
POV. hendri
*********
"mas ,kaki mu kenapa ,,? apa terluka parah ." Friska mendekatiku .
"aku ditembak anak buah Tono fris ,sempat nggak sadar dua Minggu lebih ,beruntung ada yang menolongku ,tapi kaki ku tidak bisa di gerakan ,besok aku akan periksa ke dokter fris .
"kaki mu nggak lumpuh kan mas..*?
"semoga saja nggak fris ,harus periksa ke dokter biar kita tahu ."
"mas,banyak permasalahan yang terjadi saat kamu tidak ada,tapi aku nggak akan cerita sekarang ,kamu istirahat dikamar ,kalau kondisimu sudah lebih baik aku akan cerita .
"mas ..kalau aku pinjam kursi roda sama mas Dany Gimana ,buat kamu pergunakan ,maaf mas aku nggak punya uang untuk membelinya ." ujar Friska lirih .
"nggak usah fris ,,nanti aku coba minta tolong sama Desi buat beli dulu ,aku akan ganti jika sudah bisa ke bank untuk melapor ATM ku hilang ." rasanya tak percaya Friska bilang nggak punya uang .
"ya sudah kamu coba saja hubungi Desi ,kebetulan ibu juga tinggal disana sekarang ,,?ujar Friska ,tapi kenapa dia malah menutup mulutnya setelah memberitahu.
"apa bapak sudah baikan kondisi nya fris ,,terus kenapa ibu tinggal dirumah Desi .?" Friska tidak menjawab ,dia mengambil ponsel dari saku gamisnya dan tatapan mata nya seperti menghindari ku .
"fris...aku tanya kenapa nggak jawab ."
"mas ,,kamu dari tadi belum istirahat kan ,ayok aku antar kekamar, setelah ini aku mau masak buat makan siang kita ." Friska menghampiriku dan membantu ku berdiri ,lalu memapah ku ke kamar .
" kamu istirahat saja ya mas ,aku tinggal ke belakang dulu ." Friska berjalan ke pintu setelah membantuku duduk diatas tempat tidur .
badanku rasanya lengket sekali beberapa hari ini tidak mandi ,,aku harus bisa ke kamar mandi sendiri ,kasian Friska dia lagi hamil jika harus mengurusku juga .
aku berjalan merayap diatas meja rias lalu tangan ku menyangga di pegangan pintu kamar mandi kaki ku ku paksa untuk bisa bergerak ,meski sulit tapi aku terus mencoba ,sampai juga dikamar mandi .
aku duduk di atas closet,,melepas baju dan celana ,luka di pinggangku sudah mengering tapi masih meninggalkan lubang kecil bekas peluru ,ah... segar sekali akhirnya aku bisa mandi .
saat aku akan mengguyur lagi kepalaku yang masih ada sisa shampo ,aku mundur kebelakang sampai membentur sandaran closet ,mata ku yang masih lebih aku usap dengan handuk ,,aku melihat Tono berdiri dekat pintu kamar mandi ,matanya menyorot tajam ke arahku .
"Tono ....Bu ...bukan nya kamu sudah meninggal ,,aku ingin berteriak tapi leherku terasa tercekik .
Tono diam tak bersuara , matanya masih menatapku penuh amarah ,,,dia berjalan mendekat dan tangan nya terulur keleher ku , tangan ku meraih gayung ku pukul tangan nya agar menjauh .
"jangan Tono...jangan ganggu aku ."
__ADS_1
"kamu harus menerima balasan ku Hendri ,kamu telah membunuh ku dan adik ku satu satunya." tangan Tono tinggal beberapa Senti dari leherku .
"aku tidak membunuh kamu dan adik mu Tono,aku melihat kalian sudah meninggal di kamar ." jawabku sambil menggoyangkan leher ke arah kanan ,tangan Tono terus mendekati leherku .
"kamu sudah membunuh ratu kami bodoh ...! karena perbuatan mu ratu meminta aku dan adiku ikut bersama nya ,sekarang kamu juga harus ikut dengan Ku bodoh ..!
"tidak Tono,,,alam kita berbeda aku nggak bisa ikut dengan mu ,tolong pergi lah dari sini ,jangan ganggu aku ." aku menarik tangan Tono yang sudah berhasil mencengkeram leher ku .
"aa.....rgghh...lepaskan Tono.." aku sulit bernafas ,, aku memukul tangan Tono ,kaki ku hendak menendang tubuhnya tapi sia sia ,kaki ku tidak bisa di gerakan .
aku sudah lemas sulit bernafas ,mungkin nyawa ku akan berakhir sekarang ,, ya Tuhan berilah pertolongan untuk ku .
wajah bapak melintas di hadapan ku ,bapak tersenyum ke arahku dan pergi melambaikan tangan .
"ba...pak ...tu..Ng..gu..,aku menggapai bapak yang terus berjalan pergi ,,tanpa menoleh ke arahku.
"mas...mas
tok ...tok
"kamu lagi ngapain di dalam ."
tangan Tono terlepas dan dia pergi ,,Tono tela**ja**Ng bulat tanpa sehelai baju menempel di tubuhnya ,ada bau anyir spe**a dari tubuh yang perlahan menghilang dari hadapan ku .
aku mengatur nafas ,sulit sekali mulut ini mengeluarkan suara .
"i,,ya ...aku didalam fris ." akhirnya suara ku bisa keluar juga .
"buka pintu nya mas ,,,kenapa nggak nunggu aku kalau mau ke kamar mandi ."
aku turun kelantai dan menggunakan pan**t untuk menggapai pintu ,,
"ya ampun mas...kamu jatuh ,seharusnya tunggu aku mas kalau mau kekamar mandi ,jangan nekat begini ." Friska membantuku ke kamar .
"sini aku bantu pakai baju mas ,wajahmu pucat sekali seperti ketakutan ,ada apa sebenarnya mas.?"
"nggak ada apa apa fris ,,aku syok aja tadi terpeleset ." aku terpaksa berbohong ,tidak mungkin aku menceritakan yang sesungguhnya ke Friska .
aku melihat jam di didinding kamar ,jam dua sore,kenapa hantu Tono bisa muncul di sore hari ,,dada ku berdenyut nyeri mengingat kejadian yang baru saja aku alami .
Friska membawa ku me ruang makan ,ibu dan amori sudah duduk di sana .
__ADS_1
"makan yang banyak hen ,biar berisi badanmu , kamu kurus sekali dan pucat ." ucap ibu memperhatikan ku .
"terimakasih bu, ibu dan amori kenapa nggak ikut makan ." tanyaku sambil menatap wajah amori .
"ibu sama amori sudah makan mas ,tadi aku masuk ke kamar mau bangunin kamu makan tapi kamu tidur pulas banget ,pas masuk kamar lagi kamu sudah di kamar mandi." ucapan Friska membuatku merasa aneh .
perasaan aku tidak tidur sama sekali ,begitu sampai kamar aku ke kamar mandi ,tiba tiba hantu Tono datang ,untung saja Friska cepat masuk dan menolongku .
"papa kok malah melamun ,makan lah biar cepet sehat ." ujar amori memecah lamunan ku .
"iya sayang ini papa mau makan ,aku mengambil sendok dan menyiapkan nasi ke mulutku .
"fris ...bisa nggak kamu nganterin aku ke rumah sakit ,aku mau lihat bapak ,sudah lama sekali aku nggak menjenguk bapak ." ujarku meminta .
Friska langsung tersedak dan meletakan sendok nya ke atas piring ,ibu mengambilkan sebelah air minum dan memberikan ke Friska .
"minum dulu fris ...pelan pelan kalau makan ." meskipun ibu bicara begitu tapi aku lihat wajah ibu seperti menghindar dari tatapan Ku .
"kamu kenapa fris ...tiba tiba tersedak gitu ."
" nggak papa mas ,lagi nggak fokus aja makan nya." jawab Friska singkat .
"ya sudah lanjutkan makan nya ."
*****
malam ini cuaca panas sekali ,aku melihat Friska sudah tertidur meski keringat membasahi tubuhnya ,rumah ibu tidak ada AC makanya sedikit panas .
tit ...tit...
ada pesan masuk di handphone Friska ,,aku melihat ke arah Friska dia tidak bangun ,mungkin kelelahan seharian ini membantuku berjalan kesana kemari ,kalau sudah ada kursi roda aku tidak akan terlalu merepotkan Friska .
bunyi pesan masuk terdengar lagi,aku bangun dan mengambil handphone Friska di atas nakas ,siapa tahu ada pesan penting ,aku akan membangunkan friska .
{ mbak bingung gimana jelasinya ke mas Hendri nya Des ..}
{ya sudah mbak jangan bilang dulu ke mas Hendri kalau bapak sudah meninggal ,nanti kalau kondisi mas hen sudah membaik baru kita kasih tahu dia.}
deg
jadi bapak sudah meninggal ,kenapa Friska tidak memberitahu ku dari kemarin ,kenapa seperti ada yang disembunyikan ,ahg ...aku harus berfikir positif , mungkin Friska dan Desi tidak tega memberitahu ku karena melihat kondisi ku seperti ini .
__ADS_1
bapak ...maafkan aku ,,bagian pergi aku nggak ada di samping bapak .
mataku basah sedih mengingat kondisi terakhir bapak kritis ,,ampuni dosa bapak ya Allah dan tempatkan beliau di tempat yang layak di sisi MU .