
POV. Dito
aku menatap pria yang menegurku barusan .
"mas Dany ,..." ternyata mas Dany kakak ipar ku yang barusan menegur ku ,dia kaget melihat keberadaan ku .
"Dito ...kamu dito kan ." mas Dany beringsut mendekati ku .
"iya betul mas aku Dito ,mas Dany kenapa ada disini ." tanyaku heran .
"ini rumah mertua ku ,kami sekeluarga sedang berlibur di sini ,kamu ngapain loncat dari tembok rumah itu dit " tanya mas Dany keheranan.
belum sempat aku menjawab ada suara ribut ribut dari balik tembok ,aku menarik tangan mas Dany .
"mas ,tolong sembunyikan aku di rumah mertua mu ,nanti aku ceritakan semua pada mu." ujar ku saat berada di depan pintu samping rumah mertua mas Dany .
"baik dit,ayok masuklah,.."
aku mengikuti mas Dany yang lebih dulu masuk ke dalam rumah dan menyuruh ku duduk di ruangan dekat dapur .
"minum dulu dit ,kamu kurus sekali ,ada apa sebenarnya dit kamu sampai berada disini ." mas Dany meletakan minuman di atas meja.
aku segera mengambil gelas dan menuang air dari teko plastik lalu meneguknya sampai habis .
"aku di jebak mas ,saat di perjalanan menuju ke Bandung ,aku berkenalan dengan seorang perempuan yang menempati rumah itu ." ujar ku menunjuk rumah teh Nia yang terlihat tembok bagian belakang .
"itu kan rumah janda paling kaya di sini dit ,orangnya memang jarang keluar dan gak mau bergaul dengan tetangga ." timpal mas Dany.
"aku kurang paham mas ,tapi apakah teh Nia janda dirumah depan itu punya perkebunan mas ." tanya ku menyelidik .
"kurang tahu saya dit,coba nanti tanya sama istri atau mertua ku ,istri mi sedang keluar mengantar bapak nya berobat ke klinik ."
"terus kenapa tadi kamu kabur dari rumah itu dan melompat dari tembok dit ." tanya mas Dany penasaran .
"aku di sekap mas ,dan ada beberapa orang juga yang disekap tapi tidak berada satu kamar denganku ."
"aku sempat mendengar percakapan teh Nia dengan anak buahnya ,akan membawa mereka ke perkebunan setelah mencuci otak mereka terlebih dulu." dada ku sesak saat mengingat Jodi .
"ya Allah ,untung kamu bisa kabur dari sana dit ,aku benar benar gak tahu apakah keluarga Nia punya perkebunan atau tidak ."mas Dany menghela nafas ,mendengar cerita ku .
"tolong cari tahu ya mas ,teh Nia punya perkebunan dimana ,aku harus segera kesana ." ujarku sedih .
"kami mau ngapain ke perkebunan teh Nia dit.,bukanya kamu sudah aman bisa kabur dari rumah nya .' mas Dany mengambil handphone dari saku kemejanya ,dan membukanya .
"Jodi di bawa anak buah teh Nia mas ,aku yakin diantara orang orang yang di angkut pakai mobil tadi malam salah satunya Jodi ." sahutku.
mas Dany membulatkan mata mendengar keterangan ku .
"maksud kamu Jodi adik ipar ku .?"
"iya mas ,beberapa Minggu lalu aku diajak tinggal di rumah Jodi ,dan Jodi pamit mau ke Bandung ,tapi sudah tiga hari tidak ada kabar ,aku mencoba menyusul kesini dan bertemu teh Nia di dalam mobil travel ."
__ADS_1
"saat dirumah teh Nia ,aku melihat beberapa orang pria di Sandra di sebuah ruangan ,kondisinya mengenaskan ,salah satunya Jodi ." aku menghela nafas sebelum melanjutkan cerita Ku.
"kita tunggu istriku pulang ya ,nanti saya tanyakan masalah keluarga Nia ." mas Dany sibuk lagi dengan handphone nya .
terdengar suara mobil memasuki halaman rumah ,mas Dany berjalan menghampiri mereka .
istri mas Dany dan bapak mertuanya masuk ke dalam rumah lewat pintu depan ,sehingga tidak melihat keberadaan ku .
mas Dany menghampiriku bersama istrinya ,aku bangkit dari kursi ku dan menyalami istri mas Dany .
"mas ini siapa ya ,apa masih keluarga kamu kah." tanya istri mas Dany setelah menyalami ku .
"saya Dito mbak suaminya Siska ,," ujarku ,kulihat wajah istrinya mas Dany seperti mengingat sesuatu .
"Siska ....mantan istri siri kamu mas ." istri mas Dany menoleh ke arah mas Dany .
"iya Len ,Sudah lama sekali kami tidak bertemu dan tidak sengaja bertemu disini." jelas mas Dany .
"kapan datang Dito kenapa tidak kasih kabar dulu kalau mau ke rumah ." mbak Lena menatap ku setelah duduk di kursi seberang Ku.
"maaf mbak saya tidak sengaja bertemu mas Dany ,saya dapat musibah di rumah teh Lina ,saya di sekap ." sahutku .
"kamu dapat musibah di rumah Nia ,kok bisa kenal sama Nia ,setahu ku dia jarang di rumah ." mbak Lena mengernyitkan dahi .
"kami berkenalan saat di perjalanan menuju ke sini mbak ,lalu dia mengajaku mampir kerumahnya,disana aku pingsan setelah diberi makanan sama teh Nia ,lalu dia menyekap ku ." aku menceritakan apa yang telah menimpa ku .
mbak Lena menatapku lalu menatap mas Dany ,lalu dia kembali diam seperti sedang berfikir .
"tapi Nia jarang pulang ke rumah nya yang sekarang di tinggali sama ibu nya ,kabarnya dia punya villa di Bogor ."
"apa teh Nia punya perkebunan mbak ." tanya ku penasaran .
"menurut cerita orang sini katanya punya perkebunan teh di Bogor dan malang ." sahut mbak Lena .
aku semakin yakin bahwa Jodi pasti di bawa ke perkebunan di dua tempat itu .
"mbak tolong bantu saya mencarikan alamat pastinya perkebunan teh Nia ,saya harus kesana untuk menyelamatkan Jodi ." ujar ku memohon .
"tunggu tunggu ...ini maksudnya gimana ,kamu mau menyelamatkan Jodi ,Jodi siapa.? " mbak Lena bertambah kebingungan .
"Jodi suaminya Lina ...aku juga baru tahu Len kalau Jodi di sekap sama Nia lalu dikirim ke perkebunan miliknya ." mas Dany menjawab rasa kebingungan mbak Lena .
"kok bisa ,apakah Angga sudah tahu kalau ayahnya mendapatkan musibah dit." tanya mbak Lena .
"saya rasa belum tahu mbak ,aku belum sempat menghubungi Angga karena handphone dan ransel saya di sita sama teh Nia ."
"Jodi dan yang lainya di buat hilang ingatan ,entah bagaimana cara nya ,setelah itu anak buah teh Nia membawanya ke perkebunan untuk di pekerjakan di sana ." urai ku .
"aku akan menanyakan ke bapak ,dulu bapak pernah cerita di mintai tolong sama ibu nya Nia untuk mengurus pembayaran saat akan membeli perkebunan ." ujar mbak Lena setelah mendengar penjelasan ku .
"iya Len coba kamu tanya bapak ,mungkin bapak bisa memberikan informasi tentang keluarga Nia ." mas Dany menatap mbak Lena .
__ADS_1
mbak Lena menggeser kursi dan berjalan ke depan menuju kamar bapak nya .
aaaaaaaahhhhh....masss Dany...
terdengar teriakan dari suara mbak Lena ,aku dan mas Dany berhambur ke arah depan .
"ada apa Len .,." mas Dany menerobos pintu yang sudah terbuka .
aku melihat mbak Lena menangis di samping tubuh bapak nya ,aku belum tahu apa yang terjadi dengan mertua mas Dany .
"mas ..siapa yang membunuh bapak ,kamu lihat ini tubuh bapak gosong seperti di masukan racun kedalam tubuhnya ." tangis mbak Lena pecah .
mas Dany meraih tangan mbak Lena dan memeluk nya .
"kamu kabari arsyla dan Arjun mas ,suruh mereka pulang ." ucap mbak Lena sesenggukan .
"iya aku akan menyuruh anak anak pulang ,kamu yang sabar Len,aku mau kerumah pak Rt untuk membantu melaporkan ke pihak berwajib ." mas dany berjalan ke arahku .
"Dit tolong bantu keluarkan meja dan kursi ke depan ,kamu gelar karpet di ruang tamu sama ruang tengah ya ,aku .aku kerumah pak RT sekarang ." ujar mas Dany lalu bergegas pergi .
aku masuk kedalam kamar yang di tunjuk mas Dany untuk mengambil karpet ,meja dan kursi aku keluarkan ,sedikit kesulitan aku melakukanya sendiri tapi aku coba untuk bisa mengeluarkan semua kursi .
aku memasang karpet di ruang tamu ,heran sekali kenapa mertua mas Dany bisa dibunuh saat mbak Lena bilang bahwa bapaknya pernah di mintai tolong untuk melakukan pembayaran saat keluarga teh Nia membeli perkebunan .
apakah ini ada sangkut pautnya dengan kejadian yang menimpa ku dan Jodi ,teh Nia merasa terancam karena mertua mas Dany mengetahui rahasia mereka .
"silahkan masuk pak rt ,bapak ada di kamar depan ." terdengar suara mas Dany saat berada di teras .
"inalilahi.,kenapa bisa begini dan ,siapa yang telah memasukan racun kedalam tubuh mang Ujang ." pak RT menatap tubuh pak Ujang mertua mas Dany .
"tadi kami bertiga sedang mengobrol diruang samping pak ,pas saya .asuk kekamar bapak tubuh bapak sudah kaku ,mulutnya mengeluarkan busa ." mbak Lena masih terisak .
"iya pak ,,,belum kami pindahkan ,masih di atas tempat tidur ,kami tunggu segera ya pak ." ujar pak RT saat berbicara di telepon .
"polisi sebentar lagi datang dan ,jangan di apa apa Kan mang Ujang biar polisi nanti yang menangani ." perintah pak RT .
aku masih berdiri di dekat pintu memperhatikan tubuh pak Ujang uang menghitam dan sebagian melepuh .
tak lama mobil polisi memasuki halaman rumah ,dua orang polisi masuk kedalam rumah dan mengahamili tubuh pak Ujang yang sudah kaku .
setelah di foto beberapa kali polisi berbicara dengan mas Dany dan istrinya di ruang tamu sambil menunggu ambulan datang .
beberapa warga sudah mulai berdatangan kerumah mbak Lena ,membantu mempersiapkan peralatan untuk memandikan jenasah pak Ujang .
mbak Lena tidak bersedia jika bapak nya harus di autopsi ,maka akan Segera dimandikan ,polisi mengambil foto saat jasad pak Ujang di buka pakainya .
kedua anak mas Dany datang saat jenasah hendak di bawa me masjid untuk di shalatkan .
aku membantu semua proses mengurus jenasah pak Ujang ,jujur aku merasa bersalah ,aku merasa kematian pak Ujang ada kaitannya dengan teh Nia .
aku akan mengajak mas Dany untuk menguak rahasia yang di sembunyikan teh Nia selama ini .
__ADS_1