Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
16. pencarian


__ADS_3

POV. Dito


aku mendampingi keluarga mas Dany mengantar almarhum ke pemakaman desa ,sebagian warga ikut dan sebagian lagi ada yang pulang ke rumah masing masing .


malam hari nya diadakan takjiah yang dihadiri beberapa warga yang kebanyakan laki laki ,mbak Lena sudah lebih tenang ,pasrah menerima takdir dari sang khalik .


anak anak mas Dany ikut sibuk membantu ,arsyla menyiapkan kue kue dan meletakan di atas karpet,Arjun bersama mas Dany sudah duduk bersama warga untuk memulai acara mengirimkan doa untuk almarhum .


***


"dit sarapan dulu ,mobil lagi di servise di bengkel ,sebentar lagi kita berangkat ." mas Dany menghampiri ku saat aku sedang membereskan rumah .


seminggu sudah berlalu ,aku dan mas Dany akan pergi mencari perkebunan milik teh Nia ,kedua anak mas Dany sudah pulang ke tempat mereka bekerja di luar kota.


"iya mas ,ini perabotan sudah aku cuci semua ,tinggal kabari pemilik nya untuk mengambil ke sini ." sahutku dari ruang belakang .


"makasih ya dit ,sudah banyak membantu ,sarapan sudah siap diatas meja makan ,kamu sarapan dulu sana ." titah mbak Lena .


aku mengelap tangan ku dan memeriksa kembali apakah perabotan yang seminggu ini di pakai untuk acara takjiah sudah masuk semua kedalam box,setelah semua rapi aku gegas ke meja makan untuk sarapan .


jam 10 pagi aku dan mas Dany berangkat ,tujuan utama kami ke hotel tempat Angga bekerja ,aku harus mengabari Angga tentang keadaan ayah nya .


saat melewati tembok belakang rumah teh Nia ,netra ku memicing saat melihat sosok tinggi besar berdiri merapat di tembok ,matanya merah menatap ke arahku .


"kamu lihat apa dit ,serius banget ." ucapan mas Dany membuyarkan pandangan ku .


"mas Dany gak lihat tadi ada orang tinggi besar berdiri di tembok itu dan memperhatikan kita." sahutku .


"aku gak lihat apa apa dit ,ah kamu aneh aneh saja tidak ada siapa siapa saat kita lewat tadi ." ujar mas Dany seraya menoleh ke arahku .


aku diam tidak menanggapi ucapan mas Dany ,tapi aku yakin tadi melihat orang bertubuh tinggi pakaian hitam berdiri di dekat tembok rumah teh Nia .


setengah jam perjalanan akhirnya kami sampai di hotel tempat Angga bekerja ,kami memasuki loby hotel dan bertemu dengan security .


"maaf mas kami mau bertemu dengan Angga,apakah dia ada dihotel ini ." aku mendekat ke arah security yang sedang berjaga .


"Angga bagian apa ya ." tanya nya .


"manager hotel mas ." jawab ku


"maaf bapak siapa nya pak Angga ." security memperhatikan ku dan mas Dany .


"saya om nya Angga." mas Dany menjawab pertanyaan security .


"baik pak saya akan hubungi pak Angga ,jika ada saudaranya datang ." security masuk ke dalam hotel dan menghampiri meja resepsionis .

__ADS_1


kami menunggu di sofa yang ada di loby ,sambil memperhatikan suasana hotel yang masih sepi .


"pak silahkan naik kelantai lima ,ditunggu pak Angga disana . security menghampiri kami dan menunjukan lift yang berada di ujung gedung .


aku dan mas Dany berjalan ke arah lift,ku pencet tombol panah ke arah atas dan menunggu pintu terbuka .


kami berdua masuk ke dalam lift saat pintu terbuka ,tak lama pintu lift kembali terbuka ,dari jauh kami sudah melihat pintu kaca yang ada tulisan "general manajer "


tok...tok...


"silahkan masuk ." terdengar suara laki laki dari dalam ruangan ,kami segera mendorong pintu yang tidak terkunci dan masuk ke dalam ruangan .


"om Dany ,,"


Angga berjalan cepat dan memeluk mas Dany ,lalu menoleh ke arahku dan menyalami ku .


"silahkan duduk om ,siapa namanya om ." tanya Angga tersenyum ke arah ku .


"Dito ..."


"silahkan om Dito ,aku pesan kan minuman dulu sebentar ya ." Angga berjalan ke meja dan menelepon seseorang .


"om Dany apa kabar ,lama.swkali kita gak ketemu ya om ,terakhir saat nenek meninggal ." ujar Angga sambil menaruh tubuh nya ke sofa .


"iya ga,kamu makin tampan saja ga ,sudah punya calon istri belum ." mas Dany menatap lembut ke arah keponakanya,angga menanggapi dengan senyuman .


sepertinya Angga belum tahu kabar menghilangnya mas Jodi ,jika dia tahu gak mungkin bisa ceria seperti ini .


pintu terbuka seorang perempuan muda membawa minuman di atas nampan ,meletakan di atas meja dan mempersilahkan kami untuk mengambilnya .


perempuan ini seusia Safira ,wajahnya cantik dan berkulit putih ,tak pantas menjadi office girl ,aku menatap wajah perempuan yang masih berdiri menggenggam nampan .


gadis di hadapan ku menatap wajahku ,seperti sedang mengingat sesuatu .


"ada apa ven ,kenapa kamu masih berdiri di situ ." Angga menegur karyawan nya .


"maaf pak Angga saya seperti nya mengenal bapak ini ." gadis itu mengarahkan ibu jarinya ke hadapanku .


"kamu kenal sama saya ,apa kita pernah bertemu sebelumnya." tanya ku penasaran .


"apa benar kamu pernah bertemu dengan om Dito Veni ." Angga ikut bicara .


Veni mengambil sesuatu dari saku celana seragamnya ,dan membuka sebuah liontin ,lalu menatapku .


"apakah bapak kenal dengan laki laki ini ." Veni mengukirkan liontin ,aku segera mengambilnya .

__ADS_1


aku perhatikan liontin dari bahan perak berbentuk kupu kupu ,lalu ku buka tutupnya ,mataku membulat saat melihat foto didalamnya .


"Ka ....kamu siapa nya jonet ,"aku menatap ke arah Veni


"dia ayahku ,sudah lima tahun ayah pergi meninggalkan ku ,apa pak Dito pernah bertemu dengan ayah ku ." kulihat mata Veni lembab .


mas Dany dan Angga menatap Veni dan aku bergantian ,akhirnya Angga menyuruh Veni duduk bersama kami .


"sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan ayah mu ven ,terakhir kali bertemu saat kami merantau di Sumatra .


"iya pak Dito maaf mengganggu waktunya ,jika pak Dito suatu saat ketemu ayah saya tolong kasih alamat ini ya pak ." Veni mengambil kertas dan pena yang ada di atas meja lalu menulis alamat tempat dia tinggal dan memberikan pada ku .


"iya ven ,jika saya bertemu ayahmu akan saya sampaikan pesan mu ." sahutku .


"saya permisi dulu pak ,mau lanjut kerja terimakasih banyak ." Veni bangkit dari dari duduk nya berjalan ke arah pintu keluar .


***


"Angga ,om mau nanya sama kamu ,kapan terakhir kamu komunikasi sama papah mu ." mas Dany menatap lekat wajah keponakan nya .


"sekitar seminggu yang lalu om ,waktu itu papah bilang mau main ke Bandung tapi gak bilang kapan ,setelah itu handphone nya gak aktif ."


"aku tanya adek dia bilang papa gak telepon dia ."


"terus aku coba hubungi karyawan toko papa tapi sama saja gak bisa ,sepertinya sudah ganti nomor ,ada apa om ,apa papa sakit ." Angga terlihat gelisah atas pertanyaan mas Dany .


"papamu hilang ga saat menuju ke Bandung ,dan om Dito melihat papa mu di sekap di sebuah rumah tetangga mertua om ,sekarang di bawa ke perkebunan ." mas Dany menghela nafas sebelum melanjutkan bicara .


"saya sama om Dito akan mencari papa mu di perkebunan daerah puncak ,karena ada dua wilayah yang harus di datangi puncak dan daerah malang ." lanjut mas Dany .


"siapa yang menculik papa om ,kenapa tidak lapor polisi ,ini tindak kejahatan om ." Angga tampak panik .


"kami tidak mau gegabah ga,karena takut ada korban jika kami lapor polisi ." timpalku .


"korban penculikan lagi maksudnya, gak bisa gitu om kita harus lapor polisi biar melakukan pencarian korban termasuk papa ,mereka harus di hukum ."Angga sudah mulai meninggi bicara nya .


"bukan begitu ga ,kemarin saat kami akan mencari informasi tentang di mana wilayah perkebunan pelaku penyekapan ,karena bapak mertua om tahu informasi mereka ,mertua om dibunuh ga dengan cara di racun ,om gak mau ada yang jadi korban lagi ."


"kita harus atur strategi untuk menemukan perkebunan tempat papa mu dipekerjakan ,setelah kita menemukan baru kita lapor polisi ." mas Dany memberi penjelasan ke Angga .


"saya Belum bisa ikut mencari om ,tapi saya akan segera mengajukan cuti ,nanti kita saling memberi kabar ya om ,saya akan menyusul ,." Angga menyandarkan punggungnya ke sofa ,matanya menatap langit langit .


"padahal papa ke Bandung mau merayakan ulang tahunku om,sejak mama meninggal aku dan papa jarang ketemu,dulu papa sering ke sini sama mama menjenguk ku."


"aku gak mau terjadi hal buruk sama papa ,tolong bantu temukan papa saya om ." Angga terisak ,hatiku pedih mendengar Angga menangis ,kulihat mas Dany juga menangis .

__ADS_1


"kamu yang sabar ga ,untuk sementara jangan kasih tahu ke Dinda soal ini ,kasian dia pasti sedih jika mendengarnya ." mas Dany mendekati Angga dan mengusap punggung nya .


pukul tiga sore aku dan mas Dany pamit ,Angga memberikan beberapa lembar uang ke padaku dan handphone bekas miliknya ,mungkin Angga merasa kasian setelah aku menceritakan semua barang barang ku tertinggal di rumah teh Nia termasuk handphone.


__ADS_2