
POV. Dito
seperti biasa setelah shalat subuh aku berjalan jalan di sekitar komplek perumahan ,aku bertemu lagi dengan endang saat dia akan kewarung membeli sayuran.
"mas Dito mau kemana ." sapa endang saat dekat denganku.
"jalan jalan Ndang ,udara pagi kan bagus buat kesehatan ." sahutku menjejeri langkahnya.
"pak Jodi kemana mas kok gak pernah lihat beberapa hari ini ."
"lagi dibandung ketempat Angga
" ujarku .
"kasian mas Angga,sejak ibunya meninggal dia seperti frustasi ,padahal tadinya mau nikah tapi dibatalkan ." endang menghela nafas dan menatapku .
"mas aku duluan ya ,mau belanja keburu habis nanti ." endang menghampiri warung yang sudah penuh dengan pembeli .
aku mengangguk lalu berbalik arah menuju rumah Jodi .
aku langsung menuju kamar mandi dan segera membersihkan tubuhku ,jam delapan pagi setelah sarapan aku sudah siap mengendarai motorku ke toko .
"selamat pagi pak Dito ." Yulia menyapaku saat aku masuk kedalam toko .
"pagi Yul ,ini kenapa toko berantakan sekali ." ujarku menatap isi toko yang berantakan dan banyak barang lenyap .
"saya tidak tahu pak ,tadi pas saya sampai gembok pintu sudah rusak dan toko berantakan ,sepertinya ada perampokan semalam pak ." sahut Yulia.
aku segera mengecek seluruh toko dan gudang ,benar saja semua stok barang di gudang dan bagian depan habis ,hanya tersisa sedikit .
aku cek cctv ,Yulia bilang cctv sudah dirusak ,aku menarik kursi di depan meja Yulia dan duduk disana,kuambil ponselku untuk menghubungi Jodi.
ponsel Jodi tidak aktif ,aku bingung sekali sedangkan aku tidak memiliki nomor Angga .
"saya dari tadi pagi sudah menghubungi pak Jodi ,tapi handphone nya mati ." Yulia seperti tahu kegelisahanku.
"kalau begini aku akan lapor polisi sekarang." aku menyambar kunci motor diatas meja dan berjalan ke luar.
polisi segera datang ke ruko setelah aku melaporkan kejadian pencurian ,Yulia dan dua karyawan laki laki dipanggil untuk memberikan kesaksian .
***
sudah empat hari Jodi tidak bisa dihubungi ,akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke Bandung ,mencari hotel tempat Angga bekerja.
"Yul,besok aku akan ke Bandung ,tolong kamu awasi toko ya ." ujarku saat menelepon Yulia .
"iya pak Dito ,jam berapa bapak berangkat besok ." tanya Yulia .
"jam delapan pagi , sementara kalau ada pelanggan datang bilang stok barang habis sedang diusahakan ." aku mengarahkan Yulia .
"siap pak ,akan saya urus pelanggan disini ." sahut Yulia.
jam delapan pagi travel yang sudah aku pesan dari tadi malam datang menjemput ku ,aku segera mengunci semua pintu dan masuk kedalam mobil .
didalam mobil sudah penuh penumpang ,aku mendapatkan tempat duduk paling pinggir samping jendela .
__ADS_1
"mau kemana mas ." tanya seorang perempuan yang duduk disampingku .
"ke Bandung mbak mau nengokin saudara." jawabku sambil merapihkan ranselku dekat kaki .
"sama mas saya juga mau ke Bandung ,sudah lama saya nggak pulang kesana ." ujar wanita itu .
aku perhatikan wanita yang duduk disampingku ,wajahnya cantik dan pakainya pun terlihat mewah .
"mbak dari mana ." tanyaku .
"saya baru pulang dari Saudi mas ,sepuluh tahun saya bekerja disana ." sahutnya .
"oh lama juga ya kerja disana ,ini sudah habis kontrak ya mbak ." aku merubah posisi duduk supaya nyaman .
"iya mas ,tadinya majikan nggak ijinkan saya pulang ,tapi saya tetap mau pulang saja ,rasanya rindu sekali sama keluarga ."
empat jam perjalanan akhirnya mobil yang kami tumpangi memasuki kota Bandung .
"turun dimana teh ." tanya sopir seraya menoleh ke belakang .
"pasir Kaliki mas,ada masjid besar masuk gang ." sahut mbak disampingku .
"kalau bapak turun dimana ." sopir travel menoleh ke arahku .
"di mutiara hotel ya mas ." jawabku .
"wah hotel itu nggak jauh dari rumah saya mas ." jawab perempuan yang ada di sampingku .
"mampir saja kerumahku dulu mas,ini masih subuh pasti belum bisa ceck in ." tawarnya .
"stop mas,turun disini." ujar teh nia ke sopir travel .
aku pun ikut turun membawa ranselku ,teh nia menuju bagasi untuk mengambil kopernya dibantu sopir travel .
"biar saya bawa kopernya teh ." aku menarik koper dari tangan sopir travel .
"makasih ya mas ,jadi merepotkan ." ujar nya ,lalu mengajak ku berjalan masuk kedalam gang .
setelah berjalan kurang lebih seratus meter ,teh Nia berhenti di sebuah rumah besar dan mewah .
"ini rumah saya mas,suami saya menikah lagi dan ikut istrinya ,dirumah hanya ada emak sama anak saya ,Ayuk silahkan masuk ." teh Nia membuka gerbang yang tidak di gembok .
aku mengikuti langkahnya menuju teras rumah ,teh Nia menelpon dan bicara dengan seseorang .
tak lama pintu dibuka oleh perempuan sekitar 60 an tahun .
"Mak..."
"ya Allah Nia ,kenapa pulang nggak ngabarin emak ." teh Nia memeluk ibunya dan mereka bertangisan .
"aku sengaja Mak ,mau bikin kejutan ,Mak sehat kan ." teh Nia melepas pelukan dan menoleh ke arahku .
"mas,kenalin ini ibu saya ." ujar teh Nia .
"saya dito Bu ,tadi satu mobil sama teh Nia ." tanganku menyalami ibu teh Nia
__ADS_1
"oh gitu ya ,Ayuk silahkan masuk ,Nia kamu ajak temanmu masuk ,ibu buatkan minum dulu yang."
aku duduk di kursi ruang tamu ,sementara teh Nia berjalan masuk ke arah belakang .
"silahkan diminum nak Dito ,panggil saya Mak yum ." ulas Mak yum sambil tersenyum.
"iya Mak ,makasih ya ." sahutku .
"tujuan nak Dito kemana ,apakah ada keluarga disini." Mak yum duduk dihadapanku sambil memegang nampan .
"keponakan saya kerja di hotel dekat sini Mak ,sekarang masih terlalu pagi saya takut mengganggu istirahatnya." ujarku sembari menyeruput kopi panas buatan mak yum .
"benar ini masih pagi ,istirahat saja dulu disini nanti siangan baru ke hotelnya ."
'iya Mak ,sekali lagi makasih ya."
Nia keluar dari kamar sudah berganti pakaian ,dan ikut duduk bersama kami .
"mas Dito kalau mau mandi silahkan ,handuk sudah saya siapkan dikamar mandi.
aku berjalan ke arah kamar mandi yang letaknya dekat dapur .
bruk..ssssssahhtt
aku menghentikan tanganku yang sedang menyabuni tubuhku ,telingaku mendengar benda jatuh tidak jauh dari kamar mandi .
selesai mandi dan memakai baju aku keluar dari kamar mandi ,teh Nia dan ibunya sedang sibuk didapur .
"tunggu di depan ya mas aku sama Mak masak dulu buat sarapan." ucap teh Nia saat aku melewati dapur .
"iya teh ,waduh gak usah repot repot teh ,saya jadi gak enak ." ujarku sungkan .
saat aku hendak menjemur handuk di jemuran belakang rumah ,kembali aku mendengar suar suara aneh dari ruangan di sebelah kamar mandi .
aku mendekati sebuah pintu yang letaknya diluar rumah ,pintu ini tertutup rapat ,aku menempelkan telingaku ke pintu mencari sumber suara tadi .
grubak grubak ....
kembali aku mendengar suara gaduh didalam sana ,aku penasaran dan berjalan ke arah samping ruangan ,ada jendela yang pintunya tertutup tapi tidak begitu rapat karena engsel nya sepertinya rusak .
aku menarik daun jendela ,tanganku langsung menyentuh jaring laba laba yang cukup tebal ,saat ku buka jendela sedikit tampak puluhan laba laba berlarian di tembok
didalam gelap sekali hanya ada sedikit sinar yang masuk dari celah jendela yang aku buka sedikit ,jendela ini sangat keras tidak bisa terbuka keseluruhan .
aku berjalan balik arah ke belakang mencari bangku atau apa ,aku penasaran ingin melihat ada apa didalam sana .
ada bangku kecil di dekat tiang jemuran ,segera aku ambil dan kubawa ke samping rumah .
setelah menaiki bangku aku bisa melihat seluruh ruangan didalam kamar yang gelap dan ada aroma tidak sedap .
aku mengamati dari tembok bagian atas lalu ke lantai ,aku tersentak saat melihat tubuh manusia saling menindih dan ada selaput seperti lendir membungkus tubuh mereka .
ada tubuh laki laki dan perempuan ,mataku membulat saat memperhatikan tubuh laki laki yang menggunakan kemeja warna biru laut ,wajah nya tertutup tangan seseorang tapi bentuk tubuh dan rambutnya mirip dengan Jodi .
"lagi ngapain mas ." aku tersentak kaget dan bangku kayu yang ku injak terguling membuat tubuhku terjatuh membentur tembok .
__ADS_1