
POV . Friska
*********
sudah dua Minggu suamiku tidak pulang ,aku juga tidak mendapatkan informasi apapun dari pihak kepolisian ,,mau datang lagi ke Bengkulu rasanya tidak mungkin karena perutku sering kram.dan dokter menyarankan agar aku jangan melakukan perjalanan jauh demi kesehatan bayi yang aku kandung .
hari ini jadwalku ke kantor travel nya mas Hendri ,,kemarin karyawan nya menghubungiku dan mengatakan bahwa jamaah butuh penjelasan dari ku secepatnya ,,kepalaku sakit sekali jika memikirkan ini semua ,tapi sebagai istrinya mas Hendri aku harus bertanggung jawab .
jam sepuluh pagi aku sudah tiba di kantor mas Hendri ,karyawannya kini tinggal satu orang ,dua orang lagi sudah mengundurkan diri dengan alasan tidak mau terlibat dalam masalah jika jamaah tidak jadi diberangkatkan .
baru beberapa langkah aku menuju kantor sudah dihadang oleh tujuh orang jamaah ,,aku menenangkan mereka dan mengajaknya Bicara di dalam .
"jadi gimana Bu ...perjanjian waktu itu dari pak Hendri Minggu depan kita berangkat ,tapi sampai sekarang belum ada kejelasan ." pria yang bernama pak Sadikin menjadi wakil mereka untuk berhadapan denganku .
"sampai sekarang suami saya belum pulang pak Sadikin ,,semua kartu ATM dia yang bawa ,atau disimpan dimana saya tidak tahu ,saya mohon bapak ibu bersabar sedikit menunggu suami saya kembali ." ujarku dengan nada memohon .
"tidak bisa begitu bu ,,kami sudah membayar lunas sebulan yang lalu ,karena pak Hendri minta sebulan sebelum pemberangkatan Haris sudah melunasi biaya administrasi ." ucap pak Sadikin diikuti anggukan rekan rekan nya .
"saya minta uang saya dikembalikan utuh Bu ,jika Minggu depan saya tidak di berangkatkan ." ujar Bu sa'adah dengan wajah terlihat emosi .
"kami semua sudah sepakat Bu, jika Minggu depan tidak diberangkatkan ,kami akan lapor polisi dan minta uang kami kembali utuh ." pak Sadikin berbicara sembari menatapku tajam .
aku diam tak bisa berkata kata lagi ,tenggorokanku rasanya kering ,,tubuh ini seperti tak ada tulang untuk menyangga ,,dari mana aku akan mengembalikan uang mereka ,sedangkan keuanganku sedang terpuruk .
melihat ku diam saja, kembali pak Sadikin. bicara .
"ya sudah Bu Friska saya datang kesini mengingatkan ,tolong di selesaikan urusan kami dengan travel ibu ,jangan sampai masalah ini sampai ke jalur hukum ,akan repot buat ibu sekeluarga ,kami permisi ..." setelah mengucapkan kalimat seperti ultimatum pak Sadikin mengajak rekan rekannya pergi dari ruangan ku .
air mata yang sejak tadi aku tahan kini membanjiri wajah ku yang semakin tirus ,dadaku begitu sesak memikirkan masalah yang datang bertubi tubi ,ya tuhan jika dengan cobaan ini engkau akan menaikan derajatku ,aku ikhlas menerimanya .
Tring...Tring..
ada telepon masuk diponselku ,aku melihat nama mbak mbak atifa dilayar handphone,aku mengangkat telepon dengan perasaan cemas .
"hello ..Friska ."
"iya mbak tifa ..ada apa "
"aku lihat di statusmu kamu mau menjual mobil mu ya ,kebetulan kawanku lagi cari mobil ,apa kita bisa ketemu hari ini ."
aku diam berfikir ,jika aku menjual mobil ke kawan mbak atifa dia pasti akan meminta ku melunasi semua hutang hutang ku ke member ,sedangkan aku harus menyelesaikan masalah jamaah umroh yang minta uangnya dikembalikan,ya tuhan kepalaku rasanya mau pecah .
"halo..fris,kenapa diem aja ,kamu lagi butuh uang kan .."
"iya mbak ,ya sudah ketemu di rumah makan lesehan tempat kita sering ketemu ya ,jam dua belas siang ."
"ok fris ,,sampai ketemu nanti ya ."
__ADS_1
aku mematikan telepon sana meletakan handphone ku ke saku gamis ,jujur aku belum sanggup ketemu mbak atifa karena aku belum bisa melunasi hutang member yang membeli produk kecantikan dari ku ,tapi dengan menghindar terus masalah tidak akan selesai .
aku shalat dhuhur di kantor ,setelah itu membawa mobil ku ke rumah makan tempat aku dan Mbak atifa janjian untuk ketemu .
aku masuk kerumah makan ,dan mbak atifa langsung memanggilku saat melihatku berdiri mencari nya .
mbak atifa duduk dengan seorang perempuan yang masih mengenakan seragam putih celana hitam ,aku berjalan menghampiri mereka .
"duduk sini fris..." mbak atifa menepuk karpet disebelahnya menyuruhku duduk .
"Oya kenalin ,ini dokter wanda kawan dekatku dari SMA dulu ." ujar mbak atifa mengenalkan sahabatnya.
"salam kenal dokter wanda ," aku tersenyum kearahnya .
dokter wanda menyalami tanganku,,mbak atifa sedang melihat buku menu ,dan menyuruhku memesan makanan .
"dokter wanda ini ditugaskan dikampung fris,,,dia butuh kendaraan untuk dipakai disana ,kamu jadi kan fris menjual mobil mu ." tanya mbak atifa saat semua pesanan sudah diberikan ke pegawai rumah makan .
"iya mbak jadi ,asalkan cocok harganya ." sahutku ,jujur aku jadi minder sama mbak atifa ,aku malu sudah membuat nya kecewa .
"mbak Friska buka harga berapa kalau saya boleh tahu ." ujar dokter wanda seraya menatap ku .
"180 juta dok ,,,mobil belum ada setahun dok ,dan saya rutin merawatnya ,dijamin tidak kecewa dok ." sahutku .
dokter wanda Dian seperti sedang berfikir sesuatu .
"kalau segitu belum dok ,saya pas sin aja ya 170 juta ,tolong jangan ditawar lagi ." aku tersenyum tipis ,aku melirik mbak atifa sepertinya sedang berkirim pesan dengan dokter wanda .
"ya sudah saya mau mbak friska ..untuk pembayaran nya saya transfer ya ,tali saya mau lihat mobilnya dulu setelah kita makan ya ." ujar dokter wanda ,hatiku sedikit lega akhirnya mobil ku terjual dengan harga yang masih sangat lumayan .
setelah selesai .akan kami keluar menuju ke arah mobil ku yang terparkir dihalaman rumah makan .
dokter wanda melihat seluruh badan mobil ,sampai bagian dalam mobil semua di periksa .
"ok mbak Friska deal ya ,saya suka mobil ini ," kami kembali masuk kerumah makan .
"saya sudah transfer ya mbak 100 juta ,yang 70 juta saya kasih cash ,tolong dibuatkan tanda terima dan kelengkapan surat surat nya .
aku mengangguk karena surat surat mobil kebetulan aku letakan di laci mobil ,jaga jaga jika ada yang membeli mobil Ku aku sudah siapkan semuanya .
"ini aku bawain kuitansi sama materai fris ,,kamu bikin saja tanda terimanya ," ujar mbak Atikah menyerahkan kuitansi ,materai dan alat tulis ke atas meja .
"iya mbak,aku buatkan sekarang ya ,"aku segera membuat tanda terima uang dari dokter wanda dan menempel materai serta tanda tangan ku .
aku memberikan surat surat mobil yang tadi aku ambil dari laci mobil beserta kunci mobil ,mbak atifa membuat video dan mengambil gambar saat aku menyerahkan surat dan kunci mobil .
dokter wanda menyalami ku dan tersenyum ,." sudah deal ya Friska ...mobil bisa aku bawa sekarang
__ADS_1
" ujar dokter wanda .
"silahkan dok ,,,,"
"kita tetap disini dulu ya fris ,ada yang mau aku obrolin sama kamu ." ucap mbak atifa .
deg
pasti mbak atifa mau membahas masalah member produk kecantikan ku yang harus secepatnya aku selesaikan .
aku mengangguk ke arah mbak atifa,dokter wanda sudah keluar meninggalkan rumah makan ,aku gugup sekali berada disini berdua sama mbak atifa .
"maaf ya fris ...bukan nya aku nggak tahu akan masalah yang sedang jamu hadapi ,aku sudah tahu semua dari Maya karyawan mu ,tapi tolong kamu jangan marah sama Maya ,tapi aku juga mendapatkan komplain dari perusahaan dengan banyaknya costumer yang membuat laporan tentang kinerja kamu ,aku hafal kamu bisa secepatnya menyelesaikan masalah member yang belum kamu kirim paket skin care nya ,semoga kamu bisa memaklumi fris ." mbak atifa menatap sayu ke wajahku .
"iya mbak ,aku malu sebenarnya dengan keadaanku ,nama ku sudah tercemar karena musibah yang aku alami ,dengan kehilangan uang ratusan juta ,bahkan aku sudah melapor ke pihak berwajib tapi belum menemukan titik terang." ujarku sembari menahan sesak di dada .
"dengan kamu menjual mobil,aku hafal kamu bisa memberesi semua hutang kamu ke member ,nanti kamu bisa mulai lagi dari nol ,aku yakin kamu pasti bisa bangkit lagi fris ,aku siap membantumu ." ujar mbak atifa ,tanganya menggenggam jemariku ,menguatkan ku .
"iya mbak ,insyallah besok aku akan membayar ke pabrik untuk mengirimkan paketan ke semua member yang sudah membayar lunas ." lidahku rasanya kelu untuk mengatakan ini ,bagaiman dengan jamaah umroh mas Hendri yang jatuh tempo tiga hari lagi, ya Tuhan aku sudah tidak sanggup lagi untuk berfikir .
mbak atifa pamit setelah aku meyakinkan nya bahwa besok aku akan menyelesaikan masalahku.
aku pulang memesan taxi online ,rasanya sudah nggak ada semangat untuk melihat toko ku ,hatiku benar benar lelah .
sampai dirumah amori menyambut ku di depan teras bersama Rani .
"mamah pulang kok nggak bawa mobil ."pertanyaan dari mulut mungil amori membuat dadaku perih .
"iya sayang,mobilnya lagi dipinjam kawan mamah ,kita masuk yok ." aku menggandeng tangan amori masuk kedalam rumah .
"mah,lihat ni aku gambar pemandangan bagus nggak mah ." amori berlari ke arah meja belajar kecil dan mengambil buku gambarnya .
"wah ini bagus sekali sayang ,siapa yang ngajarin ." kini amori duduk di pangkuanku tersenyum bangga .
"mbak Rani mah ,tadi aku diajarin gambar gunung sama pohon ." ujarnya lagi .
"Hem..besok kalau bu guru tahu pasti nilainya sepuluh nih ,setelah ini amori belajar menggambar sendiri ya .. jangan di ajari terus ." aku menyibak rambut amori yang menutupi matanya ,ada rasa haru setiap menatap wajahnya .
"iya mah ..besok aku belajar gambar sendiri deh ,Oya mah tadi nenek bilang mau ke rumah Tante Desi ,tapi aku nggak boleh ikut ." ujar amori merajuk .
"mungkin nenek ada keperluan sama Tante Desi ,kita tunggu nenek pulang ya .' bujuk Ku ke amori .
hari sudah sore aku menyuruh amori mandi ,sementara aku duduk di atas ranjang kamarku ,aku akan menghubungi pabrik yang biasa mengirim paket produk perawatan wajah .
aku mendapatkan list pembayaran di pesan masuk ,total nya 165 juta ,uang hasil menjual mobil cukup membayar itu semua ,yang belum membayar lunas aku tunda dulu pengiriman nya ,aku akan mencari cara lagi untuk bisa mendapatkan uang .
terimakasih mbak Friska ,,paketan yang dipesan akan segera dikirim ,sekitar dua hari sudah bisa diterima ya mbak ." pesan dari admin produk .
__ADS_1
sekarang tinggal memikirkan bagaimana mencari uang untuk jemaah umroh ,waktunya tinggal tiga hari lagi .