
POV.danny
•••••••••••••••••
jam delapan pagi aku sudah ada di bengkel dan steam motor yang ada di samping rumah.
usaha ini dibangun saat Friska istri pertama ku kerja di luar negri.
sebenarnya hati ini tak rela waktu Friska memutuskan untuk pergi bekerja sebagai TKW keluar negri,bukan tanpa alasan,amori anak kami masih balita dan masih menyusu.
tekad Friska sudah bulat karena melihat kondisiku yang menganggur dan numpang dirumah mertua.
akhirnya aku harus ikhlas melepaskan istri tercinta pergi keluar negri,ada rasa kasihan dan tak rela saat aku mengantar Friska ke perusahaan pemberangkatan tenaga kerja luar negri.
selama tiga bulan Friska di tampung di perusahaan karena harus belajar bahasa negara tujuan dan belajar praktek kerja.
dua Minggu sekali aku menjenguk Friska di PT.membawakan makanan yang dia pesan,." akhirnya tiba waktunya Friska berangkat ke luar negri.aku ikut mengantar ke bandara,melepaskan kepergian nya.
hari hari ku terasa sepi semenjak Friska tidak lagi menemaniku.
di rumah ibu mertua aku membantu ala kadarnya ,menerima pekerjaan apa saja untuk membeli susu amori.
tiga bulan dirumah mertua aku membawa amori pindah kerumah ibu,karena tak enak hati tinggal menumpang.
dirumah ibu aku di bantu Lina adik Perempuanku merawat amori,karena ibu sibuk berdagang di pasar.
setelah lima bulan bekerja Friska memberiku uang untuk modal usaha, aku membuka bengkel dan steam motor di samping rumah .
awalnya usaha ku maju karena belum ada saingan. aku tak lagi meminta uang bulanan ke Friska karena sudah ada hasil dari usaha bengkel.
suatu hari ada dua orang laki laki dan perempuan datang ke bengkel mau men service motornya .
sambil nunggu motor di service pegawaiku,aku mengajak mereka ngobrol di kursi tunggu depan kasir.
kami pun berkenalan,ternyata mereka kakak ber adik .
mas Andre dan Siska mereka saling menyebutkan nama saat kami berkenalan.
kami sempat bertukar nomor kontak karena mereka meminta .
seminggu setelah berkenalan,,mas Andre menelpon ku,dia ngajak mancing di kampung danau indah.aku pun menerima ajakan nya .
hari Minggu aku dan mas Andre pergi memancing,hitung hitung refresing, fikir ku.
mas Andre mengajaku main kerumah nya saat aku menyampaikan akan pulang kerumah,lagi lagi aku menerima ajakan nya.
sesampai dirumah mas Andre aku di sambut kedua orang tuanya dan Siska adiknya.
kami pun ngobrol diruang tamu ,orang tua Andre sering ke kota propinsi mengantar hasil bumi dari ladang mereka .
seminggu dua kali mereka baru kembali ke rumah.
Siska gadis berusia dua puluh dua tahun,badanya tinggi langsing dan berkulit putih,rambutnya di warnai dan pakaiannya modis ,,
meskipun Siska cantik dan berpenampilan menarik aku tidak pernah punya fikiran aneh aneh.
bagiku mas Andre dan Siska merupakan sahabat baru .
kami sering ngobrol dan aku juga pernah bawa amori main kerumah Siska waktu Siska ulang tahun.
datang lah musibah yang menimpaku malam itu.
saat aku baru selesai menutup bengkel jam enam sore,Siska menghubungiku memintaku datang kerumah karena akan ada acara keluarga,,menurut Siska malam ini mas Andre mau mengenalkan calon istrinya ke orang tua mereka.
Siska minta tolong di belikan makanan kue kue basah dan beberapa dus air mineral untuk acara nanti malam .
aku menyanggupi permintaan Siska hubungan pertemanan kami sudah dekat.
mas Andre juga mengirim pesan memintaku membantu Siska karena malam nanti dia mau menjemput calon istrinya dan tak sempat menyiapkan makanan .
habis shalat isya aku pamit sama ibu mau menitipkan amori di rumah mertuaku ,,karena ada acar di rumah kawan .
setelah menitipkan amori sama Winda dan ibu,aku ke toko makanan yang sudah aku pesan siang tadi .
beberapa box makanan dan air mineral sudah siap diantar menggunakan mobil pemilik toko.
aku mengikuti dari belakang,,,,acara dirumah mas Andre pun berjalan dengan lancar .
jam sepuluh malam tamu dan kerabat keluarga Siska berpamitan pulang ,aku membantu mas Andre dan Siska membereskan karpet dan memasukan sisa box makanan ke tempat sampah.
jam sudah menunjukan pukul sebelas malam,mas Andre sudah pergi mengantar calon istrinya ,aku pamitan sama orang tua Siska .
saat aku hendak menaiki motor ku,ibu Siska keluar memanggilku.
"Danny,bisa gak ibu minta tolong ." kata ibu nya Siska padaku.
"ya Bu, mau minta tolong apa."
"ibu barusan dapat telepon dari kepolisian katanya sopir ibu yang biasa mengantar hasil bumi ke kota kecelakaan,,di rumah Siska sendirian dia lagi sakit perut asam lambung nya kambuh."
__ADS_1
kamu bisa menemani Siska kan Danny,ibu sama bapak mau ke kota melihat sopir ibu di rumah sakit. ujar Bu Rahma.
aku tak bisa menolak permintaan ibunya Siska, aku gak jadi menghidupkan motor dan kembali masuk ke rumah orang tua Siska.
orang tua Siska sudah berangkat ke kota tinggal aku dan Siska dirumah.
sengaja aku mengajaknya duduk diruang tamu supaya tidak ada fitnah.
Siska keluar dari dapur membawakan kopi dan sepiring bolu panggang ,sisa jamuan tadi .
"di minum kopinya mas,ujar Siska menawariku.
"iya sis,makasih."sahutku seraya menghidupkan rokok agar tak canggung.
"gimana sis apa perutmu masih sakit ." ?
"udah mendingan mas,tadi ibu sebelum berangkat buatin aku jamu kunyit."
"syukurlah kalau dah mendingan."jawabku.
"oh ya,istri mas Danny sudah berapa lama kerja diluar negri."? Siska memulai obrolan .
"sudah hampir tiga tahun sis." jawab ku.
"sudah lama ya mas,tapi kamu hebat loh bisa setia selama itu,banyak kan laki laki yang ditinggal istrinya kerja keluar negri terus dia menikah lagi."
"aku gak kepikiran kesitu sis,istriku kerja kan Demi kami juga yang ditinggalin,lagian kasian sama anak ." jawab ku tersenyum.
"beneran mas,kamu gak punya pacar." Siska memajukan wajahnya ke arahku saat bertanya.
aku risih dengan pertanyaan Siska ,aku mencoba mengalihkan pembicaraan dengan memintanya air putih.
Siska berdiri dan berjalan ke belakang mengambil air putih permintaanku ."
kami terlibat obrolan lagi,dan Siska seperti memancingku dengan menanyakan hal hal yang agak sensitif.
"emang mas Danny bisa gitu tidur kalau gak ditemenin perempuan." tanya Siska .
"ah, kamu aneh aneh aja sis nanya nya.."aku terkekeh sengaja agar Siska tak melanjutkan pertanyaan lagi.
tiba tiba kepalaku pusing,aku menyandarkan punggungku ke sandaran kursi.
siska pamit mau ke kamar ambil obat masuk angin ,karena melihatku terdiam .
aku tersentak saat mendengar teriakan Siska,,dan ada suara benda terjatuh.
"aowh aduh ...mas Danny tolong ." teriak Siska kesakitan.
kulihat Siska duduk dilantai kakinya tertimpa meja .
aku segera mengangkat meja dan membantu Siska berdiri ,,seketika badanku oleng aku merasakan kepalaku semakin sakit dan .
bruk ...aku gak kuat lagi berdiri dan terjatuh di atas tempat tidur Siska.
"mas,kamu kenapa,Siska menepuk nepuk pipi ku .
"kepala Ku sakit sekali sis,,." sahutku lemah.
"bentar ya mas aku ambilkan obat dulu." ujar Siska dan berjalan ke luar mengambil obat.
"ini diminum obatnya mas,Siska menyodorkan obat dan segelas air putih .
saat itulah warga masuk kedalam rumah Siska dan langsung menggeruduk kamar yang ada aku dan Siska.
aku kaget bukan main, ku lihat Siska juga kaget dengan kedatangan mereka .
lima orang laki laki berdiri dihadapan kami.kepalaku masih terasa sakit .
"mas ,keluar dari kamar ya,kita bicarakan di depan ." kata salah seorang pria berbadan tinggi dan kumisan.
aku mengangguk dan berdiri, Siska memapahku karena melihat aku sempoyongan .
aku duduk disamping Siska dihadapanku duduk dua orang laki laki dan tiga orang lainya keluar duduk diteras depan rumah.
"Siska kamu hubungi bapak mu saya mau bicara ." ujar bapak berkumis tanpa tersenyum.
"iya,pak RT Kata Siska dan mengambil handphone di saku celananya.
"kata bapak lagi dijalan menuju pulang pak RT ." beritahu Siska .
"ya sudah ,kami tunggu orang tuamu sampai sini baru kita musyawarah." ujar pak RT.
"kamu orang mana." Tanya nya sambil menatap ku .
"saya dari desa fajar pagi pak." jawabku
"kamu gak lihat sekarang sudah jam berapa.?"
"iya maaf pak RT tadi Bu Rahma minta tolong saya untuk menemani Siska ,karena beliau mau ke kota. ujarku.
__ADS_1
"kamu harus menikahi Siska,karena dikampung kami sudah menerapkan aturan jika laki laki dan perempuan berduaan melewati batas waktu ,kami akan bertindak untuk menikahkan,agar tidak berbuat zinah terus ." pak RT bicara tegas padaku.
"saya dan Siska tidak ber zinah pak RT demi Allah ,"aku berusaha meyakinkan pak RT .
"apapun alasan kamu kami tetap akan menikahkanmu dengan Siska ." balas pak RT .
orang semakin banyak berdatangan ke rumah Siska,mereka membicarakan aku dan Siska .
aku malu sekali dan bagaimana jika aku beneran di paksa menikahi Siska,bagaimana dengan Friska,apa aku harus memberitahukanya.
terdengar ada suara mobil memasuki halaman rumah,dan aku mendengar didepan bu Rahma sedang berbicara dengan seseorang.
tak lama kemudian Bu Rahma masuk kedalam rumah diikuti suaminya.
"kedua orang tua Siska bergabung duduk bersama kami , ."
"pak RT tolong beri toleransi buat mereka berdua,saya yakin mereka tidak melakukan perbuatan asusila ,karena pintu depan masih terbuka dan mereka dikamar masih memakai pakaian lengkap." Bu Rahma terlihat menahan emosi.
"maaf Bu Rahma,saya sebagai kepala RT didesa ini tidak membenarkan tamu berkunjung melebihi jam dua belas malam,apalagi hanya berduaan didalam rumah,laki laki dan perempuan,tentu itu sudah melanggar aturan." pak RT menjawab tegas.
susah sekali meyakinkan pak RT Dan warga desa,bahkan sebagian warga yang tadinya berdiri diluar kini sudah mulai memenuhi teras depan rumah Siska .
mereka semua mendukung pak RT agar aku dan Riska di nikahkan malam ini juga,.
akhirnya orang tua Siska pun menerima keputusan pak RT Dan warga desa.
mas Andre sudah kembali kerumah karena di hubungi Bu rahma.
sebelum pernikahan siri dimulai, mas Andre menghampiriku bersama laki laki yang aku tidak tahu siapa .
mas Andre menyerahkan kertas dan pena memintaku membaca isi surat perjanjian.
aku sesaat kaget dan menatap mas Andre,aku hendak menolaknya tapi mas Andre mendekatiku,dan berbisik ditelinga ku..." mengancam ku "
•••••••••••••••••
kini Friska sudah kembali ,rasanya bahagia sekali istri yang aku cintai akhirnya kembali setelah sekian lama berpisah.
awalnya Friska tidak terima aku menikah dengan Friska,,dan tidak mau tinggal serumah dengan Siska.
tapi setelah pertemuan Siska dan Friska di counter handphone,Friska memutuskan untuk pulang kerumah kami dan tinggal seatap dengan Siska.
aku bahagia Friska mau pulang kerumah ,,,meskipun setiap hari ribut dengan Siska setidaknya Friska masih mau bersamaku, tak mengapa aku mengerjakan pekerjaan rumah sebelum berangkat kerja asal mereka tidak bertengkar.
saat aku dikamar bersama Siska,,hatiku bergolak ,,cinta ini masih utuh untukmu Friska ,,ingin memelukmu dan memberi kebahagiaan untukmu seperti dulu,sampai saat ini Friska selalu bilang ," belum siap" ketika aku meminta nya .
"kamu sudah pulang fris,aku melihat Friska datang ke bengkel menggendong Amori menumpang ojek.
"iya mas," sahut Friska sambil meletakan amori di kursi tunggu.
"mas,besok aku sudah mulai buka toko,tolong kamu bantu aku ambilin etalase di toko yang sudah aku pesan dan bantuin pasang manikin ya." ujar fisika.
"iya fris,besok aku bantu." pagi jam delapan aku sudah di toko kamu .
"iya mas makasih.'
"aku titip amori dulu ya mas mau ke pasar beli plastik untuk ngemas baju ." ujar Friska seraya mengambil tas diatas meja.
"iya ,amori biar disini saja." ya sayang sama papa ." ku gendong amori dan mengantar friska keluar .
setelah Friska pergi aku mengajak amori kewarung depan bengkel untuk membeli es krim dan cemilan buat amori.
"beli apa amori." sapa Bu Sarmi ketika meiihatku dan amori ke warung nya
"beli es krim yang rasa semangka Bu sama cemilan ." sahutku seraya membuka boxs tempat es krim.
selesai mengambil es krim dan jajanan buat amori,aku pun memberikan uang ke Bu Sarmi.
"Dann tadi Friska mau kemana,"tanya Bu Sarmi.
"mau kepasar Bu beli plastik yang buat kemas baju,Friska buka toko baju Deket mall." sahutku.
"wah hebat ya Friska sudah buka usaha sendiri ,gak kaya istri kamu Siska yang kerjanya cuma dandan ." Bu Sarmi menjawab sambil terkekeh.
"iya bu Alhamdulillah Friska udah punya usaha sendiri,kapan kapan main Bu ke toko Friska siapa tau ada baju yang cocok sama ibu ,katanya sih baju nya bagus bagus dan murah." sahutku tanpa mau membahas Siska .
"iya deh kapan kapan aku kesana lihat lihat dagangan Friska,siapa tau kalau tetangga dapat diskon ." ujar Bu Sarmi kembali tertawa .
"hehe..semoga aja Bu,friska mau berbaik hati." ya sudah saya permisi dulu Bu , Ku gendong amori kembali ke bengkel
aku menunggu Friska pulang Sampai jam empat sore,,,Siska sudah aku kirim pesan kalau ada amori di bengkel bersamaku .
Siska emang gak dekat sama amori, dia gak berminat mendekatkan diri ke anaku ,,sering aku menyuruhnya untuk dekat tapi Siska enggan mengikuti permintaanku.
jam lima sore Friska pulang,aku sudah menutup bengkel dan sedang bermain dengan amori .
setelah mandi dan shalat magrib aku fisika dan amori makan malam,Siska sedang dirumah ibu.
suasana seperti ini jarang terjadi bila ada Siska di rumah .
__ADS_1
••••••••••••••••••
bersambung