
POV. Friska
aku senang Maya dan Keysa bisa datang ke acara pernikahan Safira ,meskipun Maya terlihat biasa saja tapi tidak dengan Keysa ,tak henti hentinya dia menangis .
aku sangat paham ,hati Keysa pasti hancur menyaksikan ayahnya bersanding dengan wanita lain ,,setelah ijab kabul selesai aku langsung mendekati Keysa .
"key...kamu yang sabar ya ,ibu tahu hati kami pasti hancur melihat pernikahan ayahmu ,tapi kamu harus tetap kuat karena kamu harus menjaga ibumu ,kamu lihat ibu mu saja tidak sedih berarti dia sudah ikhlas ,kamu juga harus ikhlas ya ." aku mengelus tangan Keysa.
"iya Bu ,aku hanya belum biasa ,dulu ayah sangat menyayangiku ,sudah lama ayah menghilang dari kehidupan kami ,jujur aku masih merindukan kasih sayang itu ." Keysa mengelap mata nya dengan tissue yang aku berikan .
aku mengajak Maya dan Keysa makan ,yang aku sesalkan fajar dan Safira tidak sedikitpun mau menyapa mereka ,tapi sibuk dengan keluarga fajar .
"ma,,mori cari mama didalam nggak ada eh nggak taunya disini ." amori mendekatiku .
"mori ,coba lihat ini siapa yang disamping mama ." ujarku menunjuk kerah Maya .
"em...lupa ma,siapa ya Tante ini ." amori memperhatikan Maya .
"masa lupa si cantik ,ini Tante Maya loh yang dulu kerja di toko mama ,mori inget nggak ." jawab Maya
"oh iya ,,aku ingat Tante kan orang pertama yang kerja di toko mama dan juga orang kepercayaan mama dulu kan ." amori sudah mulai ingat dengan Maya.
begitulah anak ku ,dia akan sangat ramah dengan seseorang ,dari kecil aku selalu mengajarkan ke amori dan Alfin untuk selalu berbuat baik sama orang lain ,membantu orang yang sedang kesusahan dan tidak boleh berkata kasar sama siapa pun .
"mbak ,amori cantik sekali dan lukisan sarjana luar negri ,waduh pasti nanti dapat suami orang sukses ." Maya memuji amori ,dan amori tersenyum menanggapi .
"Tante bisa saja ,ini anak Tante juga cantik dan pasti pintar ,kapan kapan main kerumah key ...kita bisa ngobrol ngobrol." ujar amori mendekati Keysa .
"iya mbak ,kapan kapan aku main ." jawab Keysa pelan .
kami berjalan menuju tempat prasmanan ,Winda sudah membayar catering mahal untuk menyiapkan beraneka makanan dan minuman untuk para tamu.
saat sedang mengambil makanan ,aku melihat seorang lelaki bertubuh kurus memakai kemeja warna coklat berdiri si dekat kursi tamu bagian depan .
matanya menatap lekat ke arah pelaminan dimana Fira dan fajar bersanding .
aku penasaran lalu kuletakan piring yang sudah aku isi nasi tadi diatas meja ,aku berjalan menghampiri pria itu.
"maaf ...bapak tamu disini ." silahkan ambil makanan ditempat prasmanan pak ." ujarku ke pria yang masih saja menatap pelaminan .
saat pria ini menoleh ke arahku ,kami sama sama terkejut .
"Dito ...." mataku mengerjap meyakinkan apakah benar pria dihadapanku ini Dito,untuk apa dia datang kesini ,atau jangan jangan ...
"mbak Friska,senang sekali bisa ketemu mbak disini .' Dito menyalami tanganku ,aku mempersilahkan Dito duduk .
__ADS_1
"em,,kamu datang dengan siapa dit." tanyaku.
"sendiri mbak ,,oh ya ada yang mau aku tanyakan sama mbak Friska ." ucap Dito sambil menggeser kursi lebih dekat denganku.
"mau tanya apa dit ."
"apa benar pengantin perempuan yang ada disana itu anak ku ..? mbak Friska tolong jujur sama saya." Dito menatapku lekat.
"siapa yang bilang begitu." aku balik bertanya.
"Tamara mbak ,,kami bertemu satu minggu yang lalu, aku terus mencari keberadaan anak ku dan akhirnya pegawai lapas memberiku alamat mbak Tamara,orang satu sel dengan Siska waktu itu ."
"dari keterangan Tamara ,anak ku diadopsi mantan suaminya ,aku sempat kerumah mantan suami Tamara tapi tidak ada orang ,setelah itu aku sakit ,dan pagi tadi aku datang lagi kerumah mantan suami Tamara,dan ini yang aku lihat ." Dito menghela nafas berat .
aku kaget mendengar ucapan Dito ,jika aku mengelak Dito pasti akan membawa Tamara menemui Irfan ,tapi jika aku mengatakan yang sesungguhnya aku takut Dito akan berbuah nekat disini .
"maaf Dit ,,sebaiknya kamu tanya saja sama Irfan dan Winda ,tapi tunggu acara resepsi ini selesai ,mungkin malam kami bisa datang lagi kesini ." aku memberi saran ke Dito .
"baiklah mbak ,,,aku pulang sekarang ,jam 7 malam aku akan datang lagi kesini ,tolong jangan katakan mbak bertemu denganku ,,tunggu saja malam ini aku datang kesini ,permisi mbak ." Dito bangun dari kursinya dan berjalan ke luar tenda .
dari pelaminan Winda memperhatikanku .aku tersenyum ke arahnya .
....
habis magrib Safira dan fajar masuk ke kamar untuk berganti pakaian santai,tamu undangan sudah pulang ,hanya beberapa tamu dari keluarga dekat yang masih berada dirumah Winda .
Maya dan Keysa sudah pulang sejak habis dhuhur tadi ,yang masih berada dirumah Winda ibu dan adik nya fajar serta keluarga Irfan .
aku belum memberitahukan ke Winda tentang Dito yang tadi pagi datang ,malam ini aku sengaja menunggu kedatangan Dito .
untung saja ibu dan adiknya fajar pamit pulang sebelum Dito datang ,nanti Winda dan Irfan akan lebih leluasa bicara sama Dito karena tamu sudah pulang semua .
"mbak sudah nggak usah bantu beresin rumah ,aku sudah menyuruh orang datang kesini untuk bersihin rumah kok ." ujar Winda saat melihatku menggulung karpet di ruang tengah .
"ya sudah gulung karpet ini saja kok biar bisa ditaruh kursi disini ." jawabku sambil menyeret kursi yang di letakan berjejer di tembok .
Dito datang sesuai janjinya ,tepat jam 7 malam ,aku mendengar Dito sedang bicara sama Irfan di depan .
"mau ketemu siapa mas ," tanya Irfan,Dito celingukan melihat ke arah dalam rumah .
"em..mbak Friska apa masih disini mas ." tanya Dito ke Irfan .
"oh mau ketemu mbak Friska ,,ada didalam mari silahkan masuk ." aku melihat Dito masuk dan duduk diruang tamu.
"mbak ,,ada yang nyari tuh ." Irfan menghampiriku saat aku hendak keruang tamu .
__ADS_1
"fan kamu panggil Winda ya ,kita ngobrol diruang tamu ." ujarku
"ada apa mbak ,bukankah orang itu mencari mbak Friska ." Irfan menatapku heran .
"sudah kamu panggil Winda saja ,aku kedepan dulu." ujarku sambil berjalan ke depan menemui Dito .
tak lama irfan dan Winda keluar dan bergabung bersama di ruang tamu .
"mbak ,,ini siapa ." tanya Winda menunjuk ke Dito .
'suami nya Siska win ." jawabku .
Winda dan Irfan tersentak kaget saat aku mengatakan Dito suaminya Winda .
"maaf mbak Winda ,mas Irfan saya datang kemari ingin bertemu anak saya ,sudah sangat lama sekali saya mencari anak saya dan berhasil mendapatkan alamat mbak Tamara,dari dia saya tahu bahwa anak saya tinggal disini bersama kalian .' ujar Dito ,dari wajahnya terlihat Dito sangat sedih .
"dari bayi Safira kami adopsi dan sampai saat ini dia tahu nya kami berdua orang tuanya ,apakah harus sekarang kami memberitahu Fira bahwa anda adalah ayahnya .?" Irfan menatap Dito .
"saya rasa Fira harus tahu sekarang mas ,bahwa saya adalah ayahnya ,tolong jangan ditutup tutupi lagi ." Dito memohon ke Irfan .
"apakah anda akan membawa pergi Fira dari sini setelah menjelaskan bahwa anda ayahnya ." kali ini Winda yang bertanya.
"saya hanya ingin Safira tahu bahwa dia anak saya ,masalah dia mau tinggal bersama siapa biarkan dia yang memutuskan ,apalagi Safira baru saja menikah dan wali nikah Safira bukan ayah kandungnya,apakah itu saja dimata agama .?'
"setelah Fira tahu saya ayahnya ,saya mohon untuk dinikahkan ulang ,karena menurut saya mas Irfan tidak sah menjadi wali nya Safira ." ujar Dito .
"baiklah ,saya akan panggil Safira dan suaminya ."Irfan berjalan menuju kamar Fira .
Safira dan fajar keluar dari kamar dan menghampiri kami diruang tamu .
"ada apa ya bude kok manggil Fira." tanya nya sembari mengambil posisi disebelahku .
"Fira ,bude mewakili orang tuamu akan menjelaskan sesuatu yang selama ini tidak kamu ketahui ,," aku menarik nafas sebelum melanjutkan bicara .
"bapak ini namanya Dito ,dia adalah bapak kandungmu ." ujarku .
mendengar icapanku Fira menatap Dito dan menatap Irfan dan Winda .
"bude ngomong apa sih ,Fira nggak ngerti ,kok bisa bude bilang dia ini ayahku ,tolong jangan bikin aku bingung bude .
"benar yang diucapkan bude mu fir ,papa mengadopsi kamu saat usiamu baru seminggu ,kamu dilahirkan oleh ibumu dalam penjara ,selama ini papa tidak memberitahu ke kamu karena ibu mu sudah meninggal dan ayahmu entah dimana ,papa takut jika kamu menanyakan keberadaan kedua orang tuamu ." dengan pelan Irfan menjelaskan ke Fira .
Dito menatap Fira ,ada butir bening di kedua sudut matanya,Fira menggeleng dia tidak percaya dengan apa ya g baru dia dengar .
"nggak mungkin pa ,,aku nggak percaya ." sahut Fira sambil menangis .
__ADS_1
"Fira ,,,kamu tidak mau mengakui aku sebagai ayahmu tidak masalah ,aku cukup tahu diri dengan keadaanku seperti ini kamu pasti malu ,tapi kamu harus tahu bahwa aku adalah ayah kandungmu ." air mata Dito berjatuhan di kedua pipinya .
Safira menangis sesenggukan ,fajar mencoba memberi pengertian padanya ,akhirnya Safira bangkit dan menubruk Dito ,bapak dan anak berpelukan ,tak hentinya Dito meminta maaf ke safira.