
POV. Friska
********
adzan subuh terdengar dari masjid tidak jauh dari hotel ,aku meminum sisa kopi di gelas dan berjalan menuju kamarku dilantai dua ,sampai dikamar aku mengambil air wudhu dan shalat subuh ,setelah shalat aku memanjatkan doa untuk suamiku agar di beri keselamatan ,doa buat bapak mertuaku dan doa agar aku di beri kekuatan dan kesabaran dalam menjalani ujian .
tok....tok....
aku melipat mukenah dan meletakan diatas nakas ,pintu aku buka ada om Rahman berdiri di balik pintu .
"sudah shalat subuh fris.." tanya om Rahman .
"sudah om ,ini baru saja selesai ,,ada apa ya om ." tanya ku .
"kita kebawah yok cari sarapan sambil menghirup udara pagi ,bagus buat kandungan kamu juga fris.." ajak om Rahman .
"sebentar ya om aku ganti baju dulu ,,om tunggu saja di loby ya ." ujarku sembari menutup pintu kamar ,aku mengambil gamis didalam tas ku dan memakainya ,dan segera berjalan ke bawah menemui om Rahman .
di seberang hotel banyak penjual sarapan ,aku dan om Rahman memilih ketupat sayur dan teh hangat untuk sarapan kami .
"semalam gimana tidurnya fris..." om Rahman memulai obrolan.
"aku terbangun tengah malam om ,karena mendengar suara orang ngobrol di depan kamar ,"jawabku .
terlihat om Rahman meletakan sendok dan menatapku ,mulutnya masih mengunyah ketupat .
"siapa malam malam ngobrol di depan kamarmu .." tanya nya .
"ini ada sangkut pautnya dengan markas hutan Pinus om,karena mereka membicarakan soal itu ,dan saat aku duduk di bawah aku melihat pria yang ngobrol itu menyambut laki laki yang aku kenal ,Seno bekas selingkuhannya Siska ."
"aku yakin Seno dan pria pegawai hotel itu ada hubungannya dengan markas di hutan pinus ." ujar ku meyakinkan .
"om kita tinggal di hotel dulu ya sambil menyelidiki apa rencana Seno dan pegawai hotel itu ,aku penasaran sekali ." ujarku .
om Rahman tidak keberatan untuk tinggal beberapa hari lagi di hotel ,aku sudah menghubungi Rani dan bulek Asni bahwa kami belum bisa pulang sekarang .
selesai sarapan kami kembali ke hotel ,saat sudah sampai halaman hotel aku melihat Seno keluar bersama perempuan berambut merah ,wajahnya cantik sekali seperti bukan orang asli sini .
aku mengajak om Rahman bersembunyi di balik mobil yang terparkir dihalaman hotel,terlihat Seno dan perempuan itu berjalan mendekati mobil yang berada di sebelah kami .
__ADS_1
"mas..apa kamu yakin mau ngajak aku ke kota ,,? tanya perempuan itu .
"iya ,,kita akan bertemu bos dan rekan bisnis kita disana ,kamu temani aku ya." ujar Seno memeluk perempuan itu.
mereka memasuki mobil ,,dan akan segera keluar dari hotel ,,aku menyuruh om Rahman menyetop mobil itu dengan alasan untuk bertanya atau apapun agar aku punya kesempatan mengambil mobil ku dan mengikuti mereka .
"pak ...pak ..maaf berhenti .." aku melihat om Rahman menghentikan mobil seno .
aku segera berlalu ke arah parkiran dan menunggu om Rahman di jalan depan hotel .tak berapa lama mobil Seno keluar ,om Rahman langsung menuju kearah mobilku dan duduk di belakang kemudi .
mobil ku sudah berada di belakang mobil Seno dan kami terus mengikutinya ,mobil Seno berbelok ke arah tempat wisata di wilayah ini ,dan berhenti di sebuah restauran sea food .
om Rahman memarkir mobil tak jauh dari mobil Seno .dan kami ikut masuk kedalam restauran .
kami mengambil tempat duduk agak ke belakang tapi bisa mendengar obrolan mereka ,,seno masih berdua dengan perempuan tadi ,sepertinya sedang menunggu seseorang.
tak lama kemudian ada seorang laki laki memasuki restauran ,,tubuhnya tinggi tegap ,ada cambang di wajahnya ,tampan sekali .Seno segera berdiri menyambut pria tersebut dan mereka duduk bersama .
"adiku ku hebat dia bisa mengeluarkan aku dan kamu dari penjara ,"ujar pria bertubuh tegap .
"iya Jodi ,,sekarang sudah saatnya kita akan menyusun rencana untuk bisnis kita ." Seno menimpali .
"di markas sudah ada anak yang siap di eksekusi ,,kita akan menuju kesana ,perempuan ini bisa di bawa jika mau sen ." Aku melihat tatapan Jodi ke perempuan dihadapan nya itu aneh ,entah menurut mereka .
"gimana sayang ...kamu mau ikut kan ,,setelah dari sana aku janji akan membelikan mu mobil ." ujar Seno ke perempuan yang duduk bersamanya .
perempuan itu mengangguk dan mengambil minuman di gelas yang ada dihadapan nya , " aku oke saja sih bang ,,asalkan kamu jangan ingkar janji ya ," sahut nya .
aku menjelaskan ke om Rahman siapa mereka dan mengajaknya mengikuti ke hutan Pinus ,tapi om Rahman melarangku karena kondisi ku yang sedang hamil sangat rentan jika masuk ke dalam hutan apalagi harus berjalan kaki .
om Rahman bilang mas Hendri yang laki laki saja sampai sekarang belum kembali apalagi aku perempuan yang sedang hamil ,sangat berbahaya .
lebih baik kasih informasi ke polisi tentang rencana mereka ,dan untungnya aku berhasil membuat video pertemuan mereka hari ini .
Seno ,Jodi dan perempuan berambut pirang keluar dari rumah sakit dan masuk ke mobil dan pergi meninggalkan restauran .
om Rahman mengajak ku ke kantor polisi untuk memberi laporan ,tapi yang aku heran begitu pun om Rahman tanggapan pihak kepolisian biasa saja mendengar laporan dari kami.
dan seperti kemarin polisi mengatakan akan menyelidiki laporan saya dan akan memberi informasi jika ada perkembangan.
__ADS_1
tidak ada lagi yang bisa diharapkan ,aku juga tidak mau mengambil resiko jika memaksa pergi ke hutan Pinus ,aku khawatir dengan kandunganku .
akhirnya aku dan om Rahman memutuskan untuk kembali ke rumah ,aku sedih meninggalkan kota ini tapi belum menemukan orang yang bisa membantu mencari suami ku .
"kamu yang sabar fris,,terus doakan suami mu agar secepatnya bisa kembali berkumpul dengan keluarganya ." om Rahman bisa membaca apa yang sedang aku fikirkan .
jam sepuluh malam kami sampai di rumahku ,rumah sudah sepi kemungkinan mereka sudah tidur ,aku menghubungi handphone Rani dan memintanya membukakan pintu .
"amori sudah tidur ran,? tanyaku saat Rani membukakan pintu .
"sudah Bu ...tadi agak rewel nanyain ibu terus ." jawab rani sembari menutup pintu .
om Rahman ijin mau ke belakang mandi ,aku berjalan ke kamar ibu mertuaku aku buka pintu kamar nya ternyata sudah tidur .
"bu Asni tadi sore pamit pulang Bu , katanya ibu nya mbak Friska sakit ,Bu Asni mau melihat ke rumah ibunya Bu friska.' ujar Rani tanpa aku tanya .
deg
ibu sakit ,ya tuhan ...semoga ibu hanya sakit biasa ,aku mau menghubungi bulek Asni tapi sudah malam ,besok pagi saja aku menghubunginya ,bathin ku .
"RAN buatkan teh panas dua ya,nanti taruh di ruang tengah ,ibu mau mandi dulu ." ujar ku sambil berjalan ke kamar ku .
Rani mengangguk dan berlalu ke belakang , aku melihat om Rahman sudah keluar dari kamar mandi .
"oh jadi istri saya pulang tadi sore ,dia bilang gak mbak yu ku sakit apa ." tanya om Rahman ke Rani .
"Bu Asni tidak bilang sakit nya apa pak ,hanya pesan untuk menyampaikan ke Bu Friska jika pulang .
aku sudah selesai mandi dan mengganti baju ,sekarang duduk diruang tengah bersama om Rahman .
"ibu mu sakit katanya fris ...besok pagi kamu kesana ,lihat kondisi ibu ,kasian Winda juga tinggal jauh dari ibu mu ." ujar om Rahman .
'oya om ,besok pagi aku kesana ,tolong bantu jualin mobilku ya om ,aku sangat butuh uang untuk membayar hutang hutangku me member dan pelanggan ku .
"besok coba om tawarkan ke anaknya kawan om ,dia baru pulang kerja dari Jepang siap tahu minat sama mobil mu ."
ucapan om Rahman sedikit menenangkan ku ,aku ijin ke om Rahman untuk beristirahat dikamar ,aku duduk di tepi ranjang ,bagaimana aku harus membayar kekurangan uang para memberku ,dan toko jiga sebentar lagi kontraknya habis ,jika tidak di perpanjang maka aku harus mengosongkan toko .
hatiku lelah sekali ,ditambah mendengar kabar ibu ku sakit ,makin lengkap sedih nya ,andai waktu itu aku melarang mas Hendri pergi mungkin aku tidak akan merasa hancur seperti sekarang .
__ADS_1
tidak ada tempat untuk ku berbagi ,Winda sangat sibuk dengan pekerjaanya ,aku tidak tega mengganggunya ,aku merebahkan tubuhku Yang sangat penat ,,kesedihan ini semakin menyayat ,aku menangis memeluk bantal hingga tertidur .