
(jangan campuri urusanku)
jam tujuh pagi selesai sarapan aku dan Winda membawa dagangan baju menggunakan mobil pick up yang aku sewa ke toko .
manikin aku pajang di pinggir tembok berjejer,diatasnya sudah dibuat rak panjang untuk memajang manikin hijab.
Winda sibuk memasang baju tunik dan rok rok panjang di gantungan,ada beberapa baju kelas premium sengaja di pajang di manikin paling depan.
saat kami sedang sibuk,ibu dan Lina datang berboncengan motor.
"Bu, sapaku saat ibu memasuki toko,"
"banyak duit kamu fris,bisa buka toko baju."ujar ibu sambil mengedarkan pandangan keseluruh ruangan.
"gak juga Bu,aku pengen punya usaha sendiri,gak bergantung sama siapapun." jawabku .
"kamu bantu Danny fris,modalin dia biar bengkelnya maju ,dia kekurangan modal buat beli suku cadang." ibu duduk di kursi yang aku siapkan buat pembeli .
"saya gak ada uang lagi Bu,udah buat modal beli dagangan." sahutku sembari merapikan baju baju di gantungan.
ibu diam dan masih memperhatikan ruangan toko ku,sementara Lina melihat baju baju di gantungan.
"mbak,kok belinya gamis sama tunik semua sih gak beli baju biasa buat orang gak berhijab.
"iya Lin kan sekarang lagi trend orang pake gamis,aku ikuti pasaran aja,untuk model baju lainya nanti aja ngikuti perkembangan ." jawabku.
"masih banyak juga kan mbak yang tidak berhijab,apalagi karyawan kata aku jarang yang Pake hijab ." ujar Lina.
"iya Lin, nanti kalau udah jalan usahaku ,mungkin aku pertimbangkan ." ujarku.
"kamu pikirkan juga Danny fri,bengkelnya sekarang sepi,dan kebutuhan dia banyak,kandungan Siska bermasalah Haris sering ceck up dokter." ibu masih membahasa usaha mas Danny.
"masalah Siska bukan urusan saya Bu."jawabku.
"ya gak bisa begitu lah fri, dia kan adik madu mu kamu harus memikirkan kondisinya,"
"aku harus mikirin Siska kata ibu."?
hallo tidak aku tuntun aja udah beruntung dia Bu." sahut ku.
"kamu itu susah ya dikasih tau ,kamu dan Siska itu istrinya Danny harus saling peduli satu sama lain ,jangan egois." sahut ibu kesal.
"maaf Bu saya buka usaha ini juga buat meringankan beban mas Danny,tapi kalau saya harus ikut memikirkan masalah Siska ,maaf Bu saya gak bisa." jawabku.
kami mengalihkan pandangan ke depan ruko saat ada mobil pick up masuk,,mas Danny turun dari mobil dan mengangkat etalase pesanku bersama sang sopir masuk ke toko ku.
"ini etalasenya taro dimana fris,tanya mas Danny.
"di depan aja mas dan yang satu nya taro tengah sini ." ujarku mengingatkan .
etalase sudah ditata mas Danny dan sopir pick up ,setelah aku membayar pelunasan etalase sopir pick up segera pergi dari toko.
"kamu kok ke sini dan,,Siska sendirian dirumah ,jangan lama lama ditinggalin takut kenapa Napa ." ibu mem protes kedatangan mas Danny ke toko ku.
"aku udah bilang sama Siska bu, lagian dia baik baik aja kok ,gak usah terlalu di risaukan Bu " timpal mas Danny.
Winda menatapku saat ibu membahas Siska, aku tahu pasti yang ada di fikiran Winda sikap ibu mertuaku yang lebay.
"orang hamil jangan terlalu manja Bu harus banyak gerak biar janin nya berkembang." sahutku.
"Siska itu kandungan nya lemah,dokter aja menyarankan dia gak boleh banyak gerak,malah kamu menyarankan suruh banyak gerak,apa kamu pengen Siska keguguran ya." sahut ibu ketus.
"sudah lah Bu jangan di perpanjang ,aku juga mau pulang sekarang,mau buka bengkel." ucap mas Danny bersiap mau pulang.
"makasih mas sudah di bantuin." ujarku.
"mbak,aku minta tunik yang ini ya satu." kata Lina sambil menunjukan tunik warna mocca.
"aku baru mulai buka toko loh Lin,masa mau diambil aja ,beli dong." sahutku.
Lina diam mukanya masam,,aku berpandangan dengan Winda,keheranan Winda dibuatnya.
"kasih lah fris,cuma satu ini gak bikin kamu bangkrut." sela ibu.
"maaf Bu gak bisa,aku belum penglaris pamali kalau di hutang." jawabku.
"Lina gak hutang fris tapi minta." sahut ibu.
"iya Bu,sama aja daganganku baru buka belum penglaris maaf ya aku gak ngasih." aku masih kekeh gak mau ngasih Lina.
" ya sudah mbak kalau gak boleh,Ayuk Bu kita pulang ." ajak Lina .
pulang saja sana batinku,enak saja aku baru buka toko mau main ambil aja,kalau dikasih nanti kebiasaan.
Lina menarik tangan ibu mengajaknya pulang.
"ya ampun mbak,adik iparmu gak mikir banget ya ,baru aja mau buka toko dah minta baju ." ujar Winda terlihat kesal.
aku mengangkat bahu "ya begitulah mereka win."
jam sepuluh baru aku dan Winda selesai majang baju baju di manikin dan gantungan,etalase buat tempat baju yang masih di plastikin.
"mbak laper nih ,makan bakso yuk." ujar Winda mendekatiku .
"ya udah kamu aja yang beli dibungkus aja bawa kesini ." ujarku.
"ok,mana duitnya ." jawab Winda .
__ADS_1
aku memberi uang lima puluh ribu ke Winda,dia keluar dari toko dan menyebrang jalan membeli bakso yang berada tepat di seberang toko ku.
aku melangkah menuju meja kasir,duduk sambil buka ponselku.
iseng aku buka story' di watshap,ada status Lina.
~biasalah orang baru melek,punya toko kecil saja balagu~
hah,,Lina bilang aku belagu,hehe gak dikasih baju kok sewot .aku tersenyum.
gak mau kalah aku pun bikin story' .
~di mana mana namamya orang dagang pasti ada hitungannya,karena dagang pake modal,,,gak mungkin lah mau dikasih gratis~ aku tambahin emotion ketawa.
share...
aku buka story' lagi kali ini ada status mas Danny.
~usaha seorang istri akan sukses jika dia menghormati suami dan ibu mertuanya~
aku baca sampai tiga kali,kenapa ya mas Danny bikin story' begini, bathin ku .
Winda masuk ke toko membawa dua bungkus bakso dan dua bungkus es buah.
"mbak makan yuk." ajak Winda sambil menaruh mangkok dan gelas besar diatas meja.
aku masih menatap layar ponselku sampai Winda mencolek tanganku.
"mbak kamu kenapa ,kok melamun." tanya Winda mengagetkanku .
"ini win,mas Danny kok bikin status watshap begini ya,apa dia nyindir aku setelah ibunya ngadu ke dia ." sahutku .
"mana lihat mbak,Winda meminta ponselku dan membuka story' watshap ku."
mata Winda membulat seolah tak yakin.
"mbak kayaknya mas Danny baik dan belain mbak,waktu mbak dipojokan tadi,tapi kenapa ya di bikin status begini." tanya Winda keheranan.
"iya win aku juga heran ,apa mas Danny baik di depanku aja ya ,padahal dia sealiran sama ibunya." entahlah ...
•••••••
hari ini ada beberapa orang yang mengunjungi toko ku,hanya dua orang yang beli,syukur Alhamdulillah sudah ada pembeli di toko ku.
aku sedang memikirkan bagaimana caranya toko ku dikenal orang,dan setelah aku diskusi dengan Winda,dia mengusulkan untuk mengenalkan toko ku di media sosial.
akupun setuju dan mulai kami foto bangunan toko dan baju baju yang aku jual,,dan gak nyangka respon di media sosial sangat bagus,aku dan Winda makin semangat .
jam lima sore aku menutup toko dan hendak pulang kerumah.ketika mau naik motor ada seseorang datang dan menghentikan motor di depan toko.
"eh Friska sudah mau pulang ya," tanya laki laki itu sambil membuka helm nya.
oh baru aku faham jika dia mas Andre kakak nya Siska.
"iya mas ada apa ya datang ke sini." tanyaku.
"aku cuma mau ngingetin kamu,bersikap baiklah sama Siska jangan sakiti dia,dan jangan sampai kamu menyuruh Siska keluar dari rumah Danny." ujarnya tegas.
"oh jadi Siska ngadu sama kamu ya." aku menatap nya .
"apapun yang terjadi sama Siska aku pasti tau,dan bukan urusan kamu mau dia ngadu atau tidak." sahut nya.
"kalau kamu menginginkan aku berbuat baik sama Siska,coba kamu tanya dia bagaimana sikap nya ke saya." jawabku tanpa merasa takut.
"kamu jangan banyak alasan untuk membela diri ya,ingat pesanku jika terjadi apa apa sama Siska,kamu akan tau akibatnya." jawabnya seraya menaiki motornya dan berlalu dari hadapanku
Winda sejak tadi memperhatikan kami berdua tapi dia tidak mendekat.
"laki laki itu siapa mbak." tanya Winda.
"Kakak nya Siska." jawabku .
"ngomong apa dia sama kamu mbak." tanya Winda lagi.
"dia mengancamku untuk jika terjadi apa apa sama Siska aku akan menanggung akibanya,menyuruhku bersikap baik dengan Siska." huf..aku menghela nafas .
"orang aneh adiknya yang sudah merusak rumah tangga orang,malah mengancam orang yang disakiti,bukanya menasehati adiknya." Winda terlihat jengkel sekali.
"udah win pulang yuk ,kasian amori seharian ditinggal." ajaku .
kami pun berboncengan motor pulang kerumah ibu.
sampai dirumah ibu amori sedang digendong mbak wanti di depan teras rumah ibu.
melihatku dan Winda pulang ,amori minta turun dari gendongan dan berlari menghampiriku.
"mama pulang ,nenek mama pulang." celotehnya .
aku lihat ibu masih di warung melayani pembeli,jadi gak dengar amori memanggilnya.
"iya sayang mama sama Tante udah pulang,amori sudah mandi belum."?
"udah mah sama bude wanti." sahutnya.
"fris,kamu udah datang,saya pulang dulu ya,bapaknya anak anak bentar lagi pulang dari sawah." ujar mbak wanti.
__ADS_1
"iya mbak pulang aja ,biar amori sama saya,makasih ya mbak dah bantu jagain amori."
aku dan Winda membawa amori masuk kerumah,aku mandi dan duduk diruang tengah menemani amori.
Tring....Tring...
ada panggilan masuk,ku ambil ponsel di atas meja .mas Danny telpon.
"hallo."
"kamu masih di toko apa dirumah ibu fris,mas danny menanyakan keberadaan ku
"di rumah ibu mas." sahutku.
"mau nginap di sana." tanya nya lagi.
"iya mas,mungkin sementara waktu aku mau tinggal di rumah ibu."
"kenapa fris,kamu masih marah."?
"gak mas,aku mau menenangkan diri saja dulu disini."
"nanti malam aku ke rumah ibu ya fris,."
"gak usah mas,kamu kan harus jagain Siska dan harus nurut sama ibu." jawabku cuek.
"Kamu dimarahi ibu lagi ya fris,?"
"ah enggak ,aku hanya menyarankan seperti yang kamu buat di status watshap mu." jawabku.
"status watshap,,?"kamu jangan mengada-ada fris,mana pernah aku bikin stori di watshap ku ." jawab mas Danny serius
"kayak nya gak mungkin deh kamu tiba tiba pikun ."
"serius fris,coba aku cek dulu."
mas danny mematikan teleponnya .dan sesaat kemudian dia menelepon kembali.
”fris,itu bukan aku yang bikin,barusan aku tanya Siska dan dia mengaku kalau dia yang bikin,maaf ya fris lagi lagi Siska membuat kamu kesal,."
••••••
apa hati ini masih mencintai suamiku mas Danny.?",jika aku tak lagi nyaman ada di sampingnya,aku hanya memikirkan perasaan amori untuk tetap mempertahankan rumah tanggaku.
sampai kapan aku harus merasakan sakit dengan menerima perlakuan madu ku yang seperti tuan putri dirumahku sendiri.
sementara aku akan tinggal dirumah ibu,biarlah kalau mas Danny tidak menafkahi ku lagi,toh aku sudah punya usaha sendiri dan aku masih punya tabungan ,,aku hanya ingin menenangkan diri dirumah ibu.
"mbak tidur yuk udah malam,Winda mengagetkan ku.
"kamu duluan aja win mbak belum ngantuk." sahutku.
"Oya mbak besok aku gak bantu di toko ya ,ada tugas kuliah yang harus aku selesaikan.' Winda berbalik ke arahku saat hendak masuk kamar.
"iya gak papa win,kamu bantu mbak kalau sedang gak kuliah."
"mama mau susu ,amori sudah menguap dan minta susu,aku kebelakang membuatkan susu dan membawa amori masuk ke kamar .
gak lama amori terlelap.aku iseng membuka ponselku ,aku gulir layar ke atas mengecek status mas Danny dan ternyata sudah dihapus .
aku masih terngiang ngiang omongan kakak nya Siska,apa maksudnya mengancamku ,dan dia kira aku takut ,?"
ah bodo amat dengan kakaknya Siska,aku kembali membuka ponselku ,kali ini mau lihat postinganku siang tadi memperkenalkan toko bajuku.
banyak yang komentar menanyakan alamat toko dimana,ada juga yang nanya harga baju,ada yang nanya mau jadi reseller .
aku balas semua komentar dan tak lupa meninggalkan nomor watshap ku.
ada notifikasi mese\*\*er masuk,aku buka ada pesan dari seseorang.
"waduh salut sama kamu fris bisa buka usaha sendiri,, gak perlu kerja keluar negri lagi." di akhiri emotion ketawa .
aku penasaran kubuka profilnya , " hah Hendri ."
aku balas pesan nya .
"makasih pujianya hen,kamu kok bisa tahu ya kalau itu akunku." balasku disertai emotion senyum .
"tahu dong,kan aku lihat foto foto mu ." jawabnya .
"boleh gak kalau aku simpan nomor kamu." Balasnya lagi.
"simpan aja gak papa siapa tau kamu mau belikan baju buat istri mu atau adik perempuanmu ke toko ku aja ya hen." sahutku.
"iya tenang aja nanti aku bantu promosi deh ,,dan kalau masalah istri kamu sok tau fris bilang aku ada istri." balasnya masih di sertai emotion ketawa.
"ops maaf aku salah ya ,aku kira sudah punya istri." balasku.
"iya sudah pernah punya dulu tapi sekarang lagi gak punya..ah Hendri pasti bercanda Fikir ku.
aku mematikan ponselku dan berniat untuk tidur,,,tapi mataku gak bisa terpejam ,,fikirnku traveling kemana mana ,,semenjak aku pulang dari luar negri belum pernah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan mas danny,,aku belum siap menerima suamiku seutuhnya .
maafkan aku ya Allah jika ini dosa, aku belum bisa menunaikan kewajibanku sebagai istri.
maaf
••••••••••••••
__ADS_1
bersambung