
dari sore hari aku dan mas Abram sudah menyiapkan segala sesuatu untuk masuk ke gudang tempat siluman ular ,malam ini kami akan beraksi setelah mereka keluar dari gudang.
jam sepuluh malam Novan masuk kekamar ,dia memberitahukan kalau bos Tono dan Nanik sudah keluar dari gudang ,pas mereka berada di gudang hujan turun sangat deras ,kilat bersahut sahutan ,merinding mendengarnya .
jam 12 malam mas Abram mengajak aku dan Novan menuju gudang ,aku sudah mempersiapkan Bubuk racun di saku celana,kami berjalan menuju pintu besi yang tingginya hanya setengah meter ,terpaksa harus menunduk jika melewatinya .
Novan sudah membawa kunci dan membuka pintu perlahan ,keadaan di luar sepi karena bos Tono dan Nanik tertidur setelah makan malam ,Novan berhasil memasukan obat tidur ke makanan mereka .
pintu terbuka mas Abram yang duluan keluar ,lalu aku dan menyusul Novan,kami langsung menuju ke gudang sesuai petunjuk Novan ,aku dan mas Abram berdiri didepan pintu dan membaca surah yasin ,tiba tiba angin bertiup sangat kencang ,Novan yang sedang membuka pintu terpelanting kesamping ,mas Abram membantunya untuk berdiri .
"Van,,sini kuncinya biar mas aja yang buka ." kata mas Abram ,seperti kasian melihat tubuh ceking Novan .
Novan menyerahkan kunci ke mas Abram ,lalu membuka nya ,saat pintu terbuka hawa panas keluar dari dalam gudang ,kami mundur satu langkah ,tapi mas Abram mengajak ku masuk kedalam ,ada lampu kecil ukuran lima Watt di tembok ,dibawahnya ada tikar yang di atasnya ada bermacam macam sesaji ,lalu ditengah tengah bangunan ada kursi berukir dan mengeluarkan cahaya dari ukiran yang ada di kiri kanan kursi .
"hen... kita duduk disini saja," mas Abram mengajak ku duduk diatas lantai dekat sesaji ,mas Abram mengeluarkan tasbih dan mengajak ku membaca doa ,sementara Novan berdiri di pintu berjaga jaga .
aku dan mas Abram mulai berkosentrasi membaca doa doa pengusir jin dan setan ,,saat bacaan kami mulai bersahutan telingaku mendengar suara mendesis sangat jelas sekali , aku yakin ular siluman sudah datang dan mulai kepanasan .
tiba tiba dari atas kursi muncul sosok ular dan menyambar tasbih ditangan mas Abram ,,mas Abram menjerit saking kagetnya .aku berdiri dan sudah menyiapkan bubuk racun ditangan ku .
"mas teruslah berdoa aku akan hadapi ular ini ,"ujarku ke mas Abram .
mas Abram membaca doa lagi dengan keras ,aku sudah mengambil ancang ancang jika ular menyerang ku ,,sosok ular berwarna hijau kehitaman meliuk liuk di sudut ruangan ,tapi kenapa dia tidak menyerang ku ,apa tenaganya sudah berkurang ,bathinku .
mas Abram masih terus membaca doa dan mengambil air mineral dari saku celananya ,ditiupnya botol yang berisi air mineral di bacakan doa kalau di siramkan ke tubuh si ular .
sontak ekor si ular meliuk liuk dan matanya mengarah tajam ke mas Abram ,sepertinya sudah kepanasan .aku masih tetap mengawasi ular ,mulutnya mengarah ke mas Abram .
tiba tiba ekor ular bergerak dan menghantam tubuh mas Abram ,tak ayal mas Abram terjungkal ,aku maju hendak membantu mas Abram bangun ,dan saat itu si ular juga menghantam tubuhku ,dan aku tersungkur di dekat pintu .
Novan hendak menolong ku tapi aku menolak ,aku menyuruhnya untuk menjauh dari gudang ,,aku bangun dan merayap di tembok ,kantong berisi bubuk racun terpental ,mas Abram mencoba untuk bangun dan duduk kembali .
si ular melingkar di kursi yang ada di tengah ruangan ,aku heran sepertinya ular itu menghindar dari kami ,dia melilitkan tubuhnya kekursi dan lidahnya menjulur julur ,matanya merah menyala .
"mas...baca doa lagi ,aku akan menaburkan bubuk ini ke ular itu ,"ujarku sambil berjalan cepat mengambil kantong yang tadi terlempar.
__ADS_1
mas Abram mengangguk dan membaca doa lagi,kali ini agak keras ,ekor si ular kembali meliuk liuk ,aku sudah berjalan mendekat ke arahnya ,bubuk racun sudah aku tuangkan di mangkuk yang aku ambil dari atas tikar sesaji .
saat aku sudah dekat Ular itu menjulurkan lidah nya dan mengeluarkan desisan cukup keras ,tanpa menunggu lagi aku melemparkan bubuk ke kepala ular dan...
bum...bum...
terdengar bunyi ledakan yang sangat keras ,dari kepala si ular keluar asap ,kepalanya hancur dan tubuhnya bergerak sangat cepat menerjang kesana kemari .
aku dan mas Abram berlari menuju pintu ,saat kami keluar ada suara ledakan lagi kali ini lebih keras ,aku menoleh ke belakang ,,gudang tempat ular siluman berada .
kami sampai di dalam dapur ,Novan sudah menunggu sambil memperhatikan situasi .
"Van,cepat kamu ambil kunci ,keluarkan semua orang yang disekap di sini ," ujar mas Abram ,nafasnya tersengal sengal .
Novan berlari ke arah lorong dan berbelok ke ruangan tempat Tono dan Nanik ,tidak lama kemudian dia kembali membawa kunci yang jumlahnya banyak sekali .
"ayok mas ...kita buka kamar anak anak dulu ." ajak Novan sambil berjalan cepat ke arah kamar yang tidak jauh dari dapur .
Novan agak kesulitan mencari kunci yang cocok ,karena banyak kunci yang diikat jadi satu .
akhirnya pintu bisa di buka ,aku mencium bau tidak sedap dikamar ini ,aku menghampiri seorang anak perempuan sedang tertidur disudut ruangan ,,tubuhnya bau dan bajunya lembab ,rupanya anak ini kencing di celana dan tidak berganti pakaian .
"jangan takut Safira ...kamu akan membawamu pergi dari sini ." ujar Novan sembari mendekat ke arahnya .
wajah imutnya di angkat dan menatap kami ,,setelah melihat Novan dia tersenyum ,dia berdiri dan memegang lengan Novan ,dari wajahnya nampak dia senang setelah mendengar ucapan Novan .
"benarkah kakak mau ngajak saya pergi ,saya senang kak bisa ketemu sama mama papa lagi ." ujar Safira tersenyum manis ,sudah tidak nampak takut seperti tadi .
kami keluar dari kamar Safira ,lalu membuka kamar lainya ,ada dua anak laki laki ,tiga orang perempuan dewasa dan satu orang dokter laki laki .
semua sudah berhasil kami keluarkan ,saat ini anak buah Tono sedang ke bawah menjemput kiriman dari Jodi ,Novan ditugaskan berjaga di markas ,
saat mereka sudah keluar ,aku ijin sama mas Abram untuk masuk kekamar Tono dan melihat kondisinya ,jika meraka masih hidup aku akan menghancurkanya .
aku sudah sampai didepan pintu kamar dan mencari kunci yang pas untuk membuka nya ,ternyata tidak ada yang cocok ,aku berjalan kesamping kamar dan mencari sesuatu untuk menghancurkan kaca jendela ,aku mengambil pot bunga ,membuang isinya dan melemparkan ke kaca jendela .
__ADS_1
seketika kaca jendela pecah ,aku melihat kedalam kamar ,,,astaghfirallah rasanya tidak percaya melihat pemandangan yang sangat mengenaskan ,,Tono dan Nanik te**n**Ng bulat ,badan mereka menumpuk jadi satu seperti sedang melakukan hubungan ba**dan ,bukankah mereka kakak dan adik ,,tapi mengapa melakukan hal terlarang seperti itu ,apa mungkin ini sebagian dari ritual mereka .."?
"hen ...cepetan ,,nanti keburu anak buah Tono datang ." terdengar suara mas Abram memanggilku .
aku masih memperhatikan tubuh Tono dan Nanik ,mereka sepetinya sudah tidak bernyawa ,,aku penasaran dan segera meloncat masuk lewat jendela .
ya Tuhan hatiku Miris sekali melihat kondisi mereka ,tubuh Tono dan Nanik membiru dan dari mulutnya mengeluarkan busa ,,matanya melotot seakan mau keluar dari tempatnya .
aku membuka laci meja dan lemari ,siapa tahu ada sesuatu yang bisa aku bawa ,,,di laci meja aku menemukan setumpuk uang ,aku segera memasukan kedalam tas ,dan ada lagi perhiasan emas di laci nomor dua ,aku masukan semua ke tas ku ,dan bergegas keluar dari kamar .
saat aku sudah sampai di pintu gerbang ,ada dua orang pria berdiri ,tanganya memegang pisau dan yang satunya memegang pistol ,ya Tuhan apa yang harus aku lakukan ,bubuk racun sudah habis tadi aku siramkan ke tubuh ular yang ada di gudang .
"siapa kamu ...! beraninya masuk ke markas ," bentak pria berbaju biru ,matanya menatap sadis ke arahku .
aku melihat ke sekeliling,kemana mas Abram dan yang lainya ,apa mereka sudah pergi dari sini ,," ujarku membatin .
"heh...kamu tidak punya mulut ya , ngapain kamu masuk ke markas dan siapa yang membawamu ." bentaknya lagi ,kali ini mereka mendekatiku .
"aku kesini disuruh bos Tono mengantarkan barang pesanan nya ." ujarku berbohong .
pria di hadapanku diam ,dan menatap ke arah ruangan Tono ,lalu menarik tas ku .
"kamu tunggu disini ,aku mau lihat kedalam dulu, Tiar kamu awasi dia aku mau ngecek kedalam ." pria berbaju biru berjalan menuju ruangan Tono .
gawat ...jika orang itu tahu Tono dan Nanik sudah meninggal pasti dia akan membunuhku ,aku melirik pria disampingku ,dengan cepat aku menonjok mukanya ,,Tiar kaget dan mengaduh ,aku segera berlari keluar dari gerbang .
"Tiar ...tangkap orang itu ,bos Tono tewas didalam ..! pria berbaju biru keluar dari kamar dan berlari ke arahku .
aku terus berlari dikegelapan malam ,untung saja malam ini ada bulan yang keluar diatas sana ,sehingga pandangan ku tidak terlalu gelap .
anak buah Tono mengejar ku, mereka berteriak teriak akan membunuhku ,jantungku berdenyut sakit sekali ,kaki ku pun sudah sangat lelah ,aku terus berlari menuruni lereng gunung ,menerobos hutan Pinus ,aku sudah melihat gubuk Datuk dari kejauhan.
semangatku bertambah ingin segera sampai di gubuk Datuk dan meminta pertolongan nya,aku menoleh ke belakang mereka semakin dekat denganku ,dan akhirnya aku sampai didepan gubuk Datuk segera aku memanggil Datuk untuk membuka pintu .
"cepat Tiar ...habisi dia jangan sampai lolos ." suara di belakang ku semakin jelas di telinga ku .
__ADS_1
Datuk tidak kunjung membuka pintu ,aku menggedor pintunya dengan keras ,dan saat pintu terbuka ,aku merasakan pinggangku sakit dan panas ,tanganku meraba dan ada darah di telapak tangan ku ,,Datuk menatap ku diambang pintu ,
pandanganku mulai gelap dan aku ambruk ke tanah .