Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab. 24 harus lebih bersabar


__ADS_3

POV. ( Danny )


••••••••••••••••


setelah mendapatkan kontrakan satu rumah yang Friska tunjukan ,aku dan ibu memulai hidup baru ,ibu sudah tidak berdagang di pasar karena menurut ibu tidak tega meninggalkan aku yang masih butuh perawatan ,siska tak pernah lagi menemuiku atau sekedar menghubungiku lewat ponsel,seminggu setelah menjalani terapi aku sudah mulai bisa berjalan ,,menurut dokter aku harus punya semangat tinggi supaya cepat sembuh .


pagi itu aku mengendarai motor mendatangi bengkel ,sejak dirawat dirumah sakit dan menjalani terapi aku tidak pernah melihat bengkel ku lagi,motor aku parkir di depan bengkel , aku berjalan masuk dan seorang pemuda bertubuh tinggi rambutnya ikal menyapaku .


"ada yang bisa dibantu mas ." sapa pemuda tersebut dan anehnya aku tidak melihat karyawan ku .


"maaf kamu siapa ya ." tanyaku .


"saya karyawan yang di percaya mbak Siska untuk menjaga bengkel ,kalau mas mau servise kendaraan tunggu ya ,sebentar lagi karyawan bagian servise datang .ujar ya lagi .


benar saja tak lama dua orang karyawan kaki laki memakai seragam warna biru Dongker datang ke bengkel .


"nah itu karyawan saya sudah datang mas ,silahkan temui saja ." jawab pemuda berambut ikal dan kembali duduk di meja kasir.


aku mengambil ponsel ku ,dan menghubungi Siska,aku menanyakan ke Siska Kana karyawan ku dan kenapa sekarang orang orang baru semua yang bekerja di bengkel ,jawaban Siska sangat membuatku kaget ,dia bilang semua karyawan ku sudah di pecat dan bengkel sekarang dia yang mengelola ,aku gak boleh ikut campur karena semua barang barang di bengkel Siska yang stok ,maka aku cukup dapat hasil seberapa Siska mau memberi .


keterlaluan sekali Siska benar benar mau menguasai semua nya ,kini rumah ibu sudah di gadai dan kami mengontrak ,dan harus memikirkan untuk mengembalikan uang gadai dalam waktu satu tahun ,aku duduk diatas motor merenungi nasibku yang kian terpuruk ,aku juga tidak punya tabungan untuk modal usaha .


aku pulang ke kontrakan dan menceritakan ke ibu bahwa bengkel sudah diambil alih sama Siska ,,ibu menatapku iba ada butiran bening di sudut mata nya , hati ibu pasti sedih melihat keadaanku yang sudah tidak punya apa apa lagi,ditambah memikirkan Lina yang entah dimana sekarang .


"dan,,ibu masih ada sisa uang sepuluh juta ,sebaiknya kita buka warung makanan didepan kontrakan ,nanti ibu bantu kamu ." ujar ibu memberi usulan .


benar kata ibu aku harus punya usaha sendiri ,tapi dengan uang sepuluh juta aku mau usaha apa ,,aku berfikir keras menemukan ide usaha apa yang bisa aku jalani ,aku cari di ge**le dan menemukan usaha kuliner yang modalnya kecil ,mie ayam pangsit dan es buah yang di minati banyak orang .


aku mulai membeli bahan untuk membuat gerobak mie ayam ,,setelah jadi baru membeli beberapa meja dan kursi dan peralatan untuk masak ,ibu membantu ku membuat es buah ,besok pagi aku mulai buka warung .


siang hari saat melayani pembeli ,Winda datang ke warung ku ,dia menyampaikan pesan dari Friska untuk datang ke acara syukuran rumah yang baru Friska beli ,aku menyanggupi untuk bisa datang ,dan setelah nya Winda pamit Mau kuliah .


keesokan harinya selepas shalat ashar aku mengajak ibu ke rumah baru Friska , aku membonceng ibu naik motor,rumah baru Friska satu desa dengan rumah ibu ,hanya saja rumah Friska dekat jalan besar sedangkan rumah ibu masuk ke ke gang desa .


"papa,,amori menghampiriku saat aku dan ibu sampai dirumah Siska ,aku lihat tamu belum ada yang datang karena acaranya habis isya ,hanya keluarga Friska dan tetangga dekat rumahnya yang sedang sibuk membantu ,aku menggendong amori masuk ke dalam rumah ,,Friska dan ibunya menyambut kedatangan kami dan mengajak ngobrol di ruang tengah .


aku membantu tetangga Friska menyusun kursi di bawah tenda ,tamu undangan sudah mulai berdatangan ,jam delapan malam acara segera di mulai ,Friska memang berjiwa dermawan dan suka menolong ,setiap dia mengadakan acara pasti mengundang anak yatim ,,aku tak pernah berhenti memuji sikap istriku ,,penyesalan memang selalu datang terlambat ,sekarang apalah artinya aku bagi Friska yang sudah tidak punya apa apa .


••••••••


hari ini warung mie ayam ku laris manis ,dari pagi sudah banyak pembeli yang datang ,bahkan ada yang memesan mie limapuluh bungkus dan sebuah lima puluh bungkus untuk acara arisan keluarga ,,aku dan ibu sibuk sekali melayani pembeli .

__ADS_1


Tring .....Tring....


ponselku berbunyi dan aku mengambil dari laci gerobak Ku.


{hallo ,ada apa fris ,}


{mas barusan Desi yang gadai rumah ibu telepon ,katanya di rumahnya ada lina adikmu bersama seorang perempuan setengah baya ,coba kamu kesana mas siapa tahu Lina butuh bantuan mu .}


{ok fris,nanti aku akan kesana habis shalat dhuhur ya,di warung lagi banyak pembeli}


{iya mas ,ya udah aku cuma mau ngabarin itu }


aku mematikan ponselku dan meletakan nya di laci meja ,fikiran ku sudah mengembara kemana mana ,pesanan mie ayam masih dua puluh bungkus lagi , aku harus segera menyelesaikan secepatnya .


"Bu ,es buah nya sudah dibungkus semua belum ." aku mendekati ibu dan menghitung es buah yang sudah dibungkus plastik .


" lima bungkus lagi dan ,tunggu ya nanas nya habis ibu ambil dulu di kulkas ." ibu membuka kulkas dan mengambil nanas yang sudah di kupas .


"Bu,tadi Friska telepon ,dia bilang Lina datang ke rumah kita di desa fajar pagi bersama seseorang ,,kita selesaikan pesanan pelanggan ya, setelah itu kita kerumah menemui Lina ya Bu ." ucapku sambil memasukan es buah ke dalam keranjang .


habis shalat dhuhur aku menutup warung dan mengantar pesanan mie ayam ke rumah langganan kami , lalu aku membonceng ibu ke rumah kami di desa fajar pagi .


lima belas menit perjalanan. kami sampai di rumah kami ,aku memarkirkan motor di bawah pohon palem dan mengajak ibu masuk, saat kami baru sampai teras pintu di buka dan seorang perempuan mungkin ini yang namanya Desi menyapa kami .


aku dan ibu masuk di ruang tamu tidak terlihat siapa siapa,Desi mengajaku keruang tengah disana aku lihat Lina duduk bersama seorang perempuan ,aku syok melihat keadaan Lina ,tubuh Lina kurus dan hitam rambutnya tak beraturan dan perut nya besar ,,ya tuhan kenapa Lina seperti ini .


aku menoleh menatap ibu ,mata ibu berkaca kaca dan bibirnya gemetar ,aku bisa merasakan kegelisahan ibu ,pasti syok sekali melihat keadaan anak perempuannya ,aku menggenggam telapak tangan ibu dan mengajaknya duduk .


"maaf apakah ini keluarganya Lina ," perempuan yang duduk di samping Lina memulai pembicaraan .


"iya betul Bu ,saya kakak nya Lina dan ini ibu saya,aku melihat ibu masih diam dan pandanganya lekat menatap Lina ,aku heran Lina diam saja tidak merespon kedatanganku dan ibu ,asik memainkan ponselnya .


"perkenalkan nama saya Aryanti ,saya menemukan Lina di depan toko saya ,waktu itu Lina seperti ketakutan dan meminta tolong untuk diantarkan pulang ,tapi saya tanya rumahnya di mana dia tidak bisa menjelaskan .


saya bawa Lina kerumah saya karena hari sudah malam ,keesokan harinya Lina saya bawa ke dokter ,dari keterangan dokter Lina depresi karena mendapatkan tekanan dan ancaman ,dan kondisi Lina sedang hamil ,karena saya belum tahu dimana tempat asalnya Lina saya dan suami sepakat menampung Lina sampai ditemukan keluarganya ." ujar Bu Aryanti menjelaskan ke aku dan ibu


aku menatap Lina yang masih sibuk dengan ponselnya ,,terenyuh sekali melihat kondisinya ,siapa orang yang sudah membuat Lina seperti ini .


"Lina,apa kamu tidak mengenali ibu sama kakak mu ,kenapa kamu diam.saja Lin." ujar ibu terisak .


"Lina mengalami depresi berat Bu ,kondisi dia sekarang sudah mendingan ,dulu dia teriak teriak jika bertemu orang asing ,mungkin di fikiran dia ibu dan mas ini masih asing karena sudah lama tidak bertemu makanya dia diam saja tidak merespon ,nanti saya akan jelaskan pelan pelan ke Lina supaya dia bisa mengingat lagi keluarganya ."ucap Bu Aryanti .

__ADS_1


Desi keluar membawa minuman dan dua piring bolu ,lalu ikut duduk bersama kami ,Bu Aryanti mengambil gelas berisi teh manis hangat dan memberikan ke Lina.


"Lina minum dulu teh nya dan makan kue bolu nya ya ,Lina kan senang sama kue bolu ." ucap Bu Yanti,dengan sabar beliau berbicara dengan Lina .


Lina tersenyum dan mengambil gelas dari tangan Bu Aryanti setelah itu diambilnya sepotong bolu dan memakan nya .


"kue ini pasti bukan ibu yang bikin ,rasanya gak enak Bu ,,kalau ibu yang bikin enak dan lembut ,coba deh ibu makan pasti gak gak enak ." Lina mengambil sepotong bolu dan memberikan Bu Aryanti .


"kue ini enak Lin ,mungkin kamu belum terbiasa memakan nya karena biasanya kamu makan kue buatan ibu ,sama dengan orang di hadapan kamu ini pasti kamu takut kan sama mereka ,padahal kalau kamu tahu siapa mereka pasti kamu sangat senang bertemu dengan mereka ." ucap Bu Aryanti dan mengarahkan pandangan Lina ke arah ku dan ibu .


"emang mereka siapa Bu ,,pasti mau bawa aku ke dokter jahat itu kan ,aku gak mau Bu ,aku takut perutku di tusuk pakai Gunting sama dokter jahat itu Bu ." Lina merapatkan tubuhnya ke Bu Aryanti ,wajahnya nampak ketakutan .


aku dan ibu menatap Lina iba ,kasian sekali Lina mentalnya sudah terluka .


"Lina mereka bukan orang jahat,mereka juga bukan dokter yang menyakitimu ,coba kamu lihat wajah mereka ,terutama wajah ibu ini bukankah mirip kamu Lina ,dan kaki laki disebelahnya juga mirip kamu ,ibu berfikir sepertinya mereka ibu dan kakak mu yang selama ini kamu cari ."ujar Bu Aryanti lembut


Lina menatap aku dan ibu bergantian ,aku tersenyum ke arah Lina ,ibu menangis melihat Lina yang menatap kami masih dengan ketakutan .


"apa benar Bu mereka ibu dan kakak ku ,ibu tolong periksa mereka ,kalau diantara mereka ada yang bawa gunting berarti dia bukan ibu dan kakak ku tapi dokter jahat yang mau membunuhku Bu ." ucap Lina memohon .


"iya Lin ,sekarang ibu akan periksa mereka ,tapi kamu janji ya kalau mereka tidak bawa gunting berarti mereka bukan orang jahat dan kami harus percaya bahwa mereka ibu dan kakak mu ,nanti kamu tinggal sama mereka ya ,lihat tuh ibu kamu menangis dia sangat menyayangimu Lin sangat merindukanmu yang sudah lama pergi ,Lina mau kan dengerin nasehati ibu ." kembali Bu Aryanti berbicara lembut ke Lina ,Lina mengangguk dan kembali menatap ku dan ibu.


Bu Aryanti bangun dan menghampiri aku dan ibu ,menyuruh ibu berdiri dan memeriksa seluruh badan ibu sambil membisikan sesuatu ke telinga ibu ,begitupun waktu tiba giliran memeriksaku Bu Aryanti juga membisikan sesuatu di telinga ku .lalu Bu Aryanti kembali duduk di samping Lina .


"ibu tadi sudah periksa semua bagian tubuh mereka Lin tapi mereka gak bawa gunting ,kamu percaya kan kalau mereka orang baik ." ucap Bu Aryanti


"iya Bu saya percaya mereka bukan dokter jahat , tapi aku tidak ingat kalau mereka ibu sama kakak ku ,wajah nya aku lupa ." sahut Lina ,tatapan nya mulai berubah lembut tidak seperti saat baru bertemu .


Bu Aryanti mengajak ku ke belakang untuk membicarakan tentang keadaan Lina ,kami pun pamit ke Lina untuk shalat sebentar dan aku meminta Desi untuk menemani Lina.


"Bu Alhamdulillah Lina sudah tidak takut lagi sama ibu dan kakak nya ,Lina itu trauma berat Bu karena di paksa menggugurkan kandungannya jika Lina menolak maka perutnya akan di tusuk pakai Gunting ,itu cerita Lina ke saya ,"


ujar Bu Aryanti.


"nanti jika Lina sudah tinggal bersama kalian tolong jangan sampai ada gunting dirumah kalian karena dia sangat ketakutan melihatnya ,ini obat buat Lina diminum sehari tiga kali ,dan sering seringlah bikin bolu seperti buatan saya ,nanti saya kasih resepnya ,Lina pasti akan senang tinggal bersama kalian ." ujarnya lagi .


aku dan ibu menyimak Ucapan bu Aryanti ,dan kami sangat berterimakasih karena Bu Aryanti telah menyelamatkan Lina dari orang yang akan berbuat jahat padanya .


"Oya Bu ,bagaimana ibu bisa menemukan alamat rumah kami,jujur kami sangat berterimakasih sama ibu yang sudah menolong Lina ,kami sudah lama kehilangan dia ,kami pun sudah berusaha mencari keberadaanya tapi semua kawan kawan Lina tidak ada yang tahu dimana Lina ." ucap ku ke Bu Aryanti.


"waktu Lina dirumah saya saya kasih dia handphone,dia senang sekali ,saat dia tidur saya mengecek handphone nya ,dia suka buka fac***ok ,dan saya juga heran dia masih ingat sama akun nya ,saya buka berandanya disitu ada beberapa kawan nya yang masih aktif ,saya DM kawanya menanyakan alamat rumah Lina dan memberi kan alamat rumah ini ." jawab Bu Aryanti .

__ADS_1


setelah paham dengan penjelasan Bu Aryanti kami kembali ke depan menemui lina dan Desi ,,Bu Aryanti membujuk Lina untuk ikut bersama ku dan ibu ,akhirnya Lina setuju ,Bu Aryanti ikut mengantar Lina ke rumah kontrakan di bonceng motor Desi,Bu Aryanti akan menginap di kontrakan kami dan besok baru kembali ke rumahnya .


bersambung .


__ADS_2