Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab. 43 memasuki hutan


__ADS_3

jam delapan pagi aku bersama mas Abram pamit dengan Datuk untuk masuk ke hutan Pinus ,Datuk selalu berpesan supaya kami hati hati ,aku membawa ransel diatas punggungku begitu juga mas Abram .


kami mulai berjalan menyusuri semak belukar yang lumayan lebat ,golok pemberian Datuk sangat berguna untuk membabat semak yang menghalangi langkah kami,aku melihat jam di ponselku sudah waktunya untuk shalat dhuhur .


mas Abram mengajaku ke sungai ,mas Abram lebih banyak paham area disini karena dulu pernah mencari adik nya yang hilang ,aku membasuh wajahku lalu berwudhu dan kami shalat berjamaah di tepi sungai .


"mas abram lapar nggak ..?" tanyaku saat kami selesai shalat .


"belum begitu lapar hen...kamu kalau mau makan ,silahkan hen ." jawab mas Abram sambil merapikan celana yang tadi digulung sampai bawah lutut .


"nanti saja mas makan nya ,kita jalan sekarang mas ." ajaku ke mas Abram .


kami berjalan beriringan ,jalan sudah mulai menanjak ,artinya kami sudah mulai mengarah ke gunung .


tiba tiba mas Abram menarik tangan ku dan mengajak bersembunyi di belakang batu besar ,aku mengikutinya dan ikut berjongkok disamping nya .


"hen ...Kamu lihat itu ,.." jari telunjuk mas Abram mengarah ke depan ,dari balik pohon Pinus aku melihat dua orang lelaki berjalan hendak menuju kebawah ,mereka berhenti tidak jauh dari tempat kami bersembunyi .


"Lan...mobil yang membawa barang keperluan bulanan di markas kira kira sudah sampai belum jem segini ." pria berbaju coklat bertanya ke teman disamping nya .


"kata bos Tono sebentar lagi sampai ,kita harus cepat sampai dibawah har,jangan sampai kita ke atas malam hari." sahut pria berkaos hitam sambil menyalakan rokok .


mereka bergegas berjalan ke arah bawah ,aku dan mas Abram masih memperhatikan mereka sampai tidak terlihat lagi .


"mereka pasti anak buah Tono hen ,jangan sampai mereka melihat kita ." ujar mas Abram cemas .


kami pun melanjutkan perjalanan ,saat baru beberapa langkah ,ada orang berteriak di belakang .


"berhenti...! mau kemana kalian ." suaranya sangat keras membuat aku dan mas Abram berhenti seketika.


aku membalikan badan ,ternyata dua orang yang kami lihat tadi,apakah mereka tidak jadi kebawah ,kenapa sekarang berada disini .


"heh,,,kalian punya telinga kan ,! jawab pertanyaan saya ,kalian siapa dan mau kemana ." pria berbaju coklat menatap kami tajam .


"kami pendaki gunung ,,biarkan kami kesana ." mas Abram menjawab pertanyaan pria itu .


"tidak segampang itu kalian kami biarkan mendaki gunung ,ini wilayah kami ,segera turun atau aku paksa turun dari sini." kali ini pria berbaju hitam yang menggertak kami.


"saya rasa hutan dan gunung ini milik mayarakat ,siapapun bisa datang kesini ,kenapa kalian melarang ." ujarku menatap pria berbaju hitam .


"hahahaha. ....Kahar kamu beri pelajaran ke Meraka berdua ,beraninya melawan kita ." pria berbaju coklat memerintah kawanya .


kahar maju menyerang ku ,aku tidak tinggal diam ,kaki kahar yang akan menendang dadaku aku pegang dan kudorong tubuhnya kebelakang ,Kahar terjengkang dan bangun ,kembali menghampiriku dan meninju perutku ,kali ini aku kecolongan ,aku terdorong ke belakang ,aku melihat kearah mas Abram yang sedang melawan alan.


aku maju ke arah Kahar ,tangan kami saling meninju ke sasaran masing masing ,aku berhasil menjepit tubuh Kahar yang terjatuh dan memelintir tangan nya ,Kahar memberontak dan menendang kakiku ,aku terpelanting jatuh ke semak semak .


wajahku terluka dan berdarah terkena ranting kayu yang sudah mengering .


"aduh ..sakit sekali ,,aku mengusap pipiku yang berdarah ,mengambil sapu tangan di saku celana dan mengelapnya ,ranselku terlempar dua langkah disampingku ,aku berdiri mengambilnya .


saat hendak meraih ransel yang jatuh kaki kahar menendang tanganku sangat kuat ,,aww...aku menarik tanganku ,Kahar mendekatiku dan akan mengarahkan tendangan nya ke muka ku ,aku menangkap kakinya dan mendorongnya ,Kahar terjungkal ke belakang .


aku kembali berdiri mendekati ranselku ,segera ku buka resleting dan mengambil bungkusan dari Datuk Zaenal .

__ADS_1


"Hendri ...awas....!" suara mas Abram membuatku berpaling ,Kahar sudah menghunuskan pisau belati akan menusuk ,dengan sigap aku membuka bungkusan plastik mengambil sejumput bubuk racun dan melempar ke arah Kahar .


"aduh ,,,mataku sakiittt...!! Kahar mengucek matanya dan semakin bertambah keras teriakan nya ,Kahar bergulingan di tanah kesakitan Alan pun berhasil dilumpuhkan ,ternyata mas Abram punya ilmu bela diri ,akan pingsan di bawah pohon Pinus .


aku melihat Kahar kelojotan ditanah seperti ayam baru disembelih .... astagfirullah....aku menahan nafas melihat keadaan Kahar ,matan nya melepuh seperti terbakar dan tubuhnya membiru ,jujur aku tidak tega melihat nya ,andai dia tidak membahayakan nyawaku ,aku tak mungkin menaburkan bubuk racun ke wajahnya.


aku jadi teringat istriku yang sedang hamil ,,dengan cepat aku langsung memohon ampun ke Allah ,memohon agar tidak terjadi apa apa dengan bayi yang di kandung Friska .


"ampuni hamba ya Allah "


"hen ...ayok kita pergi dari sini ,kita tutupi tubuh mereka dengan daun kering ," masa Abram segera mengambil daun daun kering dan menutup tubuh alan dan Kahar .


kami melanjutkan perjalanan ,langit terlihat mendung sepertinya akan turun hujan ,,aku dan mas Abram mencari tempat untuk berteduh karena gerimis sudah mulai turun .


"mas....itu ada gubuk kecil ,ayok kita kesana .' aku menunjukan gubuk dibawah pohon beringin ,saat kami masuk kedalam gubuk hujan turun sangat deras .


"hen ..kayaknya gubuk ini tidak ada penghuninya ,kita duduk disini saja ya ." ujar mas Abram mengajak ku duduk di balai bambu .


aku membuka ransel dan mengambil rokok dan menghidupkan nya ,begitupun mas Abram ,tubuh kami sedikit hangat dengan menghisap rokok .


"habis ini kita makan ya mas ,,aku bawa arem arem isi daging sama sayuran dan buah buahan ,ada kue kering juga ." ujarku ke mas Abram .


"ayok Hen...aku juga sudah lapar nih ." ujar mas Abram terkekeh .


aku memberikan arem arem atau nasi yang diisi daging dan sayuran di bungkus daun pisang ,makan dua biji cukup mengenyangkan perut ,setelah itu aku mengambil kotak berisi buah melon dan apel untuk kaki makan .


hari sudah mulai gelap ,aku dan mas Abram shalat magrib dengan tayamum ,mas Abram selalu mengajaku shalat jika sudah datang waktunya ,aku merasa nyaman sekali bersamanya .


"iya aku dengar Hen,seperti suara binatang ,kita harus hati hati Hen jangan sampai kita di terkam binatang buas


" ujar mas Abram khawatir .


aku mengangguk lalu mengambil senter kecil dari ranselku ,hujan masih turun dengan derasnya ,,air banyak yang masuk ke gubuk dari atap yang terbuat dari daun kelapa dan kulit kayu .


kami duduk di sudut gubuk yang tidak terkena air hujan ,,mas Abram masih menghisap rokok nya ,,tiba tiba mataku melihat cahaya merah yang sedang berjalan ke arah gubuk .


"mas ...coba lihat apa itu ," tangan ku menunjuk ke arah cahaya yang berwarna merah .


"hati hati Hen ...itu kera api ,konon kata orang sini itu kera siluman ." ucap mas abram tegang .


"matikan senter kamu hen...dia akan menghampiri cahaya yang terlihat oleh nya ,"mas abram mengingatkan ku .


aku segera mematikan senter dan memasukan ke saku celana ku .saat bayangan merah itu semakin dekat ,mas Abram mengambil tikar lusuh dan menutupi badan kami .


dari celah tikar aku melihat bayangan merah itu berhenti ,cukup lama dan bayangan itu berjalan ke arah samping gubuk laki berjalan pergi .


tak lama kemudian hujan reda ,mas Abram membuka tikar yang menutupi badan kami ,aku mengambil ponsel disaku celana melihat jam yang ada dilayar ponselku ,pukul 22.20 menit .


aku dan mas Abram memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ,dari kejauhan kami melihat rumah berwarna putih dengan lampu menyala,,suara jenset terdengar ditelinga kami ,rupanya listrik di rumah itu dari mesin jenset .


kami berjalan perlahan menuju rumah besar yang dikelilingi tembok ,aku dan mas Abram sudah sampai di balik tembok rumah .


"hen...kita naik ke tembok belakang bangunan ini Hen ." mas Abram menunjuk ke arah belakang bangunan .

__ADS_1


mas Abram jongkok dan mengangkat tubuhku yang berada diatas pundak nya ,aku berhasil naik ke tembok dan mengukirkan tali ke arah mas Abram .


kini kami sudah berada di dalam tembok ,terdengar suara musik dan orang yang sedang mengobrol sambil tertawa .


kami berjalan sambil berjongkok menuju ke arah suara .


"jangan jangan alan sama Kahar ketemu cewek cantik di bawah ,jadi nggak nongol nongol ." ujar suara yang intonasinya besar ,diiringi suara tawa yang lain nya .


"Komar....! kemari kau..!!.


terdengar suara bentakan seorang laki laki ,tak lama terdengar suara benda jatuh dan suara orang berlari .


"ya bos Tono .."


"kamu bawa anak buah mu ke bawah cari Kahar dan alan ,kenapa sampai sekarang dia belum kembali ." ujar suara yang dipanggil bos Tono .


"tapi bos...ini sudah malam ,bahaya sekali jika turun gunung malam hari bos .." jawab pria yang bernama Komar .


buk...buk...buk..


terdengar suara orang sedang dipukuli, dan diiringi suara kesakitan dari mulut yang sepertinya Komar .


"kurang ajar kamu ,berani membantahku ." suara Tono kembali terdengar sangat keras karena malam disini sangat sunyi .


"hen...kita tunggu anak buah Tono kebawah,setelah itu kita masuk kedalam .mas Abram berbisik di telingaku .


benar saja tidak lama kemudian anak buah Tono yang berjumlah lima orang keluar dari pintu yang ada di bagian samping bangunan ,dan berlalu keluar dari pintu gerbang bercat hitam .


aku dan mas Abram berjalan ke arah depan bangunan sambil berjongkok ,kami terus berjalan melewati taman dan sampai di sebuah bangunan yang bertuliskan *rumah induk *.


kami sudah berada di bawah jendela yang tirai nya masih terbuka ,aku berdiri dan melihat kedalam .


didalam aku melihat wanita sedang duduk di sofa sambil makan kue yang ada di dalam toples ,saat aku melihat wajah wanita itu , jantung ku serasa mau copot ...Nanik ...!"


kenapa dia ada disini ...?" apakah yang dipanggil Tono itu kakak nya Nanik ,dulu Friska pernah cerita Nanik mengambil uang di toko Friska tanpa ijin karena Kakak nya yang bernama Tono di rawat dirumah sakit ,dan butuh biaya buat operasi kakak nya .


pintu kamar terbuka dan seorang pria berperawakan tinggi besar masuk menghampiri Nanik .


"dari mana kamu mas ..itu wajahmu kenapa panik begitu ." tanya Nanik sembari meletakan toples kue ke meja .


"Alan dan Kahar yang aku suruh menjemput bahan makanan dibawah ,sampai sekarang belum kembali ,aku khawatir dia ketangkap ." sahut Tono dengan wajah kaku .


aku masih berdiri memperhatikan mereka didalam kamar ,aku sudah tahu sekarang Tono dan Nanik adalah adik dari Jodi atau Jono ..


**


**


HAI SEMUA MAKASIH YA DAH BACA NOVEL PERDANAKU,TOLONG LIKE ,VOTE ,DAN KOMEN NYA DITUNGGU .


MOHON DUKUNGAN NYA YA ,NOVEL INI DI IKUT LOMBA WE ARE WRITER S7


♥️♥️🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2