
POV . Safira
********
aku sadar telah menjalin hubungan yang salah dengan suami orang ,,tapi inilah cinta pikiran bisa dikalahkan dengan logika ,pria beristri yang usianya 40 tahun sudah menemaniku selama enam bulan ini .
mas fajar pria tampan yang sekarang menjadi manager di perusahaan property telah meluluhkan hatiku ,bukan karena materi yang aku cari karena aku tak pernah kekurangan materi .
kelembutan dan perhatian mas fajar telah membuatku jatuh cinta ,bahkan aku sudah mengerjakan mahkota ku untuk nya ,semua karena cinta bukan keterpaksaan .
menurut cerita mas fajar dulu keluarga nya tidak setuju dia menikah dengan istrinya tapi dia nekat karena istrinya telah mengandung anak nya ,terpaksa dia harus menikahi ibu dari anaknya .
anak mas fajar hanya beda tiga tahun denganku ,dia hanya lulusan SMA dan sekarang bekerja di kota balam ,dia tinggal bersama ibu nya ,sesekali mas fajar mengunjungi mereka .
"sayang ...lagi ngapain Kok melamun di situ ." suara mas fajar membuyarkan lamunan ku .
"cari angin saja mas ,disini pemandangannya bagus ,bisa lihat kota Bandung dari tempat ini ." sahutku .
"Oya ,,mas fajar mencium keningku dengan lembut ,aku menikmati setiap sentuhannya." mas fajar menarik tanganku dan tubuhku diangkat .
"mas,,emang aku anak kecil ya,di gendong gini ." tanyaku manja .
"iya ,kamu anak kecil yang pintar membuat orang jatuh cinta." sahut mas fajar ,lalu membawa ku ke tempat tidur .
dinginnya udara Bandung sore ini menjadi hangat saat tubuh kami saling bersatu ,cinta telah membutakan mata kami ,mas fajar membawaku menuju puncak kebahagiaan .
"sayang bangun ,kita makan malam yuk diluar,besok mas sudah mulai kerja ." mas fajar berdiri di depan cermin sudah berpakaian rapih .
malas malasan aku bangun ,lalu kekamar mandi ,,air hangat mengguyur seluruh tubuhku,,,selesai mandi aku berganti baju dan berhias seadanya.
mas fajar lebih suka wajahku natural tanpa make up ,kulit wajah ku memang putih mulus begitupun dengan tubuh ku ,banyak yang bilang aku tidak mirip dengan mama .
kulit mama sawo matang ,matanya tidak lebar seperti mata ku ,kalau papa tinggi tegap tapi kulit nya tidak putih ,Farhan lebih mirip sama mama ,tapi wajahku berbeda entah mirip siapa .
"udah belum sayang ,,kenapa malah melamun di situ .' protes mas fajar .
__ADS_1
"iya bentar mas ,ini udah selesai kok .' aku menyambar tas diatas nakas dan berjalan disamping mas fajar .
tujuan kami ke restauran sea food ,aku sangat suka makanan sea food ,mama juga punya restauran sea food ,bude Friska yang mengelola ,aku jarang ke restauran mama ,jika mau makan tinggal telepon dan karyawan mama mengirimkan untuk ku .
"mas ,aku mau kepiting sama udang asam manis ." ujarku sambil memberikan buku menu ke mas fajar .
lima belas menit kemudian karyawan restauran membawa pesanan kami ke meja ,aku dan mas fajar langsung makan dengan lahap ,enak sekali masakan disini .
keesokan pagi .
ponselku berbunyi terus menerus ,aku malas sekali mau mengangkatnya ,aku lihat jam dilayar ponsel baru jam 6 pagi .
"siapa sih pagi pagi gini telepon ,ganggu orang tidur saja ." ucap mas fajar dari balik selimut .
"mama telepon mas ,aku angkat dulu di luar ya ." aku membawa handphone ku ke balkon ,dan mengangkat telepon dari mama .
[hallo.. assalamualaikum ma]
[Fira ,mama telepon kamu dari tadi kenapa nggak angkat ,ini sudah jam 6 loh,tadi kamu shalat subuh nggak ]
terpaksa aku bohong sama mama,begitulah mama nggak pernah lupa mengingatkan kami untuk shalat .
[hari ini jadwal apa saja dan sama siapa ]
aduh mama nanyanya detail banget sih ,kalau aku jawab sama teman pasti mama minta nomor handphone teman ku ,ah aku jawab saja dengan pak Edward .
[ hari ini aku ke perusahaan expor impor ma ,sama pak Edward ]
[ya sudah kamu jangan tidur lagi ,mandi terus sarapan, jangan sampai telat ke kantor , ini magang hari pertamamu jangan buat kesan nggak baik ya ]
[iya mah,habis ini Fira mandi ,salam buat papa sama adek ya ma ,i love you ]
aku mematikan telepon dan meletakan diatas nakas .
jam 7.30 mas fajar mengajak ku sarapan di restauran hotel ,setelah itu mengantarnya sampai loby hotel sampai mobil yang menjemputnya menghilang dari pandangan ku .
__ADS_1
aku memasuki lift dan menekan tombol ke lantai 6 ,saat di lift aku hanya berdua sama seorang laki laki yang usianya lebih tua sedikit dariku .
pria berbaju biru dan memakai celana jeans warna biru Dongker melirik ke arahku ,saat pandangan kami bertemu aku tersenyum sekedar basa basi .
"mau kelantai 6 ya teh ." tanya nya sambil tersenyum .
"iya ,mas juga mau kelantai 6 ." aku balik bertanya.
"hooh ...em,dari mana teh ,kayaknya baru kemarin ya ceck in di sini ." tanya pria disampingku dengan masih menatapku .
"saya dari Lampung mas ...iya baru cek in kemarin ,mas kerja disini ." tanyaku .
belum sempat dia menjawab lift berhenti dan pintu nya terbuka,aku keluar lebih dulu lalu pria itu menyusul .
"em,mbak tadi bilang dari Lampung ,kalau boleh tahu kampungnya mana mbak ." tanya nya lagi .
"loh kamu tahu Lampung ,apa asal dari sana juga ,kalau daerahku panjang permai ,apa tahu daerah itu ." kami berhenti di samping pintu lift .
"tahu mbak ,aku juga dari Lampung ,mbak sepertinya bukan orang su**a ya kelihatan dari logat bicaranya ." pria ini menatap ku dan lagi lagi tersenyum .
"betul aku bukan orang su**a ,oh iya kamu daerah mana lampung nya ." tanyaku sambil mengecek handphone .
"aku dari Kalianda raya ,oh iya kita belum kenalan ,namaku Angga aku bekerja di hotel ini baru tahun." ucap nya sembari mengulurkan tanganya .
"aku Safira ,mahasiswi semester lima ,sedang liburan disini ." jawabku .
"ok mbak Fira ,ini kartu nama saya ,senang sekali bisa ketemu sama orang satu daerah ,saya permisi dulu ." Angga memberiku kartu nama lalu dia pergi dari hadapan ku .
aku memasukan kartu nama pemberian Angga ke dalam dompet,lalu beranjak masuk ke kamar .
siang ini aku mau jalan jalan ke mall ,mas fajar sudah memberiku uang untuk belanja, sebenarnya di rekeningku masih ada uang ,mama memberiku jatah bulanan 5 juta setiap bulanya.
rasanya sayang jika harus pake uang tabunganku untuk belanja ,biarlah minta ke mas fajar,gaji dia juga sangat besar setiap bulan nya dan hanya 2juta saja yang ia kirim ke istrinya.
aku sempat menegur mas fajar untuk menambah jatah uang bulanan ke istrinya ,tapi mas fajar menolak dia bilang mau beli rumah mewah di kota balam untuk ku jika kami sudah menikah .
__ADS_1