
POV. FRISKA - BU NARTI - SISKA
•••••••••••
jam sembilan pagi aku berangkat menuju grap**RI aku akan melaporkan kartu ponselku yang hilang dan mengaktifkan lagi dengan nomor yang sama,semalam aku sudah membeli handphone baru seharga delapan juta, setelah selesai dan nomorku sudah aktif lagi aku segera ke toko.
sampai di toko seperti biasa Maya menyambut Ku ramah ,ini yang aku suka dari Maya ,dia selalu ramah dan ceria ,aku meletakan tas ku diatas meja dan duduk di kursi kasir,aku segera membuka ponselku ,ada beberapa pesan dan panggilan masuk,banyak pelanggan ku menanyakan kenapa handphone ku kemarin gak aktif ,aku pun menjelaskan ke pelanggan satu persatu .
Tring....Tring ....
ponselku berdering ,ada panggilan masuk dari ibu mertua.
{hallo fris,}
{ya Bu,ada apa }
{nanti jam tiga sore Danny mau operasi ,ibu minta doanya ya fris dan ibu juga minta maaf atas semua yang pernah ibu lakukan ke kamu}
{iya Bu,insyaallah saya selalu mendoakan mas Danny operasinya lancar dan cepat pulih }
{makasih ya fris atas doanya }
aku mematikan ponselku dan meletakan ke saku gamis ku ,Maya menghampiri ku kasih rekapan penjualan kemarin waktu aku gak datang ke toko ,Maya bilang ada pelanggan baru lagi yang mau ambil barang dalam jumlah banyak ,Maya memberikan kontak pelanggan dari Liwa lam**ng barat.
aku langsung menghubungi kontak yang diberikan Maya .setelah ngobrol di hand phone lama Bu Santi memintaku mengirimkan baju baju yang akan dikirimkan fotonya ke ponselku dan meminta nomor rekeningku , alhdulillah ya Allah engkau telah mengganti rejeki ku yang hilang ,puji syukur ku atas nikmat NYA.
aku dan Maya disibukan melayani pembeli yang datang dan pesanan pelanggan online kami ,sementara toko yang di gading asri aku minta Winda menunggu disana sambil menunggu ada karyawan baru .
"mbak aku sudah dapat orang nih buat di toko yang di gading asri dua orang ,satu oran buat bantu aku disini ,besok aku suruh mereka datang kemari ketemu mbak Friska ." ujar Maya setelah pembeli sudah tida ada lagi .
aku mengangguk setuju ,Maya memang cekatan apapun yang aku suruh dia mengerjakan dengan cepat dan hasilnya juga memuaskan ,gak salah jika Maya aku percaya menjadi asisten pribadiku ,bulan ini gajinya aku naikan supaya maya nambah semangat kerja nya .
jam lima sore aku sama Maya menutup toko dan aku menjalankan motorku ke gading asri menjemput Winda ,sampai di toko Winda sedang memasukan manikin kedalam toko .
"mbak udah nyampe." sapa Winda .
"iya win ,makasih ya dah bantuin mbak ." jawab ku .
"besok sudah ada karyawan untuk disini win,nanti kamu ajarin dulu ya apa apa saja yang harus di kerjakan ." ujarku sambil membantu Winda memasukan manikin .
"ok mbak ,oh iya tadi mas Hendri telepon dia nanyain kapan ibu nya mas Danny mengosongkan rumahnya ." ujar Winda.
aku diam mendengar ucapan Winda ,mau ngasih tau ke ibu tidak tega,tapi ibu sudah menerima uang dari Desi adiknya Hendri .
"mbak kok diem aja,lagi mikirin apa ." tanya Winda .
"mbak bingung win mau kasih tau ke ibu tapi mbk gak tega nyampein nya
" ujarku bingung .
"tapi mbak harus ngomong sama Bu Narti ,karena yang ngenalin desi ke Bu Narti kan kita." ujar Winda sembari mengambil tas selempang nya diatas meja kasir.
"iya win,bentar mbak telepon ibu dulu." ujarku lalu mengambil handphone di tas .
{hallo fris}
{Bu tadi kakak nya Desi telepon,dia menanyakan kapan ibu mengosongkan rumah karena adiknya mau segera menempati rumah ibu } aku hati hati sekali bicara ke ibu takut dia tersinggung atau sedih.
{iya fris,Danny baru selesai operasi Alhamdulillah dia sudah sadar ,nanti ibu nunggu Siska dulu ya fris ,ibu mau menumpang di rumah Siska } suara ibu terdengar sedih .
{Alhamdulillah Bu kalau mas Danny sudah sadar ,semoga mas Danny cepet sehat }
ibu mengakhiri obrolan dan aku mematikan ponselku , Alhamdulillah mas Danny sudah sadar,besok aku mau bawa amori dan Winda melihat mas Danny ke rumah sakit ,bagaimanapun mas Danny bapak dari anak ku ,aku gak mungkin memutus hubungan bapak dan anak .
aku dan Winda berboncengan motor pulang ke rumah ibu ,sampai rumah adzan magrib terdengar dari masjid di pertigaan jalan ,aku segera mandi dan shalat jamaah bersama Winda dan ibu .
••••••••••••
POV . ( Bu Narti )
jam tiga sore aku mendampingi Danny masuk ke ruang operasi ,Siska tidak bisa dihubungi dan Lina aku gak tau kemana ,hatiku sedih melihat kondisi Danny disaat dia koma istri yang selalu di belanya tidak perduli dengan nya ,aku juga heran kenapa Lina pergi keluar kota lama sekali ,ada urusan apa sebenarnya .
aku mengantar sampai depan pintu operasi karena dokter melarang ku masuk ,saat pintu operasi ditutup air mataku jatuh tak hentinya aku berdoa semoga Danny operasinya lancar dan dia bisa sembuh .
__ADS_1
dua jam aku menunggu di kursi depan ruang operasi sampai akhirnya dokter keluar dan memberi tahu ku bahwa operasi Danny lancar ,sebentar lagi Danny akan di pindah keruang perawatan ,aku mengucapkan terimakasih kepada dokter Ridwan dan mengucap syukur kepada Allah yang sudah memberi kesempatan Danny untuk bisa sembuh .
dua perawat mendorong Danny memasuki ruang perawatan ,aku mengikuti dari belakang ,sampai diruang perawatan Danny dipindah ke ranjang pasien,dua perawat pamit keluar dan aku kini sendiri menunggu Danny sadar ,
setengah jam aku menunggu Danny disamping ranjang akhirnya Danny sadar,aku lihat matanya terbuka dan menoleh ke arahku.
'ibu ,.."
"syukurlah dan,kamu sudah sadar ,aku tersenyum dan mendekat ke arah Danny.
"Friska sama amori mana Bu."
hatiku sedih sekali mendengar pertanyaan Danny ,wajarlah Danny merindukan Friska dan amori karena mereka selama ini yang ada disamping Danny sebelum Siska hadir.
"Friska belum kesini dan,tadi ibu sudah kabari Friska kalau kamu sudah sadar,Friska bilang lagi sibuk melayani pelanggan baru dan mengawasi toko cabangnya di gading asri ." jawab ku menenangkan Danny.
aku lihat Danny merenung menatap langit langit kamar.
"syukurlah jika usaha Friska semakin maju,aku ikut senang mendengarnya Bu."
"Siska apa dia pernah datang ke sini melihatku Bu." tanya Danny .
"iya pernah kesini saat kamu mau operasi , cuma sekali itu saja ,tadi ibu hubungi Siska tapi gak diangkat ." aku menjelaskan ke Danny.
perawat masuk kekamar membawa obat dan memeriksa Danny .
"pak ini obatnya diminum tiga kali sehari ,dan vitamin nya juga diminum ya ." ujar perawat sambil menunjukan dosis yang harus diminum .
saat perawat keluar Siska masuk keruangan Danny ,dandanan Siska semakin mencolok bajunya ketat menempel ditubuhnya dan rambutnya sudah berganti warna ,apa Siska gak punya hati melihat Danny sakit tapi dia tidak ada perhatian sama sekali .
"mas kamu sudah sadar." tanya Siska datar..
Danny diam saja hanya sekilas menoleh ke arah Siska .
"Danny baru sadar sis ,kamu kemana saja kenapa gak ada hati sama sekali kamu sis,membiarkan Danny melewati semua sendirian ." ujarku sambil menatap Siska .
"saya cari duit Bu ,showroom jika tidak diawasi karyawan ku kerja asal asalan ,dan aku juga harus keluar kota mencari unit kendaraan yang mau dijual ,ibu tahu kan aku sudah pake uang yang seharusnya buat modal usaha aku kasih ke ibu buat operasi mas Danny ." jawab Siska sambil membetulkan rok pendek nya yang tertarik ke atas .
"iya ibu tahu sis ,Friska juga sudah bantu ibu meminjami uang kekurangan untuk operasi kamu ,tapi Friska dapat musibah tas berisi uang yang dibawanya dijambret saat mau kesini ." ujarku sedih .
"ibu percaya sama Friska sis ,dia juga sudah lapor ke polisi ." jawabku lagi .
"terus ibu dapat dari mana uang kekurangan nya yang buat operasi ku Bu." kali ini Danny yang bicara .
" ibu menggadaikan rumah Dan,dan tadi yang mau menempati rumah sudah meminta ibu untuk mengosongkan rumah karena mereka mau menempati ." ujarku menatap Danny sedih .
"ya ampun Bu ,kenapa harus menggadaikan rumah ,apa gak ada solusi lainya ." Danny menatapku iba.
"gak ada jalan lain dan,waktu yang diberikan dokter untuk operasi kamu sangat mepet gak mungkin ibu dapat pinjaman dalam waktu singkat,itu pun ibu dibantu Friska mencari orang yang mau menggadai rumah ibu ."
"ibu mohon sama kamu sis ,ibu mau tinggal di rumah mu sambil merawat Danny ." ucapku ke Siska .
Siska diam dan sibuk dengan ponselnya ,Danny menatapku iba,aku tahu Danny pasti sedih melihat kondisiku saat ini .
"Siska kamu dengar kan apa yang ibu bicarakan barusan ." tegur Danny ke Siska .
"boleh saja ibu tinggal dirumahku ,tapi ada syaratnya ." ujar Siska masih sibuk dengan handphone nya.
"apa syaratnya sis." tanya ku .
"ibu harus mengerjakan semua pekerjaan rumah dan merawat mas Danny sampai sembuh ." jawab Siska cuek.
"kamu tega sekali sama ibu sis,Danny hendak bangkit tapi aku mencegahnya .
"ya kalau mau ,kalau gak mau gak papa ibu cari aja kontrakan buat ibu tinggal." ujar Siska masih dengan nada sinis .
"udah dan gak papa ,ibu juga gak tega ninggalin kamu dirumah siska ,ibu akan merawat kamu sampai sembuh ,." aku mencoba menenangkan Danny ,padahal hatiku sangat terluka oleh ucapan Siska ,tapi aku gak ada pilihan lain .
seminggu dirawat setelah sadar dari koma Danny di perbolehkan pulang .aku mendorong Danny dikursi roda menunggu Siska yang sedang menebus obat di apotik rumah sakit ,tak lama Siska menghampiri kami .
" Bu ini obatnya mas Danny disimpan ya ,aku mau ambil mobil dulu ,kalian tunggu disini ." Siska berlalu menuju lantai bawah mengambil mobilnya yang diparkir disana .
lima belas menit perjalanan kami sampai dirumah Siska ,Siska membuka kan pinta dan aku mendorong Danny masuk kedalam rumah .
__ADS_1
"Bu kamar ibu disini ya jadi satu Sama mas Danny ,biar ibu gak repot kalau mas Danny butuh bantuan ibu ." Siska menunjuk kamar dekat dapur .
aku mengangguk dan membawa Danny ke kamar .
kamar yang ukuranya kecil dengan satu tempat tidur ,tidak ada AC hanya kipas angin yang sudah berdebu dan satu lemari plastik di sudut kamar .
"gak papa kan ibu tidur dikamar ini bersamaku ." ujar Danni .
"ibu gak papa dan,biar ibu bisa dekat sama kamu dan bisa merawat mu sampai sembuh ." aku mencoba tersenyum dihadapan Danny .
Danny aku bawa ke ruang tengah ,aku mau bersihkan kamar yang sepertinya jarang di bersihkan sama Siska ,setelah kamar rapih dan bersih aku membawa Danny masuk ke kamar .
••••••••
POV . ( Siska )
semenjak mas Danny masuk rumah sakit aku hanya sekali melihatnya,bagi ku mas Danny sudah gak penting ,apalagi sekarang ada mas Seno yang menjadi kekasihku .
sebenarnya aku berniat menjual rumahku dan meninggalkan mas Danny tapi mas Seno melarangku ,aku harus tetap bersama Danny sampai dia gak punya apa apa lagi baru aku akan membuangnya .
hari ini hatiku kesal sekali karena ibu sudah menggadaikan rumah nya tanpa memberitahu ku sebelumnya ,dan sekarang ibu minta tinggal dirumahku .
setelah aku pikir gak papa ibu tinggal dirumahku supaya ada yang merawat mas Danny dan mengurus pekerjaan rumah , dari pada aku meng gaji asisten rumah tangga lebih bagus ibu yang mengerjakan .
aku sengaja memberi kamar pembantu untuk mas Danny dan ibu tempati ,aku gak mau mas Danny tidur dikamarku ,lagian jika malam hari mas Seno mengajak ku ketemu aku bisa leluasa keluar tanpa harus memikirkan mas Danny dirumah .
"Bu,,sarapanku mana ," aku mencari ibu didapur tapi tidak melihatnya .
ibu keluar dari kamar mendorong mas Danny ke meja makan .
"Bu mana sarapanku." tanyaku ke ibu sambil duduk di seberang mas Danny.
"ibu sudah buatkan nasi goreng kesukaanmu sis,sebentar ibu ambilkan ."
dua piring nasi goreng jeroan sudah ada di meja makan .
aku segera menyantapnya tanpa menawari ibu dan mas Danny.
"sis dikulkas sudah tidak ada sayuran buat makan siang nanti cuma ada telur tiga biji ." ujar ibu mendampingi mas Danny makan .
"nanti siang aku makan diluar ,ibu masak telur saja buat makan siang kalian ." jawabku tanpa menoleh ke ibu .
ibu diam tak menjawab ,selesai sarapan aku pergi meninggalkan rumah .
di showroom sudah ada kawan mas Seno dia membawa mobil second dua unit katanya baru sampai diantar dari say Abung .
showroom ku semakin besar pembeli semakin banyak bahkan ada yang dari luar pulau,aku memberikan harga murah dan kondisi kendaraan masih bagus makanya kendaraan yang aku jual laris manis .
saat melewati toko Friska tadi aku melihat toko Siska juga semakin besar dan menambah karyawan ,tapi aku yakin omset yang dia dapat tidak ada apa apanya dengan keuntungan ku .
aku sengaja berjalan di depan toko Friska gak sengaja aku mendengar percakapan karyawan Friska dengan pembeli.
"mbak Friska sekarang sibuk di toko cabang Yang ada di dekat pasar gading asri Bu ,ibu bisa keep barang ke saya nanti akan saya kirim ke alamat ibu ." jawab pegawai Friska .
"ya sudah mbak, saya kemarin sudah pesan sepuluh ball gamis dan tunik premium ,uangnya saya transfer sekarang ya lima puluh juta sisanya jika barang sudah sampai ." jawab si ibu pembeli .
aku menyimak obrolan mereka ,ternyata Friska sudah punya pelanggan yang membeli dengan jumlah besar,ah,,aku gak perlu khawatir paling berapa sih keuntungan dari baju yang dia jual tentu jauh dari keuntungan harga motor dan mobil yang aku jual .
Tring ....trin..
ponselku berdering ,mas Seno menelpon ku.
{sayang,,kawanku sudah sampai di tempat mu kan.}
{ iya sudah mas,mobilnya bagus ,pegawaiku langsung posting di grup jual beli mobil ,aku yakin gak lama lagi pasti ada yang mau beli }
{ ya sudah sayang,,nanti Siang aku jemput ya ,kita makan siang di lesehan dekat kolam renang }
{ok sayang,,aku tunggu ya}
hatiku berbunga bunga ,mas Seno selalu perhatian denganku ,rasanya gak sabar nunggu dia menjemput ku .
•••••••••••••••
__ADS_1
bersambung.