mas Abram,wajahnya nampak sedih .


"tentu saya senang sekali mas jika mas Abram mau menemani saya ." ujarku senang .


"baiklah kamu tunggu disini ya ,aku mau pulang kerumah sebentar ,mempersiapkan peralatan untuk aku bawa ,nggak lama kok rumahku ada di belakang mushola ini ." pamit mas Abram dan dia segera berjalan keluar dari mushola.


setengah jam kemudian aku dan mas Abram pergi menuju desa di dekat lereng gunung ,semakin jauh jalan yang kami lalui semakin sulit ,disamping jalanya kecil banyak sekali lobang di tengah jalan ,harus exstra hati hati mengendarai mobil .


aku bersyukur sekali untung ada mas Abram yang mau menemaniku ,dia tahu persis jalan menuju hutan Pinus . jam sembilan malam kami sampai di sebuah gubuk di lereng gunung .


mas Abram turun dan mengajak ku gubuk yang hanya ada penerangan dari lampu minyak ,keadaan sekitar gelap gulita,suara binatang malam terdengar bersahutan .


tok....tok....


mas Abram mengeruk pintu gubuk yang terbuat dari papan dan sudah sangat lapuk ,terdengar suara alas kaki di seret dari dalam gubuk ,laki laki tua membuka pintu sambil batuk batuk .


"siapa kalian ...." tanya lelaki tua dihadapan kami di antara suara batuk nya .


"perkenalkan Datuk ,saya Abram dan ini teman saya Hendri ." mas Abram memperkenalkan kami ke laki laki tua yang dipanggil Datuk.


"silahkan masuk...." ujarnya sambil membukakan pintu yang tadi hanya terbuka separuh.

__ADS_1


aku duduk disamping mas Abram diatas balai bambu beralaskan tikar lusuh yang sobek di beberapa bagian .


"katakan ada keperluan apa kalian kemari ." masih di selingi batuk si kakek menanyakan maksud kedatangan kami .


aku menjelaskan dari awal permasalahan black sampai bapak digigit ular dan sekarang kritis dirumah sakit .


Datuk menyimak ceritaku ,meskipun batuk hebat tapi rokok cerutu tidak pernah lepas dari mulutnya .


"setelah mendengar ceritamu ,saya pastikan itu ular kiriman dari gunung Pinus ,itu ular siluman ,meraka yang ada di gunung Pinus menyembah ular itu ,makanya aparat kepolisian sulit menangkap mereka ."


"bos mafia mereka pernah melanggar aturan ,makanya waktu itu polisi bisa mengepung markas mereka ,tapi sekarang mereka semakin kuat dengan pimpinan baru yang masih adik kandung bos mafia ."


"percuma jika kalian masuk ke markas dan melawan mereka ,satu satunya cara kamu harus memusnahkan ular siluman itu ,dengan demikian para pengikutnya pun akan mati ."


Datuk menghela nafas dan kembali batuk batuk ,tapi tidak mudah membunuh ular itu ,jika Kalian bernasib baik dan Allah membantu kalian maka akan ada cara yang di tunjukan Allah untuk menghancurkan kebatilan .


aku dan mas Abram mendengarkan dengan seksama penjelasan Datuk ,.


"malam ini tidurlah disini ,berbahaya sekali jika kalian kesana malam ini .


aku dan mas Abram setuju untuk menginap di gubuk Datuk .sesuai perintah Datuk aku membawa mobilku ke bawah pohon bambu dan menutupinya dengan tikar .


Datuk ke belakang membuatkan kopi untuk kami ,ada sepiring singkong rebus yang sudah dingin dihidangkan dihadapan kami .


udara sangat dingin aku dan mas Abram langsung meminum kopi selagi panas ,dan menyulut sebatang rokok ,dua bungkus rokok aku berikan ke Datuk dan mas Abram ,aku sengaja membawa dua slop rokok dari rumah .


jam satu dini hari Kami beristirahat untuk mengumpulkan tenaga buat esok hari .aku teringat Friska istriku ,bapak dan juga ibu ,aku mengambil ponselku ingin mengirim pesan ke Friska .


pesanku tidak terkirim ,sepertinya disini tidak ada sinyal ,Friska pasti menunggu kabar dariku ,aku mencoba menelpon Friska ,tidak bisa juga ,aku gelisah karena tidak bisa mengabari orang rumah .


jam enam pagi aku terbangun setelah mendengar batuk Datuk yang lumayan keras ,aku sampai tidak shalat subuh,semalam sudah larut aku baru bisa tidur .


diatas meja kayu sudah ada tiga gelas kopi dan sepiring besar singkong rebus masih mengepul .


aku bangun dan menuju ke belakang gubuk ,mas Abram sedang duduk di bangku bambu sambil merokok .


"sudah bangun hen ..." sapa mas Abram lebih akrab dengan memanggil namaku saja tanpa sebutan mas didepan nya .


"iya nih mas sampai nggak denger adzan subuh ," jawabku sambil duduk di samping mas Abram .


Datuk keluar dari kerimbunan pohon pisang ,membawa handuk yang di gantung di lehernya dan ember kecil berisi sabun mandi .


"eh..kalian kenapa duduk disini,tadi Datuk rebus singkong ,ayok kita ngopi sama makan singkong rebus ." ujar Datuk sambil menjemur handuk yang barusan di pakai mandi .


"saya sudah bikin kopi tuk ,dan singkong nya sudah ada di meja depan ." sahut mas Abram .


"mas ...aku mandi dulu ya ," aku segera mengambil handuk di ransel dan menuju ke sungai kecil di belakang gubuk Datuk .

__ADS_1


selesai mandi kami sarapan singkong rebus dan kopi gula aren , nikmat sekali rasanya ,padahal jika makan singkong di rumah pasti rasanya biasa saja .aku membatin sambil tersenyum .


__ADS_2