Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab. 57 tunangan


__ADS_3

POV . Winda


seminggu sebelum aku akan di lamar mas Irfan ,aku sudah mengabari mbak Friska dan ibu ,mereka senang mendengar kabar aku akan di lamar ,dan segera membuat jadwal pernikahan ku dengan mas Irfan .


aku kenal mas Irfan saat pertama aku melamar kerja di perusahaanya ,,dengan lamaran yang aku ajukan dia menawarkan posisi asisten pribadinya ,menggantikan pegawainya yang dia pecat karena ketahuan korupsi .


mas Irfan pria tampan dan sangat menarik , wajahnya terlihat dingin dan kaku apalagi jika berhadapan dengan klien bisnisnya ,awalnya aku takut jika berada berdekatan dengannya hingga suatu hari dia curhat tentang masalah keluarganya pada ku .


sejak itu hubunganku dengannya semakin dekat ,dia tak lagi dingin tapi berubah menjadi sangat ramah dan sering mengajaku bicara ,,hingga dia menyatakan perasaan nya padaku dan mengajaku untuk serius .


"kamu sudah siap win.." mas Irfan sudah berada di ruangan ku ,dan mengajaku pergi .


"sudah mas,,ayok kita berangkat sekarang ." aku mengambil tas diatas meja dan berjalan disamping nya .


mas Irfan membawaku ke toko perhiasan dan menyuruhku memilih cincin yang aku suka ,,.


"yang ini bagus ya mas ,," ujarku memperlihatkan cincin diatasnya ada gambar kupu kupu kecil .


"pilih saja win,yang penting kamu suka aku ikut aja ." jawab mas Irfan tersenyum lebar .


akhirnya sepasang cincin di bayar mas Irfan dengan harga fantastis ,,setelah mendapat penjelasan dari karyawan toko aku baru tahu jika cincin ini berlapis berlian ,indah sekali .


keesokan hari .


jam delapan pagi mas Irfan menjemput ku di kontrakan ,aku sudah menyiapkan oleh oleh buat ibu dan mbak Friska aku belikan gamis yang aku beli di butik terkenal di kota ini ,mas Hendri aku belikan celana dan baju ,begitu pun dengan amori tiga stel baju dan sepatu sudah aku masukan ke dalam Tote bag .


setelah semua siap ,mas Irfan membawakan barang barang ku ke dalam bagasi mobil ,,lalu kami berdua naik ke mobil dan segera pergi menuju rumah ibu .

__ADS_1


empat jam perjalanan kami sampai di depan rumah ibu ,,mbak Friska menyambut kedatangan kami di teras rumah ,om Rahman dan bulek Asni keluar membantu membawakan barang barang yang ada di bagasi mobil .


"banyak sekali bawaan mu win ," ujar bulek Asni sambil meletakan plastik belanjaan di atas meja samping televisi .


"iya bulek sekali sekali bawain oleh oleh buat keluarga ,oh iya bulek mas Hendri kemana kok nggak kelihatan ." tanya ku sembari melihat kesekeliling ruangan .


"tadi pergi katanya mau menjemput ibu nya di rumah Desi ,mungkin sebentar lagi pulang ." jawab bulek Asni .


mbak Friska masuk membawa plastik barang terakhir ,lalu kami semua duduk di ruang tengah ,ibu keluar membawa nampan berisi kopi dan teh ,bule Asni membawa piring berisi kue basah .


"assalamualaikum..' mas Hendri mengucap salam ,lalu masuk bersama ibu nya ,,setelah menyalami mas Irfan merak duduk bersebelahan .


"apa acaranya bisa di mulai sekarang Winda." tanya om Rahman saat semua sudah berkumpul .


"silahkan om ,di mulai saja jika semua keluarga sudah berkumpul ." sahut mas Irfan .


"baiklah ,kita mulai sekarang acara pertunangan Winda ,,lalu om Rahman membuka acara dan mengajak berdoa bersama ,setelah itu mempersilahkan mas Irfan untuk memulai pertunangannya .


"acara tunangan sudah selesai ,sekarang tinggal menentukan kapan dilaksanakannya ijab kabul kalian ,silahkan disampaikan ke orang tua Winda ." om Rahman kembali mengarahkan mas Irfan.


"saya akan menikahi Winda bulan depan om ,Bu ,di tanggal yang sama dengan hari ini ,nanti saya akan membawa kedua orang tua saya untuk menyaksikan acara pernikahan saya ,,dan untuk mas kawin nya nanti saya akan tanya ke Winda .


acara tunangan selesai kami makan bersama ,aku lihat mas Hendri sudah bisa berjalan normal ,bersyukur sekali kaki nya bisa sembuh ,kasian mbak Friska jika harus merawat suaminya saat sedang hamil .


"win ,ke kamar Mbak Yuk ,kita buka oleh oleh kamu dan kita ngobrol ,biarin si Irfan ngobrol sama mas Hendri ." ajak mbak Friska ,aku Pun mengangguk lalu mengikutinya masuk ke kamar .


"kamu pintar cari suami win,Irfan ganteng dan kaya ,semoga kamu bisa bahagia nanti ya win." ucap mbak Friska saat kami duduk diatas ranjang .

__ADS_1


"sudah di atur dari sana nya mbak ,tadi nya aku juga nggak yakin kalau mas Irfan mau serius dengan ku,tapi dia udah buktiin sekarang dengan melamar ku ." sahutku seraya membuka plastik belanjaan .


"mah lihat nih baju amori bagus kan ." amori masuk kekamar bersama ibu ,dia cantik sekali memakai baju yang aku bawa kan .


"bilang makasih dong sama Tante Winda ." ujar mbak Friska .


"makasih ya Tante ,aku suka banget sama bajunya," amori berputar putar mengembangkan gaun nya ,membuat aku dan Mbak Friska tertawa.


"iya sayangnya Tante,kalau amori suka tante Winda senang loh ." aku mengangkat tubuh mungil amori dan memangku nya .


"mbak ,kaki mas Hendri sudah sembuh ya ,aku senang lihat dia dah bisa jalan normal lagi ." ucap ku ke mbak Friska .


"sudah di operasi lah win makanya bisa normal lagi , win gimana calon mertuamu apa merestui hubungan kalian ." ada rasa khawatir dari ucapan mbak Friska .


"Alhamdulillah merestui kok mbak ,tapi adiknya mas Irfan ada yang nggak suka sama aku ,dia dulu dekat banget sama mantan istrinya ,begitu tahu mas Irfan ada hubungan sama aku dia kelihatan membenciku ." ujarku sembari melepaskan nafas berat .


"sabar win,yang penting kamu harus tetap menghargai mertua dan iparmu bagaimanpun perlakuan mereka ke kamu,selagi Irfan masih mencintaimu dan melindungi mu kamu harus bertahan ." kali ini ibu yang bicara ,dan ibu benar selagi mas Irfan sayang sama aku maka aku akan kuat menghadapi semuanya.


"iya Bu ,mas Irfan juga bilang begitu ke aku ,,semoga suatu saat nanti adik mas Irfan bisa menerimaku seperti yang lainya." ujarku tersenyum ke ibu .


habis shalat isya dan makan malam aku dan mas Irfan pamit ,aku memberikan amplop untuk rasa terimakasih ku ke om Rahman dan bulek Asni yang sudah membantu acara pertunangan ku .


semua keluarga mengantarku sampai masuk kedalam mobil ,mbak Friska memeluku ,dia menangis pelan ,aku tahu keadaan mbak Friska sekarang lagi terpuruk,aku prihatin sekali melihatnya .


"mbak jangan nangis ,aku tahu mbak wanita hebat dan kuat ,mbak pasti bisa melewati semuanya,sabar mbak dan teruslah berdoa untuk bisa menyelesaikan masalah mbak dan mas Hendri .' aku menepuk nepuk punggung mbak Friska .


"sudah fris,Winda mau pulang ,dah ditungguin tunangan nya ,kita masuk yuk ," mas Hendri mendekati mbak Friska dan mengajaknya masuk kedalam rumah .

__ADS_1


disepanjang jalan aku banyak diam ,mas Irfan sudah tahu masalah keluargaku ,karena waktu pulang dari menjemput bayi Siska di penjara dia memaksaku untuk jujur kenapa aku bisa kenal sama Siska .


setelah aku ceritakan semua ,mas Irfan nampak prihatin sama mbak Friska ,apalagi sekarang sedang mengalami masalah yang nggak habis habisnya .


__ADS_2