
POV . Jodi
*****
hatiku sangat hancur setelah mendengar kematian Tono dan Nanik ,bertahun tahun aku mencari keberadaan adik perempuan ku tak pernah ku temukan titik terang .
dan menurut cerita anak buah ku Tono dan Nanik memuja ular siluman ,dan untuk terus mempunyai kekuatan mereka harus berhubungan badan setiap bulan purnama dan memberikan sesaji di gudang dekat dapur tempat siluman ular berada .
sungguh aku tak menyangka adik adiku menempuh jalan seperti ini ,,aku memang penjahat dan sangat ditakuti tapi aku tidak pernah menyembah jin atau setan ,,bahkan aku merasa lebih kuat dari mahluk itu .
setelah adiku meninggal ,aku merasa tidak ada gunanya lagi hidup ,kedua orang tuaku sudah tiada dan adik adiku juga pergi ,arwah Tono pernah datang dalam mimpiku meminta ku membalaskan dendam ke Hendri anak dari sardiman yang sudah menyebabkan bapak ku meninggal .
sardiman sudah meninggal digigit ular siluman ,dan ibu mertua Hendri sudah aku bunuh dengan menukar obat nya dengan obat pemicu serangan jantung saat dia keluar dari apotik membeli obat .
aku sudah meninggalkan markas di gunung Pinus ,naluri ku membawa ku untuk hidup berbaur dengan masyarakat ,dan seminggu yang lalu ada kejadian yang membuat hatiku sangat tersentuh .
saat aku sedang berada di pasar menemui sahabat lama ku ,aku melihat perempuan menggendong anak laki laki ,,aku memperhatikan anak yang di gendongnya.
"Jodi ,coba kamu perhatikan anak itu ,wajah nya mirip sekali sama kamu ," burman mencolek tanganku dan menunjuk ke arah anak laki laki dalam gendongan seorang perempuan .
"kamu benar man ,dari tadi aku juga sedang memperhatikan anak itu .
perempuan yang menggendong anak nya berjalan ke lapak di sebelahku hendak membeli ikan segar ,,anak nya merengek karena melihat mobil mobilnya yang ada disamping penjual ikan .
"sabar ya ngga ,ibu kehabisan uang buat belanja besok kita kesini lagi ,ibu belikan mobilan itu buat kamu ya." ucap perempuan itu ke anaknya .
mendengar ucapannya entah kenapa hatiku merasa sedih ,aku ambil mobilan berwarna biru dan memberikan ke anak itu .
"adek ganteng jangan nangis ya ,nih om belikan mobilan ,bawa pulang ya ." ujarku sambil menyodorkan mobil mobilan ke arah nya .
seketika aku bertatapan dengan ibu nya ,wajah perempuan itu tegang dan matanya terbuka lebar .
"Jo...Jodi ...kamu Jodi kan ." ucapnya masih dengan wajah tegang nya .
"iya,kamu siapa dari mana tahu nama ku ." jawabku keheranan .
"tentu saja kamu tidak ingat sama saya ,berapa puluh wanita yang sudah jadi korban mu ,sampai Samapi kamu tidak ingat wajahnya satu persatu ." perempuan itu menjawab ketus dan meletakan mobil mobilan di tanah ,lalu melangkah cepat pergi dari hadapan ku .
aku tersentak dengan ucapannya ,apakah dia pernah menjadi pemuas nafsuku saat di markas dulu ,jika benar apakah anak yang di gendongnya itu hasil dari perbuatan ku ,jika benar berarti itu anak ku .
aku mengejar perempuan tadi tapi sayang dia sudah naik ojek dan pergi bersama anak nya .
"bro tukang ojek yang tadi bawa penumpang perempuan gendong anak apa biasa mangkal disini." tanyaku ke tukang ojek yang sedang duduk di atas motornya .
"iya bang,namanya parno nanti juga dia kesini lagi ,ada apa bang apa mau saya antarkan saja ,tenang ongkosnya bisa nego kok .' sahutnya sambil terkekeh .
"nggak ,saya tunggu parno saja ,ada yang mau saya tanyakan ke dia ." jawab ku sembari duduk di bangku pedagang kopi.
"nah itu parno datang ." seru tukang ojek tadi .
__ADS_1
"no ,kamu di cariin tuh ," ujarnya menunjuk ke arahku .
parno memarkirkan motornya lalu menghampiri ku .
"Abang cari saya ."
"iya ,em,kamu barusan mengantar penumpang perempuan bawa anak kecil ,Diamana rumah nya." tanyaku serius .
"oh,,rumahnya nggak jauh dari pasar gading asri ,apa mau saya antar ke sana ." parno menawarkan jasa nya .
"boleh ,ayok nanti aku bayar lebih ." ujarku seraya menuju ke arah motor nya ,parno membawa ku pergi .
"itu rumahnya bang ." parno berhenti di rumah bercat hijau dan ada warung didepannya .
"makasih ya ,ini ongkosnya .' aku memberikan uang lima puluh ribu ke parno .
"wah kebanyakan ini bang ."
"nggak papa ambil aja ."
"makasih banyak ya bang ."
aku berdiri dihalaman rumah ,saat sedang memperhatikan keadaan rumah tiba tiba punggungku ada yang memukul pelan .
"hayo..mau ngapain ." ujar seorang perempuan di belakang ku .
"eh,anu mbak ...yang punya rumah ini ada nggak ya ." jawab ku .
"yang punya anak kecil laki laki ,saya lupa namanya ." ujarku beralasan .
"oh ,Lina ...ayok aku antarkan masuk ,kebetulan aku mau antar pesanan Lina ,nih kue bolu kesukaannya ." ibu tukang sayur mengajak ku ke rumah itu .
"Lina...kamu dimana ,ada orang cari kamu nih ." ibu tukang sayur masuk kedalam rumah ,aku menunggu di depan teras .
"siapa bude ..." terdengar jawaban dari dalam.
"kamu lihat aja ke depan tuh ,ini bolu nya bude taruh di meja dapur ya ,bude langsung aja mau keliling ." terdengar langkah ibu tukang sayur berjalan keluar .
"mas,masuk aja ,Lina lagi nidurin anak nya di kamar ,sebentar lagi keluar ." ucapnya setengah memaksaku masuk .
'iya bude ,makasih ya ." aku duduk di kursi ruang tamu,bude keluar dan membawa sepeda berisi sayuran keliling .
"bude...ada siapa sih .' perempuan bernama Lina keluar dari kamar dan melihatku duduk ,dia berdiri di batas pintu ,mata nya menatapku lekat .
"mau apa kamu ke sini ." tanya nya ketus .
"boleh saya bicara sama kamu." aku balik bertanya .
" mau bicara apa , dan apa tujuanmu kemari ,jika untuk menyakiti aku dan anak ku sebaiknya kamu pergi dari sini ,atau aku teriakin kamu maling biar di hajar warga .?" ujar Lina emosi .
__ADS_1
"tenang dulu ,em Lina duduk lah disini ,aku janji tidak akan menyakiti kalian ,tolong percaya sama aku ." ucapku memohon .
Lina duduk di hadapanku ,tatapannya masih penuh kebencian .
"Lina ...tolong jelaskan padaku apa dulu kamu pernah bersamaku ,,em,maksudku apa kamu pernah ketemu denganku .?" aku menatap wajahnya mengingat ingat kapan pernah bertemu .
"kamu masih belum ingat juga ya! ,baik aku ingatkan memori kamu yang mungkin sudah tumpul akibat kebanyakan dosa ." nada bicara Lina mulai tinggi .
"malam itu Tono mengajaku ke cafe di daerah Bengkulu ,Tono memberiku minuman dan membawaku ke sebuah rumah dan aku dipaksa melayani laki laki bejat yang tidak punya hati .' suara Lina serak ,dia menangis .
"aku di sekap dikamar dan keesokan harinya aku di bawa ke sebuah tempat yang aku tidak tahu dimana ,disana pun aku disekap di sebuah kamar dan setiap malam tubuhku di siksa sebelum di gauli oleh laki laki maniak berbentuk manusia tapi tak lebih dari binatang ." mata Lina menyorot tajam ke arahku .
aku menyimak apa yang diucapkan Lina ,,memori di kepalaku mulai mengingat kejadian itu ,apa yang dikatakan Lina aku ingat semua karena dia menyebut nama Tono .
"maafkan aku Lina ,,,aku memang laki laki berlumur dosa ,tapi aku ingin berubah ,aku ingin hidup normal seperti orang lain ,tolong percaya pada ku ,dan jika anak yang kamu gendong tadi adalah darah daging ku ,demi tuhan aku bersumpah aku akan menikahi mu Lina ." mata ku basah saat mengingat wajah anak yang di gendong Lina tadi .
Lina tidak menjawab dia menangis ,aku bisa merasakan betapa menderitanya Lina selama ini ,bahkan aku ingat pernah menusuk dada Lina menggunakan pisau kecil dan membuang nya dipinggir jalan saat dia berusaha melawan ku .
"Lina aku mohon ,,katakan pada ku apa benar anak laki laki itu anak aku ."
"iya benar ..." jawab Lina di sertai Isak tangis nya .
aku menghapus air mataku dan berdiri pindah duduk disamping Lina .
aku meraih tangan Lina lalu menciumnya .
"maafkan aku Lin,,,tolong bantu aku untuk bertaubat ,mungkin dosa dosaku sudah tidak terhitung lagi ,tapi setelah melihat anak kita ,aku bersumpah aku akan bertaubat dan menikahimu secepatnya Lin ...jawab aku apa kamu bersedia menikah dengan ku Lin ." aku masih menggenggam tangan Lina .
"Lina menghapus air matanya dengan ujung baju nya lalu menatapku .
"kamu tahu Jodi ,,,aku hampir gila setelah kamu membuang ku dipinggir jalan ,untung aku bertemu orang baik yang mau merawat ku dan mengembalikan ke keluarga ku ,tapi jika kamu benar mau bertaubat aku akan menerima mu ." ujar Lina matanya kembali basah .
"makasih Lina ...besok aku akan menikahi mu ,panggil keluargamu aku akan minta ijin untuk melamar mu .
huaaa...hwa...
terdengar suara tangisan dari dalam kamar ,aku menatap Lina dalam,dia mengangguk seperti paham maksud tatapanku .
aku bergegas ke kamar dan menggendong anak laki laki yang sudah duduk di atas tempat tidur .
cup....cup...sayang ...ini ayah ,udah jangan nangis ya..
"namanya Angga .." Lina sudah berdiri di belakangku .
aku memeluk nya dan Kami menangis bahagia bersama .
dua hari kemudian aku sah menjadi suami Lina ,,mas Dany kakak nya menjadi wali atas pernikahanku dengan Lina .
seminggu kemudian aku membawa Lina pergi dari kampungnya ,aku ingin mencari kehidupan baru dengan keluarga kecilku .
__ADS_1
aku Jodi sang pendendam dan Raja tega telah bersumpah di hadapan istri dan anakku ,bahwa mulai detik ini akan menjadi manusia yang baik ,penuh kasih sayang dan berjuang untuk keluarga tercinta ,terimakasih Tuhan telah mempertemukan aku dengan malaikat kecil tak bersayap.
*Angga Dinata putra Darmaji * nama jagoan kecilku ,,selamat datang di kehidupan baru .aku akan menyayangimu sampai nyawa berpisah dari raga ku .