
POV. Siska .
*******
sudah lima bulan lamanya aku dipenjara ,,selama ini hanya dua kali Dito menjenguk Ku,dia bilang sekarang kerja jauh di luar kota dan tidak bisa sering sering minta cuti .
usia kandunganku sudah sembilan bulan ,kata dokter kondisi bayiku sehat meskipun berat badanya tergolong kecil ,,aku tetap bersyukur ,untung aku satu ruangan dengan mbak Tamara,orangnya baik dan sering memberiku nasehat meskipun kadang terlihat jutek .
malam ini aku terbangun tengah malam ,perutku sakit sekali seperti di remas remas ,mbak Tamara tidur disampingku ,aku menggoyang goyang tangan nya,mbak ara menggeliat lalu membuka matanya.
"ada apa sis,,,malam malam bangunin aku ."ujar mbak Ara sambil menguap .
"mbak,,perutku sakit banget ,,,tolong mbak panggil penjaga ,sepertinya aku mau melahirkan ." aku mengganti posisi duduk ku ,serba salah rasanya .
"apa..mau melahirkan ,tunggu aku panggilkan penjaga dulu." mbak Ara bangun menuju pintu terali besi .
"Bu...Bu..tolong ini Siska perutnya sakit ,mau melahirkan ."mbak Ara memukul gembok ke besi .
aku melihat penjaga datang mendekati mbak Ara ,lalu membuka pintu dan menghampiriku yang tengah duduk kesakitan .
"Ara ..kamu bantu saya membawa Siska ke ruang dokter ,saya akan menghubungi dokter kandungan ." perintah ibu penjaga ke mbak Ara .
aku duduk di ruangan dokter penjara ,bu Rasti menghubungi dokter yang biasa menangani ku .
rasa sakit di perutku semakin hebat ,,peluh sudah membasahi kening dan punggungku ,mbak Ara menemani ku sambil sesekali menyeka keringat ku.
lima belas menit kemudian dokter wanda datang ,,aku langsung di periksa kata nya sudah bukaan lima ,dokter wanda dengan sabar memberiku semangat ,menenangkan ku saat aku sudah tidak kuat menahan rasa sakit .
air mataku sudah tidak terbendung lagi ,saat akan melahirkan tidak ada keluarga yang menemani dan suami juga tidak hadir untuk mendampingi ku .
kedua orang tua ku dan mas Andre yang dulu sangat menyayangiku kini mereka sudah tidak perduli lagi dengan ku ,semua meninggalkanku ketika aku masuk penjara .
__ADS_1
Aku merasa hidup sebatang kara tidak ada lagi tempatku berkeluh kesah ,hanya mbak Ara yang setia menemaniku .
akhirnya bayi Perempuanku lahir dengan selamat ,dokter wanda meminta petugas lapas laki laki untuk meng adzani anaku ,hati ku terkoyak ada luka menganga disana ,seharusnya Dito bapak nya yang mengumandangkan adzan ditelinga anak kami ,tapi entahlah Dimana dia sekarang .
"sis...gimana kalau bayi mu di rawat mantan suami ku ,dia mandul dan pengen meng adopsi anak ,kamu ngijinin nggak sis ." ujar mbak Ara saat aku mencoba memberikan asi ke bayi ku .
"aku belum bisa kasih keputusan sekarang mbak ,berikan aku waktu untuk berfikir ya ." mata ku basah menatap wajah polos anak ku .
pikiranku sangat kacau ,apa mungkin aku akan memberikan bayi ini ke orang lain ,tapi jika tidak nggak mungkin aku akan membesarkan nya di penjara .
tiga hari dari melahirkan kepala lapas menemuiku ,beliau mengatakan bahwa aku harus meminta keluarga ku untuk mengambil anak ku ,karena tidak di ijinkan aku merawat bayiku di salam penjara .
aku bingung harus menghubungi siapa ,,Dito handphone nya tidak aktif ,kedua orang tuaku dan mas Andre sepertinya mengganti nomor baru .
akhirnya aku putuskan untuk memberikan bayiku ke mantan suami mbak Tamara.
"kamu serius sis mau ngasih anak mu ke mantan suami ku ." tanya mbak Ara saat dia menemaniku.
"iya mbak ,mau bagaimana lagi ,keluargaku sudah tidak perduli denganku ,,,semoga mantan suami mbak Ara bisa menyayangi anak ku dengan tulus ya mbak ."air mataku tak bisa terbendung lagi mengalir seperti anak sungai .
"Sabilla Diandra namanya mbak ..."
"cantik sekali namanya sis ,,sesuai dengan bayi cantik ini ." mbak Ara mengelus pipi Sabilla dengan lembut .
mbak Ara sepertinya sangat menginginkan anak ,Sabilla di cium berulang ulang ,aku melihat mata mbak Ara basah .
"seandainya aku tidak berada di sini ,aku mau sis merawat bayi mu ." ujarnya sambil terisak.
"oh iya aku hubungi mas Irfan dulu ya ,untuk segera menjemput Sabilla kesini ." mbak Ara mengambil ponselnya dan menghubungi mantan suaminya.
mbak Ara memang mendapatkan fasilitas menggunakan handphone dengan bebas ,menurutnya dia membayar sejumlah uang untuk bisa leluasa menggunakan handphone.
__ADS_1
meskipun didalam penjara tapi mbak Ara masih aktif menjalankan perusahaan nya ,terkadang pegawainya datang ke lapas untuk memberikan laporan atau meminta tanda tangan mbak Ara ,,
aku beruntung sekali bisa satu ruangan dengan nya ,aku selalu mendapatkan makanan enak dari mbak Ara tidak seperti napi lainya yang hanya menunggu makanan jatah dari lapas .
satu jam kemudian mantan suami mbak Ara tiba di lapas ,,dia menemuiku di ruangan dokter,,mantan suami mbak Ara sangat tampan ,penampilannya seperti seorang pengusaha atau bos .
"mbak Siska perkenalkan saya Irfan ,apa benar yang dikatakan Tamara kalau mbak Siska mau memberikan anak nya ke saya ." ujar Irfan seraya menyalami ku .
"iya benar mas Irfan ,saya sudah memutuskan untuk memberikan anak saya ke mas Irfan ." ujarku .
"baiklah ,untuk tanda terimakasih saya kepada mbak Siska ,silahkan diterima ini cek senilai 300 juta semoga mbak Siska bisa mempergunakan nya setelah keluar dari sini ." mas Irfan mengambil cek dari saku kemeja nya dan memberikan pada ku .
sebetulnya aku sudah ikhlas Sabilla di rawat mas Irfan ,karena aku yakin dia bisa menyayangi Sabilla seperti anaknya sendiri dan hidup Sabilla tidak akan kekurangan materi ,tapi tidak apalah jika mas Irfan memberiku uang , aku akan pergunakan untuk buka usaha setelah keluar dari sini .
mas Irfan memanggil seseorang dan menyuruhnya menggendong Sabilla ,,saat perempuan yang dipanggil mas Irfan masuk aku terkejut kami saling berpandangan ,dia pun nampak kaget melihatku .
"Siska ...." ternyata kamu yang punya anak dan di berikan ke pak Irfan ." ujarnya dengan tatapan tak percaya .
"kamu kenal sama mbak Siska win ." tanya pak Irfan ke Winda .
"iya saya kenal pak ." jawab Winda dingin ,pak Irfan menyerahkan Sabilla ke Winda untuk menggendong nya .
"semoga kamu bisa menyayangi Sabilla dengan tulus ya mas ,kasian dia harus terpisah sama kedua orang tuanya ." ucap mbak Ara sambil mendekat ke Winda .
"iya Ra...kamu kan tahu sendiri sudah sekian lama aku ingin punya anak ,tapi Allah belum memberi kepercayaan pada ku ,mungkin kehadiran Sabilla adalah sebagai jawaban atas doa doa ku ." mas Irfan mbak Ara menatap mantan istrinya .
"ehm...apa perempuan ini calon istrimu mas ." tanya mbak Ara menunjuk ke arah Winda .
"doakan saja ,,,semoga kami berjodoh ." ucapan pak Irfan membuat Wajah Winda memerah .
"ya sudah kami permisi ya ,,jaga diri kalian baik baik ." ujar mas Irfan diikuti Winda berjalan menuju ke luar ruangan .
__ADS_1
setelah mereka pulang mbak Ara sempat menanyaiku tentang Winda ,aku hanya menjawab kenal dari teman ,aku tidak mau mbak Ara tahu masa laluku ,lagi pula semua semua sudah berlalu ,aku tidak mau mengingatnya lagi ,sekarang fokus sama kehidupan ku ,aku akan menata hidupku setelah keluar dari sini .
masa tahanan ku Tinggal enam bulan lagi ,aku akan menunjukan perilaku baik disini agar aku bisa mendapatkan remisi dan aku bisa cepat keluar dari sini