Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab. 40 terselubung


__ADS_3

POV. Friska


setelah melihat kondisi bapak mertuaku yang sangat memprihatinkan ,tubuhku semakin lemas seolah tidak ada tulang yang menempel di kulit ,wajah bapak sudah membiru kehitaman dari mulutnya mengeluarkan busa cukup banyak .


aku dan ibu menyusul kerumah sakit menaiki taxi online ,rasanya tak sanggup jika harus nyetir mobil sendiri ,sampai dirumah sakit ibu pingsan setelah mengetahui kondisi bapak kritis .


aku duduk di sofa sambil memijit pelipis ibu ,minyak kayu putih aku oleskan ke hidung dan mulut ibu supaya cepat sadar ,hatiku sedih melihat kondisi mertuaku dan nasib apes yang baru aku alami .


masih tak habis fikir dengan kelakuan Nanik yang sudah mencuri uang dan memukulku ,apa maksudnya ...? padahal uang yang 15 juta dia pakai dulu aku belum menanyakan nya kapan di kembalikan ,ini malah mencuri uangku lagi yang sedang aku hitung sekitar 17 juta.


suamiku sudah menyarankan untuk melaporkan Nanik kekantor polisi ,tapi melihat kondisi bapak kritis dan ibu pingsan begini rasanya tidak tega jika harus ditinggal,mungkin nanti setelah Desi datang bisa gantian menjaga mereka .


"fris...ini aku beli bubur ayam buat kamu sama ibu ." mas Hendri membawa dua bungkus bubur ayam., Alhamdulillah ibu sudah sadar.


"kamu kenapa nggak makan sekalian mas." tanyaku ke mas Hendri .


"tadi sudah makan di luar ,Oya fris besok pagi Desi kesini sama Arman ,kamu harus segera ke kantor polisi untuk melaporkan Nanik ." ujar mas Hendri mengingatkan .


"iya mas .....kamu temani aku ya .' ujarku seraya makan bubur ayam ,ibu masih kelihatan lemas ,mas Hendri mengambil kan air minum untuk ibu .


"kamu ada masalah apa fris,,sampai mau lapor polisi ." tanya ibu seraya menyuapkan bubur ke mulutnya.


"karyawan ku mencuri uang ku Bu dan memukul ku sampai pingsan ,padahal sebelumnya dia sudah pakai uang toko tanpa seijin ku ."aku merapihkan mangkuk bekas makan bubur dan meletakan diatas meja.


"kurang ajar sekali karyawan mu ,sudah dikasih hati menginjak kepala ,ibu setuju laporkan saja fris ." ujar ibu serius .


aku dan mas Hendri menginap dirumah sakit ,nggak sampai hati jika meninggalkan ibu sendirian menjaga bapak .


pagi hari jam delapan Desi datang dengan suaminya ,aku dan mas Hendri minta ijin ke ibu untuk pergi ke kantor polisi .


"ada yang bisa dibantu Bu..." sapa polisi di bagian pelaporan ."


"saya mau melapor pak ..." aku menjelaskan kronologi yang aku alami kemarin sore ,polisi langsung menanggapi dan mengetik laporan dari ku .


"keesokan hari Maya diantar mas Hendri kekantor polisi untuk di minta keterangan tentang Nanik ,setelah mendapat informasi dari Maya polisi segera mendatangi rumah Nanik.

__ADS_1


akan tetapi rumah Nanik sudah kosong ,menurut tetangganya sudah seminggu rumahnya kosong ,yang tinggal dirumah itu hanya Nanik dan Kakak nya Tono ,kedua orang tua mereka bekerja di Kalimantan .


aku benar benar sudah ditipu sama Nanik ,aku sempat protes ke Maya kenapa mengambil karyawan yang nggak jelas seperti Nanik .


"maafkan saya mbak....waktu itu Nanik mohon mohon untuk diterima kerja ,karena sangat membutuhkan uang buat keluarganya ,aku nggak nyangka dia bakal begini ." ujar Maya ,dia sangat merasa bersalah .


"lain kali harus lebih teliti lagi menerima karyawan may,jangan sampai terulang hal seperti ini ." ujarku mengingatkan .


***


hari ini aku kembali membantu dikantor travel suami ku ,dia mengajak kawan nya untuk menyelidiki tentang siapa orang yang meneror bapak nya .


pagi jam enam suamiku berangkat ke Bengkulu bersama Johan kawanya ,keluarga Johan dulu juga tinggal di bengkulu dan sekarang om nya masih tinggal disana .


"harus sering kasih kabar setelah sampai sana ya mas,"ujarku saat suamiku pamit .


"tentu fris,kamu jaga kesehatan dan kandungan mu ya ,,,tolong bantu jaga bapak dan ibu ,Desi sudah menyuruh orang untuk menjaga bapak ,nanti aku yang menggaji ." ucap mas Hendri sambil mengusap perutku .


aku mengantar mereka ke depan ,mas Hendri dan Johan masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan rumah .


"Bu....gimana keadaan pak Sardi ..." tanya Rani saat diperjalanan .


"bapak keadaanya kritis ran, racun ular sudah menyebar ke tubuh bapak ,karena terlambat mendapat pertolongan ." jawabku tanpa menoleh ke Rani.


"iya Bu ...waktu itu aku hubungi Bu Friska tapi handphone nya nggak aktif,aku nggak tahu nomor pak Hendri ,ibu mertua Bu friska saking panik nya sampai lupa menaruh handphone." ujar Rani lagi .


"kemarin saya bantu pak Hendri memeriksa semua kamar bapak ,tapi tidak ada lubang Bu,heran bagaimana ular itu bisa masuk ."


aku menyimak ucapan Rani ,benar juga ya bagaimana ular itu bisa masuk kekamar bapak jika tidak ada lubang untuk akses keluar masuk ,jendela saat malam kejadian terkunci rapat .


kami tiba dihalaman sekolah amori ,amori mencium tanganku dan dengan sedikit berlari berhamburan bersama teman temanya .


aku menjalankan mobil ku ke kantor mas Hendri ,sampai disana karyawan sudah datang ,aku berjalan ke ruangan mas Hendri dan mulai memeriksa data jamaah umroh


ada empat puluh lima jamaah umroh yang akan di berangkatkan dengan tiga tahapan .

__ADS_1


saat sedang memeriksa nama nama jamaah aku melihat ada nama atifa Sasmita ,saat aku lihat fotonya yups mbak atifa teman baikku .senang rasanya mbak atifa berangkat umroh melalui travel ini .


drtt....drtt...


ada pesan masuk di ponselku .


"merasa senanglah ,nyawa bapak mertuamu masih tertolong ,tapi tidak lama dia pasti mati ,"


hah...pesan dari siap ini ,! apakah orang yang telah mencelakai bapak,,tapi dari mana dia tahu nomor handphone ku .


aku forward pesan nya ke mas Hendri


send...


tak lama mas Hendri membalas ,dia bilang mendapatkan pesan yang sama denganku dan dari nomor yang sama .


suamiku berpesan supaya lebih berhati hati selama dia pergi ,,ya Tuhan apa lagi yang akan dilakukan orang ini ,semoga tidak ada korban lagi setelah ini .


setelah aku berfikir dan meminta pendapat dari mas Hendri aku akan minta tolong om Rahman untuk tinggal bersama Ku ,aku akan memberikan uang kepada om Rahman sebagai imbalannya karena meninggalkan pekerjaan dan keluarganya,suamiku setuju dengan usulan ku .


aku segera menghubungi om Rahman dan menceritakan kejadian yang menimpa bapak mertuaku ,ternyata om Rahman sudah tahu Dari ibu dan beliau tidak keberatan dengan permintaanku .


lega hatiku saat om Rahman bilang akan datang sore ini ,jujur aku takut jika di rumah tidak ada laki laki ,keselamatan amori dan bayi yang ada di kandunganku sangat menyita fikiranku .


sore sebelum magrib om Rahman datang kerumah ,setelah shalat magrib dan makan bersama ku ngobrol dengan om Rahman diruang keluarga ,amori sedang belajar dikamar .


"jadi ceritanya bapak mertuamu dulu punya musuh ya fris." om Rahman memulai pembicaraan .


"iya om,menurut cerita bapak orang itu iri karena bapak cepat naik jabatan ,sedangkan orang yang bernama Margono sudah lama bekerja tapi jabatan nya masih kuli panggul ." jawabku menyampaikan cerita yang pernah aku dengar dari bapak .


om Rahman menyimak ceritaku ..


"jaman dulu di Bengkulu sangat rawan sekali kejahatan ,kawan om juga pernah bekerja disana tapi di kebun karet ,dan itu dia banyak sekali permasalahan antar pekerja yang dia alami ." ujar om Rahman sambil menghisap rokok nya .


tidak terasa kami mengobrol hingga jam sepuluh malam ,aku pamit masuk ke kamarku dan mempersilahkan om Rahman untuk beristirahat ,tapi beliau menolak dan bilang akan berjaga jaga diluar sampai pagi .

__ADS_1


__ADS_2