
POV. Siska.
aku hendak bangun dari tempat tidur untuk shalat subuh ,suamiku masih tidur disampingku ,saat mau turun dari ranjang kepalaku pusing sekali dan pandangan serasa berputar putar ,aku berdiri sempoyongan ,dan..
brukk....
aku terjatuh di samping ranjang ,sontak Dito terbangun mencari sumber suara .
"Dito....tolong ."
"hah...kamu kenapa bisa jatuh sis,,Dito mengangkat tubuhku keatas ranjang .
"kepalaku pusing banget dit dan pandangan ku berputar putar ,perut juga mual mau muntah ." aku turun dari ranjang dan berlari sempoyongan ke kamar mandi , Dito memegang tanganku agar aku tidak jatuh .
"pelan pelan sis,nanti kamu jatuh .
huek....huek...
aku mengeluarkan semua isi didalam perutku ,tenaga ku terkuras rasanya lemas sekali ,aku membasuh mukamu dan menatap wajah ku di cermin .
"wajahku pucat sekali ....apa aku hamil ya,,sudah beberapa Minggu ini aku telat ,ah mungkin aku harus meminta Dito membelikan tes pack di apotik .
Dito masih berdiri di depan pintu kamar mandi saat aku keluar ,,dan langsung menggendongku masuk ke kamar ,membaringkan tubuhku diatas kasur .
"dit...jangan sekarang ya ,aku sedang nggak enak badan ,kepalaku sakit dan perutku mual dit." ucapku saat melihat Dito melepas pakaian nya .
hasrat Dito sangat tinggi ,hampir tiap hari bahkan sehari nggak cukup sekali dia minta jatah ,,kadang aku kewalahan melayani nya ,maklumlah usia Dito masih muda tentu semangatnya masih tinggi .
"ah....nggak bisa sayang,aku pengen lagi ." wajah Dito sudah hilang di balik baju atasan ku ,susah payah aku menahan nya agar tidak melakukan serangan pagi ini ,tapi tidak dihiraukan Dito,aku pasrah menerima perlakuan Dito , tubuhku rasanya sudah tidak bertulang ,lemas sekali.
Dito loncat dari tempat tidur dan kebelakang menuju kamar mandi,aku masih enggan bangun ,tulang ku seperti di cabut lemas ,,setengah jam kemudian Dito masuk membawa bubur ayam .
"bangun sayang makan ...." Dito sudah menaruh bubur ayam kedalam mangkuk dan memberikan padaku .
melihatku masih diam Dito mengangkat tubuhku dan mendudukan di tepi ranjang ,tubuh polos ku terasa dingin aku meraih baju di atas bantal dan memakainya.
__ADS_1
"beli bubur dimana ...." tanya ku .
"tadi titip sama mang Leman ,dia mau ke pasar tempel ,sekalian nitip sayuran sama ikan buat masak nanti ." Dito nggak sabar lalu menyuapiku .
sudah dua bulan aku tinggal di kampung Dito ,,sejak menikah dengan Dito ,mas Andre berpesan agar aku tidak pergi dari kampung Dito karena polisi masih mencari ku ,orang tuaku kadang menyuruh orang mengirim hasil bumi dan uang untuk keperluanku .
Dito sampai sekarang belum bekerja ,ada beberapa kawan nya yang menawarinya kerja ,tapi jauh dari kampung ,Dito nggak tega ninggalin aku sendiri di rumah .
Dito sangat menyayangiku ,semua pekerjaan rumah dia yang mengerjakan ,bahkan makan pun kadang aku di suapi ,Dito bilang sudah lama dia mencintaiku dan tak ingin kehilangan setelah aku bisa dia dapatkan ,cinta Dito tulus.
"dit...nanti antar aku ke bidan ya ,aku sudah telat Dua Minggu ,aku mau periksa sama minta obat sakit kepala ." ujarku di suapan terakhir Dito .
"ya sudah kamu mandi dulu sana ....aku tunggu didepan ya ." Dito keluar dari kamar membawa mangkuk yang sudah kosong .
aku segera menuju kamar mandi ,saat sedang mandi aku berteriak ...ya ampun aku kejatuhan cicak ,kata orang itu pertanda akan sial ...,ah mungkin itu mitos lagian apa hubungannya cicak sama nasib seseorang .
selesai mandi dan berganti pakaian ,aku mengambil tas dan berjalan ke depan ,Dito sedang merokok di bangku teras ,,saat melihatku keluar dia membuang rokok nya dan menghidupkan motornya .
sampailah kami dirumah bidan desa ,,ibu hamil yang mau periksa hanya tiga orang , aku menunggu dua orang lagi baru tiba giliran ku .
"saya sudah dua Minggu telat Bu,dan kepala sakit serta mual ." sahutku .
"baik ....saya periksa dulu ya Bu ." bidan Rita mulai memeriksaku ,dan terakhir menyuruhku ke toilet untuk ambil urine .
"selamat ya Bu....positif ,sudah jalan enam Minggu ,wajar jika sakit kepala dan sering mual ,pengaruh hormon Bu Siska ." bidan Siska menulis resep obat dan di berikan ke asisten nya .
Dito ikut senang mendengar kabar kehamilan ku ,setelah menerima obat dari bidan Rita kami pun segera pulang ke rumah .
ditengah perjalanan aku seperti merasa dua motor di belakang mengikuti kami ,,siapa ya mereka ,aku membisikan sesuatu ke Dito dan Dito mengangguk ,lalu membawa motornya melewati jalan sempit ,aku melihat ke belakang dua motor tadi sudah tak nampak .
akhirnya kami sampai dirumah ,aku segera masuk kedalam rumah pengen cepat istirahat ,Dito masih diluar merokok ,,.
"maaf ....dengan saudara Dito .." aku mendengar suara didepan .
aku menaruh obat diatas rak tv dan berjalan ke depan .
__ADS_1
"iya ...anda siapa ." tanya ke Dito ,ada dua orang pria berdiri di teras rumah .
"tolong suruh istri mu keluar ...saya dari kepolisian mendapat perintah menangkap Bu Siska." sahut pria berbaju hitam .
tubuhku langsung gemetar ,kepalaku bertambah sakit dan brak...kaki ku menabrak bawah meja dan menimbulkan rasa sakit di tulang kering .
"aduh...
polisi membuka paksa pintu depan ,dan menghampiriku yang sedang memegangi kaki ku yang terbentur meja tadi .
'jangan bergerak ...."
aku diam pasrah saat kedua polisi menarik tangan ku ,Dito pun nggak berani berbuat banyak ,tubuhku semakin melemah , air mata sudah membanjiri wajahku .
"pak tolong jangan tahan istriku ,dia tidak bersalah ,dia di tipu pak ." Dito memohon ke polisi yang berdiri didepan ku .
"maaf pak ...nanti silahkan ikut kekantor polisi bisa jelaskan di sana ."
langit seolah runtuh menimpa ku saat polisi membawaku masuk kedalam mobil yang baru saja tiba ,,mulutku sudah tidak bisa mengeluarkan kata kata ,Dito berdiri di samping mobil dan berbicara dengan polisi .
"pak ...ini baju Dan obat istri saya,dia sedang hamil muda, tolong berikan ke istri saya ." aku masih bisa mendengar suara Dito meskipun kaca mobil tertutup .
"baik nanti saya sampaikan ke istrinya.' polisi masuk kedalam mobil,,segera mobil melaju meninggalkan Dito yang masih berdiri dihalaman rumah ,aku melihat ke arah Dito sampai dia tidak terlihat lagi .
"ya Tuhan ...setelah menikah dengan Dito ,kami sudah berjanji untuk bertaubat ,aku rela hidup susah di kampung demi sebuah niat untuk memperbaiki diri ,,tapi nyatanya kesalahan dan kelalaian ku di masa lalu tetap harus di pertanggung jawabkan .
jalan yang di lalui sangat jauh sekali ,karena kampung Dito berada di lereng gunung ,sekitar empat jam baru kami sampai ke jalan kota ,,dari kota ke kantor polisi masih harus ditempuh sekitar sepuluh menit .
akhirnya mobil yang aku tumpangi sampai di depan Polsek, aku dibawa masuk ke sebuah ruangan untuk menjalani pemeriksaan ,setelah diperiksa sekitar satu jam polis membawaku masuk ke ruang tahanan .
saat berjalan di sebuah lorong di kawal bapak polisi ,aku berpapasan dengan seorang pria ,dia juga dikawal polisi ,saat kami sudah dekat pria itu mengangkat wajahnya dan menatap ku .
"selamat datang Siska...kita ketemu lagi disini ." pria itu menarik sudut bibirnya .
"Seno......"
__ADS_1