
POV. Hendri
**********
"kamu sudah sadar.." suara laki laki tua di sertai batuk yang cukup lama .
"aku dimana ,eh Datuk ..apakah aku masih di gubuk Datuk ." tanya ku .
"bukan ,aku membawa kamu pergi dari gubuk ,,lukamu sangat parah , untung kamu masih bernasib baik ,nyawa mu bisa selamat ." Datuk bicara masih diiringi batuk ,tapi rokok tetap dihisap nya .
"Auh..sakit...aku meraba pinggangku ,apa ini ' ada tumpukan daun yang ditumbuk ditempelkan di pinggang ku diikat dengan kain lusuh .
"jangan banyak gerak dulu ,! lukamu belum kering ,tunggu dua tiga hari lagi ,"
"aku haus sekali tuk ,apakah bisa minta tolong ambilkan aku minum ."? aku berusaha mengangkat kepalaku sedikit .
"ini ,,,didalamnya ada campuran ramuan ,minumlah supaya luka mu cepat kering ." Datuk menyodorkan gelas plastik .
ada rasa pahit dan getir saat meminumnya ,aku menghabiskan nya karena tenggorokan Ku sangat kering .
"ini singkong ,makanlah setelah ini ramuan daun di pinggang mu harus di ganti ." sepiring singkong di letakan di atas balai bambu tempatku berbaring .
"sudah sadar orangnya basmati .." suara seorang perempuan tua sedikit mengagetkan ku .
"sudah lagi makan singkong ,kasian lama tidak sadarkan diri ."
perempuan tua memakai kain jarik dan kebaya ,mulutnya mengunyah buah pinang ,tampak belepotan .
"doa doa dari keluarga dan orang yang sangat dekat dengan mu yang menyelamatkan nyawa mu ,semalam kamu hampir mati karena racun sudah menjalar ke jantung mu ,takdirmu belum mati muda ." ujar nenek sambil mengunyah buah pinang .
"aku di mana sekarang nek ,dan sudah berapa lama aku pingsan ."
"kamu ada di gubuk ku ,dua pekan lebih kamu tidak sadar ."
aku sudah menghabiskan sepotong besar singkong rebus dan secangkir air minum campur ramuan ,tenagaku mengalir perlahan .
"Datuk di mana tas ku ,,Pakah Datuk melihatnya ." ? tanya ku .
"saat kamu di tembak di depan gubuk ku ,kamu tidak membawa apa apa ,apa mungkin tertinggal di markas sana ." jawab Datuk diselingi batuk .
aku mengingat saat aku berada di markas ,waktu itu aku sudah mau keluar dari pintu gerbang ,tapi dua anak buah Tono menghadang ku didepan pintu gerbang ,tas ku dirampas ,tapi ransel yang aku titipkan ke Novan apa berhasil dibawa pergi ,,ah..kemana mereka semua ya ,apa sudah sampai rumah masing masing .
"nenek akan mengobati luka mu sampai sembuh ,setelah itu kamu boleh pergi dari sini." ujar Datuk .
"iya Datuk ,terimakasih sudah . enolong saya,,o iya nenek kemana tuk ."?
"lagi cari makan buat malam ini ,"jawab Datuk singkat.
menurut cerita Novan Datuk basmati ini kejam dan menyukai sesama jenis ,tapi yang aku lihat Datuk baik dan tidak menyimpang ,apalagi sekarang tinggal bersama nenek yang mungkin pasangan nya ,apa Datuk sudah bertaubat ."?
entahlah ...
tiga hari berlalu ,nenek melepas kain yang mengikat pinggangku ,aku melihat luka yang sudah mulai mengering ,lalu nenek mengolesi minyak dari botol kecil yang ada ditangan nya .
"nanti bawa minyak ini kalau kamu pergi dari sini,ini minyak sulit didapat bisa menyembuhkan luka mu .
"terimakasih nek .." aku memasukan botol obat ke saku baju ku .
aku mengangkat kaki ku untuk turun dari balai bambu .saat hendak melangkah ternyata tidak bisa ,kaki ku lemas tak bertenaga .
"kenapa kaki mu ." tanya nenek .
"nggak tahu nek nggak bisa di gerak kan ."
"jangan jangan racun dari peluru itu sudah merusak syaraf kaki mu ."ucap Datuk khawatir .
"bahaya bas,,tidak ada obatnya disini jika benar kaki nya lumpuh ." sahut nenek .
aku mendengar percakapan Datuk dan nenek ,perasaan takut mulai datang ,bagaimana jika benar kaki ku lumpuh .
"jika kamu mau kembali ke desa mu ,aku akan mengantarmu sampai rumah warga yang ada di kampung sebelah hutan ,setelah itu kamu cari cara sendiri untuk bisa pulang ." ucap Datuk lagi .
__ADS_1
"ya sudah tuk aku mau ...tolong saya ya tuk ,saya kepikiran sama istri dan keluarga di desa ." entah apa yang terjadi disana .
keesokan hari aku sudah bisa duduk ,siang ini Datuk akan mengantarkan aku ke kampung sebelah hutan ,mobilku menurut Datuk diambil anak buah Tono ,Datuk tak mampu mencegahnya karena mengancam akan menembak jika ikut campur .
semula Datuk berbohong jika aku sudah meninggal ,saat anak buah Tono akan mengangkat tubuhku yang jatuh terkena tembakan , mereka percaya dan meninggalkan ku di gubuk Datuk .
lalu Datuk membawaku ke gubuk nenek basirah , ternyata mereka kakak beradik ,nenek yang sudah merawat ku selama aku disini .
tentu aku merasa amat sangat berterimakasih sama Datuk dan nenek basirah ,jika aku memiliki benda berharga atau uang aku akan memberikan pada mereka berdua sebagai tanda terimakasih ku.
setelah makan siang dengan menu ikan bakar dan lalap dedaunan ,nenek masih memberiku bekal nasi dengan ikan bakar tanpa garam .
Datuk menggendongku di belakang dengan kain panjang yang melilit di pundaknya ,aku seperti anak kecil di gendong ,setelah pamit dan mencium tangan nenek ,Datuk membawaku pergi dari gubuk .
kaki ku terayun ayun mengikuti gerakan tubuh Datuk ,,meskipun usianya sudah 70 tahun lebih tapi tenaga Datuk Masih seperti seusiaku .
dua jam perjalanan kami sampai di sebuah kampung ,Datuk berjalan menuju rumah kapan berwarna putih ,setelah memberi salam keluarlah laki laki kisaran umur 50 tahun nan .
"Datuk .." ucap laki laki bertubuh sedikit gemuk menyalami Datuk dan menyuruh masuk .
" cepat kau ambil kursi darman ," ucap Datuk terbaik batuk .
dengan cepat laki laki yang dipanggil darman mengambil kursi kayu dan membantu melepaskan Ku dari gendongan Datuk .
"ini siapa tuk .."
"orang jauh ,dia masuk markas di gunung Pinus dan tertembak ,untung nyawa nya masih selamat ."
"terus sekarang mau di bawa kemana ." tanya pak darman lagi .
" Carikan tumpangan mobil untuk mengantar dia pulang ke desa nya ,nanti keluarga nya pasti akan membayar ongkos mobil ." ujar Datuk duduk di sebelahku .
"dimana desa mu ,,.? " tanya pak darman ke padaku .
"Lampung pak ,apakah bapak bisa menolong saya ." jawabku meng iba .
"keponakan ku ada mobil ,,tapi daerah asal mubitu jauh ongkosnya pasti mahal ." pak darman seolah tidaknyakin aku mampu membayar .
"berapapun saya bayar pak asalkan masih wajar ." aku tersenyum ke arahnya .
"baik tuk ,malam ini saya sendiri yang akan mengantarkannya ." pak darman mengantar Datuk ke depan setelah aku menyalami tanganya dan mengucapkan terimakasih.
pak darman masuk kedalam dan keluar membawa dua gelas kopi panas .
badan terasa segar setelah lama tidak minum kopi .
'habis shalat isya ,aku antar kamu ke desa mu ,kamu istirahat dulu disini ya ."pak darman duduk di depan ku sambil menyeruput kopi nya .
"iya pak darman ,,maaf pak saya pinjam kursinya yang ini ya buat jalan ke kamar mandi ." ujarku meringis menahan hasrat buang air.
"saya bantu mas ,ayok .." tangan pak darman membantuku bangun dan menggendong ku ke kamar mandi ,awalnya aku menolak karena nggak enak hati ,tapi pak darman memaksa .
"kamu bisa duduk di kursi itu ,dulu ibu ku yang sakit stroke dipake buat buang air ." ujar pak Darma menunjuk kursi plastik yang sudah di lubangi bagian tengah nya.
aku di dudukan di kursi ,pak darman menungguiku di depan pintu kamar mandi .
"pak ...aku sudah selesai ."
pintu di buka pak darman masuk membantu ku berdiri menyanggah dengan kaki nya .
"kamu tunggu di sini ,,aku ke mushala dulu setelah itu kerumah keponakan ku ambil mobil ." pak darman masuk ke kamar dan keluar membawa sajadah ,berjalan menuju mushala .
ya Tuhan ...apa nanti aku akan merepotkan istriku dengan kondisiku sekarang ..aku merasa seperti laki laki tidak berguna ,,aku mengelap mataku yang basah .
jam delapan malam aku dan pak darman keluar dari kampung menuju jalan besar , menuju ke desa ku di Lampung , ternyata pak darman orang nya sangat ramah dan senang bercanda .
"nanti pas kamu pulang istrimu sudah kangen ,terus kakimu begitu bagaimana memuaskan istrimu mas Hendri ." pak darman terkekeh menggoda ku .
"istirahat dulu lah pak ,, kalau sudah sembuh mau berapa ronde juga siap ." kami tertawa bersama ,menghilangkan rasa sedih di hatiku.
sebenarnya ucapan pak darman cukup membuatku minder ,bagaiman jika nanti Friska tahu kaki ku lumpuh ,apa dia masih mau mencintai ku dengan tulus .
__ADS_1
"kalau mengantuk tidur saja mas ,,kasian kondisimu masih lemah ." ujar pak darman ,pandanganya masih tertuju ke depan .
aku mengangguk dan menurunkan badanku ke bawah ,pak darman memberiku Batal dan selimut kecil .
aku terbangun saat mendengar adzan subuh ,,mobil sudah berhenti di depan masjid ,di sebelahku kosong pasti pak darman sudah masuk ke masjid dan tidak membangunkan ku .
pagi ini cuaca sangat dingin menusuk tulang ,,diluar ada kabut tipis ,aku melihat tulisan di plang masjid ternyata sudah di Lampung barat .
siang hari Kami sudah memasuki perbatasan menuju desa ku ,, tak lama mobil berhenti di depan rumah .
"pak tolong bapak panggilkan istri saya ya ,saya tunggu disini ."
pak darman mengangguk lalu turun dari mobil dan berjalan ke pintu rumah ,saat seorang perempuan membuka pintu aku merasa asing tidak mengenalinya .
pak darman kembali ke mobil menghampiri ku .
"mas hen kata perempuan tadi rumah ini sudah di jual ,sekarang istrimu tinggal dirumah ibu mu ,aku antar kamu kesana mas Hen." ucap pak darman di balik jendela sebelahku .
Friska menjual rumah ini ..? kenapa ..?
pikiranku di penuhi tanda tanya ,aku masih belum percaya dengan apa yang kudengar .
"mas ,gimana ...mau kemana sekarang ." suara pak darman membuyarkan lamunanku ku .
"kerumah mertuaku pak .." jawabku tanpa menoleh .
"tunjukan jalan nya ya mas ,,jangan melamun terus nanti sakit kamu mas hen ,,ayok semangat kan mau ketemu istri tercinta ." pak darman masih saja bercanda .
mobil sampai di depan rumah mertuaku ,sepi tidak tampak siapa pun di depan rumah dan pintu nya juga tutup .
tanpa aku minta pak darman turun dan melangkah ke teras ,mengetuk pintu lalu mengucapkan salam .
*assalamualaikum.'
pintu terbuka ,ibu mertuaku berdiri di depan pintu , wajahnya keheranan melihat pak darman yang tidak di kenal nya .
"nenek ..." dari dalam rumah muncul amori di ikuti Friska di belakangnya .
aku menatap mereka ,istriku nampak kurus , ibu mertua juga seperti baru sembuh dari sakit .
mereka melihat ke arah mobil ,Friska dan ibu melangkah mendekat ke mobil dan mengetuk jendela disampingku .
aku membuka pintu ,friska berdiri memandang ku nanar .
"mas ...kamu pulang .." matanya basah begitupun dengan ku ,ibu berdiri di belakang Friska .
"Hen ..ayok turun ,"
aku diam dan tetap duduk ,sekarang aku bingung bagaimana menjelaskan ke ibu dan Friska .
pak darman mengerti apa yang ada di fikiranku .
"Bu ...maaf ijinkan saya menggendong mas Hendri ke dalam ." Friska mundur dan membiarkan pak darman mendekatiku .
pak darman mendudukan aku dikursi ruang tamu lalu duduk disampingku .
"mas ,kaki mu kenapa ,kamu terluka." Friska mencecarku dengan pertanyaan .
"nanti aku ceritakan semua ke kamu dan ibu fris ,,,tolong kamu ambil uang untuk ongkos mobil ke pak darman ya ." aku menatap Friska ,ada kerinduan dan rasa ingin tahu disana .
Friska masuk kekamar ,ibu keluar dari belakang membawa dua gelas teh hangat .
"di minum dulu tehnya pak darman ,ini buat mu hen minumlah selagi hangat ."
aku dan pak darman segera mengambil gelas teh dan meminumnya hingga setengah .
"berapa pak ongkos mobil nya ." tanya Friska .
"900 ribu mbak ...maaf jika menganggap mahal ,karena jauh dan malam hari di perjalanan ." ucap pak darman .
"tidak apa apa pak ini uangnya ,terimakasih ya sudah menolong suami saya ." Friska memberikan uang ke pak darman .
__ADS_1
"kalau begitu saya pamit ya mas Hen ,ibu dan mbak Friska ." pak darman berdiri pamitan .
ibu dan Friska mengantar ke depan ,amori mengikuti dari belakang .aku masih duduk membayangkan bagaimana reaksi ibu dan Friska setelah aku bercerita nanti .