Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab. 28 terjebak di markas mafia


__ADS_3

POV .Bu Narti (ibu nya Danny )




aku duduk di atas rumput pinggir jalan sambil nunggu Friska yang sedang mengantar kan Lina kerumah Bu helma ,kaki ku rasanya pegal sekali ,Lina memaksa ku diantar ke rumah yang sudah aku gadaikan ,aku dan Lina jalan kaki dari apotik kerumahku .



obat yang tadi aku beli di apotik aku masukan ke dalam tas lusuh yang aku bawa dari rumah kontrakan ,aku sedih melihat kondisi Lina yang belum juga membaik ,dia kadang diam dan menurut tapi kadang berubah pemarah dan memaksakan kemauan nya ,aku rindu Lina yang dulu ceria dan sangat dekat denganku .



saat sedang melamun tiba tiba ada mobil berhenti di depan ku ,dua orang laki laki turun dari mobil dan menghampiriku .



"maaf Bu ,saya mau menanyakan alamat ini mungkin ibu tahu ." kata seorang laki laki berbadan kekar menunjukan kertas di hadapan ku .



aku menerima kertas yang dia berikan dan membacanya ,tiba tiba laki laki dihadapanku mengambil sesuatu dari saku celananya dan membekap mulutku ,aku tak ingat apa apa lagi pandanganku gelap .



kreeeekk....jeder..



aku mendengar pintu di buka lalu di tutup dengan kasar,aku menoleh ke arah pintu ,seorang lelaki berperawakan tinggi menghampiriku .



"ibu tua ...kamu sudah sadar ." suaranya berat dan sorot mata nya sangat dingin.



"apa tujuan mu membawa ku kemari." aku melemparkan pertanyaan .



"kamu sudah masuk ke wilayah ku dan akan menjadi anak buah ku disini ,jangan membantah jika nyawa mu mau selamat." ucapnya tegas .



krek,..



pintu kembali terbuka, lelaki bertubuh gendut membawa nampan berisi makanan dan meletakan di meja samping ranjang .



"bangun Dan makan lah,aku gak mau dengar ada anak buah ku yang sakit ,karena akan menghambat tugas yang aku berikan ." tanganya menarik selimut di atas tubuhku dan menarik tanganku untuk segera bangun .



"aduh ...sakit ,jangan tarik tanganku aku bisa bangun sendiri ." ujarku meringis .



"habiskan makanan mu ,nanti Parto akan datang kemari dan membawamu kerumah induk .' ujar lelaki bertubuh tinggi sambil berjalan keluar .



"ibu tua cepat keluar dari kamar ,bos menyuruhmu ke rumah induk ." Parto masuk kedalam kamar sambil berteriak .



aku turun dari ranjang mengambil alas kaki ku dan mengikuti Parto dari belakang ,aku melihat taman dengan rumput yang sangat hijau dan bunga bunga cantik ,dan tibalah di sebuah bangunan besar dan megah .



"duduk di sini ,tunggu perintah ,bos lagi di kamar tidak bisa di ganggu siapa pun ." ujar Parto .



"auuuhh....ahggrrr....sakiiiiitt....ampuun



aku mendengar teriakan perempuan dari dalam kamar di sampingku ,siapa yang sedang disiksa didalam ,kenapa Parto diam saja .pikiranku kalut sekali .



aku kembali mendengar suara jeritan ,tapi kali ini berbeda jeritan itu seperti merasakan sesuatu kenikmatan ,dan disusul suara \*\*\*\*\*\*\* nafas berat laki laki,dan kembali terdengar suara teriakan laki laki dan perempuan ,,,,ah...telingaku rasanya panas mendengar suara itu.



aku masih duduk di kursi dan Parto berdiri tidak jauh dari pintu kamar,,brak...pintu kamar terbuka ,mataku melotot melihat lelaki bertubuh tinggi keluar tanpa busana ,senjatanya tegak mengarah ke depan ,aku melengos kedalam kamar .



lagi lagi mataku terpana melihat seorang perempuan telanjang bulat,tubuh nya penuh dengan darah , dia masih tidur terlentang ,ya ampun pertunjukan Macam apa ini ,dan laki laki ini kenapa tidak punya malu sedikitpun.



"hei,, perempuan tua ,,jangan memandangi rudal ku seperti itu ,aku tak akan nafsu menyentuhmu ....!! cepat masuk bersihkan tubuh perempuan itu dan bereskan kamarku .!" ujarnya membentak ku .



aku berdiri dan melangkah ke kamar ,kasian sekali perempuan ini ,aku mengambil lap dan baskom mengisinya dengan air hangat ,lalu mengelap badanya , tangan kaki dan punggung nya banyak sekali luka ,aku membalikan tubuhnya untuk mengelap bagian depan .



saat tubuh perempuan ini menghadap ke arahku aku menjerit saking kagetnya



"ya Allah Siska ....suara ku tercekat di tenggorokan ,kenapa dia juga ada disini .

__ADS_1



bersamaan Siska membuka mata nya ,dia pun terkejut melihatku ,bibirnya bergetar dan air matanya mengalir membasahi pipinya ,wajah nya pucat sekali .



"ibu...." panggil Siska lirih nyaris tak terdengar olehku .



"Siska ...tubuhmu penuh luka ,aku sudah mengelap dengan air hangat ,sekarang aku akan mencari salep untuk mengobati lukamu ." ujarku



Siska diam tak menjawab ,aku turun dari ranjang mencari salep atau obat untuk mengobati luka di tubuh Siska ,aku membuka laci meja didekat lemari baju ,dan aku menemukan salep obat luka ,aku mengambil dan mengoles tubuh Siska .



aduh,,aduh,, perih.


Siska mengerang kesakitan ,aku mengipasi luka yang barusan ku olesi obat dengan kain ,lalu membantu Siska mengenakan baju .



Siska duduk diatas ranjang ,aku mengambil air putih dan memberikan ke Siska .



"Bu ,,tolong bawa aku pergi dari sini ." mulut Siska masih bergetar saat berbicara .



"ibu juga tidak tahu sekarang kita ada dimana sis,dan siapa yang membawamu kemari .' tanyaku



"orang yang sama dengan yang membawa ibu ,aku juga di culik di jalan Bu."



"hei ...ibu tua keluar kau jika sudah selesai menjalankan tugas mu ." terdengar suara bos mafia menggertak ku.



aku segera meninggalkan Siska dan keluar ,bos Jodi sudah memakai baju dan berdiri di depan pintu .



"Parto .....suruh dia mengawasi kamar anak dan suruh dia tidur disana,tugasmu mengawasi dua dokter yang ada di ruangan paling ujung ." perintah bos Jodi .



"Ayuk ikut aku ke belakang." ujar Parto mengajaku mengikutinya .



aku berjalan di belakang Parto ,melewati lorong yang cukup panjang ,sampai di suatu ruangan bercat merah muda ,aku disuruh masuk kedalam ,dan jeder pintu ditutup dan dikunci dari luar .




"hai...jangan takut sama Oma ya,Oma bukan orang jahat ,Oma mau temani kalian tidur disini ,boleh kan..?"ujarku membujuk .



"beneran oma bukan orang jahat ." ucap anak perempuan yang duduk di dekat pintu .



"iya Oma bukan orang jahat ,kenalin ya nama Oma Narti ,namamu siapa ." tanyaku ke anak perempuan tadi.



"namaku Yasmin ...Oma ,Ayuk teman-teman kita kenalan sama Oma ." ajak Yasmin ke temanya.



anak anak yang tadinya takut melihatku sekarang mendekat ,dan menyebutkan nama mereka satu persatu ,air mataku menetes ingat cucuku amori .



aku memeluk mereka satu persatu ,kami saling menguatkan satu sama lain ,Yasmin anak baik dan cerdas ,wajahnya cantik dan anak orang kaya menurut ceritanya ,aku menghela nafas berat ,apa yang akan dilakukan bos mafia terhadap aku dan.anak anak tak berdosa ini .



\*\*\*\*\*\*



POV. Siska



Jodi membentak ibu membuat ibu ketakutan dan keluar dari kamar,hatiku tadi sedikit tenang saat melihat ibu, meskipun awalnya aku sangat kaget melihat ibu ada di kamarku,tapi aku paham ibu pasti sama dengan ku masuk kesini karena di culik .



aku lega melihat Jodi sudah memakai pakaian lengkap,aku selalu ketakutan jika Jodi tidak memakai baju dan itu selalu dia lakukan saat berada di kamar ,aku takut mendapatkan siksaan saat hasratnya naik ,rasanya sudah tidak kuat aku berada disini .



"manis....kamu lapar ." tanya Jodi sambil duduk di sofa samping tempat tidur.



"aku lapar sekali ,beri aku makan enak ." jawab ku .



"oke...aku akan suruh pelayan mengambilkan makanan untuk mu ."

__ADS_1



Jodi keluar kamar memanggil pelayan,tak berapa lama ibu masuk membawa nampan berisi makanan untuku ,jujur aku kasian sekali melihat ibu ,nafasnya tersengal sengal dan wajahnya pucat menahan rasa takut .



"nona...silahkan ini makanan untuk nona ." suara ibu tercekat di tenggorokan,aku menatap iba ke arah ibu .



"iya Bu...terimakasih ."



Jodi masih berdiri di samping ranjang menatapku nyalang ,, aku segera bangun dan meraih piring ,menaruh nasi dan lauk di atasnya lalu makan .



"habiskan makanan nya....!! aku cambuk kamu jika tidak menghabiskan nya ." suara Jodi menggema di ruang kamar .



aku menghabiskan semua makanan,kebetulan sekali perut ku sangat lapar,selesai makan ibu membereskan piring dan membawa nya ke keluar .



"manis ....dalam empat hari ke depan aku tidak akan menyentuhmu ,tubuh mu harus sehat ,setelah itu kita akan turun gunung ,ada pekerjaan untuk mu ." ujar Jodi tegas.



aku senang mendengar dia tidak akan menyentuh ku selama empat hari ,tubuhku bisa istirahat dari siksaan nya ,aku menghela nafas dan mengangguk .



Jodi keluar dan menutup pintu rapat ,aku turun dar ranjang hendak ke toilet ,saat buang air aku merasakan nyeri di area sensitif ku,sekujur badan ku sakit dan perih ,wajahku pun penuh luka yang sudah mengering .



aku keluar dari toilet dan duduk di sofa,aku harus memikirkan cara supaya bisa kabur dari Jodi .


waktu aku diajak turun gunung satu bukan yang lalu ,aku sempat melihat Friska di depan toko,tapi saat aku meminta kaca jendela di turunkan anak buah Jodi berdiri mengawasi ku ,Friska sempat melihatku tapi mobil segera berlalu .



semua barang ku entah kemana,tas yang berisi handphone dan mobilku juga gak tahu raib kemana ,setiap aku tanya Jodi dia pasti marah,dan nasib showroom ku juga aku tak tahu ,mas Seno juga menghilang entah kemana


pahit sekali nasib ku saat ini ...



aku membuka lemari dan laci meja mencari barang yang mungkin bisa aku gunakan saat bersama Jodi nanti,saat aku membuka laci lemari paling bawah aku melihat ada pisau kecil ,aku segera mengambilnya ,lalu aku meraba bawah tempat tidur dan merobek kain nya untuk membungkus pisau dan menyimpannya .



selama tiga hari dokter merawat ku memberikan obat dan vitamin ,dan makanan yang di berikan Jodi sangat bergizi ,tubuhku rasanya nyaman sekali dan rasa sakit hilang .



malam hari jam sepuluh malam Jodi masuk ke kamar ,dia minta di pijat aku menuruti kemauannya ,mungkin dia kecapean karena langsung tertidur dengan nyenyak .



pagi hari setelah mandi dan sarapan aku bersiap siap untuk keluar turun gunung ,saat Jodi dikamar mandi aku mengambil pisau kecil dan menyelipkan di ikat rambutku ,pisau aku bungkus dengan kain hitam jadi tidak terlihat karena sama dengan warna rambut ku yang catnya sudah memudar .



aku ,Jodi dan Parto naik mobil dan turun dari vila di daerah hutan Pinus ,,sekitar satu setengah jam perjalanan baru kita sampai di jalan raya ,mobil terus melaju dalam pikiranku sudah berkecamuk di bagasi mobil pasti ada korban yang sudah meninggal dan akan di buang entah kemana.



tiga jam perjalanan mobil berhenti di tepi jurang,Parto turun diikuti Jodi ,benar saja Parto membuka pintu bagasi dan membuang mayat anak kecil ke dalam jurang ,jantungku berdebar sangat kencang ,tubuhku gemetar saat melihat tubuh anak kecil melayang di udara dan jatuh ke jurang .



mobil kembali berjalan cepat ,aku tak tahu akan kemana .tak lama mobil berhenti di depan pertokoan .



"manis ......malam ini kerjaan mu sangat mudah ,kamu beli baju paling bagus di toko itu di temani Parto lalu kamu akan aku antar ke hotel ,disana kamu harus melayani kawanku yang baru datang dari luar negri ,ingat jangan coba coba kabur ,Parto akan menjaga di depan kamar hotel ." Jodi mengingatkan ku .



aku mengangguk lalu turun dikawal Parto menuju butik ,,



"silahkan ....mbak mau baju model apa." tanya pelayan toko .



"yang ini sama yang ini mbak ....aku mengambil dua gaun dan menyerahkan ke pelayan ,lalu mengambil sepatu dan tas dan menuju kasir ,Parto berjalan dibelakang ku.



saat hendak membayar di kasir aku melihat nanik kawan sekolahku ,,Nanik pun melihatku dan berjalan mendekatiku .



"Siska .....kamu kemana saja sudah lama gak kelihatan ." sapa Nanik .



aku hanya diam menatap nanik ,saat Nanik sudah berada di depanku Parto spontan menarik tangan ku dan membawa ku keluar .



aku tidak berani menoleh ke belakang ,takut Parto mengadu dengan Jodi ,sampai di samping mobil Parto membuka pintu dan mendorongku masuk,mobil segera berlalu .



bersambung

__ADS_1


__ADS_2