Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab. 32 sudah tidak ada harapan lagi


__ADS_3

POV. Danny




aku dan ibu berinisiatif untuk datang berkunjung ke rumah Friska ,selain mau mengucapkan terimakasih atas bantuan Friska sekalian mau silaturahmi dan menjenguk amori yang sudah lama aku tidak melihatnya .



saat kami tiba di rumah baru Friska ,di rumahnya tampak ramai orang ,sepertinya akan mengadakan suatu acara,awalnya aku berfikir akan ada acara pengajian dan santunan anak yatim seperti yang biasa Friska lakukan .



hatiku sangat terkejut saat ibu nya Friska mengatakan malam ini Friska akan dilamar ,hatiku berdenyut sakit mendengarnya ,masalah surat cerai yang sudah aku terima beberapa bulan yang lalu itu sudah membuatku terpuruk ,ditambah lagi harus mengetahui Friska mau dilamar orang lain,ya Allah sakit sekali rasanya.



"dan,kamu kenapa dari tadi melamun terus ." ibu sudah berdiri disampingku membawakan segelas kopi .



"aku nggak nyangka aja Bu secepat ini Friska di lamar orang ." ujarku sedih.



"Friska kan masih muda dan,dia cantik dan usahanya sukses,tentu banyak laki laki yang tertarik padanya ." ucap ibu .



benar kata ibu,Friska sudah sangat berbeda dengan Friska yang dulu ,sekarang dia sudah menjadi wanita mandiri yang sukses menjalankan usahanya .



tidak seperti Siska yang dulu ,lugu dan sangat pemalu ,selama menjadi istriku Friska jarang keluar rumah ,paling kerumah orang tuanya dan saudaranya ,itupun minta diantar denganku,sesak nafasku jika mengingat kenangan manis saat bersama Friska dulu .



"dan,,susu sama Pampers Angga mau habis ,ibu minta uang buat beli ."



"ini Bu aku ada uang seratus lima puluh ,keuntungan jualan dua hari ,ibu beli saja ,nanti malam kita makan mie ayam sisa jualan ya Bu ." aku mengambil uang dari saku celana dan memberikan ke ibu .



"kamu jagain Lina sama Angga ya dan ibu ke minimarket sebentar ."



"iya Bu ,..."



aku membereskan warung mie ayam ku ,sekarang pembeli semakin sedikit ,mungkin masakan ku tidak seenak mie ayam yang ada di dekat pertokoan ,aku memang mencampuri daging ayam dengan tepung terigu supaya menjadi banyak, modal buat jualan sudah tidak ada lagi makanya harus aku akali .



owek....owek...



aku masuk ke dalam setelah mendengar Angga menangis,aku periksa celananya ada bau tak sedap ,Angga pup ,aku segera mengganti popok nya membersihkan \*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\* Angga dan memakaikan popok bersih yang tinggal satu .



tok....tok ....



"Lina ini Angga kamu susui ya,mas mau kedepan ada tamu kayaknya ." ujarku ke Lina seraya memberikan Angga untuk disusui .



aku membuka pintu ,ternyata Friska yang datang bersama amori .



"papa...." amori menghambur ke arahku ,Friska memberikan kantong plastik berisi makanan .



"ini aku bawain kue bolu kesukaan Lina ," ujar Friska saat duduk di atas karpet .



"makasih fris,,ngerepotin kamu terus ." kata mas Dany.



"nggak papa mas,cuma bolu kok ,"sahutku.



"eh ...cucu Oma datang ,apa kabar sayang ." ibu masuk membawa belanjaan dan duduk bersama kami.



"baik Oma,aku mau lihat dedek bayi Oma ." kata amori .



"Ayuk kita ke kamar dedek ,pasti dedek senang lihat kak amori kesini."ibu menggandeng amori kekamar Lina .



'kapan rencana mau menikah fris." tanya mas Dany ,aku tak langsung menjawab rasanya nggak enak membahas masalah ini .



"belum tau kapan mas,belum dibicarakan lagi ." sahutku datar .



"aku dengar tunangan mu itu kakak nya Desi ya fris,yang gadai rumah ibu " ujar mas Dany lagi .



"iya mas,aku kenal mas Hendri waktu pulang dari Taiwan ." sahutku .


ada rasa tak enak saat mengatakan hal ini ke mas Dany ,aku tahu mas Dany masih mencintaiku ,tapi tidak denganku .



"semoga laki laki yang akan menjadi suamimu nanti bisa membahagiakan mu dan amori fris..."



"amiin...makasih doanya mas ,semoga kamu juga bisa menemukan pengganti ku yang lebih baik lagi mas,oh iya gimana kabar Siska mas ,apa kalian masih komunikasi .?"



"aku nggak tahu lagi kabar Siska dan dia sekarang dimana ,dan aku juga tidak perduli lagi sama dia fris..."



ibu keluar dari kamar Lina menggendong Angga,amori terlihat senang melihat anak nya Lina .sekarang Angga nampak gemuk setelah Lina mau menyusuinya .

__ADS_1



"Bu...kasian Angga jangan di tidurkan di karpet dingin,besok aku akan belikan stroller untuk Angga ,biar dia nyaman dibawa kemana mana ." aku mengambil alih memangku Angga ,amori mendekat dan mencandai Angga.



"aduh Friska....ibu nggak enak hati ,kamu sudah banyak membantu Lina , semoga Lina senang kamu belikan stroller untuk Angga ." ujar ibu .



"apakah Lina belum ada perkembangan Bu ,? tapi aku senang Lina sudah mau menyusui anaknya ."



"Lina masih sering diam fris....ibu nggak tahu lagi gimana cara menyembuhkan Lina." ujar ibu sedih .



"iya fris,,,keadaan kami masih sangat memprihatinkan ,belum bisa membawa Lina ke psikiater atau berobat ke dokter ahli jiwa ,mana sebentar lagi rumah ibu yang digadai akan jatuh tempo ." ucap mas Dany ,wajahnya terlihat sekali menanggung beban .



hatiku iba sekali melihat kondisi mas Dany dan ibu nya ,apalagi ditambah beban dengan kondisi Lina ,tapi aku juga nggak bisa banyak membantu ,aku harus memikirkan masa depan amori .



jam dua belas siang aku pamitan pulang ,amori sudah terlihat capek dan ngantuk ,dirumah mas Dany tidak ada makanan ,kami makan kue bolu yang aku bawa,mas Dany menawarkan makan mie ayam tapi amori menolak dia tidak suka makan mie dari kecil .



didalam mobil amori tertidur ,kelihatanya capek sekali karena pulang sekolah belum istirahat ,sampai dirumah Rani menggendong amori membawanya masuk kekamar .



\*\*\*\*\*



hari ini setelah mengecek dua toko ku dan mengirimkan pesanan skin care ke pelanggan ,aku akan menemani mas Hendri membuka usahanya ,agen travel perjalanan dan umroh sudah mendapatkan ijin dari dinas dan sekarang hari pertama launcing .



ada tiga buah karangan bunga yang dikirim sahabat mas Hendri sebagai ucapan selamat atas di bukanya usaha travel perjalanan mas Hendri ,ada dua karyawan yang di percaya untuk membantu menjalankan usahanya ,aku senang melihat semangat mas Hendri .



"mas...aku mau belikan stroller buat anaknya Lina ,apa kamu mengijinkan ." tanyaku ke mas Hendri saat kami makan siang didepan kantor mas Hendri .



"nggak papa fris...beli saja ,apa salahnya jika kita membantu orang ." ujarnya sambil mengunyah nasi .



"nanti antar aku ke toko yang jual stroller ya mas ,kasian aku lihat anak nya Lina ." ujarku lagi .



selesai makan siang aku diantar mas Hendri beli stroller dan langsung mengantarnya kerumah mas Dany, saat melihatku datang dengan mas Hendri ,mas Dany seperti kurang senang tapi ditutupinya dengan mengobrol basa basi .



"makasih ya fris ....ini pasti mahal harga nya .' ibu membuka plastik pembungkus stroller dan menaruh Angga diatasnya ,."



"iya Bu ...sama sama." jawabku .



"mas Dany kenapa gak buka bengkel lagi,aku lihat kemarin ada beberapa orang datang ke bengkel dan pergi lagi setelah tahu bengkel nya tutup ." ujar mas Hendri .




"ehm ..gimana kalau aku modali untuk buka bengkel mas,nanti bagi hasil sama aku ." ujar mas Hendri menawarkan .



mas Dany tak langsing menjawab ,aku tahu dia pasti nggak enak hati atau mungkin malu,tapi aku rasa boleh juga tawaran Hendri .



"aku fikirkan dulu hen....makasih tawaran nya ." ujar mas Dany .



tak lama aku dan mas Hendri pamit ,aku minta di antar ke toko yang di gading asri ,sudah dua Minggu ini belum mengecek toko yang disana .



sampai di toko Nanik dan Irma sedang melayani pembeli,aku masuk ke toko dan duduk di meja kasir ,beberapa pembeli datang ke tempatku membayar belanjaan.



setelah pembeli sepi aku memanggil kedua karyawan ku .



"nan.,gimana penjualan selama dua Minggu ini." tanyaku setelah mereka duduk di hadapan ku .



"lumayan Ramai mbk..." irma yang menjawab ,tapi kenapa Nanik diam saja .



"kamu ambil buku keuangan nan,saya mau lihat." ucapku ke Nanik.



wajah Nanik tampak tegang ,dia berdiri menuju lemari plastik yang ada di belakang ,dan memberikan buku catatan kepadaku .



"nan....ini pemasukan selama dua Minggu pertama di gabung dengan Minggu ini sebesar 32 juta ,mana uangnya ." aku menatap nanik yang ada di hadapan ku ,sementara Irma hanya diam menyimak .



"ini mbak ...." Nanik memberikan amplop coklat padaku .



"sudah aku hitung jumlah uangnya hanya 17 juta,yang 15 juta kemana nan?"



wajah Nanik pucat ,dia tidak berani menatapku ,aku yakin Nanik pasti sudah menggunakan uang ku .



"maaf mbak saya pinjam dulu ." ujarnya masih dengan menunduk .



"kamu pake uang toko segitu banyak buat apa nan...?" dan kenapa nggak bilang dulu ke saya ."

__ADS_1



"maaf Bu keadaanya mendesak sekali ,kakak saya dirawat di rumah sakit ,butuh biaya besar ." aku melihat mata Nanik basah.



"tapi gak bisa begitu nan,uang itu kan buat modal toko untuk diputar lagi ,kamu sudah lancang memakai uangku tanpa ijin dari ku ." aku kesal sekali dengan sikap nanik yang lancang.



"saya minta maaf Bu,nanti jika kakak saya sembuh dia berjanji akan mengembalikan uang mbak Friska


" jawabnya .



"aku mau bukti atas ucapan mu benar atau tidak nan,sekarang kamu antarkan saya ketemu kakak mu ,apa benar dirawat di rumah sakit ." ujarku.



"iya mbak ,saya akan temukan mbak dengan kakak saya ." Nanik berdiri dan bersiap mengantarku ke rumah sakit.



"lima belas menit kemudian aku dan Nanik tiba di sebuah rumah sakit swasta di daerah kami,rumah sakit ini cukup terkenal ,aku berjalan disamping Nanik ,dan tibalah dikamar kakak nya Nanik .



"sini mbak ....ini kakak ku ,dia baru dioperasi dua hari yang lalu."Nanik mengenalkan kakak nya padaku



"nan...ini bos kamu yang punya toko ya." tanya kakaknya Nanik .



"iya mas ,namanya mbak Friska ."



"saya Tono mbak kakak nya Nanik ,maaf ya saya sudah merepotkan mbak Friska .saya janji mbak setelah keluar dari rumah sakit saya akan mengembalikan uang mbak Friska ." ujar Tono.



"sebenarnya jika Nanik bilang terus terang aku nggak masalah ,tapi ini Nanik nggak ijin pake uangku ,itu sama saja dia sudah menc\*\*RI ." jawabku sedikit keras .



"maafkan saya mbak....saya salah ,tolong kasih waktu buat saya dan kakak saya untuk mengembalikan uangnya mbak Friska ." ujar Nanik ,wajahnya nampak ketakutan .



"iya mbak Friska ....maafkan saya dan adik saya ya , kemungkinan Minggu depan saya sudah diperbolehkan pulang ,saya akan mencari uang untuk membayar uang mbk Friska ." ujar Tono memohon .



"ya sudah kali ini aku maafkan ,tapi aku peringatkan sekali lagi Nanik berbuat hal serupa aku tidak segan akan memecat nya dan bisa saja aku akan laporkan ke pihak berwajib ." ujarku tegas.



aku harus tegas di hadapan karyawan ku supaya tidak dianggap sepele ,jujur aku kecewa sekali sama Nanik ,tapi untuk mencarinya aku masih nggak tega ,apalagi melihat kakak nya benar dirawat di rumah sakit .



aku berjalan keluar ,saat membuka pintu .



bruk ....Aduh...



ada orang berdiri di Balik pintu dan ketika pintu aku buka dia terjatuh ,tapi kenapa dia bersandar di pintu ada urusan apa dia di sini ,bathinku dipenuhi pertanyaan .



dari arah lorong yang menguntungkan kamar pasien satu dengan lainya ,aku melihat ibu berlari ke arahku .



"ya ampun Lina ,ibu cari kemana mana ternyata kamu disini ,ngapain kamu di kamar ini bersama Friska ." ibu mendekati Lina dan membantunya berdiri .



"astagfirullah....jadi kamu Lina ,maaf Bu saya nggak sengaja tadi pas mau buka pintu Lina jatuh ,sepertinya dia menyender di pintu ."ujarku .



"iya Lin tadi pas kami keluar dari ruangan dokter yang menangani Lina,kamu lewat dan Lina melihatmu dia bilang mau kue bolu,terus dia megikutimu ,aku sudah menahan nya tapi dia tidak mau dengar .' ujar ibu



"siapa yang jatuh mbak ...." suara Tono membuat aku menoleh ,begitu juga dengan Lina dan ibu .



Lina matanya membulat dan mulutnya terbuka ketika memandang ke arah Tono,bibirnya gemetar seakan mau mengucapkan sesuatu ,ibu masih berdiri disamping Lina dan menatap heran ke Lina dan Tono .



begitu juga dengan Tono dia nampak terkejut melihat Lina ,,tatapan mereka beradu cukup lama ,sampai akhirnya dari mulut Lina keluar suara .



"to...no..." mata Lina menyorot tajam,bibirnya gemetar dan dengan cepat Lina menghampiri Tono.



"kamu ...masih hidup rupanya ,,sekarang kamu tidak bisa lari dari ku ,aku akan membunuh mu." Lina mencekik leher Tono .



aku dan ibu berusaha menahan tangan Lina ,tapi entah kenapa tenaga Lina sangat kuat ,aku dan ibu kewalahan .



"Nanik ,cepat kamu panggil pak satpam ,aku nggak sanggup menghalangi Lina ." ujarku panik .



"iya mbak ...." Nanik berlari keluar kamar.



Tono berusaha melepaskan tangan Lina tapi tidak berhasil ,tono batuk batik dan tubuh nya semakin lemas .



"lepaskan Bu ....jangan main kasar begitu ,maaf ya Bu bapak ini pasien kami ,jika ibu ada masalah tolong selesaikan di luar setelah pak Tono keluar dari rumah sakit ." ujar dokter yang menangani Tono.



Lina berhasil di kendalikan ,dokter segera berlalu dan yang membuat aku heran kenapa ketika melihat Tono Lina seperti hidup kembali alias sembuh dan bisa bicara sekeras itu ke Tono.



ada hubungan apakah Tono dengan lina.piikranku di penuhi dengan banyak pertanyaan .

__ADS_1



bersambung .


__ADS_2