Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab. 61 memaafkan dan berbagi kebahagiaan


__ADS_3

POV. Friska


*******


jam lima sore mas Hendri baru pulang ,dia belanja cukup banyak buku sekolah dan alat tulis ,karena sebentar lagi akan memasuki tahun ajaran baru ,tentu banyak anak sekolah yang membutuhkan buku dan alat tulis .


"fris..besok bantuin aku di toko ya menyusun barang barang ini ,kamu pasti lebih pintar meletakan barang dagangan supaya orang tertarik untuk membeli ." ucap mas Hendri sambil meminum kopi yang baru saja aku buat .


"iya mas,sepulang dari rumah sakit aku ke toko ,Alfin besok aku titipkan sama bulek Asni ." jawabku sembari duduk dihadapan suami ku .


tok ...tok...tok...


suara pintu diketuk ,aku kedepan melihat siapa yang datang ,ternyata mas Dany dan istrinya .


"sore fris..ada Hendri nggak dirumah ." sapa mas Dany .


"ada mas ,Ayuk masuk ." ujarku mengajak mereka masuk ,mbak Lena istri mas Dany nampaknya sedang hamil.


"eh,ada tamu Ayuk silahkan duduk ." mas Hendri berdiri mempersilahkan mereka duduk .


"ini Hen ,aku mau kasih lagi keuntungan bengkel ,oh iya gimana toko mu lancar kan ." ucap mas Dany seraya memberikan uang ke mas Hendri .


"Alhamdulillah mas lancar lancar aja ,ini aku baru pulang dari kota belanja kebutuhan toko ." kata suamiku .


"fris ..ini uangnya di simpan sama buatkan minum dong buat mas Dany sama istrinya ." ucapan mas Hendri bikin aku malu .


aku mengambil uang dari tangan mas Hendri dan masuk ke kamar ,setelah itu ke belakang membuat minuman untuk mereka .


"silahkan di minum mas,mbak Lena ." tawarku .


*makasih fris..."jawab mereka bersamaan .


"oh iya mas Dany ,aku mau kasih tahu sesuatu tapi sebelumnya saya minta maaf sama mbak Lena ,kemarin aku ketemu Siska di rumah sakit dia sakit kanker rahim stadium 3 ,yang aku heran tidak ada satupun keluarga Siska yang mengurusnya ,orang tua dan kakak nya serta suami nya nggak ada ,malah ibu angkat nya yang merawat Siska ." ujarku


mas Dany nampak kaget begitu juga mbak Lena .


"kedua orang tua Siska sudah meninggal kecelakaan fris ,dan kakak nya kabarnya pergi kerja ke luar negri ,kalau suaminya sejak Siska di penjara menghilang entah kemana ,aku tahu ceritanya dari tetangga Siska waktu datang ke bengkel ." jawab mas Dany .


"kasian sekali Siska ,ibu angkatnya kemarin menangis ,dia bilang bingung cari biaya buat pengobatan Siska di rumah sakit." ujarku ke mas Dany

__ADS_1


mas Dany tidak begitu merespon ,mungkin dia tidak enak karena ada istrinya disitu ,aku mengalihkan pembicaraan ke topik lain agar tidak terkesan kaku .


menjelang magrib mereka pulang ,aku dan mas Hendri bersiap untuk shalat jamaah .


keesokan hari nya sesuai permintaan mas Hendri aku membantunya di toko ,,menyusun buku tulis dan peralatan sekolah di etalase ,setelah semuanya rapih aku ijin untuk pergi ke rumah sakit .


hari ini amori sudah diperbolehkan pulang ,aku berjalan menuju kamar rawat amori saat melewati kamar Siska Bu ginah keluar dari kamar terburu buru .


"Bu ginah ada apa ,kenapa jalan nya terburu-buru." ujarku mendekati nya .


"oh mbak Friska ,apa bisa saya minta tolong temani Siska sebentar saya mau memanggil dokter ." ujar Bu ginah kepada ku .


"baik Bu saya ke kamar siska ," aku berjalan masuk ke kamar Siska dan mendekatinya .


mata Siska terpejam ,dari mulutnya terdengar suara rintihan kesakitan ,badanya basah oleh keringat .


"sis..apa yang kamu rasakan ." aku mengelap kening nya menggunakan lap basah yang ada di baskom kecil .


"perutku sakit sekali mbak rasanya seperti diiris iris ,a...aku ..nggak kuat mbak ,sa...sakit sekali ." ujar siska sembari membuka mata nya .


"sini aku kompres perutmu pakai air hangat ya ." aku menempelkan handuk hangat ke perut Siska .


Bu ginah masuk bersama dokter yang menangani Siska ,,aku dan Bu ginah menunggu di luar ,menunggu hasil pemeriksaan dokter .


"Bu ginah ,saya tinggal dulu sebentar ya saya mau me kamar anak saya ,suami saya sedang jalan ke sini ,nanti jika suami saya datang saya akan kemari lagi menemani ibu ." ujarku pamit untuk meninggalkan Bu ginah sebentar .


begitu aku sampai depan kamar amori bersamaan mas Hendri datang ,kami segera masuk ,amori sedang ditemani suster yang aku mintai tolong menjaganya sebentar .


"kamu dari mana tadi fris ," tanya mas Hendri .


"Siska mas kondisinya semakin parah ,karena tidak punya biaya untuk kemoterapi dan menebus obat ,jadi kondisinya semakin parah ." ujarku menjelaskan ke mas Hendri.


mas Hendri nampak kaget ,dia meletakan tas untuk membawa baju amori,lalu duduk di sofa sebelahku .


"kasian sekali Siska ya fris ,,emang kemana sih suaminya kok nggak tanggung jawab amat ." mas Hendri nampak kesal .


"coba cari tahu alamat rumah Dito mas , dulu karyawan di bengkel mas Dany terus di pecat karena mencuri ." kataku .


"coba nanti aku tanya Arman dia dulu sering ke bengkel itu ,siapa tau Arman tau alamat rumah Dito ." ucap mas Hendri .

__ADS_1


"mas,amori masih tidur boleh nggak aku ke kamar Siska melihat kondisinya setelah diperiksa dokter tadi ." pamitku ke mas Hendri .


"ya sudah sana tapi jangan lama lama ya ,nanti amori nanyain kamu ." aku mengangguk dan berjalan menuju ke kamar Siska .


"Bu ,gimana keadaan Siska ,gimana kata dokter tadi ." tanya ku ke Bu ginah .


"dia tidur mbak ,tadi dikasih obat tidur sama dokter supaya tidak merasakan sakit terus menerus ." ujar Bu ginah sedang mengolesi minyak zaitun ke kaki Siska.


aku menatap wajah siska ,pucat sekali dan tirus ,badan Siska kurus dan rambut bagian depan rontok ,terlihat kulit kepalanya ,sungguh hatiku sangat sedih melihatnya.


Siska membuka matanya dan menatapku ,bibirnya tersenyum ,wajah yang dulu selalu cantik dan mulus sekarang pucat dan kusam .


"mbak Friska sini ..." Siska melambaikan tangan nya ke arah ku .


"iya sis ada apa ." aku mendekat ke arahnya ."


"mbak boleh nggak aku minta tolong ." tanya Siska ,matanya sayu menatapku .


"minta tolong apa sis ,mbak usahakan semampu mbak untuk menolong mun."


"datangi rumah bibi nya suamiku ,alamatnya sudah aku tulis di kertas,nanti jika ketemu dia tolong rahasiakan tentang anak ku ,aku hanya mau di sisa umurku ada orang dekat yang menemani ku ." Siska menggenggam tanganku ,matanya basah .


"Bu tolong ambilkan tas ku ya ." ujar Siska.


Bu ginah membuka nakas bagian bawah dan mengeluarkan tas selempang milik Siska dan memberikannya .


Siska membuka tas dan mengambil secarik kertas Lalu di berikan ke padaku .


aku menyimpan nya ke dalam tas ku , suster masuk ruangan dan memeriksa tensi darah serta mengganti infus uang hampir habis .


"Susi,,saya mau pulang kerumah besok ,apakah boleh sus ." tanya Siska ke suster dihadapan nya .


"saya hubungi dokter Arifin dulu ya mbak ." ucap suster seraya berlalu dari kamar Siska.


tak lama dokter Arifin datang ke kamar Siska .beliau menjelaskan sebenarnya Siska harus di kemoterapi,tapi karena tidak memiliki biaya dan membeli obat tidak ada yang bisa di lakukan oleh pihak rumah sakit .


aku menawarkan bantuan ke siska untuk membayar tagihan rumah sakit ,mendengar icapanku Siska memeluk ku sambil menangis.


biaya rumah sakit sudah aku bayar dan menebus obat Siska di apotik ,tidak apa apa aku ikhlas menggunakan bonus penghasilanku menulis novel ,semoga Siska mendapatkan pertolongan dari Allah dan penyakitnya segera diangkat .

__ADS_1


__ADS_2