
POV.fajar
aku mengendarai mobil dengan perasaan malas ,di jok belakang aku melihat mertuaku duduk tanpa banyak bicara.
jujur aku tidak suka Fira mengajak bapak nya tinggal bersama kami,laki laki itu terlihat sangat kurus dan lusuh ,aku malu jika keluarga dan kawan ku melihat penampilan mertuaku seperti itu .
"mas,kita mampir ke rumah makan dulu ya ,aku mau beli nasi sama lauk buat makan siang kita ,aku pasti nggak punya waktu buat masak karena harus beres beres ." ucap Fira menoleh ke arahku .
"nggak usah ,,kamu nanti beli saja lewat online ,aku mau keluar setelah mengantarmu ke rumah ." jawab ku datar.
"ya sudah kalau begitu ,nanti aku pesan makanan saja buat kami berdua ." ujar Fira .
sampai di depan rumah Fira dan bapak turun ,mereka menuju bagasi yang sudah ku buka tanpa keluar dari mobil ,rasanya malas sekali masuk kedalam rumah .
"mas ,kamu nggak masuk dulu ." Fira berdiri di samping pintu mobil .
"nggak,aku mau langsung jalan saja ya ." sahutku sembari menjalankan mobil yang mestinya tidak aku matikan .
setelah berada dijalan aku menghubungi sahabatku Riyan ,kemarin dia tidak sempat datang saat aku menikah dengan Fira karena ada di Bali ,sekarang dia sudah di kota BL.
"hei...ada apa jar,aduh baju pengantin baru nih sampai ketelingaku ." suara tawa Riyan pecah .
"bisa ketemu nggak ,aku suntuk pengen cari teman ngobrol ." sahutku .
"bukanya lagi hangat hangatnya menikmati bukan madu jar ,kok bisa suntuk sih ,oke lah mau ketemu dimana ." jawab Riyan masih terkekeh .
"di cafe orista ya ,setengah jam lagi aku nyampe ."
aku mematikan ponsel dan meletakan di jok samping ku ,senang rasanya bisa ketemu Riyan sahabat yang paling gokil .
sampai di cafe aku memesan tempat duduk dekat taman kecil dibelakang cafe ,suasananya tidak begitu ramai jadi enak buat ngobrol .
tak lama aku melihat Riyan memasuki cafe dan celingukan mencari ku ,aku melambaikan tangan ke arahnya Riyan berjalan menghampiri ku .
"gimana kabarmu jar ,makin ganteng aja kamu setelah punya istri baru ." Riyan duduk di hadapanku .
"kamu bisa saja yan,kamu tuh yang makin ganteng banyak saham dimana mana ." ujarku terkekeh meledek Riyan .
__ADS_1
'ya biasalah jar,kamu kan tahu dari dulu aku di sukai banyak perempuan ,nggak mungkinlah aku menolak rejeki ." hahaha .
"ngomong ngomong kenapa nih nggak bawa istrimu jalan jalan jar ,kalian lagi ribut ya ." selidik Riyan .
"nggak sih ,aku cuma lagi malas dirumah ,aku risih gitu yan ada mertuaku dirumah mana penampilan nya gembel banget ,malu malu in pokoknya ." sahutku kesal .
"ngapain juga kamu ngajak mertua tinggal sama kamu ." timpal Riyan .
"bukan aku yan ,tapi istriku ."
"sabar sabar lah jar ,kalau suntuk mainlah ke kota kita cari hiburan disini kaya dulu ." Riyan mengambil rokok dan menyalakannya .
"istriku lagi hamil yan,takut k Napa Napa kalau aku main cewek kaya dulu ." aku menatap Riyan .
"ah kayak orang lugu aja kamu jar ,kan bisa pake pengaman ." kembali tawa Riyan pecah .
" Hem...kamu itu paling bisa yan,eh si Rahel dimana sekarang yan ,suka ketemu dia nggak ." tiba tiba aku mengingat Rahel mantan kekasih ku.
Riyan hampir saja tersedak saat aku menanyakan Rahel ,dia meletakan gelas yang berisi jus mangga diatas meja dan menatapku sambil tersenyum lebar.
"masih ingat juga kamu sama si cantik Rahel ,dia ada dikota ini jar ,makin cantik dan **** ,kamu kangen ya sama Rahel ." Riyan menatapku .
"Rahel juga masih cinta sama kamu jar,dia sering kok nanyain kamu ,sebelum aku ke Bali sempat ketemu dia di pusat perbelanjaan ."
"kirim nomor kontaknya ke handphone ku ya yan ,yang dulu sudah nggak aktif ."
setelah puas ngobrol Sama Riyan kami pun berpisah ,aku melajukan mobilku menuju rumah .
aku masuk kedalam rumah kulihat Fira sedang bersama bapaknya menonton televisi .
"baru pulang mas ,makan malam sudah aku siapkan kita makan yuk ." ujar Fira menghampiri ku .
"kamu makan saja sama bapak ,aku mau mandi badanku lengket sekali." jawabku sambil berjalan ke kamarku dilantai atas .
aku melirik ke arah bapak ,dia menatapku ,ah semakin kesal saja melihat wajah laki laki lusuh itu .
Fira mengikutiku naik kelantai atas ,dan memegang tanganku saat aku akan ke kamar mandi .
__ADS_1
"mas ,kamu kenapa ...apa kamu nggak suka ada bapak di sini ,sikapmu sangat Idak sopan mas ," ujar Fira .
"apanya yang tidak sopan ,ini rumahku Fira ,aku berhak melakukan apa saja disini ." ku sambar handuk di dekat jendela dan masuk ke kamar mandi .
aku tidak melihat Fira saat keluar dari kamar mandi ,setelah berganti baju aku berjalan ke arah balkon dan duduk disana .
aku masih terngiang obrolanku sama Riyan tadi soal Rahel ,apa benar Rahel masih mencintaiku .
dulu Rahel adalah cinta pertamaku saat kami duduk di bangku SMA ,dan berlanjut ketika kami sama sama kuliah di kampus yang sama .
setelah lulus kuliah Rahel menikah dengan pria berumur untuk menyelamatkan nyawa ayahnya yang mengalami kecelakaan dan harus di operasi dengan biaya sangat besar .
orang tua Rahel yang hanya berdagang pakaian di pinggiran mall tidak sanggup untuk membayar biaya rumah sakit ,dan akhirnya datang calon suami Rahel menawarkan bantuan .
sejak itu hidupku sangat hancur ,aku dan Rahel sudah pacaran selama lima tahun dan akhirnya kandas di tengah jalan .
Rahel dan suaminya pindah ke ibu kota karena suaminya seorang pengusaha disana ,dari pernikahan Rahel dia memiliki satu anak perempuan seusia Keysa .
setelah kepergian Rahel ,aku bertemu Maya di acara pernikahan sahabatku ,kami diperkenalkan oleh sahabat ku dan akhirnya menjalin hubungan .
usiaku dengan Maya terpaut tujuh tahun ,melihat Maya yang cantik alami dan mandiri serta penyabar membuatku mantap menikahinya .
keluargaku tidak setuju aku menikah dengan Maya karena Maya berasal dari keluarga sederhana dan hanya lulusan SMA ,tapi tekad ku sudah bulat untuk menikahinya.
awal awal pernikahan hubungan kami sagat harmonis sampai lahir Keysa ,.masalah muncul ketika Keysa berusia lima tahun ,ibu memintaku kembali kerumah dan memberikan uang untuk membangun usaha .
mulailah aku membangun bisnis properti dan maju pesat ,saat Keysa duduk di bangku SMA ibu menjodohkan ku dengan anak sahabatnya ,tapi aku menolak karena wanita itu tidak cantik dan sangat tidak menarik .
lalu aku bertemu dengan Fira di sebuah acara launching produk usahaku di sebuah mall besar di kota ,sejak itu kami menjalin hubungan .
setahun kemudian Fira hamil ,jujur saat Fira mengabarkan bahwa dia hamil aku panik karena belum siap untuk menikahinya ,kedua orang tua Fira mendesak ku untuk segera menikahi Safira .
aku sayang dengan Safira tapi tidak begitu mencintainya ,sampai detik ini aku masih sangat mencintai Rahel ,,saat berumah tangga dengan Maya pun aku sering bertemu dengan Rahel ,dia cinta mati ku .
"mas,kok kamu disini....lagi mikirin apa sih ." suara Fira membuyarkan lamunanku .
"nggak papa fir ,lagi pengen nyantai aja ." jawabku pelan .
__ADS_1
"udah jam sepuluh malam mas ,kita tidur yuk ,," tangan Fira memegang pergelangan tanganku ,tatapan matanya sayu ,aku paham fira pasti ingin bermesraan denganku .
aku berdiri mengikuti langkah Fira menuju tempat tidur ,sudah dua malam aku tidak menggauli istriku ,hatiku nggak nyaman setelah tahu Fira bukan anak papa Irfan .