Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab.19 haruskah bertahan


__ADS_3

POV . Danny




hatiku panas saat aku mendengar Siska telepon mesra dengan seseorang dan janjian mau ketemu di rumah makan saat jam makan siang nanti ,aku tak sengaja mendengar saat aku pulang untuk mengambil dompetku yang tertinggal,aku bersembunyi di belakang bufet samping kamar .



gak lama Siska keluar membuka pintu kamar,dia melihatku didepan pintu kamar ,wajahnya biasa saja tidak terlihat kaget atau gugup melihatku .



"kok kamu ada disini ,tadi bukanya pamit ke bengkel ." tanya Siska cuek .



"dompetku ketinggalan dikamar aku mau ambil sekarang." jawabku .



Siska pun berlalu pergi mengendarai mobilnya,aku segera masuk kamar dan mengambil dompet di atas nakas ,setelah itu kembali ke bengkel .



saat berada di bengkel fikiranku mengembara kemana mana ,apa Siska punya pacar diluar sana ,siapa laki laki yang sudah merebut hatinya ,,pantas saja sudah satu bulan lebih Siska selalu menolak jika aku ajak berhubungan intim,alasan nya capek karena seharian di luar rumah ,pernah aku meminta Siska untuk tinggal dirumah saja biar aku yang mengurus showroom nya,tapi dia menolak karena dia harus mengawasi langsung karyawan nya .



setelah Friska memutuskan pulang ke rumah ibu nya ,entah kenapa aku tidak ada keberanian untuk menjemput Friska ,aku takut dengan ancaman siska jika aku menjemput Friska dia akan mengadukan ke kakak nya Andre ,,,



benar kata Friska aku laki laki yang tidak punya pendirian ,tidak tegas dan tidak berani mengambil keputusan .


Siska lebih dominan dan aku harus selalu mengikuti apa pun keputusan ya .


bahkan setelah Siska keguguran aku berharap Siska bisa hamil lagi ,tapi dia menolak dia bilang gak mau penampilannya jadi jelek karena hamil ,aku pun gak bisa memaksa .



Siska jadi sering keluar kota setelah membeli rumah baru dan mobil baru ,menurutnya dia harus terjun langsung kelapangan untuk mencari kendaraan dengan harga murah ,aku pun gak pernah bisa mencegahnya ,bahkan pernah punya keinginan untuk mendampingi Siska keluar kota tapi dia menolak.



jam sebelas siang aku pamit dengan karyawan ku mau keluar mengurus keperluan ,aku melajukan motor menuju showroom Siska ,,aku tak langsung masuk dan menemui Siska ,tapi mampir di toko baju Friska yang berada disamping showroom,ke betulan Friska sedang tidak ada di toko ,aku hanya bertemu karyawannya .



pas jam dua belas aku melihat mobil Siska keluar dari showroom,aku mengikutinya ,mobil Siska berjalan terus menuju timur arah kota ,kemudian berhenti disebuah rumah makan sebelum pasar gading asri ,aku melihat Siska keluar dari mobil dan masuk ke rumah makan ,aku mengikutinya sengaja aku memakai masker dan topi supaya Siska tidak mengenaliku .



aku melihat Siska menuju meja yang letaknya diujung, disana sudah ada laki laki yang menunggunya ,aku tidak mengenal siapa laki laki itu ,saat Siska datang laki laki berbaju biru memeluk dan mencium siska,gak ada rasa malu padahal pengunjung cukup ramai .



aku duduk di meja paling depan dan mengarah ke tempat Siska duduk ,hatiku mendidih melihat Siska menyuapi lelaki di depannya ,padahal denganku Siska gak pernah bersikap manis atau bermanja manja sebulan terakhir ,ternyata dia punya selingkuhan .



aku menghampiri meja tempat Siska dan lelakinya duduk ,saat melihatku Siska terlihat gugup .



"mau apa kamu ke sini mas ." ujar Siska sambil berdiri di depanku .



"aku yang Harus nanya ngapain kamu disini sama laki laki ini dan peluk pelukan didepan orang banyak ,gak tahu malu .?! " aku menatap tajam Siska dan lelaki yang bersamanya .



"aku rasa kamu tidak perlu repot-repot kemari untuk membututi Siska ,Siska sudah gak cinta sama kamu dan jika dia mau pergi ninggalin kamu,kapan pun bisa karena kalian hanya nikah sirih ." ujar lelaki selingkuhan Siska .



darah ku mendidih mendengar ucapan pria selingkuhan Siska ,aku maju satu langkah dan mendaratkan bogem mentah ke wajahnya ,Siska menjerit memanggil nama selingkuhannya dengan sebutan seno ,aku terus menghajar Seno tanpa ampun tapi seno tidaktinggal diam dia membalas pukulan ku ditempat yang fatal membuatku oleng dan terakhir dia menendang dadaku saat aku jatuh terduduk,kepalaku membentur tembok dan aku tak sadarkan diri.



•••••••••


sekarang aku sudah kembali ke rumah setelah tiga hari koma dan seminggu dirawat,,dan yang membuat hati ku kembali nelangsa ternyata ibu sudah meng gadaikan rumah untuk menambah biaya operasi ku,menurut ibu awalnya Friska mau membantu biaya operasi ku tapi Friska mendapat musibah ,uangnya di jambret saat menuju kerumah sakit .



kasian sekali Friska ,dia perempuan lembut dan mau mengerti kesulitan orang lain ,dulu saat aku masih bekerja, Friska sering memberi santunan ke yayasan panti asuhan dan menolong orang yang tidak mampu.


ada desir halus di hatiku ,,,,aku merindukan saat kebersamaan bersama Friska dan amori .



seandainya aku tidak menikah dengan Siska ,pasti Friska masih ada di sampingku saat ini ,,,aku telah menorehkan luka di hatinya yang tulus ,,membiarkan nya pergi kerumah ibu tanpa memintanya kembali ,sekarang aku baru sadar ada relung hatiku yang kosong ,,,aku merindukanmu Friska,tak terasa mata ku basah .



"dan,,besok ibu antar kamu ke tempat terapi ya ,kaki mu harus di terapi Kata dokter urat syaraf di kaki mu terjepit karena hantaman benda keras ,mungkin waktu kamu berkelahi selingkuhan Siska menendang kaki mu sangat kuat ." ujar ibu menjelaskan .



"iya Bu aku nurut saja sama ibu ,makasih banyak ya Bu sudah merawat ku ." jawabku sedih .



"Oya Lina kemana ya Bu ,aku belum pernah ketemu dia semenjak pulang dari rumah sakit ." tanyaku ke ibu .



"ibu juga gak tau Lina kemana dan,waktu itu dia sempat datang ke rumah sakit sekali,terus minta ijin sama ibu katanya mau keluar kota ada urusan ,sampai sekarang tidak pernah ngabari ibu lagi ." ucap ibu.

__ADS_1



keman Lina pergi kenapa tidak ada kabar,aku meraih ponselku di meja dekat ranjang ,mencari kontak Lina dan menghubungi nya ,tapi nomornya tidak aktif .aduh Lina jangan bikin aku dan ibu khawatir ...aku mematikan ponsel dan meletakan kembali ke atas meja.



"gimana dan,Lina bisa dihubungi ." tanya ibu .



"nomornya gak aktif Bu ."



wajah ibu terlihat sedih ,,kasian sekali aku melihat ibu ,dia harus merawat ku seorang diri ,Siska sudah tidak perduli denganku ,ya Allah apakah ini karma karena aku telah menyia nyia kan istri dan anaku ... \*



"dan ,sudah jam sembilan ini obatnya di minum terus kamu tidur ,besok pagi kita akan pergi ketempat terapi ,kamu harus istirahat sekarang ." ujar ibu mengingatkan ku .


aku mengangguk mengambil obat dari telapak tangan ibu dan meminumnya .



•••••



jam enam pagi aku bangun ,aku sudah tidak melihat ibu dikamar ,kasur lantai yang biasa di pake ibu tidur di bawah sudah di gulung dan di sandarkan dibelakang pintu ,aku memandangi kasur tipis yang biasa buat ibu tidur,hatiku tersayat nyeri ,tak tega rasanya melihat ibu diperlakukan seperti ini .



aku keluar dari kamar mendorong sendiri kursi roda dan menghampiri ibu di dapur.



"kamu sudah bangun dan.,"sapa ibu sambil menaruh telur yang sudah di goreng ke piring .



"Siska gak pulang dan,tadi habis shalat subuh ibu beli sayuran di pedagang keliling ,kamu mandi terus sarapan ya ." ujar ibu .



aku mengangguk dan segera mendorong kursi roda ke kamar mandi ,ibu sudah menyiapkan handuk dan pakaianku di kamar mandi, susah payah aku melepas baju yang menempel di badanku,setelah itu mandi dan berganti pakaian .



aku sarapan berdua dengan ibu ,Siska entah tidur dimana semalam ,dia tidak pernah lagi menghubungiku atau pamit jika mau pergi ,,,aku sudah tidak berguna lagi Dimata Siska .



jam delapan aku di temani ibu pergi ke tempat terapi menaiki taxi,setengah jam perjalanan kami sampai di tempat terapi .disana ada lima orang yang sudah menunggu untuk terapi ,dan giliran ku tiba , dengan telaten ibu mendampingi ku,memberi ku semangat ,rasa haru menyeruak bersama air bening yang menetes di pipiku.



satu jam telah berakhir aku dan ibu kembali ke rumah ,ditengah perjalanan ponsel ibu berdering ,ibu bilang Friska menelepon .




kami pun tiba dirumah ,ada mobil siska dihalaman rumah ,Siska sudah pulang bathinku ,ibu mendorongku masuk kedalam rumah ,Siska keluar dari kamar dan menghampiri aku dan ibu .



"Bu itu kamarku nanti tolong dibersihkan ya jangan lupa sprei nya di ganti ,aku sudah taruh sprei baru di atas tempat tidur , ini kuncinya ." ujar Siska menyodorkan kunci kamar ke ibu .



"sis ,,kamu keterlaluan sekali memperlakukan ibu seperti pembantu !" aku menegur Siska ,sikapnya sudah kelewatan.



"loh dari awal ibu sudah setuju kan kalau mau tinggal disini Harus mengerjakan semua pekerjaan rumah ,kenapa kamu protes mas ." ucap Siska ketus .



"tapi kamu jangan kelewatan sis,ibu sudah tua jangan kamu suruh suruh terus ,ibu sudah mengurusku karena kamu tidak peduli lagi denganku ,sekarang kamu memperlakukan ibu seperti pembantu ,,.! "



aku . berdiri menghampiri Siska dan hendak memberi pelajaran padanya ,,tapi ibu mencegahku ,,



"sudah dan ,,kamu jangan emosi ingat kondisimu Belum pulih , ibu menahan tanganku .



"Siska ,demi tuhan aku nyesel nikah sama kamu ,aku sudah menyia nyiakan istri dan anaku demi membela kamu tapi begini balasan mu."suaraku serak dadaku rasanya sakit sekali .



"kamu menyesal mas apalagi aku ,kenapa kamu gak pergi saja dari rumahku jika kamu menyesal nikah denganku ,,tidak tau diri kamu sudah numpang masih saja banyak tingkah ." ucap Siska sambil mencibir .



aku tak tahan lagi dengan ucapan Siska ,saat ia hendak pergi aku menarik tanganya dan ...



plak ...!



aku menampar Siska ,aku tidak bisa lagi diam menerima penghinaan darinya ,,entah kenapa aku punya kekuatan untuk melawan Siska ,biasanya aku hanya diam saat Siska bicara kasar kepadaku.



"kurang ajar kamu laki laki cacat gak berguna ,berani kamu menamparku rasakan ini ,Siska mendorong kursi rodaku menuju pintu dan dibiarkan kursi roda meluncur ke teras dan aku terpental keluar dari kursi roda ,,,ibu berlari mengejar ku dan berusaha menolongku .

__ADS_1



"papa..."



aku menoleh kearah suara yang memanggilku ,amori datang bersama Siska ,,,ya Allah kenapa anak ku harus melihat papa nya di campak kan seperti ini ,,,



"bangun dan,itu amori sama Friska datang ." ibu mengangkat tubuhku ,Friska berjalan mendekat dan membantu ibu membawaku ke kursi roda.



"kenapa bisa begini Bu ," tanya Friska .



"Siska ,,sudah sangat keterlaluan memperlakukan kami fris." ibu terisak sambil merapihkan baju mas Dany yang acak acakan .



saat ibu mendorongku kembali untuk masuk ke dalam rumah ,tiba tiba Siska keluar dan menghambur kan baju ku dan baju ibu dilantai teras .



"laki laki sialan ,,,pergi kamu dari sini bawa ibumu sekalian,aku sudah muak melihat muka kalian ,,,Siska berhenti bicara saat melihat Friska dan amori .



"dan kamu perempuan kampungan bawa suami sama mertuamu pergi dari sini ,aku tidak Sudi lagi kasih tumpangan ke mereka." ujar Siska sambil menunjuk ke arah Friska, lalu masuk ke dalam rumah .



jeder ....



pintu dibanting keras ,aku lihat Friska dan amori meloncat saking kagetnya ,ku lihat ibu mengelus dada dan menarik nafas berat .



"ya Allah Bu,kenapa Siska kasar sekali memperlakukan kalian ." ujar Friska keheranan .



"ibu gak tahu fris ,sejak dia punya usaha mulai terlihat sifat aslinya ,ibu menyesal fris dulu menyuruhmu menjual rumah kalian ." ujar ibu masih terisak .



"sudahlah bu ,ibu jangan menyesali apa yang sudah terjadi ,aku ikhlas Bu ,sekarang aku bantu ibu membereskan baju baju itu ya .' ujar Friska lembut .



aku memangku amori ,Friska dan ibu membereskan baju dan masukan ke dalam koper .



"Friska tolong bantu ibu cari kontrakan ya ,,ibu masih ada sisa uang buat ngontrak rumah sama Danny ,." ucapan ibu membuatku sedih.



"baik Bu ,saya pesan taxi online dulu ya Bu ,kemarin saya lihat di desa tambak ratu ada rumah dikontrakkan , kita lihat kesana ya Bu ." ucap Friska .



tak berapa lama taxi datang ,kami pun segera naik menuju desa tambak ratu ,benar saja rumah yang dimaksud friska masih kosong belum ada yang mengontrak .



setelah bertemu dengan pemilik kontrakan ibu membayar tiga bulan ke depan.,friska membantu ibu membersihkan kontrakan dan membeli perabotan dan dua buah kasur busa .



setelah semua beres kami duduk diruang tamu beralaskan karpet ,ibu sedang merebus air untuk membuat kopi untuk ku .



aku merasa canggung ngobrol dengan Friska ,begitupun dia.



"fris aku dengar kamu buka cabang baru di gading asri ." aku mengawali obrolan.



"iya mas Alhamdulillah ,,tadi nya belum kepikiran buka cabang tapi om Rahman menawarkan ruko nya untuk aku sewa ,ya sudah aku ambil ." jawabku tanpa melihat kearahnya .



"syukurlah ,,semoga usaha kamu semakin maju dan sukses ,aku ikut senang ." ujarku tersenyum ke arah Siska .



"iya mas makasih doanya ,oh iya Gimana dengan bengkel mu mas ,siapa yang mengurus waktu kamu sakit ." tanya Friska .



"sejak aku masuk rumah sakit sampai sekarang aku belum pernah ke bengkel fris, rencana nya besok aku mau kesana tapi ada kejadian seperti tadi ." aku masih mencoba untuk tersenyum .



"besok kamu bisa minta antar ibu ke bengkel mas ,kamu harus awasi karyawan mu ,apalagi Siska sudah mengusirmu dari rumah ,kamu harus lebih waspada ." ucap Friska mengingatkan .



aku mengangguk mendengar ucapan Friska ,benar kata Friska hanya bengkel harta yang masih aku miliki ,jangan sampai Siska mengambilnya dari ku .



•••••••••••••••

__ADS_1



bersambung.


__ADS_2