
POV . DANY
aku berjalan ke luar gedung hotel ,menuju parkiran mobil ,Dito masuk kedalam mobil dan duduk di sampingku .
"kita beli makanan dulu mas buat bekal dijalan." Dito membuka dompet mengambil dua lembar uang ratusan ribu dan menggenggamnya .
"iya nanti kita berhenti di mini market dit,gak usah beli banyak banyak secukupnya saja." ujarku sambil menoleh kesamping mencari minimarket, tak berapa jauh dari hotel aku berhenti di minimarket .
Dito turun dari mobil dan berjalan menuju minimarket ,aku menunggu di dalam mobil.
"heh...buka pintunya." seseorang mengetuk kaca mobil sebelahku .
aku menurunkan kaca dan menatapnya,pria bertato dengan rambut gondrong memandang ku tajam .
"bagi uang dulu,aku kalah judi ,kalau kamu gak mau ngasih...aku remuk kan mobilmu ." ancamnya padaku .
"maaf saya tidak bawa uang sebaiknya kamu pergi dari sini ." aku hendak menutup kembali kaca mobil tapi di tahan oleh tanganya.
"kamu jangan macam macam ya ,atau kamu mau buktikan jika omongan ku tak main main ." pria bertato ini mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya dan memperlihatkan ke arah ku .
nyaliku ciut melihat benda yang ada di depan wajahku ,aku mengambil dompet dan saat bersamaan Dito membuka pintu mobil .
"hey...kamu jangan coba coba berteriak atau lari ,aku habisi kawan mu..!" pria ini semakin beringas mengancam ku dan Dito .
Dito bukanya takut dia mallah memperhatikan wajah pria yang sedang mengarahkan benda tajam ke leher ku .
"apa mau kamu ,kenapa mengancam saudara ku ." ucap Dito terlihat tenang .
"aku minta uang ,hari ini apes aku kalah judi cukup banyak ,cepat berikan padaku ." bentaknya.
"aku tidak punya banyak uang ,hanya ini ,itupun buat persiapan beli bensin ." aku menyodorkan tiga lembar ratusan ribu ke arah pria itu .
"jangan bohong ,! cepetan mana yang lainya ,aku gak punya banyak waktu ." pria ini menggeledah dompetku, dan melempar ke jok belakang saat tahu dompetku kosong .
"sabar mas ,saya akan tambahin uangnya ,tapi bolehkah kamu antar kami ke warung tempat nongkrong ." ucapan Dito membuatku bingung .
"hahaha...mau apa kalian mau ngapain cari tempat tongkrongan " pria ini terkekeh menatap wajah Dito
"kami sudah lama tidak minum alkohol ,rasanya badan pegal pegal dan gampang lelah ,nanti kamu boleh jika mau ikut minum ,aku yang traktir ." jawaban Dito membuatku terkejut .
"dit ,kamu apa apa an sih ,ingat kita kan mau ..
Dito menutup mulutku dan tersenyum ke arah pria bertato yang masih tertawa.
"saudaraku ini emang orang alim ,dia gak pernah aneh aneh jadi harap maklum ya ,tapi dia orangnya asik kok gak bakal ganggu kita ,gimana kamu mau kan ." Dito semakin gak waras menurut Ku .
"oke kawan ,aku ikut mobil kalian ya ,nanti aku tunjuk Kan tempat langganan Ku ,kita hepi disana ." ujar pria itu sambil membuka pintu belakang .
"ayok mas jalan ,kita senang senang lah dulu ,ngapain mikirin yang berat berat nanti cepat Tua." Dito terkekeh disambut sama pria yang belum jelas identitasnya.
"oh ya mas kenalan dulu saya Dito ,ini saudara saya Dany ." Dito memutar badannya ke belakang mengajak pria ini berkenalan .
"aku Deki ,senang bertemu dengan mu kawan ." pria bernama Deki kembali terkekeh ,aku tak menghiraukan obrolan mereka ,hati ku kesal melihat sikap Dito seperti ini .
__ADS_1
"itu didepan ada perempatan ,belok kiri ya tempatnya gak jauh dari situ ." ujar Deki dengan suara berat nya .
aku membelokan mobil sesuai petunjuk Deki ,sementara Dito senyum senyum menatapku ,kurang ajar sekali dia mengajaku ke tempat nongkrong begini .
di depan warung pinggir jalan Deki menyuruhku memarkir mobil di bawah pohon mangga ,dia segera turun dan mengajak Dito .
"mas ayok turun ,kita nyantai dulu di sini ." Dito mengetuk kaca disampingku .
"kamu aja sana dit ,aku mau tidur di mobil ,jangan lama lama ya takut kemalaman sampai sana ." sahutku ,malas sekali kalau aku harus ikut mereka ke warung itu ,apalagi untuk hal yang gak penting menurutku .
"ya udah ,mas Dany tinggu disini ya ,aku gak lama kok ." Dito berjalan mengikuti Deki ke warung yang terlihat lumayan ramai pengunjung .
aku menyandarkan menyandarkan punggungku ke kursi setelah mengambil handphone dari saku celanaku.
lebih baik aku mendengarkan musik dari handphone dari pada ikut dengan mereka .
"mas ,,bangun mas ."aku membuka mataku ,Dito duduk sambil memberikan air mineral .
"ini air apa dit ,kamu jangan coba coba memberiku minuman beralkohol ya .!" meskipun kemasan botol masih dalam segel dan aku tahu itu merek air minum biasa tapi aku tak mau langsung meneguknya .
"ya Allah mas ,segitu amat sih curiganya,ini kan air putih ,gak mungkin lah aku kasih kamu minuman alkohol ." jawab Dito sambil menggelengkan kepala .
aku tak menjawab ,ku buka tutup botol dan meneguk nya hingga separuh .
"mas ,ada yang mau aku sampaikan ke kamu ,maaf ya tadi sudah sempat bikin kamu kesal ." Dito menggeser duduknya mendekat ku .
"mau bicara apa ..."
"aku yakin Deki itu anak buah teh Nia ,meskipun aku belum pernah melihat wajahnya ,tapi pas aku pura pura pingsan Deki mendatangi kamarku bersama teh Nia sebelum mengirim Jodi ke perkebunan ."
mendengar ucapan Dito aku menjadi paham kenapa Dito melakukan hal yang menurutku aneh .
"oh gitu dit ,sekarang dimana Deki ." tanyaku .
"biarkan dulu dia bersenang senang dengan kawanya,nanti kalau sudah berat kita bawa kesini,kayak nya kawanya sudah mulai berat."
"aku lihat Deki dulu ya mas ,kamu stand by disini ." Dito keluar dari mobil kembali ke warung .
aku memperhatikan keadaan diluar sudah gelap ,aku lihat jam dilayar ponselku ,pukul 19 .15 menit ,lama juga aku ketiduran .
aku keluar dari mobil dan mendekati warung yang Dito dan Deki masuk tadi ,saat hampir sampai pintu bagian belakang aku mendengar suara gedebuk dari dalam warung .
aku segera menghambur kedalam ,Dito sedang mengangkat Deki yang terjatuh dari kursi kayu .
"mas tolong bantu papan Deki ke mobil ." pinta Dito ,aku menghampiri dan mengangkat tangan Deki ,kawan Deki sudah tertidur di atas balai bambu beralaskan tikar .
"makasih ya mas sudah mampir kesini ,lain kali jangan lupa mampir sini Lagi ya ," ujar perempuan pemilik warung dengan dandanan cetar membahana .
"siap teh ,kapan kapan kami mampir lagi kesini ." sahut Dito ,mulut Dito dan Deki menguat bau tak sedap ,tapi mulut Deki lebih parah bau nya ,kepalaku pusing mencium aromanya.
Deki tertidur saat kami masukan ke dalam mobil ,Dito mengambil lakban yang dia bawa dari warung lalu mengikat tanganya ke belakang ,lalu kakinya diikat juga .
"ayok jalan mas ,aku sudah tahu alamat perkebunan , ini aku ambil handphone Deki ,ada percakapan pesan teh Nia dengan deki,meskipun di kontak namanya tertulis neng ayang ,aku yakin itu teh Nia ." Dito memperlihatkan handphone deki yang masih menyala .
__ADS_1
aku segera menghidupkan mesin mobil dan meluncur ke arah puncak ,suara dengkuran Deki sudah mulai terdengar .
pukul 23.20 menit kami sudah memasuki area puncak ,suasana malam sangat dingin dan jalan sudah sepi ,aku berhenti sebentar untuk memakai jaket ,benar benar menusuk tulang dingin nya.
"kamu gak dingin dit."
"gak mas ,biasa aja ." sahut Dito .
aku menghentikan mobil di dekat rumah penduduk dekat kebun ,cuma ada satu rumah di dekat perkebunan dan pintunya tertutup rapat .
"mas ...apa mobil mau di taruh disini ,Deki kita tinggal saja ,kita masuk ke perkebunan ." Dito memasukan handphone Deki ke saku celana .
aku dan Dito keluar dari mobil ,mengunci pintu mobil lalu berjalan ke arah perkebunan .
dengan lampu yang ada di layar handphone Kemi menyusuri jalan kecil yang memisahkan kebun satu dengan lainya.
aku merapatkan kancing jaket ku ,angin cukup kencang dan diiringi suara binatang malam ,kami terus berjalan menyusuri perkebunan.
"berhenti ,.."
seorang laki laki berjalan mendekati kami ,saat jarak kami sudah dekat laki laki berbaju hitam dan celana jeans menyorot wajah kami dengan lampu senter .
"siapa kalian ...! " suara nya besar membentak kami .
"maaf pak ,kami hanya jalan jalan saja disini,apa bapak penjaga perkebunan ini ." Dito menjawab lebih dulu .
"kalian sudah berani memasuki wilayah perkebunan ,kalian harus di beri pelajaran ." laki laki ini menyerang ku ,dengan sigap Dito menangkis tanganya dan lampu senter terlempar ke samping .
aku dan Dito melawan setiap serangan nya ,aku sempat terjengkang ke belakang dan tubuhku meringsek ke dalam pohon teh .
meskipun kurus tapi tenaga Dito kuat dia masih terus melakukan perlawanan ,hingga laki laki itu ambruk dihajar Dito .
kami terus berjalan mengelilingi perkebunan dan berhenti di sebuah gubug yang berada di dekat sungai ,ada cahaya lampu didalam gubuk ,aku dan Dito mengendap dan mengintip dari celah dinding papan.
tiga orang laki laki sedang tidur diatas balai bambu ,kami perhatikan wajah mereka dari sinar lampu ,kami tidak mengenali wajah mereka .
pandangan kami beralih ke arah seseorang ,pria itu duduk di atas bangku kayu kecil ,wajahnya di telungkup Kan diatas lututnya .
"mas ,coba kamu lihat tubuh orang yang sedang duduk melamun itu ,seperti jodi ,kita masuk kedalam mas ,aku mau lihat dari dekat." Dito berjalan ke arah pintu dan mendorong nya perlahan .
seketika wajah laki laki yang sedang melamun menoleh ke arah pintu ,dia terkejut melihat kedatangan ku dan Dito .
"Jodi .."
Jodi menatapku seolah tak yakin jika yang ada di hadapannya aku dan Dito .
Jodi berdiri dan mengambil tongkat disampingnya lalu menghampiri kami ,keadaan Jodi sangat memprihatinkan ,kakinya pincang dan wajahnya penuh bekas luka .
dia memeluku ,matanya basah tanpa suara,aku heran kenapa Jodi tidak bicara sama sekali .
"mas Jodi , akhirnya kami bisa menemukan mu ,kenapa dengan kaki mu mas ." tanya Dito saat Jodi merangkulnya .
"aa....aaa....mmmm...aaa"
__ADS_1
aku dan Dito saling berpandangan ,Jodi tidak bisa bicara ,ya tuhan ...apa Jodi bisu ."
aku menoleh ke arah Dito ,kami menangis melihat keadaan Jodi yang sangat memprihatinkan .